ADVERTISEMENT

KESEHATAN UMUM
27 September 2022

Penyakit Jantung Koroner: Ketahui Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Mencegahnya

Bisa terjadi karena gaya hidup yang buruk, seperti merokok
Artikel ditulis oleh Chrismonica
Disunting oleh Aprillia

Penyakit jantung koroner adalah kondisi yang terjadi ketika suplai darah jantung tersumbat sehingga mengakibatkan penumpukan zat lemak di arteri koroner.

Seiring waktu, dinding arteri ini akan dipenuhi dengan timbunan lemak. Prosesnya dikenal dengan aterosklerosis dan timbunan lemak disebut ateroma.

Aterosklerosis dapat disebabkan oleh faktor gaya hidup, seperti merokok dan minum alkohol berlebihan secara teratur.

Seperti yang Moms ketahui bahwa jantung merupakan otot yang berukuran sebesar kepal tangan orang dewasa, dan menjadi salah satu organ vital di dalam tubuh.

Jantung yang terletak di bagian tengah tubuh manusia bekerja dengan memompa darah bersih yang mengandung oksigen untuk diantarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah arteri.

Setelah darah yang mengandung oksigen, nutrisi, serta senyawa penting lainnya telah terdistribusi di organ-organ, maka darah akan kembali ke jantung dengan membawa sisa-sisa metabolisme dan karbondioksida melalui pembuluh vena.

Siklus tersebut akan berulang selama masa kehidupan manusia.

ADVERTISEMENT

Tidak hanya organ tubuh lainnya, jantung tentu juga membutuhkan oksigen dan nutrisi, serta zat lainnya agar tetap dapat berfungsi dan bekerja dengan baik.

Biasanya, semua kebutuhan jantung diantarkan melalui arteri koroner.

Nah, jika arteri koroner ini bermasalah, maka akan menyebabkan berbagai kondisi, salah satunya adalah penyakit jantung koroner.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Lisinopril, Obat untuk Mengatasi Hipertensi dan Penyakit Jantung

ISDN atau Isosorbide Dinitrate Bagi Penderita Jantung Koroner

Foto: Ilustrasi ISDN atau Isosorbide Dinitrate (Pexels.com/Dids)

ISDN merupakan kepanjangan dari Isosorbide Dinitrate yang merupakan obat untuk melebarkan pembuluh darah.

ADVERTISEMENT

Seperti yang sudah disinggung di atas, jantung koroner merupakan kondisi karena adanya sumbatan di jantung.

Hal ini senadan dengan penjelasan dr. Johan Winata, Sp.JP (K), FIHA (Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi) - RS Pondok Indah, Puri Indah.

"Dalam pembuluh darah kita itu dia bisa membesar maupun mengecil. Nah, salah satu zat yang bisa melebarkan pembuluh darah untuk memperbesar pembuluh darah kita sebut sebagai nitric oxide.

Nitrat itu merupakan salah satu turunan dari ataupun kesamaan dari nitric oxide" jelas dr. Johan Winata.

Jadi, dr. Johan Winata menambahkan ISDN memiliki kemampuan untuk melebarkan pembuluh darah.

Karena kemampuannya ini, sering diberikan pada pasien dengan penyakit jantung koroner stabil.

"Kalau ada nyeri dada, tidak hilang dalam jangka waktu tertentu, itu diberikan ISDN bisa membantu untuk mengurangi gejala," kata dr. Johan Winata.

ADVERTISEMENT

Scroll untuk melanjutkan

Tapi, obat ini tidak disarankan bagi penderita serangan jantung, meski sebenarnya bisa juga membantu mengobati serangan jantung.

Jika obat ini dikonsumsi pada kasus serangan jantung, tentunya aakn menimbulkan risiko.

"Penggunaan ISDN (bagi kasus serangan jantung) ini bisa juga diberikan.

Tapi memiliki risiko juga seperti halnya kalo misalkan serangan jantung terjadi karena sumbatan pembuluh darah di sebelah kanan.

Di mana efek dari serangan jantung di pembuluh darah kanan ini salah satunya adalah hipotensi atau tekanan darah yang turun.

Ketika kita berikan nitrat maka, tekanan darah akan semakin turun dan itu akan membahayakan sebenarnya untuk pasien," ungkap dr. Johan Winata.

Maka, penggunaan ISDN atau Isosorbide Dinitrate bagi kasus serangan jantung memiliki risiko menurunkan tekanan darah dan mengakibatkan hipotensi, ya Moms.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Selain Nyeri Dada, Ini 5 Gejala Lain Serangan Jantung

Perbedaan Serangan Jantung dengan Penyakit Jantung Koroner

Foto: Ilustrasi Penyakit Jantung (Freepik.com/Jcomp)

Sifat penyakit jantung koroner memang terlihat mirip dengan serangan jantung. Tapi, tentunya ini merupakan kondisi yang berbeda dan sangat bisa dibedakan dari gejalanya.

"Gejala penyakit jantung koroner itu musti kita bedakan antara serangan jantung ataupun kita sebut sebagai angina pectoris atau dan terminologi saat ini di bagian jantung itu dikenal sebagai kronik koroner sindrom," kata dr. Johan Winata.

Hal utama yang menjadi pembeda antara serangan jantung dan jantung koroner adalah kasus serangan jantung bisa terjadi dalam kondisi apa pun.

Misalkan, saat istirahat, saat olahraga atau pada saat aktivitas seperti biasa. Tapi, nyeri yang ditimbulkan sangat hebat dan lebih lama.

ADVERTISEMENT

Bahkan disertai juga dengan gejala-gejala lain, seperti keringat dingin, sesak napas, dan jantung berdebar.

"Yang berbeda dari serangan jantung dan penyumbatan adalah kalau serangan jantung itu biasa pembuluh darah tersumbat 100 persen tapi kalau penyumbatan itu biasa masih ada darah yang bisa melewati segmen sumbatan.

Jadi, kalau sumbatan pembuluh darah itu gejalanya lebih banyak pada waktu aktivitas.

Misalkan kalau naik tangga, lari, itu timbul nyeri dada tapi ketika kita istirahat, nyeri dadanya hilang.

Nah, itu kita sebut sebagai angina pectoris atau kronik koroner sindrom. Nah, tapi kalau berbicara mengenai serangan jantung ya, itu ada sumbatan 100 persen," ungkap dr. Johan Winata.

Baca Juga: Serba-serbi Penyakit Jantung Lemah, Bisa Sebabkan Gagal Jantung Jika Tak Diobati

Gejala Jantung Koroner

ADVERTISEMENT

Foto: Ilustrasi Pemeriksaan Jantung (Freepik.com/DCStudio)

Pada awal kondisi ini, kebanyakan pasien biasanya belum merasakan adanya gejala yang dialami.

Sebab, terbentuknya plak-plak hingga terjadi penumpukan di arteri membutuhkan waktu yang cukup lama, hingga bertahun-tahun.

Namun, ketika arteri telah menyempit, pasien akan memperlihatkan sejumlah gejala ringan yang menandakan jantung bekerja dengan memompa lebih keras guna mengirimkan darah beserta oksigen ke seluruh organ tubuh.

Gejala yang paling umum terlihat adalah sesak napas dan nyeri dada yang dapat terjadi meski sedang melakukan kegiatan yang cukup ringan.

Pada sebagian orang, gejala-gejala tersebut masih sering dianggap biasa saja, sampai ketika mengalami kondisi serangan jantung.

Adapun gejala-gejala serangan jantung, meliputi:

  • Sakit kepala ringan dan pusing
  • Tubuh lemas dan lelah
  • Rasa tidak nyaman di dada, seperti berat dan tertekan, serta dapat menjalar hingga leher dan punggung
  • Perut mual
  • Tubuh keringat dingin

Baca Juga: 18 Buah yang Bagus untuk Jantung, Ada Buah Delima!

Apa Penyebab Jantung Koroner?

Foto: Ilustrasi Jantung Koroner (Freepik.com/Freepik)

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di Official Journal of Gulf Heart Association dijelaskan bahwa penyebab kondisi jantung koroner terbagi menjadi dua, yaitu faktor yang dapat dikendalikan dan faktor yang tidak dapat dikendalikan.

Contoh faktor yang dapat dikendalikan, yaitu merokok dan kolesterol.

Sedangkan pada faktor yang tidak dapat dikendalikan adalah keturunan atau adanya riwayat keluarga, serta usia dan jenis kelamin.

1. Merokok

Merokok adalah penyebab nomor satu penyakit jantung koroner.

Perlu diketahui, bahwa kandungan nikotin dan karbon monoksida pada rokok sangat berbahaya bagi jantung dan pembuluh darah.

Hal ini akan menyebabkan terjadinya penumpukan plak pada dinding pembuluh darah, sehingga terjadilah penyempitan.

Selain itu, banyak merokok akan membuat darah pada tubuh menjadi tidak bersih.

Jantung pun akhirnya harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh, yang juga dapat mengakibatkan pembuluh darah rusak.

2. Faktor Keturunan

Tidak dapat dimungkiri, faktor keturunan menjadi salah satu penyebab penyakit koroner.

Jika memiliki keluarga dengan riwayat penyakit jantung koroner di usia dini, bisa jadi anggota keluarga lainnya juga mengalami hal yang sama.

Jika sudah seperti itu, segera memeriksakan diri ke dokter, guna memperoleh informasi terkait kemungkinan kondisi yang dialami, sehingga dapat menurunkan risiko di kemudian hari.

Baca Juga: Menyusui Bisa Menurunkan Risiko Penyakit Jantung? Yuk, Simak Penjelasannya!

3. Kolesterol

Bagi Moms yang suka dan sering mengonsumsi makanan berlemak, besar kemungkinan dapat memicu penyakit jantung koroner.

Lemak akan menumpuk pada dinding arteri jika kolesterol terlalu tinggi.

Keadaan ini dikenal pula sebagai aterosklerosis.

Lemak yang terus mengalami penumpukan lama-kelamaan akan menyebabkan pembuluh arteri menyempit, sehingga aliran darah ke jantung pun terhambat.

Akibatnya, dada akan terasa nyeri dan memicu sejumlah gejala-gejala lainnya.

5. Jarang Bergerak

Kurang bergerak dan tidak berolahraga secara teratur dapat menyebabkan proses pembakaran lemak menurun.

Lemak-lemak yang tidak terbakar tersebut akan menumpuk di arteri yang seringkali dikenal sebagai kolesterol jahat.

Jika terus terjadi dan penumpukan lemak semakin meningkat, maka akan memicu penyakit jantung koroner.

Cara Mengatasi Penyakit Jantung Koroner

Foto: Ilustrasi Cara Mengatasi Jantung Koroner (Freepik.com/Shayne_ch13)

Kondisi ini tidak dapat disembuhkan, namun untuk mengurangi gejala yang dirasakan, biasanya dokter akan menyarankan rangkaian gaya hidup sehat serta penggunaan obat-obatan untuk mencegah kondisi semakin memburuk.

Berikut beberapa obat-obatan yang biasa diresepkan oleh dokter, antara lain:

  • Beta Blocker: bertujuan untuk meringankan hipertensi, dan sejumlah masalah pada jantung, seperti aritmia dan nyeri dada.
  • Obat nitrogliserin: berfungsi untuk mengurangi nyeri pada dada.
  • ACE Inhibitor: untuk mengontrol hipertensi, bekerja dengan membuat pembuluh darah menjadi rileks.
  • Antagonis kalsium: mengatasi penyakit jantung dan hipertensi yang bekerja dengan mencegah senyawa kalsium masuk ke dalam jantung, dan melebarkan pembuluh darah.

Baca Juga: Hari Jantung Sedunia, Yayasan Jantung Indonesia Ajak Masyarakat Hidup Sehat

Diagnosis Jantung Koroner

Foto: Ilustrasi Diagnosis Jantung Koroner (Freepik.com/Jcomp)

Pada tahap awal diagnosis jantung koroner, dokter akan melakukan pengecekan riwayat kesehatan pasien, riwayat keluarga, gaya hidup, serta melakukan tes darah.

Adapun beberapa tes lebih lanjut yang diperlukan, meliputi:

1. Tes menggunakan treadmill

Tes treadmill dilakukan untuk skrining atau deteksi pasien yang memiliki gangguan fungsi jantung seperti gangguan irama jantung (aritmia) dan penyakit jantung koroner.

2. CT Scan

Pemeriksaan ini menggunakan sinar-X dan komputer untuk menghasilkan gambar 3D dari bagian dalam tubuh.

3. Pemindaian MRI

Pemindaian yang menggunakan medan magnet dan gelombang radio yang kuat untuk menghasilkan gambar detail bagian dalam tubuh.

4. Prosedur Angiografi Koroner

Ini merupakan prosedur khusus yang mengambil gambar rontgen jantung secara dinamis.

Baca Juga: Cara Meningkatkan Saturasi Oksigen, Salah Satunya Berlatih Pernapasan!

Mencegah Jantung Koroner

Foto: Ilustrasi Makanan Sehat (Freepik.com/Denamorado)

Mengontrol kadar kolesterol darah dapat membantu mengurangi risiko terjadinya jantung koroner.

Adapun cara mengontrolnya, yaitu:

1. Konsumsi makanan sehat

Mengonsumsi makanan sehat yang mengandung serat, protein, asam lemak omega-3, dan sejumlah nutrisi lainnya yang mendukung kesehatan jantung.

2. Rutin kontrol kondisi kesehatan

Rutin mengontrol kondisi kesehatan yang dialami, seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol dapat membantu Moms mengetahui apa saja masalah yang ada di dalam tubuh.

3. Hindari alkohol dan rokok

Merokok tidak hanya buruk bagi jantung, namun juga dapat memberi efek negatif pada tubuh secara keseluruhan.

4. Rajin berolahraga

Upayakan selalu bergerak aktif. Minimal lakukan jalan kaki selama 30 menit, 5 kali dalam seminggu.

Selain baik untuk kesehatan jantung, rutin berolahraga juga dapat menurunkan berat badan, dan mengurangi stres.

Baca Juga: Manfaat Minum Cokelat, Jaga Kesehatan Jantung dan Tingkatkan Mood!

Selain menjaga gaya hidup sehat, melakukan medical check up secara rutin juga bisa dilakukan untuk mendeteksi sejak dini apakah ada masalah dalam jantung.

Mengetahui risiko penyakit lebih awal dapat mencegah kondisi menjadi semakin buruk.

Yuk, lakukan gaya hidup sehat agar terhindar dari penyakit jantung koroner!

  • https://www.nhs.uk/conditions/coronary-heart-disease/#:~:text=Coronary%20heart%20disease%20is%20the,furred%20up%20with%20fatty%20deposits.
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16898-coronary-artery-disease#symptoms-and-causes
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/184130#treatment
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5686931/#:~:text=There%20are%20many%20risk%20factors,activity%3B%20unhealthy%20diet%20and%20stress.

Sebelumnya

Penyakit Vertigo: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi hingga Obat yang Dapat Diberikan
Chrismonica • 27 Sep 2022

Selanjutnya

8 Pilihan Makanan untuk Anak Sering Mimisan, Moms Perlu Tahu!
Karinta • 27 Sep 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT