ADVERTISEMENT

KESEHATAN MENTAL
27 Januari 2022

7 Cara Meningkatkan Empati, Penting untuk Hubungan Sosial!

Mulai dari perluas pergaulan hingga perbanyak baca buku
Artikel ditulis oleh Nydia
Disunting oleh Debora

Daftar isi artikel

Empati adalah sesuatu yang memungkinkan orang untuk memahami dan berhubungan dengan orang lain.

Ini merupakan hal penting yang diperlukan untuk membangun keintiman, kepercayaan, dan rasa memiliki.

Empati juga merupakan perasaan yang membuat seseorang sulit untuk menutup mata terhadap penderitaan orang lain.

Orang yang memiliki rasa empati yang tinggi bisa mendapatkan manfaat kebahagiaan dari memberi perhatian pada orang lain.

Sebab, empati sering mendorong perilaku altruistik, yaitu perhatian terhadap kesejahteraan orang lain tanpa memerhatikan diri sendiri.

Baca Juga: Mencoba Mindfulness, Meditasi untuk Mengeluarkan Pikiran Negatif

Cara Meningkatkan Empati

ADVERTISEMENT

Empati adalah hal yang penting untuk menjalin hubungan dengan orang lain.

Berikut ini hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan rasa empati:

1. Lebih Banyak Bergaul dengan Orang Asing

Foto: Arisan bersama teman

ADVERTISEMENT

Foto: Orami Photo Stock

Pada 2015, sekelompok ilmuwan Swiss menemukan bahwa manusia membangun lebih banyak empati ketika menghabiskan waktu bergaul dengan orang baru.

Hasil penelitian ini diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America.

Memiliki pengalaman positif dengan kelompok sosial yang memiliki pengalaman berbeda dapat menciptakan hubungan yang lebih baik dengan orang lain.

ADVERTISEMENT

2. Utamakan Jadi Pendengar yang Baik

Foto: curhat2.jpg (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum dapat terhubung dengan apa yang orang lain rasakan, Moms harus mengenali apa perasaan itu.

Mendengarkan sangat penting, tetapi tidak selalu mudah.

Misalnya ketika seorang teman baik menelepon dan perlu curhat tentang stresnya pekerjaan atau sulitnya hal-hal yang ia alami, emosi dalam suara mereka biasanya menarik perhatian dengan cepat.

Ini menjadi lebih sulit ketika percakapan terjadi di tengah-tengah gangguan dan dengan beban emosional yang kurang jelas.

Empati dimulai ketika seseorang menetapkan niat mendengarkan emosi.

ADVERTISEMENT

Scroll untuk melanjutkan

Berusaha untuk memerhatikan sinyal yang diberikan orang yang menunjukkan apa yang mereka rasakan.

Emosi diri sendiri dapat menjadi penghalang yang signifikan dalam hal memerhatikan apa yang orang lain rasakan.

Jadi, berusaha untuk jadi pendengar yang baik.

Hal ini membantu memperkuat pemahaman emosional dan empati.

Baca Juga: Efek Mengejutkan Trauma Emosional pada Anak

3. Tumbuhkan Rasa Ingin Tahu

Foto: curhatzod3.jpg (today.com)

Foto: Orami Photo Stock

ADVERTISEMENT

Menumbuhkan rasa ingin tahu juga menjadi salah satu cara meningkatkan rasa empati.

Kembangkan rasa ingin tahu yang tinggi tentang hal-hal khusus dari orang-orang yang Moms temui.

Habiskan waktu dengan orang-orang yang kurang Moms kenal, dan tanyakan tentang diri mereka.

Bagaimana keadaan mereka, dan seperti apa kehidupan mereka.

Jalinlah pertemanan dengan orang-orang dari berbagai latar belakang.

Baik dari segi agama, etnis, dan politik.

Lalu, dengarkan apa yang mereka katakan.

ADVERTISEMENT

Pahami apa yang membuat mereka bergairah, bahagia, atau sedih.

Kunjungilah tempat-tempat baru bertemu orang-orang lokal sambil membenamkan diri dalam cara hidup mereka.

Baca Juga: Mental Illness, Gangguan yang Memengaruhi Suasana Hati, Pikiran, dan Perilaku Seseorang

4. Keluar dari Zona Nyaman

Foto: jalan-jalan7.jpeg

Foto: Orami Photo Stock

Agar bisa memiliki rasa empati yang tinggi, terkadang seseorang perlu keluar dari zona nyaman.

Alami bagaimana rasanya tidak dapat melakukan sesuatu atau tidak tahu bagaimana berinteraksi di tempat asing.

ADVERTISEMENT

Terimalah rasa tidak berdaya yang muncul dalam benak sewaktu-waktu.

Ini dapat membuat Moms menjadi pribadi yang lebih rendah hati.

Kerendahan hati bisa menjadi jalan yang berguna menuju peningkatan empati.

5. Ambil Tindakan dan Tawarkan Bantuan

Foto: menolong.jpg (greatergood.berkeley.edu)

Foto: Orami Photo Stock

Jika empati bertumpu pada berbagi dalam emosi negatif kebahagiaan bisa menderita.

Ketika orang merasakan kesedihan yang mendalam atas korban bencana alam mereka dekat dengan menempatkan diri mereka pada posisi orang lain.

Namun, hanya merasakan rasa sakit orang lain, tidak memaksimalkan kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan.

Sementara itu dapat meningkatkan rasa memiliki dan dipahami jika dikomunikasikan.

Keuntungan mengetahui apa yang sedang dialami orang lain adalah seseorang dapat mengidentifikasi dengan lebih baik apa yang dibutuhkan orang lain.

Karena empati berarti Moms menerima emosi itu, tetapi bukan situasi sulit yang memunculkannya.

Moms biasanya berada di tempat yang lebih berdaya untuk membantu.

Agar empati menjadi paling efektif dan memaksimalkan kesejahteraan, penting untuk merasakan rasa sakit orang lain.

Baca Juga: 6 Tips Membesarkan Anak Tunggal agar Tumbuh Mandiri dan Penuh Empati

Selain itu, juga mengetahui bahwa Moms berada dalam posisi untuk melakukan tindakan untuk membantu.

Dalam sebuah studi klasik yang diterbitkan di Journal of Personality and Social Psychology para peneliti menguji rasa empati dari para responden.

Di penelitian ini, peserta diminta menyaksikan orang lain menerima sengatan listrik dan diberi pilihan untuk membantu orang tersebut dengan mengambil sendiri sisa sengatan listrik.

Orang-orang dengan empati yang tinggi lebih mungkin untuk turun tangan dan membantu bahkan ketika mereka bisa saja berpaling dan tidak menonton lagi.

Empati yang efektif memungkinkan peserta untuk merasakan rasa sakit akibat syok yang cukup sehingga mereka ingin membantu.

Namun, tidak terlalu banyak sehingga mereka enggan untuk menanggungnya sendiri.

6. Berusaha Tenang dan Fokus

Foto: 4 Cara Meditasi untuk Meningkatkan Fokus-3.jpg (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Semakin seseorang dapat menenangkan otaknya, semakin ia dapat mendengar kebijaksanaan emosionalnya.

Meditasi adalah salah satu cara terbaik.

Selain itu, bisa juga dengan mencoba menghentikan aktivitas sejenak dan berfokus pada pernapasan.

Kosongkan pikiran selama mungkin sambil melihat sekeliling.

Berlatih mengamati dengan pikiran tenang dalam interval lima menit.

Baca Juga: Apa Itu Altruisme? Simak Penjelasannya dari Segi Psikologi

7. Perbanyak Membaca Buku

Foto: Ternyata, Membaca Bermanfaat untuk Kesehatan, Lho-2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Membaca buku tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga bisa jadi cara yang baik untuk meningkatkan empati.

Bentuk bacaannya sebenarnya bisa apa saja.

Bisa buku fiksi, nonfiksi, surat kabar, jurnal, dan konten online yang menangkap kehidupan orang dari latar belakang yang berbeda.

Ini dapat membantu meningkatkan kecerdasan emosional dan kemampuan untuk meningkatkan empati terhadap orang lain.

Saat membaca buku fiksi misalnya, cobalah masuki kehidupan karakter, dan pahami perasaan serta pikiran mereka.

Bayangkan jika Moms berada di posisinya, apa yang akan dirasakan.

Nah, itulah pembahasan mengenai cara meningkatkan rasa empati.

Semoga bermanfaat ya, Moms!

  • https://doi.org/10.1073/pnas.1514539112
  • https://content.apa.org/doi/10.1037/0022-3514.40.2.290
  • https://www.psychologytoday.com/us/blog/wander-woman/201111/give-your-empathy-boost
  • https://www.bustle.com/p/how-can-you-improve-your-empathy-3-science-backed-techniques-to-help-you-feel-more-in-tune-with-those-around-you-9412963
  • https://positivepsychology.com/empathy-worksheets/
  • https://www.verywellmind.com/how-to-develop-empathy-in-relationships-1717547

Sebelumnya

Memahami Kecerdasan Emosional dan Cara Melatihnya
Cholif Rahma • 25 Jan 2022

Selanjutnya

Suasana Hati Memengaruhi Kinerja Otak? 8 Cara Ini Bisa Mengatasinya!
Defara Millenia • 03 Feb 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT