ADVERTISEMENT

NEWBORN
28 Oktober 2022

Iritasi Kulit pada Bayi, Berikut Penyebab dan Pengobatannya

Segera atasi agar Si Kecil tidak rewel dan menangis terus
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Moms perlu memahami apa saja penyebab dan bagaimana cara mengatasi iritasi kulit pada bayi.

Ketika Moms sudah memiliki bayi, pasti tahu bahwa kulit bayi sangat sensitif dan rentan terhadap berbagai masalah kulit.

Perlu Moms ketahui, kulit bayi yang baru lahir mengalami proses adaptasi bertahap terhadap lingkungan ekstrauterin di mana perawatan khusus diperlukan.

“Kulit adalah organ tubuh terbesar, dan fungsinya sangat penting bagi kesehatan sistem organ lainnya," kata Dr. Mark Koh Jean Aan, Kepala dan Konsultan, Layanan Dermatologi Anak, KK Women's and Children's Hospital (KKH).

Kulit bayi ini masih sensitif, tipis dan rapuh, dengan pH netral pada permukaan kulit, yang secara signifikan mengurangi perlindungan terhadap pertumbuhan bakteri yang berlebihan.

Berdasarkan jurnal Children and Newborn Skin Care and Prevention kandungan lemak pada kulit bayi lebih rendah, tetapi memiliki kadar air yang lebih tinggi.

Selain itu, kulit bayi juga lembut karena stratum korneum lebih tipis, bagian epidermis dan dermis lebih tipis daripada milik kulit orang dewasa.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: 9 Penyakit Kulit pada Bayi dan Cara Mengatasinya, Cari Tahu Yuk Moms!

Gejala Iritasi Kulit pada Bayi

Foto: Tanda Kulit Bayi Iritasi (parents.com)

ADVERTISEMENT

Iritasi kulit memiliki gejala yang sangat mudah dikenali. Hal ini karena kulit merupakan bagian tubuh terluar dan yang paling besar dibanding organ lainnya.

Ini dia gejala yang mungkin dialami Si Kecil saat kulit mereka iritasi:

  • Kulit kemerahan
  • Timbul bercak-bercak di kulit
  • Bayi merasa gatal sehingga terus menggerakkan tangan/kaki dan menggaruk kulitnya

Selain itu, iritasi juga dapat berkembang menjadi ruam dan bisa melepuh.

Biasanya, Si Kecil akan merasa tidak nyaman saat kulitnya iritasi sehingga lebih mudah rewel atau sering menangis.

ADVERTISEMENT

Penyebab Iritasi Kulit pada Bayi

Maka tidak heran jika kulit Si Kecil ini rentan sekali terhadap berbagai masalah iritasi kulit, mulai dari yang ringan hingga berat.

Lalu apa sebenarnya penyebab iritasi kulit pada bayi? Yuk kita cari tahu Moms.

1. Tidak Menjaga Kebersihan Kulit Bayi

Foto: Memandikan Bayi Baru Lahir (babycenter.in)

Menjaga kebersihan kulit bayi dengan baik sangat penting untuk mendapat kesehatan secara keseluruhan.

Membersihkan kulit bayi akan membantu menjaga kulit bebas dari zat-zat yang tidak diinginkan, termasuk iritasi (air liur sekresi hidung, urin, feses, dan enzim feses), kotoran, dan kuman.

Namun jika Moms tidak membersihkan kulit anak dengan baik, terlebih pada bagian lipatan-lipatan kulit bayi besar kemungkinannya akan timbuh iritasi pada kulit Si Kecil yang masih sensitif.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Bayi Rewel Karena Kulit Gatal? Ini 6 Cara Mengatasinya!

2. Pewangi dan Pengawet dalam Produk Bayi

Foto: Mainan Mandi Bayi (Orami Photo Stock)

Pewangi dan pengawet yang biasa ditemukan pada tisu bayi kosmetik, atau produk perawatan kulit bayi lainnya adalah beberapa penyebab paling umum iritasi kulit pada anak-anak di Australia.

Sebuah studi baru, yang diterbitkan dalam Australasian Journal of Dermatology mengatakan anak-anak yang dicurigai mengalami alergi kulit harus diuji-tempel untuk 30 alergen yang paling umum dan alergen potensial yang diidentifikasi dalam penelitian mereka.

Lima reaksi uji tempel relevan yang paling umum adalah campuran pewangi, pengawet (yang biasa digunakan pada tisu basah, sabun cair, sampo, kosmetik dan mainan slime), colophonium resin tanaman, aroma lain (myroxylon pereriae) ditemukan dalam kosmetik dan makanan, dan nikel sulfat.

3. Hormon

Foto: Ibu Menyusui Bayi (Orami Photo Stock)

Beberapa ahli percaya bahwa beberapa penyebab iritasi kulit pada bayi adalah akibat hormon pada ibu.

ADVERTISEMENT

Paparan tersebut dapat terjadi saat bayi berada di dalam rahim, atau paparan tersebut dapat terjadi melalui menyusui.

Tapi jangan biarkan itu mengubah cara Moms memberi makan bayi yang baru lahir. Bahkan jika hormon dalam ASI menyebabkan iritasi kulit pada bayi, itu bukan kondisi serius dan biasanya akan mereda dengan sendirinya.

Baca Juga: 6 Penyebab Bentol Berair pada Kulit Bayi dan Cara Mengatasinya, Catat!

4. Ketidakseimbangan Probiotik

Foto: Roti Handmade (Orami Photo Stock)

Penyebab iritasi kulit pada bayi selanjutnya bisa terjadi karena ketidakseimbangan probiotik.

Probiotik adalah bakteri bermanfaat yang dibutuhkan manusia di perut untuk mencerna makanan dengan baik.

Ketika bayi masih sangat muda, mereka masih berusaha mendapatkan bakteri yang tepat dan menjaga keseimbangan mereka di dalam perutnya.

ADVERTISEMENT

Beberapa peneliti mengatakan bahwa ketidakseimbangan probiotik merupakan penyebab sebenarnya dari iritasi kulit, berupa jerawat.

5. Reaksi Obat

Foto: Bayi Menangis (Orami Photo Stock)

Obat-obatan tertentu juga berpotensi menyebabkan iritasi kulit pada tubuh bayi.

Jika Si Kecil mengalami ruam atau jerawat seperti setelah sakit atau setelah konsumsi obat, segera konsultasikan dengan dokter untuk mengatasinya, Moms.

Kondisi ini bisa membuat Si Kecil tidak nyaman sehingga ia akan menangis terus-menerus.

Baca Juga: Yuk, Ketahui Masalah dan Merawat Kulit Sensitif Bayi Baru Lahir

6. Alergi Makanan

ADVERTISEMENT

Foto: Sandwich Roti, Selai Kacang, dan Pisang (Orami Photo Stock)

Jika Moms sudah menghilangkan penyebab iritasi kulit pada bayi, tetapi ruam masih bermunculan, maka alergi makanan bisa menjadi penyebabnya.

"Telur dan susu adalah penyebab utama alergi makanan pada anak-anak yang masih sangat kecil, tetapi alergi gandum, kedelai, dan kacang tanah juga bisa," kata Robert Sidbury, kepala divisi dermatologi anak di Rumah Sakit Anak Seattle.

Seiring bertambahnya usia anak-anak, kacang dan makanan laut (seafood) bisa menjadi masalah, bersama dengan alergi lingkungan seperti rumput, pohon, dan tungau debu, tetapi tidak ada aturan yang tegas tentang kapan alergen dapat berkembang.

7. Riwayat Alergi dalam Keluarga

Foto: Menggunakan Obat Krim untuk Bayi (laroche-posay.ie)

Penyebab iritasi kulit yang dialami bayi berikutnya, yakni adanya riwayat alergi dalam keluarga.

Dengan kata lain, apabila salah satu anggota keluarga Moms ada yang rentan terhadap iritasi kulit, Si Kecil mungkin berpotensi mengalaminya.

Beberapa jenis iritasi kulit yang bisa terjadi karena adanya pengaruh genetik ialah dermatitis atopik dan eksim.

Selain dari faktor keturunan, pengaruh lingkungan juga bisa memicu iritasi kulit pada bayi. Misalnya, Si Kecil mengalami eksim sebagai reaksi alergi atau iritasi terhadap paparan zat tertentu.

Dalam hal ini, iritasi kulit tersebut dinamakan sebagai dermatitis kontak. Bayi pun akan mengalami rasa gatal yang hebat pada kulit, berkembang menjadi ruam, hingga lepuh.

Pemicu umum dari reaksi alergi ini bisa saja datang dari paparan:

  • Logam atau nikel
  • Wewangian
  • Getah
  • Desinfektan
  • Pestisida
  • Deterjen
  • Sabun
  • Tanaman

Baca Juga: Kulit Bayi Kering? Rawat Yuk Moms agar Kembali Halus dan Lembut

Cara Mengatasi Iritasi Kulit Bayi

Apabila Moms sudah mengetahui gejala dan kemungkinan penyebab iritasi kulit bayi, sebaiknya segera melakukan pengobatan agar Si Kecil tetap nyaman dan tak semakin parah.

Berikut tips yang dapat Moms lakukan dalam mengatasi iritasi kulit Si Kecil.

1. Hindari Pemicu Alergi

Foto: Deterjen Bayi (Orami Photo Stock)

Cara paling mudah dalam mengatasi iritasi kulit, yakni dengan menghindari paparan zat atau pemicu alergi.

Misalnya, sabun, deterjen, atau parfum yang dapat mengiritasi kulit dan membuat Si Kecil lebih rentan terhadap ruam kulit.

Jadi, sebaiknya hindari penggunaan pembersih kimia dan pilihlah produk khusus bayi yang sudah teruji hipoalergenik.

2. Gunakan Pelembap

Foto: Memijat Bayi (todaysparent.com)

Saat alergi atau iritasi, kulit bayi biasanya akan terasa sangat gatal, panas, atau perih.

Oleh karena itu, Moms perlu mengoleskan pelembap hipoalergenik setelah memandikan bayi.

Penggunaan pelembap dapat membantu Si Kecil merasa nyaman dan mencegah kulit kering. Pelembab juga bisa melindungi kulit dari iritasi.

Moms bisa membeli pelembap khusus bayi atau lebih baik lagi, konsultasikan dahulu pada dokter produk manakah yang aman untuk Si Kecil.

Baca Juga: 3+ Tips Memilih Pelembap untuk Mengatasi Kulit Kering pada Bayi, Catat!

3. Jaga Kebersihan Si Kecil

Foto: Bayi Mengenakan Popok (Orami Photo Stock)

Kebersihan merupakan kunci dalam mengatasi masalah kulit. Maka, Moms harus ekstra perhatian dengan kulit Si Kecil.

Pastikan Moms mengganti popok sesering mungkin dan menerapkan kebersihan yang baik untuk mencegah ruam popok.

Selain itu, bersihkan tubuh bayi dari keringat dan kotoran yang mungkin dapat memicu iritasi kulit dengan menggunakan sampo, losion, dan sabun bebas pewangi.

Hindari membiarkan anak mengenakan pakaian ketat yang dapat mengiritasi kulit. Potong juga kuku Si Kecil dengan rutin untuk mencegah luka goresan dan kerusakan kulit.

4. Rutin Bersihkan Kamar

Foto: Kamar Bayi (Orami Photo Stock)

Penting juga bagi Moms untuk selalu membersihkan kamar tidur sehingga iritasi kulit Si Kecil tak semakin parah dan mencegah kekambuhan.

Bersihkanlah semua debu yang ada di kamar. Cuci juga tempat tidur bayi dengan air panas setiap minggunya untuk mengurangi kemungkinan tungau atau kutu kasur.

Baca Juga: 3+ Cara Menjemur Bayi yang Benar untuk Mengindari Iritasi Kulit, Catat!

5. Obat Antihistamin

Foto: Bayi Memakai Bedak (Orami Photo Stock)

Apabila iritasi kulit pada bayi tak kunjung teratasi, Moms juga bisa menggunakan antihistamin topikal atau obat antihistamin oral untuk meredakan gatal dan ruam.

Namun, sebaiknya Moms berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak agar tepat guna karena obat-obatan untuk bayi tak boleh sembarangan.

Itu dia Moms beberapa kemungkinan penyebab iritasi kulit pada bayi. Semoga informasinya dapat bermanfaat sehingga Moms bisa merawat kesehatan kulit bayi dengan tepat.

  • http://www.scielo.br/scielo.php?script=sci_arttext&pid=S0365-05962011000100014&lng=en&nrm=iso&tlng=en
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/322484
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/is-eczema-hereditary

Sebelumnya

10 Tips Mudah Perawatan Kulit Bayi Baru Lahir, Bantu Cegah Iritasi Kulit!
Dresyamaya Fiona • 27 Okt 2022

Selanjutnya

Cara Membuat Akta Kelahiran Online dan Offline, Bisa untuk Single Parent!
Defara Millenia • 28 Okt 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT