ADVERTISEMENT

PROGRAM HAMIL
09 September 2022

13 Efek Samping KB Suntik pada Wanita, Kenali Agar Lebih Waspada

Alat bantu pengontrol kehamilan yang efektif ini juga memiliki efek samping, apa saja?
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Budhi

Moms pasti familier dengan suntik KB sebagai metode pencegah kehamilan. Tapi, sudah tahukah Moms tentang efek samping KB suntik?

Suntik KB atau kontrasepsi hormonal merupakan metode yang banyak digunakan di Indonesia.

Hal itu karena metode KB suntik dinilai lebih praktis dan efektif.

Meski demikian, ada beberapa efek samping KB suntik yang penting untuk diketahui, lho.

Apa saja efek samping KB suntik yang mungkin terjadi? Yuk, kenali bersama di bawah ini!

Baca Juga: Kenali Kehamilan Kimiawi dari Gejala hingga Penyebabnya

Mengenal KB Suntik

ADVERTISEMENT

Foto: KB Suntik.jpg (Bimcbali.com)

Foto: KB Suntik (Orami Photo Stocks)

KB suntik mengandung hormon progestin (progesteron sintetis) yang menyerupai hormon aslinya di dalam tubuh wanita, yaitu progesteron.

ADVERTISEMENT

Biasanya KB jenis ini akan disuntikan pada bagian tertentu di tubuh seperti paha, pundak, bagian bawah perut, atau lengan atas.

Kontrasepsi hormonal yang disuntikan ke dalam tubuh mencegah ovarium wanita agar tidak melepas sel telur yang bisa dibuahi.

KB suntik dilakukan dalam kurun waktu 3 bulan, walaupun ada pula jenis KB suntik yang disuntikkan setiap 1 bulan sekali.

Jika dilakukan dengan benar dan sesuai jadwal, metode kontrasepsi KB suntik memiliki efektivitas yang tinggi.

Diketahui, dalam mencegah kehamilan efektivitasnya yakni hingga lebih dari 99%.

Suntik kontrasepsi sebenarnya aman dan nyaman. Namun, ada beberapa kekurangan dan efek samping KB suntik, Moms.

Baca Juga: 4 Tips Mempersiapkan Keuangan saat Program Hamil

Efek Samping KB Suntik

Saat ini metode kontrasepsi telah dibuat seaman dan senyaman mungkin.

Namun, KB suntik juga tidak lepas dari efek samping, apalagi ini adalah alat kontrasepsi yang berjenis hormonal.

Ada pun efek samping KB suntik 1-3 bulan yang mungkin bisa Moms rasakan, yaitu:

ADVERTISEMENT

Scroll untuk melanjutkan

1. Perubahan Siklus Menstruasi

Foto: Salah satu efek samping suntik KB adalah kacaunya siklus menstruasi (Freepik.com)

Foto: Siklus Menstruasi (freepik.com)

Efek samping KB suntik 3 bulan yang pertama adalah adanya perubahan siklus menstruasi.

Kebanyakan orang yang melakukan KB suntik akan mengalami perubahan, baik menjadi lebih panjang maupun lebih pendek.

Pada tahun pertama penggunaan KB suntik, masalah yang kerap terjadi adalah:

Bahkan, sebagian wanita tidak haid sama sekali, merupakan hal yang umum terjadi.

Efek samping KB suntik satu ini memang tidak berbahaya dan tidak perlu dikhawatirkan.

ADVERTISEMENT

Hal ini lantaran KB suntik hormonal bekerja dengan menekan penebalan dinding rahim sehingga tidak ada “darah” yang harus diluruhkan.

2. Penambahan Berat Badan

Efek samping KB suntik yang akan dirasakan adalah adanya penambahan berat badan yang berkisar antara 1-2 kilogram per tahun.

Namun, dalam sebuah studi Combination contraceptives: effects on weight tidak adanya bukti yang masuk akal tentang efek samping KB suntik dengan bertambahnya berat badan.

Jika Moms mengalami penambahan berat badan setelah memulai kontrasepsi hormonal, kemungkinan hal itu lebih disebabkan oleh faktor lain.

Tidak perlu khawatir, karena kenaikan berat badan yang Moms alami mungkin tidak akan drastis.

Oleh karena itu, imbangi dengan rutin berolahraga dan atur pola makan Moms selama menggunakan KB suntik, ya!

Baca Juga: Panduan Memilih Alat Kontrasepsi yang Tepat di Masa Pandemi Corona

ADVERTISEMENT

3. Perubahan Mood

Foto: Suntik KB juga berdampak pada mood swing wanita (Freepik.com)

Foto: Perubahan Mood (freepik.com)

Kinerja KB suntik pada hormon dapat memicu terjadinya mood swings atau perubahan suasana hati yang cepat berubah.

Misalnya, akan timbul rasa marah atau kesal yang lebih mudah muncul dari biasanya.

Mengutip dari Hello Clue, studi tentang efek samping KB suntik 3 bulan (kontrasepsi hormonal) dengan perubahan mood belum memiliki hasil yang konsisten.

Ketidakkonsistenan ini kemungkinan karena penelitian dirancang dan dilakukan secara berbeda-beda untuk mengukur hasil mood seseorang.

Beda halnya dengan KB IUD yang tidak mempengaruhi hormon dalam tubuh wanita.

ADVERTISEMENT

4. Menurunnya Kepadatan Tulang

Terdapat efek samping KB suntik dalam penggunaan jangka waktu yang panjang.

Diketahui, penggunaan jenis KB tersebut dapat menimbulkan efek samping berupa penurunan kepadatan tulang.

Menurunnya kepadatan tulang menjadi salah satu alasan sebagian wanita tidak ingin menggunakan suntik kontrasepsi.

Dengan menurunnya kepadatan tulang, maka akan meningkatkan risiko penyakit osteoporosis dan patah tulang.

Namun, risiko tersebut dapat diperkecil dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D dan kalsium secara rutin.

Baca Juga: KB Kalender untuk Mencegah Kehamilan, Efektifkah?

5. Gairah Seks Menurun

Foto: Efek samping KB suntik juga mempengaruhi turunnya gairah seks (Freepik.com)

Foto: Gairah Seks Menurun (freepik.com)

Efek samping KB suntik 1-3 bulan yang selanjutnya adalah membuat gairah seks (libido) pada wanita menurun.

Hormon sintetis dalam kontrasepsi hormonal dapat menurunkan hormon testosteron pada beberapa wanita.

Hormon testosteron berperan untuk meregulasi hasrat dan gairah seseorang dalam berhubungan seks dengan pasangan.

Wanita secara alami juga memiliki hormon ini, namun tidak sebanyak yang dimiliki oleh laki-laki.

Diperkirakan antara 5-10% dari wanita yang melakukan kontrasepsi akan mengalami penurunan gairah seks.

6. Merasa Mual

Wanita yang sedang menjalani KB suntik akan merasakan mual yang lebih sering dari biasanya.

Rasa mual ini merupakan salah satu efek samping KB suntik 3 bulan yang dirasakan.

Kemungkinan besar rasa mual ini muncul akibat hormon estrogen yang dapat mengiritasi lambung.

Jika Moms mengalami mual sebagai efek samping KB suntik, cobalah tips yang bisa dilakukan untuk meminimalisir ketidaknyamanan ini.

Misalnya dengan mengonsumsi makanan ringan seperti roti dan biskuit.

Hindari makanan yang memiliki rasa kuat seperti makanan yang sangat manis, berminyak, serta makanan yang digoreng.

Minumlah minuman dingin dan kurangi aktivitas setelah makan, ya.

Baca Juga: Tipe-tipe KB Spiral yang Perlu Moms Ketahui

7. Masalah pada Kulit

Foto: KB suntik juga dapat menjadi faktor munculnya jerawat (Freepik.com)

Foto: Gangguan pada Kulit (freepik.com)

Efek samping KB suntik 3 bulan selanjutnya adalah timbulnya berbagai macam masalah kulit.

Salah satu yang paling sering terjadi, yaitu timbulnya jerawat.

Jerawat dipicu oleh produksi sebum yang berlebihan. Sebum adalah minyak yang dibuat oleh kelenjar di kulit.

Bersamaan dengan sel kulit mati, sebum dapat menyumbat pori-pori dan mendorong pertumbuhan bakteri yang berkontribusi pada jerawat.

Hormon progesteron dapat membuat sekresi pada kelenjar minyak dan lemak berlebihan di wajah.

Akibat penyumbatan pori-pori disertai inflamasi bakteri inilah yang menyebabkan timbulnya jerawat di kulit.

8. Nyeri pada Payudara

Kandungan KB suntik 3 bulan adalah berupa hormon estrogen layaknya di dalam tubuh.

Efek samping KB karena adanya hormon tersebut yakni timbul rasa nyeri pada payudara.

Jumlah hormon progestin yang banyak masuk ke tubuh, membuat tubuh membutuhkan waktu untuk menetralisir hormon-hormon tersebut agar kembali stabil.

Stabilnya hormon ini membutuhkan waktu berbeda-beda pada tiap wanita, namun umumnya waktu yang diperlukan sebanyak 1-2 bulan.

Selama masa ini, Moms akan mengalami masalah-masalah menstruasi, termasuk rasa nyeri pada payudara.

Baca Juga: Beda Bahan-Bahan KB IUD, Bagaimana Efeknya pada Tubuh?

9. Tidak Mencegah Penularan Penyakit Kelamin

Foto: Efek samping KB suntik 1 bulan (Freepik.com)

Foto: Suntik KB (freepik.com)

Seperti kontrasepsi pada umumnya, penggunaan KB suntik bulanan ini juga tidak mencegah dari penyakit.

Khususnya, penggunaan KB tidak mencegah Moms dari tertular gejala penyakit kelamin.

Bila ingin terlindungi dari penyakit menular seksual, sebaiknya gunakan kondom dengan cara yang benar.

Penggunaan kondom yang benar dapat mencegah kehamilan sekaligus tertularnya infeksi menular seksual.

10. Perdarahan dari Vagina

Salah satu efek samping KB suntik 1 bulan lain yang mungkin Moms alami adalah terjadinya perdarahan dari vagina.

Perdarahan terjadi saat sedang tidak menstruasi, sehingga bukan termasuk darah haid.

Selain perdarahan pada vagina di luar jadwal menstruasi, siklus menstruasi juga mungkin berantakan yang bisa Moms alami.

Artinya, jika Moms sebelumnya memiliki siklus menstruasi normal, setelah menggunakan KB suntik ini mungkin siklus menstruasi menjadi tidak tentu.

Baca Juga: Serba-serbi Haid Setelah Melahirkan, Ketahui!

11. Sakit Kepala

Foto: sakit kepala belakang (Orami Photo Stocks)

Foto: Sakit Kepala Belakang (Orami Photo Stocks)

Jangan kaget jika merasa sakit kepala saat sedang menggunakan KB suntik satu bulan.

Rasa sakit di area kepala itu memang salah satu efek samping KB suntik yang mungkin Moms rasakan.

Moms bisa mengonsumsi obat-obatan pereda nyeri atau sakit kepala. Namun, akan lebih baik jika berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Hindari juga melakukan suntik KB saat haid karena dapat mempengaruhi cara kerja tubuh untuk memasuki fase haid.

Bahaya suntik KB saat haid pada wanita adalah terjadi gangguan menstruasi dan rasa tidak nyaman pada perut.

12. Berisiko Kanker Payudara

Once-a-month injectable contraceptives: efficacy and reasons for discontinuation mengatakan kombinasi suntik progestin estrogen dengan estrogen sebulan sekali telah diterima di banyak negara Amerika Latin.

Faktanya, penelitian tersebut telah terbukti sangat efektif untuk mencegah kehamilan.

Namun, dalam penelitian lainnya mengatakan bahwa kombinasi progestin dan estrogen pada KB suntik 1 bulan meningkatkan risiko kanker payudara.

13. Produksi Sebum Kulit Meningkat

Foto: jenis jerawat (Orami Photo Stock)

Foto: Jenis Jerawat (Orami Photo Stocks)

Sebagian orang, produksi sebum terlalu tinggi menjadi hal tidak nyaman sebagai efek samping KB.

Namun, fakta menarik dikutip dari Web MD, sebagian orang justru menjadikan KB suntik sebagai salah satu cara untuk menyembuhkan jerawat.

Dalam tubuh manusia terdapat hormon androgen yang dapat merangsang kulit untuk memproduksi sebum.

Tingkat androgen yang lebih tinggi dapat menyebabkan kelebihan sebum.

Alat kontrasepsi dipercaya dapat menurunkan jumlah androgen dalam tubuh sehingga kulit akan menghasilkan sebum yang lebih sedikit.

Baca Juga: Bagaimana Mencegah Varises Pada Ibu Hamil?

Perbedaan KB Suntik 1 Bulan vs 3 Bulan

Foto: suntik KB.jpg (Nytimes.com)

Foto: Jenis Suntik KB (Orami Photo Stocks)

KB suntik umumnya dilakukan selama 3 bulan sekali. Namun, ternyata ada juga KB suntik yang diberikan selama 1 bulan sekali.

Cara kerja KB suntik 3 bulan dengan KB suntik 1 bulan sebenarnya tidak berbeda.

Perbedaan yang paling jelas terletak pada jangka waktu penggunaan KB suntik ini.

KB suntik 1 bulan merupakan kontrasepsi hormonal yang mengandung campuran hormon estrogen dan progestin.

Keunggulan dari penggunaan KB suntik 1 bulan ini terletak pada sifatnya yang sementara.

Artinya, ketika sudah berhenti menggunakannya, maka masa subur Moms akan berangsur kembali seperti semula.

Ada beberapa kelompok wanita yang dianjurkan untuk menggunakan KB suntik 1 bulan.

Wanita tersebut, misalnya yang mengalami masalah hati (liver), tekanan darah tinggi (hipertensi), penggumpalan darah, dan memiliki riwayat penyakit jantung.

Baca Juga: 7 Cara Pencegahan Anemia, Lebih Baik dari Mengobati!

Itu dia efek samping KB suntik jika Moms berencana untuk memilih jenis kontrasepsi tersebut.

Semoga bisa menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam memilih jenis KB yang tepat, ya!

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12804496/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/8013221/
  • https://www.webmd.com/sex/birth-control/birth-control-depo-provera
  • https://www.webmd.com/drugs/2/drug-12156-7120/depo-provera-intramuscular/medroxyprogesterone-acetate-contraceptive-intramuscular/details
  • https://helloclue.com/clue-birth-control-digital-contraceptive-app#:~:text=Clue%20Birth%20Control%20is%20a%20software%20application%20for%20contraception%20for,contraceptive%20method%20is%20100%25%20effective.

Sebelumnya

5 Jenis KB yang Cocok untuk Penderita Tekanan Darah Tinggi
Dresyamaya Fiona • 09 Sep 2022

Selanjutnya

10 Jenis KB untuk Menunda Kehamilan, dari Kondom, Implan, IUD, Pil, hingga Suntik
Nurul Aulia Ahmad • 09 Sep 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT