ADVERTISEMENT

PERNIKAHAN & SEKS
25 Oktober 2022

7 Cara Mengetahui Selaput Dara Sudah Robek atau Belum

Selaput dara bisa robek karena aktivitas fisik
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Budhi

Sering jadi perbincangan, bagaimana cara mengetahui selaput dara sudah robek atau belum?

Selaput ini dimiliki oleh setiap wanita, Moms. Namun, bentuk dan ukuran dari setiap selaput dara yang dimiliki tentu berbeda.

Menjadi bagian dari organ intim wanita, ini pun memiliki fungsi tertentu yang jarang dikenali.

Agar tidak misinformasi, mari kenali penjelasan mengenai penyebab selaput dara robek pada wanita.

Baca Juga: 3 Penyebab Nyeri Ovulasi, Benarkah Bisa Sebabkan Wanita Sulit Hamil?

Apa Itu Selaput Dara Wanita?

Foto: Selaput Dara Wanita (Orami Photo Stocks)

ADVERTISEMENT

Selaput dara adalah selaput tipis yang membentang di sepanjang vagina perawan. Biasanya berbentuk seperti cincin dengan bukaan kecil.

Menurut jurnal Reproductive Health selaput dara adalah jaringan membran kecil yang belum diketahui fungsi biologisnya.

Banyak orang menganggap bahwa, selaput dara merupakan ciri dari vagina keperawanan seorang wanita.

ADVERTISEMENT

Namun, pemeriksaan selaput dara bukanlah tes yang akurat terkait aktivitas seksual.

"Selaput dara adalah lapisan atau sekat yang melindungi daerah sekitar vagina" jelas dr. Putri Deva Karimah, Sp.OG Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan.

"Terkadang, kebanyakan masyarakat mengaitkan robeknya selaput dara dengan tanda seorang wanita tidak perawan," lanjut dokter yang praktek di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan, ini.

Bahkan, saat ini dokter ahli forensik diminta untuk menghindari diagnosa terkait kondisi selaput dara terhadap korban kekerasan seksual.

Baca Juga: Mengenal Infundibulum, Bagian dari Organ Reproduksi Wanita

Mengenal Bentuk Selaput Dara

Foto: Bagian Vagina Perempuan (Womentalk.com)

Melansir self.com bentuk dan ukuran selaput dara setiap wanita berbeda. Secara umum selaput dara memiliki bentuk seperti bulan sabit.

Saat masih bayi, selaput dara biasanya lebih tebal dan seiring bertambahnya usia akan menipis.

Penting untuk diketahui bahwa tidak semua wanita dilahirkan dengan selaput dara.

Meski demikian, peluangnya relatif rendah sekitar 1:1000, tetapi hal itu mungkin saja terjadi.

ADVERTISEMENT

Scroll untuk melanjutkan

Terlahir tanpa selaput dara tidak akan memengaruhi kesehatan seksual dan reproduksi Moms sama sekali.

Selain itu, ada juga wanita yang memiliki selaput elastis dan dapat menutupi sebagian jalan masuk ke vagina.

Bahkan, atau secara tidak disadari telah merobeknya jauh sebelum hubungan seksual pertama.

Moms juga perlu tahu, beberapa wanita memiliki selaput dara yang elastis dan mungkin saja tidak robek atau berdarah saat berhubungan seks pertama.

Baca Juga: Pleuritis (Radang Selaput Paru): Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Penyebab Selaput Dara Robek

ADVERTISEMENT

Foto: Kebersihan Organ Intim Wanita (Orami Photo Stocks)

Masih banyak orang percaya bahwa selaput dara rusak disebabkan oleh aktivitas seksual.

Akibatnya, banyak yang menilai keperawanan dilihat dari masih ada atau tidaknya selaput dara di dalam vagina.

"Robeknya selaput dara tidak dapat disimpulkan sebagai tanda seorang wanita sudah tidak perawan," kata dr. Putri Deva.

Selaput dara dapat robek tanpa sengaja karena kegiatan fisik, seperti bersepeda, berkuda, senam dan olahraga berat lainnya.

Penyebab robeknya selaput dara tidak hanya terjadi karena wanita sudah berhubungan seksual.

"Ini dapat juga disebabkan oleh cedera saat berolahraga, penggunaan tampon, dan kecelakaan lainnya," tambah dr. Putri Deva.

Selain itu, ketika selaput dara sudah rusak, baik secara alami atau operasi, tidak dapat tumbuh kembali.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Apakah Selaput Dara Bisa Rapat Kembali?

Apakah Selaput Dara Bisa Tertutup Lagi dengan Alami?

Foto: Keperawanan Wanita (Yourtango.com)

Menurut penjelasan medis, selaput dara bisa tertutup lagi dengan berbagai tindakan dari para ahli dengan sejumlah alasan penting.

Seperti yang sudah disinggung di atas, selaput dara bisa robek dengan atau tanpa berhubungan seksual.

Selaput dara atau dikenal dengan hymen adalah lapisan kulit tipis atau selaput membran mukosa yang berada di depan liang vagina.

"Selaput yang robek dapat direstorasi dan dirapikan atau dijahit kembali dengan indikasi atau berdasarkan penilaian medis dan dilakukan oleh tenaga medis," ungkap dr. Putri.

ADVERTISEMENT

Tindakan menutup selaput dara pada wanita tersebut disebut hymenoplasty.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait hymenoplasty setiap orang harus tahu kelebihan dan kekurangannya.

Sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu secara langsung dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

"Meski demikian, selaput dara yang sudah robek tidak dapat tertutup kembali secara alami," jelas dr. Putri.

Oleh karena itu, diperlukan tindakan medis untuk merestorasi atau memperbaiki robekan pada selaput dara pada wanita.

Baca Juga: Mengenal Gaya Helikopter yang Bikin Hubungan Seks Menantang

Mitos-Mitos Selaput Dara dan Keperawanan

Foto: Ilustrasi Kepuasan Seksual Pria (Medicalnewstoday.com)

Membicarakan keperawanan, tentunya tidak lepas dari selaput dara.

Banyak orang akhirnya berdebat untuk mengetahui keperawanan dari cara berjalan seseorang.

Banyak mitos yang menyebutkan bahwa selaput yang robek menandakan seorang wanita sudah tidak perawan.

Sedangkan, seperti yang sudah dijelaskan oleh dr. Putri Deva, robeknya selaput dara tidak ditentukan dengan keperawanan seseorang.

Fungsi selaput ini adalah untuk mencegah dan menyaring kotoran agar tidak langsung masuk ke dalam vagina.

Selaput ini juga akan bertumbuh seiring bertambahnya usia. Jadi, berikut mitos-mitos yang harus ditepis.

1. Selaput Dara Indikator Keperawanan

Nah sudah disebutkan di atas, bagian tubuh ini sering disalahpahami. Organ ini tidak memiliki kaitannya dengan kegiatan seksual.

Sama dengan anggota tubuh lainnya seperti mata, hidung, dan payudara, tidak memiliki kaitan dengan hubungan seksual.

Biasanya jika timbul rasa sakit saat berhubungan seksual, itu diakibatkan kekurangan cairan lubrikasi yang mengakibatkan vagina menjadi kering.

2. Tidak Mengeluarkan Darah Artinya Tidak Perawan

Mitos ini juga sering terdengar di telinga masyarakat, nih Moms.

Sebenarnya, banyak selaput dara wanita yang menipis dari waktu ke waktu, bahkan robek dengan sendirinya.

Saat berhubungan seksual, tidak jarang akan menyebabkan pendarahan tapi banyak juga yang tidak.

Ini bukan merupakan tanda wanita tidak perawan lagi, ya, Moms.

Sebab, hal ini tergantung dari tingkat ketebalan dan kekakuan selaput dara.

3. Menggunakan Tampon Merusak Keperawanan

Selama menstruasi, selain penggunaan pembalut, penggunaan tampon juga umum digunakan.

Bahkan penggunaannya bisa berhari-hari ketika masa menstruasi perempuan datang setiap bulannya.

Menggunakan tampon mungkin bisa membuat selaput dara meregang, tapi tidak memengaruhi keperawanan.

Bahkan banyak perawan yang tidak memiliki selaput dara utuh. Selain itu, banyak perempuan yang dilahirkan tanpa selaput dara.

Baca Juga: Terlihat Mirip, Ternyata Ini Perbedaan Selaput Dara dan Darah Haid

Cara Mengetahui Selaput Dara Sudah Robek atau Belum

Foto: Ilustrasi Vagina Wanita (Orami Photo Stock)

Selaput dara yang rusak dapat diketahui melalui beberapa tanda, seperti terdapat luka kecil atau berdarah.

Lalu, terdapat rasa tidak nyaman atau nyeri di sekitar lubang vagina dan terdapat kulit robek sekitar 1-2 cm di dalam lubang vagina.

Biasanya, selaput dara akan menipis secara alami seiring waktu dan seringnya tidak disadari.

Sedangkan, guna mengetahui selaput sudah robek apa belum bisa dilakukan secara mandiri atau pemeriksaan ke dokter kandungan.

Alternatif pemeriksaan mandiri, Moms hanya memerlukan 3 alat untuk memeriksanya, yaitu cermin, kursi, dan jari tangan.

Berikut langkah dan persiapan untuk mengetahui selaput dara sudah robek atau belum:

  1. Cuci tangan sampai bersih.
  2. Ambil cermin kecil dan pegang di salah satu tangan.
  3. Duduk dan buka kaki Moms.
  4. Oleskan pelumas alami ke jari Moms (hal ini perlu dilakukan agar Moms merasa nyaman saat memasukan jari).
  5. Pegang cermin di depan vagina kemudian arahkan ke atas agar Moms dapat melihat pembukaannya.
  6. Gunakan jari telunjuk atau jari tengah untuk membuka labia (bibir vagina).
  7. Jika Moms melihat ada selaput tipis berbentuk bulan sabit, tandanya selaput dara masih utuh dan belum robek.

Moms perlu ingat, tidak semua orang memiliki bentuk selaput dara yang sama.

Namun, saat Moms memasukan jari dan merasakan daging yang tidak beraturan di sekitar dinding vagina tanpa mengalami hambatan, kemungkinan selaput dara tersebut sudah robek.

Ketika melihat bahwa selaput dara sudah robek, tidak perlu khawatir karena itu adalah hal normal.

Baca Juga: Kandidiasis, Jamur Vagina yang Pengaruhi Kesuburan?

Tanda Selaput Dara Robek

Foto: Kesehatan Organ Intim Wanita (Orami Photo Stock)

Selaput dara memang bisa robek karena alasan tertentu seperti beraktivitas berat.

Namun, untuk mengetahuinya pastikan Moms berkunjung ke dokter, ya.

Sebelum berkunjung ke dokter, Moms juga bisa mengenali tanda selaput dara robek. Berikut tanda-tandanya.

  • Bercak ringan atau berdarah
  • Adanya perasaan tidak nyaman atau rasa sakit di sekitar lubang vagina
  • Kulit robek di bagian selaput sekitar 1 sampai 2 cm di dalam lubang vagina

Biasanya, selaput yang robek kerap tidak disadari, sehingga normal jika selaput ini bisa robek secara alami seiring waktu.

Seperti yang sudah disinggung di atas pula, bahwa selaput dara memang akan meregang dengan sendirinya dan robek secara bertahap sampai akhirnya menyusut kembali.

Baca Juga: Pusar Bayi Berdarah, Ketahui Penyebab dan Cara Penanganannya

Cara Mengatasi Pendarahan Akibat Selaput Dara

Foto: Tips Agar Vagina Awet Muda (Orami Photo Stocks)

Terlebih, saat selaput ini sudah robek dan terjadi pendarahan ringan, hal ini dapat diatasi dengan kompres air dingin.

Selama masih mengalami nyeri, sangat tidak disarankan untuk menggunakan tampon, apalagi melakukan hubungan seks.

Kegiatan tersebut dapat dilakukan, jika rasa nyeri yang ada di selaput dara telah hilang.

Sementara, untuk menghindari self-diagnose pemeriksaan selaput dara lebih baik dilakukan oleh tenaga ahli, ya Moms.

"Pemeriksaan selaput dara harus dilakukan dan dinilai oleh tenaga ahli yang paham mengenai daerah kewanitaan," jelas dr. Putri Deva.

Oleh sebab itu, sebaiknya dilakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

"Karena tanda berdarah atau tidak berdarah saat berhubungan seksual bukan merupakan tanda pasti untuk menilai kondisi selaput dara seorang wanita sudah robek atau belum," tambahnya.

Sebagai tambahan, informasi bentuk dan ketebalan selaput dara setiap wanita bervariasi.

Untuk warnanya sendiri tidak jauh berbeda dengan warna vagina yang dimiliki setiap wanita.

Baca Juga: Douching Vagina, Benarkah Bisa Meningkatkan Peluang Hamil?

Mengenal Selaput Dara Imperforata

Foto: Berhubungan Seks dengan Pasangan (Orami Photo Stocks)

Saat ini masih belum ada penjelasan medis mengenai kegunaan selaput dara secara biologis.

Secara medis, terdapat 5 jenis selaput dara yang perlu Moms ketahui, yaitu normal, cribriform imperforate, microperforate dan septate.

Saat Moms memiliki selaput dara imperforate, microperforate dan septate ini dapat mengganggu siklus dan aliran dara saat menstruasi dan penggunaan tampon.

Jika hal ini terjadi, dokter biasanya akan menyarankan untuk menjalani operasi kecil yang disebut hymenectomy.

Tindakan ini dilakukan untuk mengangkat jaringan ekstra dan membuka selaput dara sehingga darah menstruasi dapat mengalir.

Kendati demikian, diantara kelima tipe selaput dara menurut medis, jenis imperforate adalah tipe selaput dara yang juga banyak dimiliki wanita selain tipe normal.

Baca Juga: Prosedur Operasi Caesar, Ketahui Persiapan, Proses, Hingga Perawatan Setelah Operasi

Selaput jenis imperforate adalah selaput dara tanpa bukaan sama sekali.

Journal of Clinical Medicine menjelaskan bahwa selaput dara imperforate adalah kelainan kongenitas saluran genital wanita yang jarang terjadi.

Ini adalah ketika selaput dara menghalangi lubang vagina sepenuhnya.

Selaput dara imperforate sebenarnya sudah sejak Moms lahir, tetapi kebanyakan tidak akan tahu hingga memasuki usia pubertas.

Gejala sering muncul ketika seorang mencapai pubertas dan mungkin termasuk sakit perut dan bengkak yang bisa berlangsung berhari-hari.

Gejala fisik umumnya terjadi karena penumpukan darah menstruasi yang terperangkap di dalam vagina. Darah itu juga bisa menyebar ke rahim dan saluran tuba.

Baca Juga: Cara Membedakan Darah Haid dan Darah Kista berdasarkan Bentuk dan Gejalanya

Beberapa gejala yang dirasakan saat seseorang memiliki selaput dara imperforate adalah terlambat menstruasi.

Meskipun sudah memiliki tanda-tanda kedewasaan seperti payudara membesar atau tumbuh rambut di kemaluan.

Gejala lainnya adalah nyeri perut dan panggul setiap bulan dan sakit punggung.

Begitu juga dengan buang air kecil yang menyakitkan atau tidak dapat buang air kecil sama sekali.

Beberapa wanita juga dapat merasa begah atau perut kembung.

Menurut BMJ Case Report dalam beberapa kasus, selaput dara imperforate dapat didignosis pada anak perempuan di bawah 10 tahun.

Namun, dokter mungkin mencurigai adanya selaput dara imperforate setelah pemeriksaan bayi baru lahir.

Para ahli medis biasanya akan menyarankan USG Vagina atau panggul jika mencurigai terjadinya selaput dara imperforate.

Hal itu dapat membantu untuk memastikan kondisi tersebut.

Baca Juga: Merasa Sakit Saat Sedang Berhubungan Seks? Hati-hati Bahaya 5 Penyakit Ini

Cara mengetahui selaput dara sudah robek atau belum tergolong mudah, bukan, Moms?

Setelah tahu fakta tersebut, diharapkan Moms atau Dads tidak lagi salah kaprah dengan selaput dara.

Sebab, selaput dara bisa robek akibat kegiatan fisik yang tidak berkaitan dengan seks, lho!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6547601/
  • https://www.self.com/story/the-hymen-what-people-get-wrong
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6352236/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3029536/

Sebelumnya

13 Tanda Suami Tak Peduli Perasaan Istri, Termasuk Selalu Menyalahkan dan Terlalu Sering Mengkritik!
Nurul Aulia Ahmad • 25 Okt 2022

Selanjutnya

Berhubungan saat Haid, Berbahaya atau Tidak? Moms Perlu Tahu!
Gea Yustika • 25 Okt 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT