ADVERTISEMENT

KESEHATAN UMUM
26 Juli 2022

Gusi Hitam, Ternyata Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Salah satu penyebab gusi hitam adalah karena kebiasaan merokok
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Budhi

Coba perhatikan, apakah gusi Moms berwarna hitam? Awas, gusi hitam dapat menjadi tanda masalah kesehatan, lho!

Gusi hitam dan perubahan warna gusi lainnya dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti kondisi medis, obat, merokok, atau gaya hidup lainnya.

Gusi itu sendiri adalah jaringan keras yang mengelilingi dan menahan gigi pada tempatnya.

Biasanya, gusi dapat berkisar dari warna merah, merah muda, hingga cokelat, bahkan hitam.

Perubahan warna gusi menjadi hitam dapat mengindikasikan adanya masalah kesehatan.

Karenanya, jika Moms mengalami gusi hitam, sebaiknya segera berobat ke dokter untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasinya.

Baca Juga: Yuk, Kenali Tahap Pertumbuhan Gigi Anak!

ADVERTISEMENT

Penyebab Gusi Hitam

Foto: Gusi Hitam -1.jpg

Foto: Penyebab Gusi Hitam (Directorioodontology.co)

ADVERTISEMENT

Gusi biasanya berwarna merah muda, tetapi terkadang timbul bintik hitam atau cokelat tua.

Beberapa hal dapat menyebabkan kondisi ini, dan biasanya tidak berbahaya.

Mengetahui penyebab gusi hitam dapat membantu memutuskan apakah Moms perlu mencari perawatan segera, atau dapat diatasi sendiri di rumah.

Ada berbagai hal yang dapat menjadi penyebab gusi hitam, di antaranya:

ADVERTISEMENT

1. Melanin

Secara umum, warna gusi setiap orang dapat bervariasi. Mulai dari merah atau merah muda hingga cokelat atau hitam.

Tubuh secara alami memproduksi melanin yang merupakan zat yang memberi warna pada kulit, rambut, dan mata.

Semakin banyak melanin yang dimiliki maka semakin gelap rambut, kulit, atau matanya.

Gusi berwarna cokelat tua atau hitam mungkin karena seseorang memiliki lebih banyak melanin dalam tubuhnya.

Jadi, jika gusi sangat gelap akibat ini, tidak ada alasan untuk khawatir.

Namun, jika warna gusi berubah dalam waktu singkat atau jika bercak hitam muncul di gusi, kemungkinan itu bukan disebabkan oleh melanin dan bisa mengindikasikan masalah medis.

2. Merokok

ADVERTISEMENT

Scroll untuk melanjutkan

Merokok dapat menyebabkan gusi berubah warna. Ini dikenal sebagai melanosis perokok.

Nikotin dalam tembakau dapat menyebabkan melanosit memproduksi lebih banyak melanin dari biasanya.

Gusi bisa terlihat lebih cokelat atau hitam. Perubahan warna dapat muncul di gusi atau mempengaruhi seluruh bagian dalam mulut.

Bagian dalam pipi dan bibir bawah juga bisa berubah warna.

Penelitian International Journal of Environmental Research and Public Research telah menemukan hubungan antara berhenti merokok dan berkurangnya perubahan warna gusi.

Ini menunjukkan bahwa bercak warna yang lebih gelap pada gusi yang disebabkan oleh merokok mungkin dapat diperbaiki.

Baca Juga: Tidak Perlu Veneer, Ini 3 Cara Memutihkan Gigi Secara Alami

3. Obat-obatan

ADVERTISEMENT

Minocycline digunakan untuk mengobati jerawat dan beberapa infeksi, seperti klamidia.

Efek samping yang tidak umum adalah pigmentasi atau perubahan warna yang terkadang dapat terjadi di mulut.

Moms harus berbicara dengan dokter tentang perubahan warna yang disebabkan oleh obat-obatan, karena bisa saja dokter memberikan obat alternatif untuk mengobatinya.

4. Tato Amalgam

Tato amalgam dapat muncul di mana saja di beberapa bagian mulut, tetapi biasanya muncul di sebelah gusi.

Ini terlihat seperti bercak hitam, abu-abu, atau biru di dalam mulut.

Amalgam adalah campuran logam yang digunakan untuk membuat tambalan.

Jika partikel bahan ini copot, warna hitam itu bisa muncul di bawah kulit gusi.

5. Penyakit Addison

ADVERTISEMENT

Nikotin dapat menyebabkan produksi melanin yang lebih tinggi yang dapat menyebabkan gusi berubah warna.

Penyakit Addison mempengaruhi kelenjar adrenal, yang membuat berbagai hormon.

Gangguan ini menghentikan kelenjar-kelenjar ini untuk memproduksi hormon yang cukup.

Saat penyakit Addison berkembang, Moms mungkin mengalami gusi dan bibir yang gelap. Istilah medis untuk ini adalah hiperpigmentasi.

Selain mempengaruhi bibir dan gusi, penyakit Addison dapat menyebabkan bercak kulit yang lebih gelap di area lain dari tubuh.

Tempat paling umum yang membuat bercak hitam berkembang adalah di lutut, buku-buku jari, di garis telapak tangan, dan di sekitar bekas luka.

6. Sindrom Peutz-Jeghers

Sindrom Peutz-Jeghers adalah kondisi genetik yang dapat meningkatkan risiko mengembangkan polip atau kanker.


Common page configuration

ADVERTISEMENT

Ini dapat muncul di mulut serta pada kulit jari tangan dan kaki.

Bintik-bintik Peutz-Jeghers biasanya muncul di masa kanak-kanak dan menghilang seiring bertambahnya usia.

Gejala lainnya adalah pendarahan atau penyumbatan di usus, yang biasanya juga terjadi pada masa anak-anak.

Tes genetik dapat menunjukkan apakah seseorang memiliki sindrom Peutz-Jeghers.

Baca Juga: Cerdas Memilih Sikat dan Pasta Gigi Anak

7. Memar

Moms dapat melukai gusi sama seperti bagian tubuh lainnya.

Ini dapat terjadi saat jatuh, makan sesuatu dengan ujung yang tajam, bahkan menyikat terlalu keras dapat menyebabkan memar pada gusi.

Memar biasanya berwarna merah tua atau ungu, tetapi bisa juga berwarna cokelat tua atau hitam.

Moms mungkin juga mengalami sedikit pendarahan dan rasa sakit selain memar.

Memar biasanya sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan medis.

Namun jika terdapat tanda lain yang bisa membahayakan, segera hubungi dokter.

8. Hematom Erupsi

Ketika gigi akan muncul, itu bisa membuat sejenis kista berisi cairan di dalam gusi.

Terkadang ada darah bercampur dengan cairan, yang bisa membuatnya terlihat ungu tua atau hitam.

Ketika kista erupsi mengandung darah, itu disebut hematoma erupsi.

Ini biasanya terjadi ketika kista erupsi terluka oleh benjolan atau jatuh.

Hematoma erupsi sangat umum terjadi pada anak-anak, ini karena gigi susu dan gigi permanen akan tumbuh dan biasanya akan hilang sendiri setelah gigi tumbuh.

Jika gigi tidak tumbuh dengan sendirinya, dokter mungkin akan membuka kista dengan pembedahan untuk memberi ruang pada gigi untuk tumbuh.

9. Melanoacanthoma Oral

Melanoacanthoma Oral adalah kondisi langka yang menyebabkan bintik-bintik gelap berkembang di berbagai bagian mulut, termasuk gusi.

Bintik-bintik ini tidak berbahaya dan cenderung terjadi pada orang yang lebih muda, menurut penelitian Journal of Oral and Maxillofac Pathol.

Penyebab melanoacanthoma oral tidak diketahui, tetapi tampaknya terkait dengan cedera yang disebabkan karena mengunyah atau gesekan di dalam mulut.

Baca Juga: Moms, Lakukan 7 Cara Ini agar Anak-anak Memiliki Gigi Sehat dan Bersih

Cara Mengatasi Gusi Hitam

Foto: Gusi Hitam -2.jpg

Foto: Periksa Gigi dan Gusi (Medicalnewstoday.com)

Cara mengatasi gusi hitam biasanya tergantung pada penyebabny.

Kondisi seperti infeksi gusi atau penyakit Addison biasanya memerlukan pengobatan dengan obat-obatan.

Jika penyebabnya adalah merokok, warna gusi masih dapat berubah.

Dokter biasanya dapat memberikan saran dan dukungan untuk berhenti merokok untuk mengubah warnanya.

Dokter gigi kosmetik mungkin menawarkan pemutihan gusi untuk mencerahkan warna gusi.

Namun, pemutihan dapat menyebabkan kerusakan pada gusi dan hanya boleh dilakukan oleh profesional.

Beberapa metode untuk memutihkan gusi hitam dengan menggunakan bahan alami ini akan memberikan hasil yang bervariasi untuk setiap orang.

Beberapa di antaranya, yaitu:

  • Minyak kayu putih. Dengan sifat anti-bakteri dan anti-inflamasi alami, hanya setetes kecil bahan ini akan membantu mengendalikan bakteri mulut yang berbahaya, serta meredakan peradangan. Minyak ini dikabarkan dapat mencerahkan pigmen pada gusi, bahkan dalam jumlah kecil sangat bagus untuk kesehatan mulut.
  • Cengkih. Seperti minyak kayu putih, cengkeh adalah anti-inflamasi dan anti-bakteri alami yang juga merangsang perbaikan jaringan gusi yang rusak.
  • Minyak wijen. Dikenal dapat mengeluarkan racun, minyak wijen juga secara efektif menghentikan penumpukan plak dan karang gigi.

Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Gusi Ibu Hamil

Cara Mencegah Gusi Hitam

Foto: ini usia yang tepat untuk anak memakai odol saat sikat gigi 2

Foto: Menyikat Gigi (Orami Photo Stocks)

Kebersihan mulut yang baik dan mengurangi asupan gula akan membantu menjaga kesehatan gigi dan juga gusi.

Moms dapat menjaga kebersihan mulut yang baik dengan menyikat gigi secara teratur, flossing sekali sehari, dan mengurangi gula.

Ini juga harus dilakukan secara bersamaan dengan kunjungan rutin ke dokter gigi. Menjaga kebersihan mulut adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi.

Moms mungkin juga dapat menyikat gusi secara teratur dan lembut, menggunakan sikat gigi yang berbulu lembut.

Produk kebersihan mulut juga tersedia di sebagian besar apotek dan online, termasuk sikat gigi, benang gigi, dan obat kumur.

Ini akan menjadi beberapa cara mencegah gusi hitam yang bisa dilakukan secara rutin di rumah.

Jika dilakukan dengan konsisten, Moms akan mendapatkan kondisi gigi dan mulut yang sehat. Selamat tinggal gusi hitam!

  • https://www.mgadental.com.au/black-gums/
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/321466#treatment
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4924055/
  • https://www.healthline.com/health/black-gums#takeaway
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3519227/
  • https://britegums.com/home-remedies-for-black-gums/

Sebelumnya

Cara Mengobati Cantengan dengan Bawang Putih dan Bahan Alami Lainnya
Merna • 26 Jul 2022

Selanjutnya

7+ Pantangan Makanan untuk Penyakit Liver, Hindari Konsumsi Minuman Bersoda!
Waritsa Asri • 26 Jul 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT