ADVERTISEMENT

DI ATAS 5 TAHUN
24 Juli 2022

Indikator Perkembangan Kognitif Anak dari Lahir hingga Usia 12 Tahun, Moms Wajib Tahu!

Moms perlu memantau bagaimana anak mengembangkan kemampuan berpikir sesuai usianya
Artikel ditulis oleh Nurul Aulia Ahmad
Disunting oleh Aprillia

Perkembangan kognitif tidak hanya dilihat dari kemampuan menghapal atau prestasi akademik semata, tapi juga dari kemampuan berpikir kritis, fokus, memproses informasi, menganalisa, memecahkan masalah, serta memahami konsep sebab dan akibat.

Walau kemampuan kognitif setiap anak berbeda, secara umum ada tonggak perkembangan yang akan dicapai dalam rentang usia tertentu.

Anak yang tertinggal dari teman sebayanya juga bisa segera dievaluasi dan diberikan intervensi jika ada gangguan belajar atau masalah kognitif lainnya.

Untuk informasi lebih lengkap, yuk simak selengkapnya pada artikel ini!

Baca Juga: Kenali Jenis-Jenis Bullying yang Mungkin Dialami Anak dan Contoh Tindakan Perundungannya

Apa itu Perkembangan Kognitif?

Foto: Apa Itu Perkembangan Kognitif?

ADVERTISEMENT

Foto: anak sedang belajar (Orami Photo Stock)

Anak-anak tumbuh dan berkembang pesat dalam lima tahun pertama hidup mereka mereka dalam empat bidang utama perkembangan, yaitu perkembangan motorik (fisik), bahasa dan komunikasi kognitif, dan sosial.

Perkembangan kognitif merupakan cara anak-anak berpikir, mengeksplorasi dan mencari tahu.

ADVERTISEMENT

Ini adalah pengembangan pengetahuan, keterampilan, pemecahan masalah dan disposisi, yang membantu anak-anak untuk berpikir dan memahami dunia di sekitar mereka.

Sebagai orang tua, penting untuk mendorong perkembangan kognitif anak segera setelah ia lahir karena hal tersebut memberikan dasar bagi keberhasilan Si Kecil di sekolah dan di kemudian hari.

Baca Juga: Tahapan Pendidikan Seksual untuk Anak Usia Dini hingga Memasuki Masa Pubertas

Teori Perkembangan Kognitif Piaget

ADVERTISEMENT

Foto: Teori Perkembangan Kognitif Piaget

Foto: anak belajar (Orami Photo Stock)

Salah satu teori kognitif yang paling terkenal adalah teori Piaget yang dicetuskan oleh Jean Piaget.

Jean Piaget merupakan psikolog asal Swiss yang pertama membuat studi sistematis tentang pemahaman pada anak-anak.

Dia dianggap oleh banyak orang sebagai tokoh utama dalam perkembangan psikologi abad ke-20.

Melansir dari Simply Psychology menjelaskan bahwa teori perkembangan kognitif oleh Jean Piaget menunjukkan bahwa kecerdasan dapat berubah seiring pertumbuhan anak.

Perkembangan kognitif terjadi melalui interaksi dan peristiwa di lingkungan sekitar, serta anak-anak akan melewati serangkaian tahapan.

ADVERTISEMENT

Terdapat 4 tahap perkembangan dalam teori Piaget, yakni:

  • Tahap sensorimotor (usia 0 hingga 2 tahun).
  • Tahap praoperasional (2 hingga 7 tahun).
  • Tahap operasional konkret (7 hingga 11 tahun).
  • Tahap operasional formal (usia 12 tahun ke atas).

Dari teori tersebut dijelaskan bahwa semua anak melewati tahap yang sama dalam urutan yang sama, namun tidak semua anak memiliki kecepatan yang sama.

Baca Juga: Kenali 4 Jenis Karakter Anak, Tahapan Perkembangan serta Cara Membentuknya Sejak Dini

Indikator Perkembangan Kognitif Anak

Setelah mengetahui definisi dari perkembangan kognitif, berikutnya Moms perlu mengetahui apa saja tahapan perkembangan kognitif pada anak.

Simak tahapan-tahapan tersebut selengkapnya berikut ini Moms.

1. Sejak Lahir hingga Usia 2 Tahun

ADVERTISEMENT

Foto: Sejak Lahir hingga Usia 2 Tahun (Orami Photo Stock)

Foto: anak bayi (Orami Photo Stock)

Selama tahap awal perkembangan kognitif, bayi dan balita memperoleh pengetahuan melalui pengalaman sensorik dan memanipulasi objek.

Seluruh pengalaman anak pada periode awal dari tahap ini terjadi melalui refleks dasar, indera, dan respons motorik.

Adapun karakteristik utama dan perubahan yang terjadi pada perkembangan di tahap ini, meliputi:

  • Anak mengenali dunia melalui gerakan.
  • Anak mempelajari tentang dunia melalui tindakan dasar seperti mengisap, menggenggam, melihat, dan mendengarkan.
  • Anak menyadari bahwa mereka adalah makhluk yang terpisah dari orang-orang dan benda-benda di sekitar mereka.
  • Si Kecil juga menyadari bahwa tindakan mereka dapat menyebabkan memberi akibat di sekitar mereka.

Baca Juga: Mengenal Teori Piaget, 4 Tahapan Perkembangan Kognitif dan Kecerdasan Anak

2. Anak Usia 3–5 Tahun

Foto: Anak Usia 3–5 Tahun (lisaraleigh.com)

Foto: anak dengan usia 3–5 tahun (Orami Photo Stock)

ADVERTISEMENT

Dilansir dari American Psychological Association pada anak dalam tahapan ini, mereka memiliki karakteristik dan perubahan yang meliputi:

  • Anak-anak telah dapat berpikir tentang objek, orang, dan peristiwa tanpa melihatnya.
  • Anak juga masih menganggap mereka adalah pusat dunia dan kesulitan melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain.
  • Anak mulai sering menanyakan banyak pertanyaan.
  • Belajar dengan meniru, mengamati dan mengeksplorasi.
  • Memahami konsep sebab akibat.

Baca Juga: Penting! Ketahui Tahap Perkembangan Emosi Anak dari Bayi hingga Remaja

3. Kelas 1 (Usia 6–7 Tahun)

Foto: Kelas 1 (Usia 6–7 Tahun)

Foto: anak usia 6–7 tahun (Orami Photo Stock)

Di tahun pertama sekolah, Si Kecil akan mulai banyak menjelajahi dunia sekitarnya untuk meningkatkan pemahamannya akan berbagai konsep.

Dilansir dari Stanford Children’s Health berikut tahapan perkembangan kognitif anak dengan usia 6–7 tahun.

  • Memahami konsep angka dan waktu.
  • Belajar dari apa yang dibaca dan didengarnya.
  • Mulai mengembangkan kemampuan berpikir logis dan mengolah informasi.
  • Memahami perintah yang terdiri dari 3 bagian terpisah.
  • Memprediksi pola, serta mengenali dan menciptakan pola sendiri.
  • Menghitung sampai 100 dengan lompatan 2, 5, dan 10 angka.
  • Mengenali simbol angka 0-100, dan tulisan angka 0-20.
  • Bisa melakukan penambahan dan pengurangan dasar sampai 20.
ADVERTISEMENT

Baca Juga: Perkembangan Psikologi Anak dari Bayi hingga Usia Sekolah dan Pola Pengasuhan yang Disarankan

4. Kelas 2 dan 3 (Usia 7–9 Tahun)

Foto: Kelas 2 dan 3 (Usia 7–9 Tahun)

Foto: anak dengan usia 7–9 tahun (today.com)

Perkembangan kognitif anak di tahap ini biasanya ditandai dengan kemampuan menyelesaikan masalah dan berpikir kritis yang meningkat pesat.

Di akhir kelas tiga, umumnya anak sudah menguasai beberapa hal berikut:

  • Melihat alasan dibalik suatu peristiwa/masalah, dan banyak bertanya untuk mengumpulkan informasi.
  • Memahami konsep sebab akibat dan membuat hubungan konsep atau ide lebih mendalam.
  • Melakukan operasi matematika yang lebih sulit, seperti pembagian dan perkalian.
  • Membuat rencana sebelum melakukan sesuatu.
  • Bisa duduk diam dan memperhatikan sesuatu yang menarik selama 30-45 menit.
  • Menggunakan kalimat kompleks dan berbagai jenis kalimat untuk mengungkapkan pikiran atau pendapatnya.

Baca Juga: Mengenal Fase Phallic, Saat Anak Senang Memainkan Alat Kelamin Sendiri

5. Kelas 4 dan 5 (Usia 9–11 Tahun)

Foto: Kelas 4 dan 5 (Usia 9–11 Tahun)

Foto: anak usia 9–11 tahun (Orami Photo Stock)

Dilansir dari Very Well Mind, menurut Jean Piaget, seorang piskolog dan penemu teori Piaget anak pada tahapan usia ini sudah mulai mengembangkan kemampuan baru untuk mengambil kesimpulan dan mengerjakan tugas rumit yang membutuhkan kemampuan menarik kesimpulan.

Di akhir kelas lima, anak umumnya sudah menunjukkan perkembangan kognitif seperti:

  • Mulai memahami pengambilan perspektif, dimana setiap orang memiliki sudut pandang pikiran, dan perasaan yang berbeda.
  • Bisa menjelaskan sebuah konsep atau masalah dari berbagai sudut pandang.
  • Bisa memprediksi konsekuensi dari sebuah tindakan dan merencanakan langkah antisipasi.
  • Mulai aktif mencari informasi dan memperluas wawasan melalui teman, berita, atau sosial media.
  • Mengerti hubungan antara hal abstrak dan hal yang bisa dilihatnya, seperti pengaruh krisis iklim terhadap lingkungan di sekitarnya.

Baca Juga: 5 Tahap Perkembangan Psikoseksual pada Anak yang Menentukan Tumbuh Kembangnya, Catat!

6. Kelas 6 (Usia 11–12 Tahun)

Foto: Kelas 6 (Usia 11–12 Tahun)

Foto: anak usia 11–12 tahun (Orami Photo Stock)

Menjelang akhir sekolah dasar umumnya ukuran otak anak sudah sempurna tapi kemampuan kognitifnya masih akan terus berkembang.

Si Kecil sudah lebih mahir dalam berpikir logis, berpikir abstrak dan memecahkan masalah, tapi kendali diri dan kemampuan pengaturannya masih belum matang.

Di akhir kelas 6, umumnya anak mencapai perkembangan kognitif seperti berikut:

  • Menerapkan kemampuan berpikir logis dalam menghadapi suatu situasi atau masalah.
  • Mulai memahami konsep keadilan dan kesetaraan.
  • Mulai memahami urutan sebab dan akibat.
  • Bisa memahami perspektif dan sudut pandang orang lain.
  • Bisa berpikir spontan dan lebih cepat.

Baca Juga: Kenali Tahap Perkembangan Sosial Anak Usia 1–5 Tahun dan Cara untuk Mengajarinya Bersosialisasi

Cara Menstimulus Perkembangan Kognitif Anak

Foto: Mendorong Perkembangan Kognitif Anak

Foto: mengajari anak-anak (Orami Photo Stock)

Bagi para orang tua, mendorong perkembangan intelektual anak sudah pasti merupkan hal yang penting untuk diperhatikan.

Pada tahun-tahun awal kehidupan anak, sebagian besar perkembangan dipengaruhi oleh hubungan keluarga dekat, terutama dengan orang tua.

Ini menjadikan orang tua berada dalam posisi tepat untuk membantu membentuk anak-anak belajar berpikir, dan berkembang.

Berdasarkan penelitian pada tahun 2021 yang diterbitkan di Frontiers in Pediatrics menjelaskan bahwa lingkungan pola asuh anak yang baik di rumah, berkorelasi positif dengan perkembangan kognitif dan psikomotorik anak di bawah usia 5 tahun.

Orang tua tidak hanya memberi anak nutrisi makanan dan keamanan ekonomi, tetapi juga meningkatkan interaksi orang tua-anak, memberikan dukungan dan stimulasi yang tepat, dan menciptakan lingkungan keluarga yang kondusif bagi perkembangan anak.

Di rumah, orang tua dapat mendorong kemampuan intelektual anak-anak dengan membantu mereka memahami dunia di sekitar mereka.

Saat bayi menunjukkan minat pada suatu objek, orang tua dapat membantunya menyentuh dan mengeksplorasi objek tersebut serta menjelaskannya dengan rinci.

Seiring bertambahnya usia anak-anak, orang tua tetap harus terus mendorong anak-anak mereka untuk secara aktif menjelajahi dunia.

Anak akan lebih banyak memberi serangkaian pertanyaan yang tak ada habisnya tentang segala sesuatu di sekitar mereka.

Selain bersabar dengan hal tersebut, orang tua juga dapat mengajukan pertanyaan untuk membantu anak-anak mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan menjadi seorang yang lebih kreatif.

Baca Juga: 13 Cara Mendidik Anak Perempuan agar Menjadi Perempuan yang Berbudi Pekerti Luhur dan Mulia

Ciri-ciri Gangguan Kognitif pada Anak

Foto: Ciri-Ciri Gangguan Kognitif pada Anak

Foto: anak tidak fokus belajar (Orami Photo Stock)

Biasanya, anak-anak usia sekolah yang memiliki ADHD (Attention-deficit hyperactivity disorder) atau gangguan kesulitan untuk fokus dan ketidakmampuan belajar, memiliki masalah pada perkembangan kognitif.

Dilansir dari laman Brain Balance Centers, tanda-tanda masalah pada perkembangan kognitif, meliputi:

  • Kesulitan memperhatikan, bahkan dalam waktu yang singkat.
  • Ketidakmampuan untuk duduk diam untuk waktu yang lama.
  • Menghabiskan waktu yang sangat lama untuk menyelesaikan tugas, seperti pekerjaan rumah.
  • Memiliki ingatan yang buruk saat mengingat sesuatu.
  • Keterampilan mendengarkan yang rendah dan kesulitan dalam mengingat instruksi dalam bentuk lisan.
  • Kesulitan membaca dan mengeja.
  • Sulit memahami konsep abstrak dalam matematika.

Baca Juga: Ketahui Tahap Perkembangan Motorik Anak Mulai dari Bayi, Balita, hingga Usia 12 Tahun

Tidak perlu panik kalau perkembangan kognitif sedikit tertinggal dari teman sebayanya ya, Moms.

Sebaiknya segera konsultasi dengan dokter anak atau psikolog untuk mengetahui kendala yang dialami anak, supaya bisa segera dilakukan intervensi.

Bagaimana dengan buah hati Moms, tonggak perkembangan kognitif mana saja yang sudah dicapainya?

  • https://www.verywellmind.com/piagets-stages-of-cognitive-development-2795457
  • https://www.apa.org/act/resources/fact-sheets/development-5-years
  • https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=the-growing-child-school-age-6-to-12-years-90-P02278
  • https://helpmegrowmn.org/HMG/HelpfulRes/Articles/WhatCognitiveDev/index.html
  • https://www.verywellmind.com/cognitive-developmental-milestones-2795109#toc-help-kids-reach-cognitive-milestones
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8505983/
  • https://www.brainbalancecenters.com/blog/signs-of-cognitive-disorders
  • https://www.simplypsychology.org/piaget.html

Sebelumnya

Ketahui Bahaya dan Manfaat Anak Main HP untuk Perkembangan Pengetahuan serta Keterampilannya
Nurul Aulia Ahmad • 23 Jul 2022

Selanjutnya

Anak Susah Tidur? Inilah Penyebab dan Cara Mengatasinya
Dresyamaya Fiona • 24 Jul 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT