ADVERTISEMENT

PASCAMELAHIRKAN
03 Agustus 2022

11 Penyebab ASI Seret dan Cara Memperbanyak ASI yang Perlu Diketahui Ibu Menyusui

ASI seret, apakah penyebab dan bagaimana cara mengatasinya?
Artikel ditulis oleh Nurul Aulia Ahmad
Disunting oleh Aprillia

ASI seret sering kali menjadi persoalan bagi ibu yang baru melahirkan. Jadi, Moms harus memahami cara memperbanyak ASI.

Dalam beberapa minggu pertama, biasanya ibu menghasilkan lebih banyak ASI daripada kebutuhan bayi mereka.

Namun, ini menjadi kekhawatiran beberapa ibu jika hasil pemeriksaan berat badan bayi tidak begitu menggembirakan dan jumlah ASI yang mereka produksi tidak selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi.

Diana West, International Board-Certified Lactation Consultant (IBCLC) atau Konsultan Laktasi Bersertifikat Dewan Internasional dan penulis buku The Breastfeeding Mother's Guide to Making More Milk (2008) mengatakan bahwa perubahan dalam teknik menyusui atau bantuan dari ahli menyusui dapat membantu menemukan penyebab ASI seret dan menjadi solusi untuk memperbanyak ASI secara signifikan.

Baca Juga: Pekan ASI Sedunia: Ciptakan Dunia yang Mendukung Ibu Menyusui Memberikan ASI Eksklusif

Tanda ASI Seret

Foto: Tanda ASI Seret

ADVERTISEMENT

Foto: menyusui bayi baru lahir (Orami Photo Stock)

Sebelum Moms mengetahui penyebab ASI seret dan menyimak tips cara memperbanyak ASI. Moms perlu memahami tanda-tanda ASI yang seret.

Mengutip Pregnancy Birth & Baby inilah tanda-tanda ASI seret:

  • Payudara tiba-tiba tampak lebih lembut dan kondisi ini normal karena suplai ASI akan menyesuaikan dengan kebutuhan bayi Moms.
  • Payudara tidak mengeluarkan ASI, berhenti, bocor, atau hanya bocor sedikit.
  • Moms tidak merasakan saat ASI keluar dari payudara.
  • Moms tidak dapat memompa ASI terlalu banyak dengan pompa listrik.
  • Seberapa banyak Moms memompa, jumlah ASI akan menurun seiring waktu.
ADVERTISEMENT

Baca Juga: 5 Rekomendasi Cooler Bag ASI yang Travel Friendly untuk Jaga Kualitas ASI

Penyebab ASI Seret

Foto: Penyebab ASI Seret

Foto: menyusui anak (Orami Photo Stock)

ADVERTISEMENT

Ada banyak hal yang menyebabkan pasokan ASI rendah atau ASI seret. Berikut ini hal-hal yang dapat menyebabkan atau berdampak pada ASI seret:

1. Memberi Bayi Pelengkap Susu Formula

Setiap botol (susu formula jus, atau air) yang didapat bayi selain ASI seolah-olah mengirim sinyal pada tubuh Moms untuk menghasilkan susu yang jauh lebih sedikit sehingga menyebabkan ASI seret.

2. Pilihan Botol

Botol ASI memiliki jenis pengisap yang berbeda daripada menyusui, sehingga kadang lebih mudah bagi bayi menyusu dari botol.

3. Pelindung Puting

Ini bisa menjadi alat yang berguna dalam beberapa kasus, namun juga dapat mengurangi stimulasi pada puting susu atau mengganggu transfer ASI, yang dapat menyebabkan ASI seret.

4. Jarang Memberi ASI

Ini dapat mengganggu siklus produksi susu dan dapat menyebabkan ASI seret.

Payudara terus memproduksi ASI apabila payudara Moms nyaris kosong, dan sebaliknya produksi ASI menurun apabila payudara sudah “penuh”.

5. Bayi Mengantuk

ADVERTISEMENT

Selama beberapa minggu pertama, beberapa bayi sangat mengantuk dan jarang menyusui dan itu pun berlangsung dalam waktu singkat.

6. Menghentikan Waktu Menyusui

Menghentikan waktu menyusui sebelum bayi berhenti sendiri dapat mengganggu siklus produksi ASI.

7. Hanya Menyusui pada Satu Payudara

Jika Moms mencoba meningkatkan persediaan ASI, biarkan bayi menyelesaikan satu payudara, lalu tawarkan yang lain.

8. Masalah Kesehatan atau Anatomi Bayi

Ini termasuk, sakit kuning (jaundice) lidah terikat (tongue-tied), bibir sumbing langit-langit sumbing, dan lain-lain.

Hal ini mencegah bayi mengisap susu secara memadai dari payudara, sehingga menyebabkan ASI seret.

9. Masalah Kesehatan Ibu

Beberapa masalah tersebut antara lain:

  • Anemia tidak terkontrol atau hipotiroidisme
  • Riwayat operasi payudara atau pembengkakan payudara sebelumnya
  • Masalah hormonal (misalnya, PCOS)
  • Masalah anatomis
  • Konsumsi obat (misalnya, pengobatan khusus, suplemen herbal, atau KB hormonal seperti pil, plester atau suntik)
  • Merokok juga memiliki potensi menjadi penyebab ASI seret.

10. Jaringan Kelenjar yang Tidak Memadai

Beberapa payudara wanita tidak berkembang secara normal karena berbagai alasan dan tidak menghasilkan cukup produksi ASI untuk memenuhi kebutuhan bayi mereka.

Baca Juga: 12 Makanan Pelancar ASI yang Enak serta Bergizi, Bikin ASI Deras dan Nggak Seret!

ADVERTISEMENT

11. Faktor Emosional

Kecemasan, stres, dan bahkan rasa malu dapat menyebabkan produksi ASI lebih sedikit.

Menciptakan lingkungan yang santai untuk menyusui dan bebas dari stres dapat membantu meningkatkan produksi ASI.

Cara Memperbanyak ASI secara Alami

Foto: Cara Memperbanyak ASI secara Alami

Foto: menyusui bayi (Orami Photo Stock)

Berikut adalah cara memperbanyak ASI yang bisa membantu Moms menyusui bayi:

1. Pastikan Bayi Menyusui secara Efisien

ADVERTISEMENT

Bayi yang mengantuk, penggunaan pelindung puting susu atau berbagai masalah kesehatan atau anatomis pada bayi juga dapat mengganggu kemampuan bayi untuk menyusu.

2. Sering Menyusui

Terutama selama bayi masih menyusui secara aktif, setidaknya 8 kali menyusui dalam waktu 24 jam. Hal ini karena semakin banyak menyusui, semakin banyak pula ASI yang dihasilkan payudara Moms.

3. Tawarkan Kedua Sisi Payudara Setiap Kali Menyusui

Biarkan bayi menyelesaikan sisi pertama, lalu tawarkan sisi kedua. Stimulasi saat kedua payudara disusui dapat membantu meningkatkan produksi ASI.

Memompa ASI dari kedua payudara secara bersamaan juga dapat menjadi cara memperbanyak ASI dan menghasilkan kandungan lemak yang lebih tinggi pada ASI.

4. Hindari Dot dan Botol Bila Memungkinkan

Utamakan agar kebutuhan ASI tetap terpenuhi dengan menyusui Si Kecil melalui payudara secara langsung.

Mungkin hal ini cukup sulit dilakukan bagi ibu yang bekerja, namun diharapkan Moms bisa memberi ASI melalui payudara langsung daripada botol dot.

5. Hanya Berikan ASI Eksklusif

Foto: Hanya Berikan ASI Eksklusif

Foto: pemberian ASI eksklusif (Orami Photo Stock)

ADVERTISEMENT

Sebaiknya hindari semua bahan padat, air, dan susu formula jika bayi berusia kurang dari 6 bulan, dan pertimbangkan untuk mengurangi makanan padatan jika bayi lebih besar.

6. Merawat Diri

Beristirahat, tidurlah saat bayi tidur. Moms juga harus rileks. Minum banyak air dan makanan yang cukup seimbang agar produksi ASI dari Moms meningkat.

7. Pertimbangkan untuk Memompa ASI

Memompa sangat penting saat bayi tidak menyusui secara efisien atau cukup sering, dan membantu mengatasi penyebab ASI seret.

Cobalah memompa setiap kali Moms memiliki sisa susu setelah menyusui, bayi melewatkan jam menyusui, atau jika bayi Moms telah mendapat sebotol ASI atau susu formula.

8. Pertimbangkan Saran Dokter

Bila memungkinkan, konsumsilah ramuan, obat resep, dan lain-lain yang meningkatkan suplai susu.

Baca Juga: 8 Barang Kebutuhan Ibu Menyusui yang Pasti Moms Perlukan, dari Nursing Dress hingga Pompa ASI

Cara Memperbanyak ASI dengan Makanan

Foto: Cara Memperbanyak ASI dengan Makanan

Foto: ibu menyusui (Orami Photo Stock)

Setelah mencoba berbagai cara memperbanyak ASI di atas, tak ada salahnya juga bagi Moms untuk mengonsumsi beberapa makanan pelancar ASI di bawah ini, dikutip dari Medical News Today:

1. Oatmeal

Oatmeal mengandung serat, zat besi, magnesium, dan zinc. Menurut laporan anekdotal, oatmeal adalah salah satu makanan terbaik untuk meningkatkan suplai ASI.

Ini juga merupakan sumber nutrisi yang penting untuk ibu menyusui dan bayi. Nutrisi dalam oatmeal meliputi serat, zat besi, magnesium, dan zinc.

Menurut Departemen Kedokteran Keluarga dan Kesehatan Masyarakat Universitas Wisconsin kandungan zat besi yang tinggi pada oatmeal dapat menjelaskan mengapa oatmeal populer di kalangan wanita menyusui. Hal ini karena kadar zat besi yang rendah dapat mengurangi suplai ASI.

Selain itu, oatmeal juga serbaguna dan mudah disiapkan, menjadikannya pilihan makanan yang enak untuk Moms.

Baca Juga: 10 Cara Sukses ASI Eksklusif Ibu Bekerja, Yuk Semangat untuk para Working Moms!

2. Fenugreek

Fenugreek adalah jenis biji-bijian yang merupakan makanan pokok di banyak resep Asia. Biji fenugreek juga merupakan obat populer untuk meningkatkan suplai ASI.

Hasil penelitian dari 2011, menunjukkan bahwa minum tiga cangkir teh fenugreek sehari menyebabkan peningkatan produksi ASI yang signifikan.

Namun sayangnya, tidak semua penelitian mendukung temuan ini.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di The Ochsner Journal fenugreek dapat menyebabkan diare, gejala asma yang memburuk, memicu ASI, urin, dan keringat untuk menghasilkan bau "seperti maple".

Dengan demikian, disarankan para wanita untuk menghindari fenugreek saat hamil karena dapat memengaruhi kontraksi rahim.

Mereka memperingatkan bahwa ada kurangnya penelitian tentang risiko mengonsumsi fenugreek saat menyusui.

Jadi, sebaiknya Moms lebih berhati-hati dalam memilih makanan yang dapat dijadikan sebagai cara memperbanyak ASI.

Baca Juga: Manfaat Daun Katuk untuk ASI dan Kesehatan, Ketahui Cara Mengolahnya Juga, Moms!

3. Bawang Putih

Foto: Bawang Putih

Foto: bawang putih (Orami Photo Stock)

Makan bawang putih atau mengonsumsi suplemen bawang putih dapat mendukung laktasi pada beberapa wanita.

Meskipun tidak ada penelitian yang menunjukkan keefektifannya, beberapa orang di India menggunakan bawang putih sebagai galactagogue.

Namun, terlalu banyak mengonsumsi bawang putih dapat menyebabkan ASI mengeluarkan bau kurang sedap.

Beberapa bayi tidak menyukai ini dan akibatnya mereka mungkin akan menyusu dalam waktu yang lebih singkat, Moms.

4. Biji Adas

Biji adas adalah bahan umum dalam teh dan suplemen yang dipasarkan untuk meningkatkan produksi ASI.

Beberapa orang juga menggunakan biji adas untuk meredakan gas dan kembung.

Beberapa penelitian melaporkan bahwa mengonsumsi adas saat menyusui dapat meningkatkan volume dan kandungan lemak ASI serta membantu bayi menambah berat badan.

Baca Juga: Begini Cara Menyimpan ASI yang Benar agar Kualitas ASI Tetap Terjaga dengan Baik

5. Makanan Kaya Protein

Tahu adalah salah satu sumber protein yang sangat baik.

Protein sangat penting untuk produksi ASI, dan diteruskan dari wanita ke bayi untuk memberi makan dan mendukung pertumbuhan.

Untuk alasan ini, wanita menyusui membutuhkan tambahan 25 gram sumber protein per hari.

Dalam memastikan pasokan susu yang stabil, penting untuk makan banyak makanan kaya protein setiap hari.

Beberapa sumber protein yang baik meliputi: daging tanpa lemak, telur, kacang-kacangan atau biji-bijian.

Ikan juga merupakan sumber protein lain yang dapat meningkatkan produksi ASI.

Namun, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyarankan wanita hamil dan menyusui untuk menghindari ikan yang mengandung merkuri tingkat tinggi.

6. Sayuran Berdaun Hijau

Foto: Sayuran Berdaun Hijau (https://nelaathletics.com/fruits-and-vegetables/)

Foto: sayur daun bayam (Orami Photo Stock)

Menurut Departemen Pengobatan Keluarga dan Kesehatan Masyarakat Universitas Wisconsin banyak buah dan sayuran, termasuk sayuran berdaun hijau, dapat membantu mendorong laktasi.

Contoh sayuran berdaun hijau yang baik untuk meningkatkan produksi ASI meliputi sayuran kubis, peterseli, bayam, dan selada air.

Mengonsumsi berbagai macam sayuran saat menyusui juga memiliki manfaat lain bagi ibu dan bayi.

7. Biji Wijen

Di Meksiko, beberapa wanita menyusui mengonsumsi kue biji wijen untuk meningkatkan produksi ASI mereka.

Biji-bijian ini kaya akan kalsium, yang mungkin menjelaskan beberapa pengaruhnya terhadap ASI.

Asupan kalsium sangat penting selama kehamilan dan menyusui untuk kesehatan tulang wanita dan bayi.

Mengonsumsi terlalu sedikit mineral saat menyusui dapat menghasilkan ASI dengan kandungan kalsium yang rendah.

Untuk orang dewasa menyusui, tunjangan kalsium harian yang direkomendasikan adalah 1.000 miligram.

Hanya tiga sendok makan biji wijen Moms dapat memperoleh lebih dari 25 persen dari jumlah kalsium yang direkomendasikan.

8. Pepaya Hijau atau Mentah

Pepaya mentah atau hijau sangat populer sebagai galactagogue hebat di Asia. Mengonsumsi pepaya hijau membantu meningkatkan produksi oksitosin yang pada akhirnya mampu meningkatkan produksi ASI.

Moms bisa merebusnya sebelum mengonsumsinya. Selain itu, restoran Thailand juga dikenal banyak menggunakan pepaya hijau dalam sajian masakannya.

Mungkin Moms bisa mencoba beberapa masakan Thailand dan anggap saja ini cara memperbanyak ASI sekaligus wisata kuliner.

9. Beras Merah

Foto: Beras Merah (https://fimela.com/)

Foto: beras merah (Orami Photo Stock)

Siapa sangka salah satu menu yang ampuh untuk diet juga baik untuk ASI.

Dalam penelitian yang diterbitkan di World Journal of Pharmaceutical and Life Sciences yang menjelaskan bahwa beras merah merupakan bahan alami yang ampuh untuk meningkatkan produksi ASI.

Bahan makanan ini ternyata memiliki stimulan hormon yang mampu meningkatkan ASI dan juga memberi Moms energi ekstra yang diperlukan pasca melahirkan.

Selain itu, beras merah juga membantu meningkatkan nafsu makan sehingga memungkinkan Moms untuk makan makanan bergizi.

10. Ubi Jalar

Ubi jalar adalah sumber utama kalium dan memiliki karbohidrat penghasil energi yang diperlukan untuk melawan kelelahan.

Ubi jalar juga mengandung vitamin C dan B-kompleks serta mineral pelemas otot yaitu magnesium yang baik untuk ibu menyusui.

11. Kacang Almond

Foto: Kacang Kenari (https://www.bbcgoodfood.com/howto/guide/health-benefits-almonds)

Foto: kacang almond (Orami Photo Stock)

Mengonsumsi kacang almond dapat menjadi salah satu cara memperbanyak ASI.

Kacang almond kaya akan omega-3 dan vitamin E, sehingga bisa menjadi sumber makanan yang dapat meningkatkan produksi ASI.

Vitamin E membantu menyembuhkan gatal-gatal yang disebabkan oleh stretch mark pasca kehamilan dan omega-3 membantu meningkatkan hormon guna membantu menghasilkan lebih banyak ASI.

Mengonsumsi almond yang dihancurkan dan dicampur dengan susu atau menambahkan almond ke dalam mangkuk oatmeal yang Moms makan bisa membuatnya lebih nikmat dan sangat bergizi.

Tanda Si Kecil Mendapatkan ASI yang Cukup

Foto: Tanda Si Kecil Mendapatkan ASI yang Cukup

Foto: bayi (Orami Photo Stock)

Perhatikan selalu asupan nutrisi Si Kecil secara keseluruhan untuk memastikan bahwa tumbuh kembang bayi berada dalam batas normal. Berikut tanda-tanda bayi mendapat ASI yang cukup yang perlu Moms ketahui:

  • Intensitas buang air kecil yang cukup sering, setidaknya 6 - 8 popok basah dalam waktu 24 jam, termasuk setidaknya beberapa popok kotor.
  • Bayi bangun untuk menyusu sendiri dan mereka menyusui dengan penuh semangat.
  • Bayi menghabiskan waktu menyusui selama 8 hingga 12 jam dalam kurun waktu 24 jam.
  • Si Kecil dapat tidur cukup nyenyak setelah menyusui.
  • Mengalami peningkatan berat badan rata-rata 150 gr atau lebih setiap minggunya selama 3 bulan pertama tumbuh kembang bayi.

Baca Juga: Bra Menyusui: Tips Memilih, Menggunakan, dan Rekomendasi Produk yang Bagus serta Nyaman

Itulah cara memperbanyak ASI yang bisa Moms lakukan sehingga Si Kecil mendapatkan ASI cukup untuk tumbuh kembangnya.

Semoga ASI Moms selalu lancar dan tidak seret, ya!

  • https://www.pregnancybirthbaby.org.au/increasing-your-breast-milk-supply
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/324290
  • https://www.fammed.wisc.edu/files/webfm-uploads/documents/outreach/im/ss_galactogogues.pdf
  • https://www.fda.gov/food/consumers/advice-about-eating-fish
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3614654/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5158159/
  • https://www.healthline.com/health/parenting/how-to-increase-breast-milk#causes-for-low-milk-supply
  • file:///C:/Users/SIRCLO/Downloads/article_1469782348.pdf

Sebelumnya

Pentingnya Support System Ibu Hamil agar Moms Nyaman Selama Mengandung hingga Melahirkan
Nurul Aulia Ahmad • 03 Agt 2022

Selanjutnya

7 Hal yang Bisa Suami Lakukan untuk Menjadi Ayah ASI agar Istri Semangat Menyusui
Nurul Aulia Ahmad • 03 Agt 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT