ADVERTISEMENT

TRIMESTER 1
25 Maret 2022

12 Pekerjaan yang Tidak Boleh Dilakukan Ibu Hamil Muda, Sebaiknya Dihindari, Ya Moms!

Ibu hamil muda memang sebaiknya tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat
Artikel ditulis oleh Nurul Aulia Ahmad
Disunting oleh Aprillia

Saat awal kehamilan, untuk menjaga bayi tetap sehat sampai kelahirannya, Moms pasti mencari tahu tentang apa saja kegiatan atau pekerjaan yang tidak boleh dilakukan ibu hamil muda.

Untuk itu, setiap ibu yang mengandung perlu tahu apa saja hal yang menjadi pantangan ibu hamil

Sebab hal ini penting agar tidak memberikan efek negatif bagi janin dan ibu. Lalu, apa saja larangan dan pekerjaan yang tidak boleh dilakukan ibu hamil muda?

Baca Juga: 5 Jenis Senam Hamil untuk Menjaga Kesehatan dan Kebugaran Ibu

Pekerjaan yang Tidak Boleh Dilakukan Ibu Hamil Muda

Masa kehamilan merupakan masa di mana terjadi banyak perubahan pada tubuh sehingga perlu adanya penyesuaian aktivitas yang dilakukan.

Begitu Moms mengetahui telah hamil, kesehatan harus lebih ekstra dijaga karena Moms sedang membawa 2 nyawa dalam tubuh Moms.

ADVERTISEMENT

Karena itu, penting untuk memerhatikan apa saja hal-hal yang sebaiknya dihindari.

Untuk mengoptimalkan keselamatan Moms dan janin dalam kandungan berikut ini aktivitas serta pekerjaan yang tidak boleh dilakukan ibu hamil muda.

1. Bekerja di Layanan Kesehatan

Pekerjaan yang tidak boleh dilakukan ibu hamil muda salah satunya yakni bekerja di layanan kesehatan.

ADVERTISEMENT

Bekerja di industri perawatan kesehatan sebagai dokter, perawat, dokter gigi, dokter hewan bagian lab, atau teknisi diagnostik, membuat Moms terus-menerus akan bersentuhan dengan kuman dan penyakit.

Meskipun hal ini merupakan risiko bagi Moms yang berkarier pada bidang ini, namun Moms perlu agar lebih ekstra berhati-hati.

Paparan bahan kimia beracun pada zat tertentu yang digunakan untuk sterilisasi peralatan, gas anestesi, radiasi yang digunakan untuk tujuan diagnostik dan pengobatan, dapat berbahaya bagi janin.

Jika Moms khawatir dengan kesehatan calon bayi, mintalah untuk dipindahkan ke posisi yang lebih aman atau pertimbangkan untuk mengambil cuti lebih awal.

2. Mengecat Kamar Bayi

Foto: mengecat kamar bayi (verywellfamily.com)

Foto: verywellfamily.com

Pekerjaan yang tidak boleh dilakukan ibu hamil muda selanjutnya adalah mengecat kamar bayi.

Kandungan cat memiliki zat-zat yang dapat berefek negatif bagi janin dalam kandungan.

Meskipun menyenangkan dalam mempersiapkan kebutuhan calon bayi, namun Moms harus menghindarinya aktivitas ini demi kesehatan bayi yang dikandung.

3. Menyapu dan Mengepel Lantai

Foto: Menyapu dan Mengepel Lantai

Foto: parenting.firstcry.com

ADVERTISEMENT

Scroll untuk melanjutkan

Moms yang suka dengan kerapian tentunya tidak nyaman melihat kondisi rumah yang kotor dan tidak nyaman.

Sehingga, akan berusaha sendiri untuk membersihkan rumah seperti menyapu dan mengepel lantai.

Hal ini cukup berisiko terutama pada ibu hamil yang telah memiliki perut yang besar.

Pertambahan berat badan saat hamil dapat menyebabkan pergeseran marginal pada pusat gravitasi tubuh. Menekuk tubuh selama melakukan kegiatan ini dapat berisiko bagi saraf skiatik (saraf panjang dari punggung bawah ke kaki).

Mintalah bantuan suami, kerabat atau mempekerjakan ART (Asisten Rumah Tangga) untuk membantu Moms melakukan pekerjaan rumah.

4. Mencuci Pakaian

Pekerjaan yang tidak boleh dilakukan ibu hamil muda berikutnya adalah membersihkan pakaian.

Saat mencuci pakaian dengan mesin cuci, terutama pada Moms yang menggunakan mesin cuci front loading pastinya mengharuskan Moms untuk bergerak membungkuk.

ADVERTISEMENT

Mengambil pakaian juga dapat membuat Moms berpose membungkuk yang tentunya cukup berisiko pada janin, terutama pada Moms dengan perut yang telah besar.

5. Aktivitas Mengangkat Beban Berat

Foto: Aktivitas Mengangkat Beban Berat

Foto: www.popsci.com

Hindari mengangkat beban terlalu berat selama kehamilan. Membawa beban barat selama hamil sangat rentan membuat ibu kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

Cobalah meminta pertolongan pada orang terdekat dalam membantu membawa beban berat yang Moms perlukan.

Baca Juga: 11 Tips Melahirkan Lancar untuk Ibu Hamil 9 Bulan, Yuk Coba!

6. Membersihkan Rumah Menggunakan Bahan Kimia

ADVERTISEMENT

Foto: Membersihkan Menggunakan Bahan Kimia

Foto: unsplash.com/@cdc

Pekerjaan yang tidak boleh dilakukan ibu hamil muda berikutnya adalah membersihkan rumah dengan produk berbahan kimia berbahaya.

Adanya paparan prenatal terhadap piperonil butoksida, bahan kimia umum yang ditemukan dalam insektisida, dapat membahayakan perkembangan otak janin.

Untuk menghindari komplikasi pada kehamilan tersebut, hindari insektisida dan produk pembersih lainnya.

7. Membersikan Kotoran Kucing

Foto: pekerjaan yang tidak boleh dilakukan ibu hamil muda-hindari membersihkan kotoran kucing

Foto: Orami Photo Stock

Pekerjaan yang tidak boleh dilakukan ibu hamil muda selanjutnya adalah membersihkan kotoran kucing.

ADVERTISEMENT

Jika Moms harus mengganti kotoran kucing, kenakan sarung tangan dan cuci tangan dengan baik sesudahnya.

Kotoran kucing dapat menyebabkan toksoplasmosis, penyakit akibat parasit yang langka.

Moms bisa menyarankan orang lain untuk membantu membersihkan kotoran kucing peliharaan Moms untuk sementara waktu.

Dilansir dariCenters for Disease Control and Prevention (CDC) wanita hamil yang tertular parasit Toxoplasma gondi, dapat mengalami dampak berikut ini:

8. Aktivitas Berdiri Terlalu Lama

Foto: Hindari Terlalu Lama Berdiri Saat Hamil

Foto: parenting.firstcry.com

Aktivitas yang tidak boleh dilakukan ibu hamil muda lainnya adalah berdiri dalam waktu lama.

Koki, perawat, pramugari, pramuniaga, pramusaji, petugas polisi, guru, dan pekerjaan yang membuat orang berdiri sepanjang hari dapat menyebabkan ketegangan pada punggung dan kaki wanita hamil.

Berdiri berjam-jam selama masa terakhir kehamilan dapat mengganggu aliran darah, serta dapat meningkatkan risiko ibu terkena tekanan darah tinggi dan kelahiran prematur.

9. Membersihkan Tempat Sampah

Pekerjaan yang tidak boleh dilakukan ibu hamil muda selanjutnya yakni membersihkan tempat sampah

Selama masa kehamilan, pertahanan sistem kekebalan tubuh akan rentan terserang virus penyakit.

Tempat sampah merupakan salah satu sumber penyakit yang tentunya memiliki banyak bakteri dan virus di dalamnya.

Untuk itu, selama kehamilan jangan sampai Moms berinisiatif dalam menangani kotoran dari tempat sampah ya!

Pastikan tubuh Moms tetap dalam keadaan higienis agar terhindar dari serangan penyakit yang tentunya juga dapat membahayakan janin.

10. Bepergian Naik Pesawat

Foto: ibu hamil mudah tidak boleh naik pesawat (thepointsguy.com)

Foto: Orami Photo Stock

Salah satu kegiatan yang harus dihindari ibu hamil adalah naik pesawat.

Mual dan kelelahan sangat umum terjadi pada usia 12 minggu pertama kehamilan, dan risiko keguguran juga lebih tinggi pada 3 bulan pertama.

Bepergian di bulan-bulan terakhir kehamilan juga dapat membuat tubuh Moms kelelahan dan tidak nyaman.

Perjalanan jarak jauh (5 jam atau lebih) dapat meningkatkan risiko terjadinya trombosis vena dalam (DVT atau pembekuan darah).

Maka dari itu, selama perjalanan, minumlah banyak air dan cobalah bergerak selama beberapa waktu saat penerbangan.

11. Membersihkan Kamar Mandi

Kamar mandi dapat menjadi sarang virus bakteri juga lho, Moms! Selain itu saat membersihkan kamar mandi, terutama bagian lantai, Moms pasti akan membungkuk guna menghilangkan segala noda di kamar mandi.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, membungkuk sebaiknya Moms hindari selama masa kehamilan.

Selain itu, penggunaan cairan pembersih kamar mandi yang mengandung bahan kimia juga sebaiknya Moms hindari untuk sementara waktu.

Karena itulah membersihkan kamar mandi juga menjadi salah satu pekerjaan yang tidak boleh dilakukan ibu hamil muda.

Mintalah pertolongan kepada pasangan atau kerabat bila ingin membersihkan area ini ya, Moms!

12. Melakukan Olahraga Kontak

Foto: olahraga ibu hamil

Foto: social-tv.co.za

Salah satu aktivitas yang harus dihindari saat hamil muda adalah melakukan olahraga yang berkontak dengan orang lain.

American College of Obstetricians and Gynecologists menjelaskan bahwa sebaiknya menghindari olahraga kontak, seperti sepak bola atau tinju.

Olahraga kontak meningkatkan risiko solusio plasenta, yang merupakan pemisahan prematur plasenta dari dinding rahim.

Solusio plasenta adalah kondisi parah yang dapat menyebabkan kelahiran prematur keguguran, atau kematian pada janin.

Larangan untuk Ibu Hamil Lainnya

Selain beragam aktivitas serta pekerjaan yang tidak boleh dilakukan ibu hamil muda yang sudah dijelaskan di atas, berikut beberapa hal lainnya yang harus dihindari, yakni:

1. Tidak Berolahraga Secara Teratur

Meskipun bergerak memang terkesan agak sulit untuk ibu hamil, namun sebaiknya Moms tetap rutin melakukan olahraga ringan.

Olahraga dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan sirkulasi darah, mempersiapkan tubuh untuk persalinan, serta membantu pertumbuhan dan perkembangan janin.

Mulailah berolahraga sejak awal kehamilan trimester pertama.

Jika Moms masih pemula, bicarakan rencana olahraga dengan dokter dan jenis olahraga yang sehat dan aman bagi ibu hamil.

2. Buru-buru Memutuskan Rencana Persalinan

Foto: Buru-buru Memutuskan Rencana Persalinan (https://knpr.org/)

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum memutuskan rencana persalinan di rumah sakit atau klinik, tanyakan pada diri sendiri apakah jenis persalinan yang Moms sukai.

Cari tahu juga apakah dokter dan rumah sakit tersebut memiliki sarana yang mendukung keputusan ini.

Moms bisa menuliskan daftar rencana kelahiran dan apa yang Moms butuhkan, serta bagaimana memenuhi kriteria tersebut.

Bila perlu, carilah informasi tentang dokter dan rumah sakit dengan sarana pendukung yang lengkap.

Baca Juga: Berencana Melahirkan Normal, Ini Informasi yang Perlu Moms Ketahui!

3. Mengobati Penyakit Sendiri

Foto: Mengobati Penyakit Sendiri

Foto: Orami Photo Stock

Larangan untuk ibu hamil yang sebaiknya dihindari juga adalah mengobati penyakit sendiri.

Mengonsumsi obat seperti parasetamol atau bahkan krim jerawat dapat berdampak buruk pada kehamilan.

Kesalahan yang tanpa sadar dilakukan oleh ibu hamil ini sangat berbahaya bagi bayi, lho.

Selain itu, melakukan perawatan kecantikan juga sebaiknya perlu Moms komunikasikan dengan dokter.

Baca Juga: Bantal Hamil untuk Tidur Lebih Nyenyak, Yuk Simak Manfaat dan Jenisnya!

4. Kurang Tidur

Perubahan hormon dan fisik yang terjadi di dalam tubuh Moms selama kehamilan menuntut tubuh lebih banyak istirahat.

Maka dari itu, selama kehamilan sebaiknya agar menghindari bergadang.

Tidur yang cukup dan berkualitas serta tubuh yang bugar sangat penting bagi tubuh Moms dalam mempersiapkan diri untuk proses persalinan yang lebih lancar.

Usahakan tidur selama 6 - 8 jam sehari.

5. Mengonsumsi Kafein Berlebihan

Foto: Mengonsumsi Kafein Berlebihan

Foto: Orami Photo Stock

Hal yang harus Moms hindari berikutnya adalah konsumsi kafein secara berlebih.

Kafein bersifat stimulan dan diuretik. Meminum beberapa cangkir kopi setiap hari akan meningkatkan tekanan darah dan detak jantung.

Meskipun mengonsumsi kafein memiliki efek yang baik dalam meningkatkan fokus, tetapi hal tersebut berefek pada janin yang sedang tumbuh.

Berdasarkan penelitian di jurnal Official Publication of the College of Family Physicians of Canada ditunjukkan bahwa batas aman mengonsumsi kafein adalah 300 miligram (mg) per hari.

Beberapa ahli percaya bahwa jumlah kafein yang berlebih dapat berbahaya bagi janin dan meningkatkan risiko keguguran serta lahir dengan berat badan rendah.

Ingatlah bahwa kafein tidak hanya ada dalam teh dan kopi, tapi juga terdapat dalam cokelat, soda, dan bahkan obat-obatan tertentu yang dijual bebas.

Dilansir dari March of Dimes wanita hamil sebaiknya tidak mengonsumsi kafein lebih dari 200 mg per hari.

6. Tidak Mengajak Bicara Bayi dalam Kandungan

Kehamilan dapat memicu terjadinya stres dan membuat Moms letih serta kehabisan energi.

Semua kepenatan tersebut bisa mengalihkan perhatian Moms dari bayi yang ada di dalam kandungan.

Para ahli mengatakan bahwa sangat penting untuk meningkatkan keintiman dengan calon bayi sebelum kelahirannya.

Untuk melakukannya, Moms bisa meletakkan tangan di perut dan membelainya dengan lembut.

Moms juga perlu sering-sering bericara dengan janin dalam kandungan. Memperhatikan janin akan membantu meningkatkan keintiman dan juga merangsang inderanya.

Baca Juga: Bagaimana Cara Berbicara dengan Bayi? Perhatikan Sesuai Umurnya, Moms!

7. Memakai Sepatu Hak Tinggi

Foto: Memakai Sepatu Hak Tinggi (vix.com)

Foto: Orami Photo Stock

Hindari menggunakan sepatu hak tinggi saat hamil. Agar lebih aman, Moms bisa menggunakan sepatu dengan sol datar atau sepatu hak yang nyaman seperti wedges.

Karena, saat perut makin membesar, keseimbangan pun juga ikut berubah.

Menggunakan sepatu berhak dapat membuat kaki bengkak, betis terasa tertarik, serta memicu risiko jatuh secara tiba-tiba.

8. Berendam di Hot Tub atau Sauna

Jika Moms merasakan sakit dan nyeri pada tubuh selama kehamilan, bersantai di bak mandi air panas mungkin akan terasa melegakan.

Tetapi, suhu tubuh yang meningkat selama trimester pertama rupanya dapat menyebabkan cacat lahir pada calon bayi.

Dilansir dari American Pregnancy Association berendam di bak mandi air panas dapat menyebabkan hipertermia, atau suhu tubuh yang sangat tinggi, yang dapat menyebabkan kelainan bawaan pada janin.

Aktivitas tambahan yang dapat menyebabkan suhu tubuh naik terlalu tinggi meliputi:

Baca Juga: Mandi Air Hangat Bisa Merusak Kulit, Mitos atau Fakta?

9 Merokok dan Menghirup Asap Rokok Orang Lain

Foto: ibu hamil muda tidak boleh merokok dan menghirup asap rokok (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Merokok sangat buruk bagi Moms dan bayi, tetapi asap rokok bisa juga sama buruknya.

Terdapat sekitar 4.000 bahan kimia berbahaya yang dapat menyerang perokok pasif dan beberapa di antaranya dapat memicu kanker.

Paparan asap rokok selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah hingga sindrom kematian bayi mendadak.

Baca Juga: Jangan Lakukan 3 Hal Ini Jika Ingin Naik Pesawat Saat Hamil

10. Menghirup Aromaterapi

Menghirup aromaterapi menjadi salah satu hal yang dapat berisiko pada janin.

Alasan mengapa calon ibu harus menghindari aromaterapi adalah karena minyak esensial tertentu dapat menjadi racun bagi janin.

“Minyak esensial sebaiknya dihindari selama kehamilan, karena menghirup minyak esensial dapat berisiko pada bayi yang sedang berkembang,” jelas Dr. Sarah Villafranco, CEO dan pendiri perusahaan perawatan kulit alami Osmia.

Baca Juga: 5 Olahraga untuk Ibu Hamil yang Berpuasa Agar Tetap Bugar

11. Terlalu Stres

Sebagian wanita menderita gangguan mental saat hamil. Stres atau berpikir terlalu keras adalah salah satu larangan untuk ibu hamil muda yang sebaiknya diperhatikan.

Stres tingkat tinggi yang berlanjut dalam waktu lama dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Selama kehamilan, stres dapat meningkatkan kemungkinan melahirkan bayi prematur (lahir sebelum 37 minggu kehamilan) atau bayi dengan berat lahir rendah.

Kebiasaan Makanan yagn Sebaiknya Dihindari Saat Hamil

Berikut beberapa hal terkait makanan dan minuman yang harus diterapkan saat hamil, meliputi:

1. Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Foto: Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil (Babycentre.co.uk)

Foto: Orami Photo Stock

Sebaiknya Moms menghindari beberapa daftar makanan tertentu selama masa kehamilan.

Berikut beberapa contoh makanan yang harus dihindari, yakni:

  • Daging mentah dan kerang

Daging mentah makanan laut mentah, termasuk tiram, kerang, dan sushi sebaiknya tidak dikonsumsi selama hamil. Hindari juga daging sapi dan unggas yang kurang matang.

Sebab bisa jadi daging tersebut mengandung parasit Toxoplasma gondii atau salmonella.

  • Daging deli

Daging deli dapat terkontaminasi listeria, bakteri yang dapat melewati plasenta dan dapat menginfeksi bayi yang sedang berkembang.

Infeksi dalam rahim dapat menyebabkan keracunan darah dan mengancam nyawa janin.

  • Ikan dengan tingkat merkuri tinggi

Beberapa ikan, seperti makerel, swordfish, dan tilefish dapat mengandung merukuri tinggi.

Dilansir dari March of Dimes janin yang terpapar merkuri dapat memicu kerusakan otak, atau masalah pada pendengaran dan penglihatan.

  • Telur mentah

Hindari mengonsumsi telur goreng setengah matang, karena dapat memiliki kemungkinan mengandung bakteri salmonella.

  • Keju lunak

Beberapa keju lunak impor dapat memiliki bakteri listeria, jadi hindari keju lunak seperti Roquefort, feta, Gorgonzola, Camembert, dan Brie.

  • Produk susu yang tidak dipasteurisasi

Produk ini memiliki kemungkinan terdapat bakteri listeria.

Moms bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk mengetahui lebih lanjut makanan apa saja yang sebaiknya dihindari saat hamil.

Baca Juga: Mengapa Ibu Hamil Lebih Sensitif Terhadap Suami dan Mudah Marah?

2. Makan Berlebihan

Ini dia kesalahan saat hamil yang paling sering dilakukan. Kebanyakan ibu menganggap makan banyak saat hamil dapat meningkatkan perkembangan bayi.

Padahal kebutuhan kalori harian setiap orang termasuk ibu hamil telah ditentukan. Biasanya, kebutuhan kalori ibu hamil yaitu sekitar 1800 sampai 2000 kalori.

Moms perlu mengetahui bahwa kelebihan berat badan selama hamil dapat berisiko mengalami kondisi seperti preeklamsia diabetes gestasional, serta masalah kesehatan lainnya.

Sebaiknya, perbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan protein yang seimbang.

3. Diet Ketat

Foto: Diet atau Membatasi Makan

Foto: Orami Photo Stock

Hindari melakukan diet ketat saat hamil. Dalam studi di jurnal Nutrients diet ketat tidak baik untuk kesehatan ibu hamil dan juga janin.

Gizi ibu yang seimbang selama kehamilan sangat penting untuk kesehatan ibu.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga pola makan yang memadai untuk perkembangan janin yang optimal.

Faktor lingkungan dan gaya hidup selama kehamilan menentukan risiko berkembangnya penyakit kronis di kemudian hari dan juga memengaruhi kesehatan buah hati.

Kehamilan membutuhkan peningkatan asupan makro dan mikronutrien serta diet seimbang.

4. Minum Alkohol

Foto: Minum Alkohol

Foto: www.news-medical.net

Melansir Sanford Health selama kehamilan sebaiknya Moms sama sekali tidak minum alkohol, sebab dapat berisiko komplikasi pada kehamilan.

Minum alkohol saat hamil dapat menyebabkan masalah bagi bayi yang sedang berkembang.

Salah satu risikonya yaitu dapat menyebabkan bayi memiliki fitur wajah yang tidak normal, masalah pertumbuhan, serta gangguan sistem saraf pusat.

Baca Juga: Hindari Kecelakaan Kerja, Ini Jenis Alat Pelindung Diri yang Wajib Dikenakan

Itu dia Moms, daftar aktivitas serta pekerjaan yang tidak boleh dilakukan ibu hamil muda juga larangan lainnya.

Konsultasikan ke dokter jika Moms merasa butuh bimbingan atau saran yang tepat, ya.

  • https://www.acog.org/clinical/clinical-guidance/committee-opinion/articles/2015/12/physical-activity-and-exercise-during-pregnancy-and-the-postpartum-period?utm_source=redirect&utm_medium=web&utm_campaign=otn
  • https://news.sanfordhealth.org/womens/dos-and-donts-during-first-trimester-pregnancy/
  • https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/is-it-safe/hot-tubs-during-pregnancy/
  • https://www.cdc.gov/parasites/toxoplasmosis/gen_info/pregnant.html
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3625078/
  • https://www.marchofdimes.org/pregnancy/mercury.aspx
  • https://www.familyeducation.com/pregnancy/things-avoid-while-pregnant/physically-strenuous-or-hazardous-work-during-pregnancy

Sebelumnya

Bolehkah Ibu Hamil Makan Mie Ayam? Ini Penjelasannya!
Debora • 24 Mar 2022

Selanjutnya

17 Makanan Penambah Darah untuk Ibu Hamil, Bye Anemia!
Chrismonica • 28 Mar 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT