ADVERTISEMENT

KESEHATAN UMUM
20 Juni 2022

Hepatitis A, Cari Tahu Gejala, Penyebaran, hingga Cara Mencegahnya

Penyebarannya terutama melalui makanan dan air yang kita konsumsi
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Adeline Wahyu

Selain Hepatitis B, ada pula virus yang sempat mewabah di Indonesia, yaitu hepatitis A.

Melansir World Health Organization (WHO), hepatitis A adalah infeksi yang menyerang hati akibat virus HAV.

Virus HAV adalah salah satu jenis virus hepatitis yang dapat menyebabkan peradangan hati. Akibatnya, kemampuan fungsi hati pun menurun.

Faktor risiko penyakit hepatitis ini berkaitan dengan kebersihan lingkungan yang buruk dan perilaku hidup bersih.

Untuk mengenal virus HAV dan hepatitis A lebih jauh yuk, kita cari tahu lebih lanjut melalui penjelasan di bawah ini Moms!

Baca Juga: Apa Beda Hepatitis A, B, dan C?

Gejala Hepatitis A

ADVERTISEMENT

Foto: Orami Photo Stock

Gejala hepatitis A muncul beberapa minggu setelah penderita tertular virus tersebut.

Hal ini juga berlaku pada orang yang telah terinfeksi sejak beberapa minggu. Hal ini dikarenakan masa inkubasi virus dapat berlangsung selama 14-28 hari.

Gejala yang paling disadari oleh penderita hepatitis A adalah perubahan warna mata dan kulit menjadi kuning.

Namun, sebelum mengalami penyakit kuning ada pula gejala lain, seperti:

  • Urine berwarna kuning gelap
  • Merasa lelah
  • Mual dan muntah
  • Demam ringan
  • Nyeri pada sendi
  • Sakit perut
  • Kehilangan nafsu makan
  • Warna feses seperti tanah liat dan pucat, serta
  • Gatal-gatal

Dibandingkan anak-anak, orang dewasa cenderung mengalami gejala yang lebih parah. Kondisi ini juga lebih rentan terjadi pada orang yang lebih tua (lansia).

Bila Moms mengalami gejala di atas, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga: Penularan Hepatitis B lewat Mana Saja? Simak Penjelasannya!

Penyebaran Virus Hepatitis A

Foto: Waterandhealth.org

Dilansir dari Mayo Clinic virus hepatitis A ditularkan melalui sistem fekal-oral.

Ini terjadi ketika orang yang tidak terinfeksi menelan makanan atau air yang telah terkontaminasi dengan kotoran orang yang terinfeksi virus Hepatitis A.

Dalam keluarga misalnya, kita dapat tertular ketika tangan kotor orang yang terinfeksi virus hepatitis A, menyiapkan makanan, tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

ADVERTISEMENT

Wabah yang ditularkan melalui air, meskipun jarang, biasanya dikaitkan dengan air yang terkontaminasi limbah atau tidak diolah dengan baik.

Virus ini juga dapat ditularkan melalui kontak fisik dekat dengan orang yang tertular, meskipun kontak biasa dengan orang-orang lainnya, tidak akan berefek besar pada kita yang sehat.

Baca Juga: Hati-hati Tifus dan Hepatitis A Jika Anak Sering Makan Sembarangan!

Bahaya Virus Hepatitis A

Foto: Medicalnewstoday.com

Perlu Moms ketahui, hepatitis A adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis A juga.

Virus ini menyebar ketika seseorang mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi dengan kotoran orang yang terinfeksi.

Terutama jika orang tersebut belum mendapat vaksin hepatitits A. Penyakit ini erat kaitannya dengan:

"Virus hepatitis A umum terjadi di lingkungan yang sanitasinya tidak layak."

"Virus ini menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi," jelas Deborah Weatherspoon, profesor di bidang keperawatan, dikutip dari Medical News Today.

Tidak seperti hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak menyebabkan penyakit hati kronis dan penyakit fatal.

Namun dapat menyebabkan gejala yang mengurangi tenaga dan hepatitis fulminan (gagal hati akut), yang seringkali berakibat fatal.

Berdasarkan penjelasan dari WHO, hepatitis A terjadi secara sporadis dan epidemi di seluruh dunia, dengan kecenderungan terus berulang.

Virus hepatitis A adalah salah satu penyebab paling umum dari infeksi bawaan makanan.

Penyakit ini dapat menyebabkan konsekuensi ekonomi dan sosial yang signifikan di masyarakat.

Diperlukan waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan bagi orang yang baru sembuh dari penyakit ini untuk memperoleh kesembuhan total.

Untuk terhindar dari virus ini, semua orang tanpa terkecuali harus memperoleh vaksin hepatitis A, terutama mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

Vaksin hepatitis A dapat bertahan 20-30 tahun.

"Tes darah dapat dilakukan untuk mengonfirmasi apakah seseorang masih memiliki kekebalan terhadap virus atau tidak,” kata Dr. Vishwas Vanar, profesor di University of Central Florida.

Baca Juga: Kenali Bahaya dan Risiko Jika Ibu Hamil Terkena Hepatitis A

Pengobatan Hepatitis A

Foto: Orami Photo Stock

Melansir Medline Plus, penyakit ini tidak memiliki langkah penanganan khusus, karena sistem kekebalan tubuh akan melenyapkan virus dengan sendirinya.

Pengobatan yang diberikan hanya untuk meringankan gejala-gejala yang dialami penderitanya, sambil menunggu penyakit sembuh.

Jadi, segera ke dokter bila mengalami gejala hepatitis A, atau setelah:

  • Bepergian dari tempat yang mengalami wabah hepatitis A
  • Tinggal atau berinteraksi dengan orang yang didiagnosis terkena hepatitis A
  • Berhubungan seksual dengan penderita hepatitis A

Baca Juga: 11 Pantangan Penderita Hepatitis B, Jangan Diabaikan!

Tips Mencegah Penularan Hepatitis A

Foto: istock.com

Ketahui cara mencegah penularan hepatitis A yang bisa dilakukan berikut ini.

1. Rajin Mencuci Tangan

Kunci cara mencegah penularan hepatitis A adalah dengan menjaga kebersihan. Salah satunya rutin mencuci tangan.

Mengutip Mayo Clinic gosok tangan dengan kuat setidaknya 20 detik, bilas bersih, dan keringkan tangan dengan handuk sekali pakai.

Kapan Moms harus mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun?

  • Setelah menggunakan kamar mandi
  • Usai menyentuh darah, tinja, atau cairan tubuh orang lain yang terinfeksi

2. Cermati Makanan yang Dikonsumsi

Cara mencegah penularan Hepatitis A lainnya adalah dengan memilah jenis makanan yang dikonsumsi dengan cara:

  • Hindari makanan mentah
  • Memasak makanan hingga matang
  • Mengonsumsi makanan yang diolah dengan standar kebersihan yang sudah ditentukan pemerintah dan Kementerian Kesehatan
  • Minum air kemasan atau air yang sudah direbus dahulu

Jika seseorang terinfeksi hepatitis A, jangan melakukan kegiatan memasak untuk mengurangi risiko menyebarkan virus ke orang lain.

3. Menghindari Aktivitas Seksual

Cara mencegah penularan hepatitis A selanjutnya adalah menghindari aktivitas seksual.

Mengutip jurnal Sexually Transmitted Infection virus hepatitis A dapat menular secara seksual dalam hubungan homoseksual pria dalam kondisi tertentu.

Selain itu, hindari semua aktivitas seksual jika menderita hepatitis A. Banyak jenis aktivitas seksual yang dapat menyebarkan infeksi pada pasangan.

Penggunaan kondom tidak memberikan perlindungan yang baik sebagai cara mencegah hepatitis A.

4. Melakukan Vaksinasi

Cara mencegah penularan hepatitis A selanjutnya adalah melakukan vaksinasi. Melakukan vaksinasi adalah cara mencegah hepatitis A lain yang bisa dilakukan.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan vaksin hepatitis A rutin untuk:

  • Orang tunawisma
  • Orang berisiko tinggi terhadap infeksi
  • Orang yang berisiko mengalami komplikasi akibat hepatitis A
  • Setiap orang yang ingin mendapatkan kekebalan baik terhadap virus

Vaksin hepatitis A diberikan sebanyak 2 dosis, dengan jarak waktu pemberian 6-12 bulan.

Kebanyakan orang akan memiliki tingkat antibodi yang baik dalam 1 bulan setelah dosis tunggal dan dosis kedua bertindak sebagai penguat.

5. Menjaga Kebersihan dan Santitasi

Mencegah hepatitis A juga bisa Moms lakukan dengan menggunakan produk yang tepat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan anggota keluarga, terutama anak-anak. Moms bisa menggunakan produk dari PUREBB yang sudah terjamin kualitasnya, seperti:

1. Kebersihan Tangan dan Mulut

Menjaga kebersihan tangan dan mulut, Moms bisa gunakan PUREBB Hand and Mouth Baby Wipes.

Ini adalah tisu basah khusus tangan dan mulut Si Kecil, yang tidak hanya mampu membersihkan tangan & mulut, tetapi juga mainan dan empeng bayi. Produk ini sangat dianjurkan untuk digunakan oleh anak yang sudah memasuki fase oral.

Moms tidak perlu khawatir lagi soal keamanannya, karena PUREBB Hand and Mouth Baby Wipes ini terbuat dari Food Grade Formula dan teruji klinis membunuh kuman.

Tak hanya itu, tisu basah ini juga tidak mengandung alkohol, parfume, dan paraben yang berbahaya untuk Si Kecil. Dengan Extra Moisturizer dan tingkat keasaman pH 5.5, kelembutan kulit bayi akan tetap terjaga.

PUREBB Hand and Mouth Baby Wipes juga dapat digunakan oleh ibu menyusui untuk membersihkan area payudara sebelum menyusui.

Baca Juga: 4 Bentuk Alergi Kulit Bayi yang Harus Moms Waspadai

2. Kebersihan Perlengkapan Makan Minum

Untuk menjaga kebersihan perlengkapan makan dan minum Si Kecil, bisa gunakan PUREBB Liquid Cleanser.

Ini merupakan cairan pembersih perlengkapan bayi yang dibuat dengan Food Grade dan Low Hazard Formula, tanpa SLS (detergen ), dan sudah teruji klinis membunuh kuman hingga 99.9%.

PUREBB Liquid Cleanser juga bebas paraben, tidak mengandung alkohol dan parfum. Cairan pembersih ini efektif membersihkan lemak dan bau amis pada perlengkapan Si Kecil.

Baca Juga: Mengenal Hepatitis C Kronis, Penyakit yang Diderita Gary Iskak

Itulah hal-hal yang perlu Moms ketahui tentang penyakit hepatitis A. Ingat Moms, mencegah lebih baik daripada mengobati, lho!

(ADV)

  • https://www.cdc.gov/hepatitis/hav/havfaq.htm#travel
  • https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-a
  • https://medlineplus.gov/hepatitisa.html
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hepatitis-a/symptoms-causes/syc-20367007
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/
  • https://www.nhs.uk/conditions/hepatitis-a/

Sebelumnya

9 Penyebab Darah Haid Hitam, Bisa Jadi Tanda Penyakit Berbahaya, Waspada!
Dresyamaya Fiona • 20 Jun 2022

Selanjutnya

9 Penyebab Darah Haid Hitam, Bisa Jadi Tanda Penyakit Berbahaya, Waspada!
Dresyamaya Fiona • 20 Jun 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT