ADVERTISEMENT

KESEHATAN MENTAL
25 Januari 2022

Memahami Kecerdasan Emosional dan Cara Melatihnya

Yuk, cari tahu cara melatihnya, Moms!
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Karla Farhana

Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, dan mengelola emosi sendiri dengan cara yang positif. Manfaatnya adalah:

  • Menghilangkan stres
  • Berkomunikasi secara efektif
  • Berempati dengan orang lain
  • Mengatasi tantangan
  • Meredakan konflik

Kecerdasan emosional ini membantu seseorang untuk:

  • Membangun hubungan yang lebih kuat
  • Meningkatkan kesuksesan di sekolah dan pekerjaan
  • Mencapai karier dan tujuan pribadi

Kecerdasan emosional juga dapat membantu seseorang terhubung dengan perasaan sendiri, lho!

Dapat pula membantu mengubah niat menjadi tindakan dan membuat keputusan berdasarkan informasi tentang apa yang paling penting bagi diri sendiri.

Mengutip Psychology Today teori kecerdasan emosional diperkenalkan oleh Peter Salovey dan John D. Mayer pada 1990-an.

Konsep ini kemudian dikembangkan lebih lanjut dan diperkenalkan ke masyarakat awam oleh Daniel Goleman.

Kini konsep kecerdasan emosional atau EQ telah diterima secara luas.

ADVERTISEMENT

Namun, beberapa psikolog berpendapat bahwa EQ tidak dapat diukur melalui tes psikometri (seperti halnya, misalnya, kecerdasan umum).

Sehingga, EQ tidak memiliki kekuatan penjelas yang sebenarnya.

Berikut ini adalah informasi seputar kecerdasan emosional, Moms. Yuk, disimak!

ADVERTISEMENT

Baca Juga: 9 Cara Meredakan Emosi Paling Efektif Agar Tidak Gampang Marah, Catat!

Komponen dalam Kecerdasan Emosional

Foto: Kecerdasan emosional (Rainn.org)

Foto: Orami Photo Stock

Melansir Help Guide ada 4 komponen tingkat kecerdasan emosional yang berbeda, yaitu:

  • Persepsi emosional
  • Kemampuan untuk bernalar menggunakan emosi
  • Kemampuan untuk memahami emosi
  • Kemampuan mengelola emosi

Berikut ulasannya:

1. Persepsi Emosi

Langkah pertama dalam memahami emosi adalah memahaminya secara akurat.

Dalam banyak kasus, ini mungkin melibatkan pemahaman sinyal nonverbal seperti bahasa tubuh dan ekspresi wajah.

2. Penalaran dengan Emosi

Langkah selanjutnya melibatkan penggunaan emosi untuk mempromosikan pemikiran dan aktivitas kognitif.

Emosi membantu memprioritaskan apa yang diperhatikan dan direaksikan, seseorang akan merespon secara emosional terhadap hal-hal yang menarik perhatian.

3. Memahami Emosi

ADVERTISEMENT

Scroll untuk melanjutkan

Emosi yang dirasakan dapat membawa berbagai macam arti.

Jika seseorang mengekspresikan emosi marah, pengamat harus menafsirkan penyebab kemarahan orang tersebut dan apa artinya.

Misalnya, jika atasan bertingkah marah, itu mungkin berarti dia tidak puas dengan pekerjaan anak buahnya.

Atau, bisa juga karena mereka ditilang dalam perjalanan ke kantor pagi itu atau karena mereka bertengkar dengan pasangannya.

4. Mengelola Emosi

Kemampuan mengelola emosi secara efektif adalah bagian penting dari kecerdasan emosional dan tingkat tertinggi.

Mengatur emosi dan merespon dengan tepat serta merespon emosi orang lain adalah aspek penting dari manajemen emosi.

Keempat cabang model ini disusun berdasarkan kompleksitas dengan proses yang lebih mendasar di tingkat yang lebih rendah.

Misalnya, tingkat terendah melibatkan persepsi dan ekspresi emosi.

ADVERTISEMENT

Sementara tingkat yang lebih tinggi membutuhkan keterlibatan sadar yang lebih besar dan melibatkan pengaturan emosi.

Baca Juga: Pojok Emosi, Bantu Anak Kelola Emosi

Manfaat Kecerdasan Emosional dalam Kehidupan Sehari-hari

Foto: Kecerdasan emosional

Foto: Orami Photo Stock

Seperti yang Moms pahami, bukan orang terpintar yang paling sukses atau paling puas dalam hidup.

Moms mungkin mengenal orang-orang yang cerdas secara akademis.

ADVERTISEMENT

Namun tidak kompeten secara sosial dan tidak sukses di tempat kerja atau dalam hubungan pribadi mereka.

Kemampuan intelektual atau intelligence quotient (IQ) Moms sendiri tidak cukup untuk mencapai kesuksesan dalam hidup.

Ya, IQ dapat membantu anak kelak masuk ke perguruan tinggi, tetapi EQ yang akan membantu Moms mengelola stres dan emosi saat menghadapi ujian akhir.

IQ dan EQ ada bersama-sama dan paling efektif ketika mereka membangun satu sama lain.

Kecerdasan emosional juga memengaruhi beberapa hal, sehingga memiliki kecerdasan emosional yang baik jelas sangat bermanfaat.

Mengutip jurnal Imagination, Cognition, and Personality berikut ini beberapa hal yang bisa dipengaruhi kecerdasan emosional:

1. Performa di Sekolah atau Kantor

ADVERTISEMENT

Kecerdasan emosional yang tinggi dapat membantu menavigasi kompleksitas sosial di sekolah atau tempat kerja.

Termasuk memimpin dan memotivasi orang lain, serta unggul dalam karier.

Faktanya, ketika harus mengukur kandidat pekerjaan yang penting, banyak perusahaan sekarang menilai kecerdasan emosional sama pentingnya dengan kemampuan teknis.

Mereka menggunakan pengujian EQ sebelum merekrut, lho!

2. Kesehatan Fisik

Jika seseorang tidak dapat mengelola emosinya, ia mungkin juga tidak mampu mengelola stres.

Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Stres yang tidak terkontrol dapat memberikan dampak pada tubuh dan kesehatan, seperti:

  • Meningkatkan tekanan darah
  • Menekan sistem kekebalan
  • Meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke
  • Berkontribusi pada infertilitas
  • Mempercepat proses penuaan

Oleh karena itu, langkah pertama untuk meningkatkan kecerdasan emosional adalah belajar bagaimana mengelola stres.

3. Kesehatan Mental

Emosi dan stres yang tidak terkendali juga dapat memengaruhi kesehatan mental membuat seseorang jadi rentan terhadap kecemasan dan depresi.

Jika Moms tidak dapat memahami, merasakan, atau mengelola emosi, Moms juga akan berjuang untuk membentuk hubungan.

Pada gilirannya, hal ini dapat membuat Moms merasa kesepian dan terisolasi dan semakin memperburuk masalah kesehatan mental.

3. Hubungan

Dengan memahami emosi dan cara mengendalikannya, Moms akan lebih mampu mengungkapkan perasaan dan memahami perasaan orang lain.

Ini memungkinkan Moms untuk berkomunikasi lebih efektif dan menjalin hubungan yang lebih kuat, baik di tempat kerja maupun dalam kehidupan pribadi.

4. Kecerdasan Sosial

Menjadi selaras dengan emosi akan melayani tujuan sosial, yakni menghubungkan Moms sendiri dengan orang lain dan dunia di sekitar.

Kecerdasan sosial memungkinkan Moms untuk:

  • Mengenali teman dan musuh
  • Mengukur minat orang lain pada diri sendiri
  • Mengurangi stres
  • Menyeimbangkan sistem saraf melalui komunikasi sosial
  • Merasa dicintai dan bahagia

Baca Juga: 10 Fakta Anak Ketiga, Pintar Mengatur Emosi dan Punya Potensi Sukses

Bagaimana Cara Melatih Kecerdasan Emosional?

Foto: Kecerdasan emosional (rd.com)

Foto: Orami Photo Stock

Sebetulnya, keterampilan yang membentuk kecerdasan emosional dapat dipelajari kapan saja.

Namun, penting untuk diingat bahwa ada perbedaan antara hanya belajar tentang EQ dan menerapkan pengetahuan itu dalam hidup.

Hanya karena tahu bahwa Moms harus melakukan sesuatu, tidak berarti Moms akan melakukannya.

Terutama ketika diliputi oleh stres, yang dapat mengesampingkan niat baik.

Untuk mengubah perilaku secara permanen dengan cara yang berdiri di bawah tekanan, Moms perlu belajar bagaimana mengatasi stres agar sadar secara emosional.

Ada 4 keterampilan kunci untuk membangun EQ dan sebagai cara melatih kecerdasan emosional yakni:

1. Manajemen Diri

Ketika seseorang menjadi terlalu stres, ia dapat kehilangan kendali atas emosi dan kemampuan untuk bertindak dengan bijaksana dan tepat.

Dengan kemampuan untuk mengelola stres dan tetap hadir secara emosional, seseorang dapat belajar menerima informasi yang mengecewakan.

Mereka menerimanya tanpa mengesampingkan pikiran dan pengendalian diri.

Sebenarnya, selain memahami tentang emosi yang ada di dalam diri, Moms juga harus sadar akan dampak akan tindakan, suasana hati dan emosi ketika berinteraksi.

Individu harus memiliki kontrol terhadap emosi yang ada di diri, untuk membentuk kesadaran diri, selain punya akses kontrol akan emosi diri.

Moms juga harus mengerti juga akan reaksi terhadap emosional yang tidak sama dan mampu memahami emosi apa yang tengah muncul.

Alangkah baiknya, untuk membentuk kecerdasan emosional, Moms memahami dan mengetahui hubungan antara yang Moms rasakan dan bagaimana harus bersikap.

Selain itu, Moms juga harus mampu mengenali apa kelebihan dan kekurangan dari diri mereka sendiri.

2. Kesadaran Diri

Mengelola stres hanyalah langkah pertama untuk membangun kecerdasan emosional.

Kemampuan untuk terhubung dengan emosi adalah kunci untuk memahami bagaimana emosi memengaruhi pikiran dan tindakan.

Untuk membangun EQ dan menjadi sehat secara emosional, seseorang harus terhubung kembali dengan emosi inti, menerimanya, dan merasa nyaman.

Baca Juga: Peran Ayah Dalam Perkembangan Sosial Emosional Anak

3. Kesadaran Sosial

Kesadaran sosial memungkinkan seseorang untuk mengenali dan menafsirkan isyarat nonverbal yang digunakan orang lain untuk berkomunikasi.

Isyarat ini memberi tahu bagaimana perasaan orang lain, keadaan emosional, dan apa yang benar-benar penting bagi mereka.

Ketika sekelompok orang mengirimkan isyarat nonverbal yang serupa, Moms dapat membaca dan memahami dinamika emosional kelompok tersebut.

Singkatnya, Moms berempati dan nyaman secara sosial.

Untuk membangun kesadaran sosial, Moms perlu mengenali pentingnya perhatian dalam proses sosial.

Lagi pula, Moms tidak dapat menangkap isyarat nonverbal yang halus ketika sedang memikirkan hal-hal lain, atau hanya fokus pada ponsel.

Kesadaran sosial membutuhkan kehadiran Moms pada saat itu.

Mengikuti aliran respons emosional orang lain adalah proses memberi dan menerima yang mengharuskan Moms juga memerhatikan perubahan.

Memerhatikan orang lain tidak mengurangi kesadaran diri sendiri.

Dengan menginvestasikan waktu dan upaya untuk benar-benar memerhatikan orang lain, Moms sebenarnya akan mendapatkan wawasan tentang keadaan emosi.

4. Manajemen Hubungan

Bekerja dengan orang lain adalah proses yang dimulai dengan kesadaran emosional dan kemampuan Moms untuk mengenali dan memahami orang lain.

Setelah kesadaran emosional berperan, Moms dapat secara efektif mengembangkan keterampilan sosial yang akan membuat hubungan jadi lebih efektif.

Sadarilah seberapa efektif Moms menggunakan komunikasi nonverbal.

Karena banyak otot di wajah, terutama di sekitar mata, hidung, mulut, dan dahi.

Ini membantu Moms tanpa kata-kata menyampaikan emosi serta membaca maksud emosional orang lain.

Moms juga perlu menggunakan humor untuk menghilangkan stres.

Selain itu, belajarlah untuk melihat konflik sebagai kesempatan untuk tumbuh lebih dekat dengan orang lain.

Konflik dan perselisihan tidak dapat dihindari dalam hubungan manusia.

Dua orang tidak mungkin memiliki kebutuhan, pendapat, dan harapan yang sama setiap saat. Namun, itu tidak perlu menjadi hal yang buruk.

Menyelesaikan konflik dengan cara yang sehat dan konstruktif dapat memperkuat kepercayaan di antara orang-orang.

5. Memiliki Motivasi Diri

Peran kunci dalam membentuk kecerdasan emosional dipegang oleh motivasi dalam diri sendiri.

Orang cerdas secara emosional memiliki kecenderungan termotivasi di luar motivasi eksternal seperti mendapatkan ketenaran, pujian, uang dan pengakuan.

Mereka cenderung memiliki motivasi untuk memenuhi kebutuhan diri dan kebutuhan batin dari mereka sendiri.

Seseorang yang memiliki motivasi diri cenderung kompeten dan cenderung berorientasi pada tindakan-tindakan pengendalian.

Sehingga, kalau dilihat orang yang memiliki kecerdasan emosional mampu berkomitmen dan sangat pintar dalam mengambil inisiatif.

Kecerdasan emosional yang dimiliki seseorang sendiri kadang tercermin pada kehidupan nyata, Moms.

Baca Juga: 13 Arti Mimpi Menggendong Bayi, Bisa Menandakan Konflik?

Itu dia Moms informasi seputar kecerdasan emosional. Semoga menambah wawasan, ya!

  • https://www.verywellmind.com/what-is-emotional-intelligence-2795423
  • https://www.helpguide.org/articles/mental-health/emotional-intelligence-eq.htm
  • https://www.psychologytoday.com/intl/basics/emotional-intelligence
  • http://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download

Sebelumnya

8 Cara Mengatasi Stres di Rumah, Patut Dicoba!
Cholif Rahma • 24 Jan 2022

Selanjutnya

7 Cara Meningkatkan Empati, Penting untuk Hubungan Sosial!
Nydia • 27 Jan 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT