ADVERTISEMENT

KESEHATAN UMUM
26 Oktober 2022

Waspada, Ini 8 Jenis Makanan Penyebab Tipes yang Wajib Dihindari

Terpenting adalah mengonsumsi makanan yang bersih dan matang
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Tipes sangat dipengaruhi oleh makanan yang Moms konsumsi. Dengan mengenali makanan penyebab tipes, Moms dapat lebih cermat dalam memilih makanan.

Tipes (tifus) atau yang disebut juga dengan demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi.

Tipes cukup jarang terjadi di negara maju karena mereka memiliki kesadaran kebersihan yang tinggi.

Sementara di negara berkembang, ada banyak makanan penyebab tipes yang perlu diwaspadai.

Bahkan, tipes juga masih menjadi ancaman kesehatan yang serius di negara berkembang, terutama bagi anak-anak.

Makanan penyebab tipes umumnya adalah makanan yang kurang matang atau makanan mentah.

Alhasil, bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang tidak sehat tersebut.

ADVERTISEMENT

Saat terinfeksi, Moms bisa mengalami gejala, seperti demam tinggi sakit kepala, sakit perut, dan sembelit atau diare.

Pasien tipes juga biasanya akan berkeringat di malam hari.

Hal ini sebagai bentuk perlawanan, tubuh akan berusaha menurunkan suhu internalnya.

ADVERTISEMENT

Otak akan memerintahkan kelenjar keringat untuk mengeluarkan cairan lewat pori-pori supaya suhu tubuh kembali normal.

Kebanyakan orang yang mengalami tipes akan merasa lebih baik beberapa hari setelah mereka memulai pengobatan antibiotik.

Namun, sejumlah kecil dari mereka bisa saja meninggal karena komplikasi.

Oleh karena itu, Moms tidak boleh menyepelekan penyakit ini dan mewaspadai makanan penyebab tipes.

Baca Juga: Mengenal Diwali, Festival Keagamaan di India yang Diperingati pada 24 Oktober 2022!

Apakah Tipes Berbahaya?

Salah satu bahaya yang kerap terjadi disebabkan oleh penyakit tifus adalah perdarahan atau timbulnya lubang pada usus. Masalah ini biasanya terjadi pada minggu ketiga saat penyakit ini terjadi.

Kondisi ini menyebabkan usus halus atau usus besar berlubang.

Isi dari usus bocor ke lambung sehingga menimbulkan rasa sakit pada perut, mual, muntah, hingga sepsis.

WHO bahkan memperkirakan bahwa terjadi sekitar 11-20 juta kasus demam tifoid per tahun, yang mengakibatkan sekitar 128.000-161.000 kematian per tahun.

Ini menandakan bahwa meski umum terjadi, tetap ada bahaya komplikasi dari tipes yang tak bisa dianggap remeh. 

ADVERTISEMENT

Scroll untuk melanjutkan

Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, bakteri penyebab tipes bisa berkembang biak dan menyerang kantung empedu, saluran empedu, hati, hingga usus. 

Kematian akibat tipes biasanya terjadi karena infeksi yang berlebihan hingga menimbulkan komplikasi, seperti pneumonia, perdarahan usus, perforasi usus.

Baca Juga: Hari Polio Sedunia 2022: Yuk, Berikan Imunisasi Polio pada Anak Sesuai Jadwalnya!

Ini Makanan Penyebab Tipes

Foto: Salmon (Orami Photo Stock)

Salah satu cara mencegah penyakit tipes dengan memerhatikan makanan yang Moms konsumsi.

Pastikan Moms mengonsumsi makanan bersih dan sehat setiap hari.

ADVERTISEMENT

Jangan sampai Moms salah memilih makanan yang bisa saja menyebabkan tipes atau membuatnya semakin parah.

Mengutip dari National Health Service UK berikut ini adalah beberapa makanan penyebab tipes yang harus dihindari:

1. Makanan Mentah

Makanan penyebab tipes pertama adalah makanan mentah apa pun jenisnya.

Jika Moms berkunjung ke suatu daerah di mana kasus tipes sering terjadi, maka pastikan Moms untuk mengonsumsi makanan yang sudah diolah dengan benar dan dimasak hingga matang.

Hindari mengonsumsi makanan mentah seperti sayuran, ikan, atau daging lainnya.

Jika Moms ragu akan kebersihannya, sebaiknya jangan dimakan.

Selain itu, sayuran atau makanan mentah lainnya juga bisa saja terpapar bakteri setelah dicuci dengan air yang mengandung bakteri.

ADVERTISEMENT

Atau terpapar bakteri dari tangan pedagangnya yang kurnag bersih.

Jadi pastikan pesan makanan yang sudah matang dan terjamin kebersihannya, ya, Moms!

2. Air Mentah

Moms juga perlu waspada akan air yang Moms konsumsi.

Pastikan air tersebut adalah air bersih.

Jika sedang berada di kota atau negara lain, sebaiknya beli air putih kemasan yang terjamin kebersihannya.

Hindari juga mengonsumsi minuman yang diberikan batu es dari sumber air yang tidak jelas.

Sebab, bisa saja es yang dibuat berasal dari air yang kurang higienis.

ADVERTISEMENT

3. Susu yang Tidak Diproses

Makanan penyebab tipes selanjutnya adalah susu yang tidak dipasteurisasi atau yang tidak dimasak.

Sebab, di dalam susu sapi yang masih mentah tersebut masih mungkin terdapat berbagai bakteri penyebab penyakit, seperti salah satunya penyebab tipes.

Moms juga tidak boleh mengonsumsi makanan olahan dari susu yang berasal dari susu mentah.

Baca Juga: 7 Cara Makeup Natural untuk Pemula dan Langkah Merawat Kulit agar Riasan Semakin Sempurna

4. Tepung Mentah

Makanan penyebab tipes selanjutnya adlaah tepung mentah.

Saat menggunakan tepung untuk membuat olahan makanan, sebaiknya jangan mencicipi adonan tepung tersebut sebelum dimasak dengan matang.

Karena tepung mentah mengandung bakteri salmonella, sehingga menyebabkan penyakit tipes. 

Pastikan mengolah makanan berbahan dasar tepung hingga matang, untuk menghindari keracunan makanan.

5. Makanan Laut

Makanan penyebab tipes selanjutnya adalah makanan laut.

Bagi sebagian orang, makanan laut juga bisa mengakibatkan alergi dan keracunan.

Apalagi jika mengonsumsi makanan laut yang masih mentah atau setengah matang.

Moms bisa menghindari makanan laut seperti udang, kepiting, kerang, tiram, dan kerang.

Makanan Penyebab Tipes Makin Parah

Foto: Cabai (Orami Photo Stock)

Selain beberapa makanan penyebab tipes di atas, berikut ini juga terdapat beberapa makanan yang bisa memperparah gejala tipe sehingga perlu dihindari:

6. Makanan Tinggi Serat

Makanan penyebab tipes semakin parah yang pertama adalah makanan tinggi serat.

Makanan dengan kandungan serat yang tinggi, misalnya sereal whole grains oatmeal, roti gandum, dan sayuran segar seperti salad harus dihindari dahulu sementara.

Pasalnya, asupan makanan tinggi serat akan memperberat kerja sistem pencernaan yang sedang sakit.

7. Kubis dan Cabai

Makanan jenis kubis dan kol dan jenis capsicum (seperti paprika dan cabai), serta jenis lobak.

Makanan-makanan ini bisa menimbulkan keluhan perut kembung.

8. Makanan Berminyak

Makanan berminyak seperti makanan pedas, dan rempah semacam lada, bubuk cabai dan sebagainya juga sebaiknya dihindari agar tidak memperparah radang di saluran cerna.

Baca Juga: 3 Cara Membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba dan Biayanya

Tips Makan Sehat untuk Orang yang Sakit Tipes

Foto: Jus Buah

Ketika terkena tipes, Moms mungkin merasakan gejala berupa demam dan tidak nafsu makan.

Dalam kondisi ini, Moms tetap harus makan demi memulihkan kondisi kesehatan.

Lakukan tips di bawah ini.

  • Konsumsi makanan yang cair seperti jus buah dan sayur ketika tidak nafsu makan.
  • Makan dalam porsi sedikit, tapi sering.
  • Perlahan naikkan tekstur makanan Moms, seiring dengan kondisi kesehatan yang membaik.
  • Ganti makanan cair dengan yang lunak, seperti bubur atau kentang rebus tumbuk.
  • Ketika gejala tipes mulai berkurang, mulai makan makanan yang telah disebutkan di atas dengan tekstur normal.

Meski sedang sakit tipes, mungkin keinginan untuk jajan di pedagang kaki lima tetap ada.

Terlebih lagi, jajanan pinggir jalan kerap menggugah selera ketimbang “makanan orang sakit”, seperti bubur.

Namun, jajan sembarangan justru menjadi pantangan paling utama dan pertama saat Moms sakit tipes.

Pantangan ini juga bahkan tetap harus dilanjutkan setelah Anda sembuh sekalipun.

Jajan sembarangan tidak dianjurkan karena Moms tidak pernah tahu bagaimana cara si pedagang menyiapkan memasak, menghidangkan masakannya, sampai caranya membersihkan peralatan masaknya.

Moms juga tidak bisa tahu apakah ia sudah cuci tangan atau bahan makanan yang dipakainya benar-benar sehat dan segar atau tidak.

Penyakit tipes memang dapat sembuh dengan sendirinya. Meski begitu, pemilihan makanan dan minuman yang tepat berperan penting dalam proses pemulihan.

Baca Juga: Begini Cara Menyimpan ASI yang Benar agar Kualitas ASI Tetap Terjaga dengan Baik

Cara Mencegah Tipes

Foto: Cuci Tangan

Nyatanya, memang tersedia vaksin untuk tipes, tetapi ia tidak mampu memberikan perlindungan lengkap.

Oleh karena itu, ikuti panduan ini saat bepergian ke daerah berisiko tinggi terkena tipes:

1. Cuci Tangan

Sering mencuci tangan dengan air sabun yang panas adalah cara terbaik untuk mengendalikan infeksi.

Cuci sebelum makan atau menyiapkan makanan dan setelah menggunakan toilet.

Bawalah pembersih tangan berbasis alkohol untuk saat-saat ketika air tidak tersedia.

2. Hindari Minum Air Mentah

Air minum yang tercemar merupakan masalah khusus di daerah endemik demam tifoid.

Oleh karena itu, minumlah hanya air kemasan atau minuman berkarbonasi kaleng atau botolan, anggur, dan bir.

Air minum dalam kemasan berkarbonasi lebih aman daripada air minum dalam kemasan yang tidak berkarbonasi.

3. Hindari Buah dan Sayuran Mentah

Seperti yang disebutkan sebelumnya, produk mentah mungkin telah dicuci dengan air yang terkontaminasi, hindari buah dan sayuran yang tidak bisa dikupas, terutama selada.

Agar benar-benar aman, Moms mungkin perlu menghindari makanan mentah sepenuhnya.

4. Pilih Makanan Panas

Hindari makanan yang disimpan atau disajikan pada suhu kamar.

Mengukus makanan panas adalah yang terbaik.

Meskipun tidak ada jaminan bahwa makanan yang disajikan di restoran terbaik aman, yang terbaik adalah menghindari makanan dari pedagang kaki lima yang kemungkinan besar akan terinfeksi.

Baca Juga: 10+ Rekomendasi Oven Listrik Terbaik dengan Harga di Bawah Rp1 Juta dan Watt Rendah!

Cara Mengobati Tipes

Foto: Obat-obatan

Terapi antibiotik adalah satu-satunya pengobatan yang efektif untuk mengatasi tipes.

Nah, antibiotik yang biasa diresepkan antara lain:

1. Ciprofloxacin (Cipro)

Di Amerika Serikat, dokter sering meresepkan ini untuk orang dewasa yang tidak hamil.

Obat serupa lainnya yang disebut ofloxacin juga dapat digunakan.

Sayangnya, banyak bakteri Salmonella typhi tidak lagi rentan terhadap antibiotik jenis ini, terutama strain yang ditemukan di Asia Tenggara.

2. Azitromisin (Zithromax)

Ini dapat digunakan jika seseorang tidak dapat menggunakan ciprofloxacin atau bakteri resisten terhadap ciprofloxacin.

Baca Juga: Wisata Pantai Klayar di Pacitan: Rute, Lokasi, dan Harga Tiket

3. Seftriakson

Antibiotik suntik ini merupakan alternatif pada infeksi yang lebih rumit atau serius dan untuk orang yang mungkin bukan kandidat untuk ciprofloxacin, seperti anak-anak.

Obat-obatan ini dapat menyebabkan efek samping, dan penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan perkembangan bakteri resisten antibiotik.

Oleh karena itu, pastikan untuk mengonsumsinya sesuai petunjuk dokter.

4. Cotrimoxazole

Cotrimoxazole adalah obat antibiotik untuk tipes golongan sulfonamide yang terdiri dari kombinasi trimethoprim dan sulfamethoxazole.

Antibiotik untuk tipes ini bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab tipes. Cotrimoxazole tersedia dalam bentuk tablet dan suspensi (cair) untuk dikonsumsi langsung dengan air.

Penanganan tipes umumnya bisa dilakukan di rumah, dengan pemberian antibiotik selama minimal 7-14 hari.

Gejala biasanya akan membaik dalam 2-3 hari setelah mengonsumsi antibiotik.

Baca Juga: Cedera Bahu: Gejala, Penyebab, dan Langkah Pengobatan serta Pemulihan yang Dapat Dilakukan

Itulah penjelasan tentang makanan penyebab tipes yang perlu dipahami. Jaga kesehatan Moms dan keluarga, ya!

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/typhoid-fever/diagnosis-treatment/drc-20378665
  • https://www.nhs.uk/conditions/typhoid-fever/causes/
  • https://www.healthline.com/nutrition/typhoid-diet
  • https://www.cdc.gov/typhoid-fever/sources.html
  • https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/typhoid

Sebelumnya

Fakta tentang Kista Payudara, Apa Bedanya dengan Tumor?
Dresyamaya Fiona • 26 Okt 2022

Selanjutnya

6 Penyebab Cedera Tendon Achilles, Salah Satunya Pemakaian High Heels!
Rhea • 26 Okt 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT