ADVERTISEMENT

JALAN-JALAN
31 Mei 2022

Museum Tekstil, Mengenal Beragam Kain Tenun dan Batik Aneka Motif dari Seluruh Indonesia

Penasaran apa saja yang ada di Museum Tekstil? Cek di sini, yuk!

Foto: mitramuseumjakarta.org

Artikel ditulis oleh Nurul Aulia Ahmad
Disunting oleh Aprillia

Museum Tekstil merupakan salah satu museum yang bisa ditemukan di Jakarta, tepatnya di Jakarta Barat.

Museum yang pada tahun 2019 lalu dikunjungi oleh member NCT Dream ini memiliki dua gedung pameran utama yaitu Gedung Pameran Tetap dan Gedung Pameran Temporer.

Museum Tekstil memiliki visi sebagai institusi yang menjadi pusat pelestarian budaya, media aktivitas ilmiah, seni budaya, penunjang pendidikan, serta media informasi dan sebagai rekreasi edukatif.

Adapun tujuan dari pembangunan museum ini, yaitu sebagai pelestarian budaya pertekstilan di Indonesia.

Selain itu juga untuk penelitian dan penyajian informasi kepada masyarakat guna dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat secara luas.

Baca Juga: 5+ Pasar di Solo yang Wajib Dikunjungi, Ada Pusat Batik Murah!

Sejarah Museum Tekstil

ADVERTISEMENT

Foto: Sejarah Museum Tekstil

Foto: mitramuseumjakarta.org

Dalam sejarahnya, gedung yang sekarang digunakan sebagai museum ini dahulu merupakan rumah pribadi seorang warga keturunan Perancis yang hidup di abad ke-19.

ADVERTISEMENT

Namun gedung ini kemudian dijual pada seorang anggota konsulat Turki bernama Abdul Aziz Al Musawi Al Katiri.

Dilansir dari Mitra Museum Jakarta setelah dibeli, beberapa waktu kemudian gedung ini dijual kembali, dan berubah kepemilikan, sehingga dijadikan Markas Besar Barisan Keamanan Rakyat (BKR) pada saat menjelang kemerdekaan Indonesia tahun 1945.

Setelah Indonesia merdeka, tahun-tahun berikutnya gedung ini sering berubah alih fungsi, seperti menjadi gedung kantor Departemen Sosial dan asrama karyawan.

Pada tahun 1975, gedung ini diserahkan kepada Pemerintah DKI Jakarta dan dijadikan sebagai Museum Tekstil.

Lalu pada tahun berikutnya, barulah gedung Museum Tekstil diresmikan oleh Ibu Tien Soeharto, tepatnya pada tanggal 28 Juni 1976.

Di tahun 1985, seiring bertambahnya koleksi museum, dua gedung tambahan pun dibangun.

Gedung-gedung yang dibangun tersebut digunakan sebagai ruang perawatan, ruang penyimpanan koleksi, ruang pengenalan wastra, auditorium, perpustakaan, dan kantor.

Pada tanggal 2 Oktober 2010, setelah batik dianggap sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan budaya tak benda, diresmikanlah Galeri Batik Indonesia di Museum Tekstil, yang bekerja sama dengan Yayasan Batik Indonesia dan menyajikan koleksi Batik dari seluruh Indonesia.

Baca Juga: 8 Inspirasi Model Gamis Batik Kekinian untuk Segala Suasana

Isi Museum Tekstil

ADVERTISEMENT

Scroll untuk melanjutkan

Foto: Isi Museum Tekstil

Foto: instagram.com/museum_tekstiljkt

Museum Tekstil di Jakarta Barat ini menjadi museum pertekstilan yang terbesar di Indonesia.

Sehingga sudah pasti memiliki koleksi yang terhitung banyak, yakni sekitar 1.000 buah koleksi.

Keistimewaan museum ini terletak pada koleksi-koleksinya yang kebanyakan merupakan koleksi tekstil tradisional Indonesia.

Setiap koleksi tekstil dalam museum dikelompokkan dalam empat bagian, yakni:

  • Koleksi kain tenun
  • Koleksi kain batik
  • Koleksi peralatan
  • Koleksi campuran

Setiap pengunjung dapat menyaksikan aneka jenis kain batik bermotif geometris sederhana hingga yang bermotif rumit, seperti batik Yogyakarta Pekalongan, Madura, Solo, Cirebon, Palembang, dan Riau.

Di tempat ini, Moms juga bisa menyaksikan bendera Keraton Cirebon yang merupakan pameran pilihan, karena memiliki usia tertua diantara koleksi lainnya.

ADVERTISEMENT

Bendera tersebut terbuat dari bahan kapas yang dibatik tulis dan dihias dengan kaligrafi Arab.

Bendera yang mirip plakat tersebut konon merupakan peninggalan bersejarah yang sangat disakralkan di Istana Cirebon.

Hal Menarik di Museum Tekstil

Foto: Hal Menarik di Museum Tekstil

Foto: instagram.com/museum_tekstiljkt

Berikut beberapa aktivitas dan hal menarik yang bisa ditemukan di Museum Tekstil dan sekitarnya, meliputi:

1. Taman Pewarna Alam

ADVERTISEMENT

Selain memamerkan koleksi pertekstilan, di museum ini juga terdapat sebuah taman di halaman belakang yang diberi nama Taman Pewarna Alam.

Taman yang memiliki luas 2.000 meter persegi ini dihiasi pepohonan rindang yang seringkali digunakan sebagai bahan baku pewarna dari bahan alam.

Terdapat tujuan dari penanaman pohon-pohon yang ditemukan di tempat wisata ini.

Yaitu untuk mendidik masyarakat guna mengenal dan mengetahui jenis pohon-pohon yang dapat digunakan sebagai bahan baku pewarna alam.

Baca Juga: Mengenal 5 Motif Batik Lampung dan Filosofi di Baliknya

2. Workshop Batik

Selain menikmati koleksi-koleksi yang ditampilkan, di sini juga dapat dilakukan kegiatan membatik.

Workshop membatik ini dilaksanakan bersamaan dengan hari-hari buka museum.

Biasanya, kegiatan membatik ini dilaksanakan di sebuah pendopo yang terletak di halaman paling belakang Museum Tekstil.

ADVERTISEMENT

Semua bahan bangunan pendopo tersebut terbuat dari kayu dengan cat berwarna cokelat tua.

Semilir angin yang sejuk dan suasana yang sunyi dapat membuat kegiatan membatik menjadi lebih tentram dan fokus.

Untuk dapat mengikuti workshop ini, pengunjung dapat dikenakan harga tiket sekitar Rp40.000.

Hal menariknya adalah, setelah mengikuti kegiatan membatik, hasil karya kita tersebut dapat dibawa pulang.

3. Perpustakaan

Di museum ini juga terdapat perpustakaan yang bisa menjadi tempat untuk menambah ilmu dan informasi seputar tekstil.

Alamat, Jam Operasional dan Harga Tiket Masuk Museum Tekstil

Foto: Alamat, Jam Operasional dan Harga Tiket Masuk Museum Tekstil

Foto: mitramuseumjakarta.org

Museum Tekstil beralamat di Jalan K.S. Tubun, Kota Bambu Selatan No. 4 Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.

Museum ini tutup setiap hari Senin, dan buka mulai hari Selasa-Minggu pukul 09.00-16.00 WIB.

Untuk masuk ke dalam museum, pengunjung hanya perlu membayar tiket dengan harga Rp5.000 untuk dewasa, Rp3.000 untuk mahasiswa, dan Rp2.000 untuk anak-anak.

Transportasi ke Museum Tekstil

Foto: Transportasi ke Museum Tekstil

Foto: mitramuseumjakarta.org

Untuk dapat mencapai museum ini, Moms bisa menaiki transportasi umum, seperti Transjakarta, angkot, dan KRL Commuter Line.

Jika menggunakan angkot, Moms bisa mengambil angkot jurusan Tanah Abang untuk dapat langsung sampai tepat di depan museum.

Bila menaiki Transjakarta, Moms dapat mengambil arah Grogol, lalu turun di SLIPI dan naik angkot biru M09 arah pasar Kebayoran-Tanah Abang, dan dapat langsung berhenti tepat di depan museum.

Jika naik KRL, dapat turun di Stasiun Tanah Abang. lalu berjalan melewati jembatan menuju museum.

Itu dia Moms, sejarah, hal menarik, dan harga tiket Museum Tekstil. Yuk, segera kunjungi bersama keluarga!

  • http://encyclopedia.jakarta-tourism.go.id/post/Museum-Tekstil?lang=id
  • https://www./history/tekstil
  • https://dinaskebudayaan.jakarta.go.id/museum/07/2021/museum-tekstil-17-22-17-19-17-66-17-19

Sebelumnya

Yuk, Kunjungi Museum Seni Rupa dan Keramik, Lihat Apa Saja Koleksi Menarik di dalamnya!
Nurul Aulia Ahmad • 31 Mei 2022

Selanjutnya

5 Tempat Glamping Ciwidey dengan Suasana Sejuk dan Pemandangan yang Asri, Bikin Betah!
Merna • 01 Jun 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT