ADVERTISEMENT

3-5 TAHUN
24 Juli 2022

Mengenal Fase Phallic, Saat Anak Senang Memainkan Alat Kelamin Sendiri

Tetap awasi Si Kecil ketika memasuki tahapan ini
Artikel ditulis oleh Nurul Aulia Ahmad
Disunting oleh Aprillia

Moms, pernah mendapati Si Kecil sedang asyik memainkan alat kelaminnya sendiri? Jangan khawatir, itu adalah pertanda bahwa mereka telah memasuki fase phallic.

Anak-anak tidak hanya mengalami perkembangan fisik dan mental, tetapi juga perkembangan psikoseksual.

Tahap perkembangan ini memiliki beberapa fase, termasuk fase phallic yang dapat ditentukan berdasarkan pada usia anak.

Fase phallic merupakan tingkatan ketiga dari perkembangan psikoseksual setiap manusia di masa kanak-kanak, yang ditandai di mana anak cenderung menyentuh alat kelaminnya sendiri.

Dilansir dari Rumah Sakit Pondok Indah, perkembangan psikoseksual adalah teori psikologi yang menjelaskan bagaimana kepribadian seseorang berkembang berdasarkan perkembangan psikoseksual anak sejak usia dini.

Teori ini dikembangkan oleh Sigmund Freud, di mana ia menjelaskan bahwa setiap individu akan melalui beberapa fase psikoseksual dalam hidupnya, yang mulai terjadi pada masa kanak-kanak.

Fase-fase tersebut akan memengaruhi bagaimana karakter dan kepribadian seseorang ketika telah dewasa nantinya.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: 5 Tahap Perkembangan Psikoseksual pada Anak yang Menentukan Tumbuh Kembangnya, Catat!

Tahapan Perkembangan Psikoseksual Anak

Foto: Tahapan Perkembangan Psikoseksual Anak

ADVERTISEMENT

Foto: perkembangan anak (freepik.com/shangarey)

Sebelum kita mengetahui lebih lanjut mengenai fase phallic ada baiknya memahami setiap tahapan perkembangan psikoseksual yang dapat terjadi pada anak.

Sigmund Freud percaya bahwa kepribadian manusia dapat berkembang melalui serangkaian tahap di masa kanak-kanak di mana rasa nyaman dan rasa senang terfokus pada area sensitif seksual tertentu.

Zona sensitif seksual merupakan area tubuh yang sangat sensitif terhadap suatu rangsangan atau sentuhan.

Terdapat lima tahap perkembangan ini, yaitu fase oral, fase anal, fase phallic fase laten, dan fase genital.

Melansir dari Very Well Mind, setiap tahapan perkembangan tersebut ditandai dengan adanya konflik yang dapat membantu membangun pertumbuhan dan juga bisa menghambat perkembangan, tergantung bagaimana mengatasinya.

Jika tahap-tahap psikoseksual ini berhasil diselesaikan, kepribadian yang sehat adalah hasil yang didapatkan.

Berikut tahapan-tahapan perkembangan psikoseksual pada anak, antara lain:

1. Fase Oral

Ini merupakan tahap pertama perkembangan psikoseksual, di mana libido berpusat di mulut bayi.

2. Fase Anal

Pada tahap ini kesenangan anak tidak diperoleh dari memasukkan ke dalam anus, tetapi mendorong keluar dari anus, atau buang air besar.

3. Fase Phallic

ADVERTISEMENT

Scroll untuk melanjutkan

Rahap ini anak mulai memperhatikan dan senang memainkan alat kelaminannya sendiri.

4. Fase Laten

Tahap ini adalah saat ketika energi seksual disalurkan ke aktivitas aseksual lain seperti belajar, hobi, dan hubungan sosial.

5. Fase Genital

Pada tahap ini anak mengembangkan minat seksual yang kuat pada lawan jenis.

Baca Juga: Yuk, Kenali Tahapan Perkembangan Sosial Emosional Anak Sesuai Usianya

Fase Phallic: Ketika Anak Suka Mengamati dan Menyentuh Alat Kelaminnya (Usia 3 - 5 Tahun)

Foto: Definisi Fase Phallic

Foto: ibu dan anak (freepik.com/fwstudio)

Fase perkembangan ini terjadi saat anak berusia 3-5 tahun. Seorang anak suka mengamati dan menyentuh alat kelaminnya.

ADVERTISEMENT

Ini karena zona sensitif seksual terletak di sekitar alat kelamin, dan tahapan ini lebih cenderung terjadi pada anak laki-laki.

Pada tahapan ini, anak mulai menyadari alat kelaminnya sendiri. Mereka mengenal diri mereka sendiri baik sebagai laki-laki atau perempuan.

Orang tua tidak perlu khawatir jika pada fase ini anak cenderung menyentuh alat kelaminnya.

Karena perilakunya didasari oleh rasa ingin tahu dan kecenderungan anak untuk mengeksplorasi tubuhnya sendiri.

Perilaku tersebut juga tidak didasarkan pada hasrat seksual di mana pada usia tersebut, hasrat seksual anak sudah pasti belum terbentuk.

Selain itu, Freud juga percaya bahwa di fase ini anak laki-laki mulai melihat ayah mereka sebagai saingan untuk mendapatkan kasih sayang dari sang ibu.

Hal tersebut disebut Oedipus Complex, di mana Si Kecil secara seksual ingin memiliki orang tua dengan jenis kelamin berbeda.

ADVERTISEMENT

Cara Menghadapi Anak yang Sedang Berada dalam Fase Phallic

Foto: Cara Menghadapi Anak yang Sedang Berada dalam Fase Phallic

Foto: anak dan orang tua (freepik.com/klingsup)

Moms dan Dads mungkin akan bingung ketika Si Kecil mulai mengamati dan memegang alat kelaminnya.

Namun, ini tidak dianggap sebagai aktivitas seksual sampai ia memasuki masa remaja.

Hal tersebut adalah hal yang wajar ketika mereka berusia 3-5 tahun, asalkan tidak dilakukan secara berlebihan.

Orang tua tidak perlu kaget saat melihat perkembangan ini pada anak, sebaliknya lakukan beberapa tips berikut ini dalam menghadapi kondisi tersebut.

ADVERTISEMENT

1. Menjelaskan pada Anak tentang Alat Kelamin

Moms dan Dads dapat menjelaskan pada Si Kecil bahwa alat kelamin adalah organ sensitif yang akan terluka jika sering disentuh.

Selain itu, penting bagi anak-anak untuk menjaga kesehatan dan kebersihan secara umum. Maka dari itu, sebagai orang tua pastikan kebersihan anak tetap terjaga ya.

Baca Juga: Peran Penting Asam Linoleat bagi Perkembangan Anak Sejak Dini

2. Alihkan Perhatian Anak

Tips yang bisa Moms dan Dads lakukan selanjutnya adalah dengan mengalihkan perhatian anak untuk bermain, berolahraga atau melakukan aktivitas lainnya.

Sehingga, mereka dapat berhenti melakukan kegiatan memainkan alat kelaminnya tersebut.

3. Jangan Membentak Anak

Jangan membentak atau memarahi anak saat memasuki fase ini.

Sebab jika melakukan hal tersebut, maka akan menimbulkan persepsi yang buruk terhadap konsep seksual bagi anak di kemudian hari.

Yang paling penting adalah agar Moms dan Dads tidak menunjukkan ekspresi tidak setuju ketika mereka melakukan kegiatannya tersebut.

Sebab, fase ini akan berlalu dengan sendirinya saat anak menginjak usia 6 tahun ke atas. Jadi jangan terlalu khawatir.

Baca Juga: Cara Bermain Pop It dan Manfaatnya untuk Perkembangan Anak

Demikian ulasan megenai tahapan phallic yang penting untuk Moms dan Dads ketahui.

Dengan mengetahui tahap perkembangan psikoseksual anak ini, diharapkan para orang tua bisa lebih bijak saat membimbing Si Kecil dalam melewati prosesnya.

  • https://www.simplypsychology.org/psychosexual.html
  • https://www.verywellmind.com/freuds-stages-of-psychosexual-development-2795962
  • https://www.rspondokindah.co.id/en/news/perlu-cemaskah-ketika-anak-sering-memegang-kelaminnya--i
  • https://www.chegg.com/learn/psychology/introduction-to-psychology/phallic-stage
  • https://www.healthline.com/health/psychosexual-stages#origin

Sebelumnya

Pengendalian Diri: Pengertian, Contoh, dan Manfaatnya, Yuk, Ajarkan pada Anak!
Nurul Aulia Ahmad • 24 Jul 2022

Selanjutnya

Ketahui Ukuran Lingkar Perut Normal Anak dari Usia 1–12 Tahun, Catat Moms!
Istihanah • 13 Agt 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT