ADVERTISEMENT

KESEHATAN UMUM
22 September 2022

Moms, Ini Hal Tentang Perut Kembung yang Harus Diketahui!

Dapat menjadi tanda gangguan kesehatan, lho!
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Debora

Pernahkah merasakan perut kembung padahal tidak makan terlalu banyak? Atau merasa terlalu banyak minum air?

Perut kembung berpengaruh pada jenis makanan atau minuman yang dikonsumsi.

Namun, perut kembung bisa menjadi gejala dari gangguan kesehatan tertentu dan mendapatkan pemeriksaan dari dokter.

Nah, sebaiknya pahami penyebab perut kembung agar bisa mengetahui cara mengatasi yang tepat, ya!

Baca Juga: Anak Sering Mengeluh Sakit Perut? Kenali 5 Penyebabnya Disini!

Penyebab Perut Kembung

Foto: Wanita dengan Perut Kembung (gastrosav.com)

ADVERTISEMENT

Perut kembung terjadi ketika saluran gastrointestinal dipenuhi dengan udara atau gas.

Kebanyakan orang menggambarkan perut kembung sebagai perasaan penuh, kencang, atau bengkak di perut.

Perut mungkin juga akan mengalami bengkak, terasa keras, dan nyeri.

ADVERTISEMENT

Inilah beberapa faktor yang merupakan penyebab perut kembung dan wajib diketahui.

1. Mengalami Sembelit

Dilansir dari Johns Hopkins Medicine penyebab perut kembung paling umum karena mengalami konstipasi atau sembelit.

Ya, sembelit seringnya ditandai dengan buang air besar lebih sedikit dari biasanya, padahal tetap bisa buang air besar secara teratur meskipun mengalami sembelit.

Jika perut kembung ini mulai mengganggu aktivitas, cobalah bahan-bahan alami seperti teh chamomile dan peppermint untuk mengurangi perut kembung.

Jangan lupa juga untuk rutin minum air, tapi hindari terlalu sering.

Sebaiknya makanan yang dikonsumsi harus tetap lembut dan mudah dicerna.

Baca Juga: 5 Makanan Ini Bisa Menyebabkan Perut Kembung Pada Anak

2. Infeksi Perut

Perut kembung dapat terjadi karena infeksi, seringnya disebabkan oleh bakteri seperti E.coli atau H.pylori, atau infeksi virus seperti norovirus dan rotavirus.

Hanya saja, ketika Moms mengalami infeksi perut maka gejalanya tidak hanya berfokus pada perut yang kembung.

Infeksi perut juga bisa menyebabkan gejala lainnya, seperti:

ADVERTISEMENT

Scroll untuk melanjutkan

Kondisi ini dapat berangsur pulih dengan sendirinya, namun ketika mengalami demam dan feses berdarah sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

3. Irritable Bowel Syndrome

Foto: Gejala Irritable Bowel Syndrome (pelvicpaindr.com)

Faktor penyebab perut kembung berikutnya adalah Irritable Bowel Syndrome (IBS) yaitu sindrom iritasi usus besar.

Menurut National Health Service sindrom ini adalah kondisi yang memengaruhi sistem pencernaan, dan menyebabkan beberapa gejala seperti:

Kondisi ini bisa datang dan pergi dari waktu ke waktu, selama beberapa hari hingga beberapa bulan.

Sayangnya, kondisi ini tidak dapat disembuhkan dan beberapa pola makan atau obat-obatan hanya dilakukan untuk mengurangi gejalanya.

Sindrom iritasi usus besar juga bisa dialami apabila memiliki riwayat keluarga dengan hal yang serupa.

Baca Juga: 5 Obat Alami Mengatasi Kembung Saat Hamil, Moms Perlu Tahu

ADVERTISEMENT

4. Penyakit Celiac

Penyakit Celiac adalah penyakit autoimun yang terjadi saat mengalami kerusakan pada usus kecil saat mengonsumsi gluten.

Nah, salah satu gejalanya adalah perut kembung.

Beberapa gejala lainnya yang dapat dialami adalah:

Hanya saja, bisa dibilang penyakit satu ini cukup langka.

5. Maag

Maag atau kadang disebut juga dengan dispepsia adalah ketidaknyamanan atau nyeri di perut yang bisa menjadi salah satu penyebab perut kembung.

Maag adalah gangguan pencernaan yang umum dialami banyak orang, biasanya disebabkan oleh:

  • Makan terlalu banyak
  • Minum alkohol terlalu banyak
  • Obat yang mengiritasi perut, seperti ibuprofen
  • Infeksi perut
ADVERTISEMENT

Bila sering mengalami maag, bukan karena makanan atau penyebab jelas lainnya, saatnya memeriksakan diri ke dokter.

Sebab, maag yang terlalu sering dan parah bisa menjadi tanda kanker atau gagal ginjal.

6. Pertumbuhan Bakteri Usus Halus yang Berlebihan

Perut dan usus memiliki banyak bakteri baik yang membantu tubuh mencerna makanan.

Ketika keseimbangan bakteri terganggu, produksi bakteri jahat meningkat dan menyebabkan berbagai gangguan, seperti:

Bagi beberapa orang, pertumbuhan bakteri usus halus yang berlebihan bisa memicu osteoporosis dan penurunan berat badan yang tiba-tiba.

7. Retensi Cairan

Konsumsi makanan asin, memiliki intoleransi terhadap makanan, dan perubahan hormon meningkatkan cairan di dalam tubuh, sehingga menyebabkan perut kembung.

Beberapa wanita mengalami kembung sebelum menstruasi atau di awal masa kehamilan.

Baca Juga: Moms, Mari Mengenali Penyebab Perut Sebelah Kanan Sakit di Sini

ADVERTISEMENT

Cara Mengatasi Perut Kembung

Foto: Pola Makan Atasi Perut Kembung (thehealthytreehouse.com)

Setelah mengetahui berbagai penyebab perut kembung, berikut ini cara mengatasinya:

1. Mengubah Gaya Hidup

Perut kembung sebenarnya bisa diatasi dan diminimalisir dengan mengubah gaya hidup.

Bila Moms obesitas, sebaiknya kurangi berat badan agar tidak lagi mengalami perut kembung.

Hindari minuman soda dan makanan yang memicu perut kembung seperti kol.

Selain itu, makanlah secara perlahan-lahan.

Jika memiliki intoleransi laktosa, konsumsi makanan yang tidak mengandung bahan dari susu sapi.

Sebaiknya juga perbanyak makan probiotik seperti kefir dan greek yogurt untuk memaksimalkan fungsi bakteri baik di usus.

Journal of Neurogastroenterology and Motility menemukan 70% pasien yang mengalami sindrom iritasi usus besar setuju probiotik bisa mengurangi perut kembung.

2. Pijat

Pijat di bagian perut juga bisa mengurangi perut kembung.

Sebuah studi Pubmed menunjukkan, 80 orang dengan penyakit asites mencoba pijat perut 15 menit sebanyak 2 kali sehari selama 3 hari berturut-turut.

Ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Tempatkan tangan tepat di atas tulang pinggul kanan.
  2. Gosok tangan ke perut dengan gerakan melingkar, serta berikan tekanan ringan ke arah sisi kanan tulang rusuk.
  3. Gosokkan lurus melintasi area perut bagian atas ke arah tulang rusuk kiri.
  4. Bergerak perlahan ke bawah menuju tulang pinggul kiri.
  5. Ulangi sesuai kebutuhan.

Hasilnya, pijat bisa mengurangi depresi, kecemasan, dan meminimalisir gejala perut kembung.

Jika perut kembung ini mulai mengganggu aktivitas, coba bahan alami seperti teh chamomile dan peppermint untuk mengurangi perut kembung.

Jangan lupa untuk rutin minum air tapi sebaiknya hindari terlalu sering.

Sebaiknya makanan yang dikonsumsi harus tetap lembut dan mudah dicerna.

3. Hindari Makanan Pemicu Alergi

Foto: Alergi Ikan (shutterstock.com)

Ketika mengonsumsi makanan yang memicu alergi, hal ini dapat menyebabkan produksi gas berlebih, sehingga perut menjadi kembung.

Berikut adalah beberapa makanan yang perlu dihindari agar tidak mengalami perut kembung akibat alergi:

  • Laktosa

Intoleransi laktosa dikaitkan dengan banyak gejala pencernaan, termasuk perut kembung.

Laktosa adalah karbohidrat utama yang bisa ditemui dalam susu.

  • Fruktosa

Intoleransi fruktosa dapat menyebabkan perut kembung karena sulit dicerna.

  • Telur

Gas berlebih dan perut kembung adalah gejala umum alergi telur.

  • Gandum dan Gluten

Banyak orang tidak toleran terhadap gluten protein dalam gandum, barley, dan beberapa biji-bijian lainnya.

Ini dapat menyebabkan berbagai efek buruk pada pencernaan, termasuk perut kembung.

Laktosa dan fruktosa adalah bagian dari kelompok karbohidrat atau serat yang tidak dapat dicerna yang lebih besar yang dikenal sebagai FODMAP.

Intoleransi FODMAP adalah salah satu penyebab paling umum kembung dan sakit perut.

Baca Juga: Begini Cara Mengurangi Nyeri Menstruasi yang Tak Tertahankan

4. Konsumsi Minyak Peppermint

Kapsul minyak peppermint membantu mengurangi gangguan pencernaan dan gas berlebih.

Produsen biasanya memasarkannya sebagai pengobatan untuk gejala IBS, tetapi orang tanpa IBS juga dapat menggunakannya untuk meredakan perut kembung.

Mengutip Medical News Today, peppermint bekerja dengan mengendurkan otot-otot usus, yang memungkinkan gas dan tinja bergerak lebih efektif.

Namun, efek sampingnya pada beberapa orang menyebabkan BAB berlebih.

5. Gunakan Essential Oil

Foto: Essential Oil (istockphoto.com)

Essential oil adalah cairan yang mengandung senyawa tanaman suling.

Berikut adalah beberapa essential oil yang direkomendasikan:

  • Peppermint: Direkomendasikan untuk sakit perut dan untuk meredakan kejang perut
  • Jahe: Direkomendasikan untuk menghilangkan gas
  • Adas: Direkomendasikan untuk sembelit
  • Lemon: Direkomendasikan untuk mulas
  • Oregano: Direkomendasikan karena sifat antibakterinya (efek pada bakteri usus)

6. Lakukan FODMAP Diet

Pengobatan pertama untuk mencegah gas dan perut kembung adalah mengubah pola makan.

Penelitian telah menunjukkan bahwa diet rendah fermentable oligosaccharides, disaccharides, monosaccharides and polyols (FODMAP), dapat mengurangi gejala gas dan IBS.

Melansir Johns Hopkins Medicine diet ini harus menghindari makanan yang difermentasi serta menghasilkan gas tinggi, seperti:

  • Oligosakarida, yang ditemukan dalam gandum, bawang merah, bawang putih dan kacang-kacangan.
  • Disakarida, seperti laktosa dalam susu, yogurt, dan es krim.
  • Monosakarida, termasuk fruktosa, apel, dan pir.
  • Poliol atau gula alkohol yang ditemukan dalam makanan seperti aprikot, nektarin, plum dan kembang kol, serta permen.

Baca Juga: Disangka Pura-pura Sakit Perut, Balita Ini Ternyata Menderita Kanker Langka Mematikan

Cara Menghindari Perut Kembung

Foto: Konsumsi Makanan Sehat (freepik.com)

Perut kembung terasa seperti perut penuh terisi gas, kentut adalah cara untuk melepaskan gas dari sistem pencernaan.

Moms mungkin dapat menghilangkan kelebihan gas dan mengurangi perut kembung dengan perubahan gaya hidup dan penyesuaian diet.

Namun, cara yang bisa mulai dilakukan menghindari perut kembung dengan cara:

  • Membuat catatan makanan. Setelah mengidentifikasi beberapa makanan, coba untuk makan lebih sedikit demi sedikit.
  • Menyesuaikan pola makan. Jika makanan yang dikonsumsi termasuk sejumlah besar karbohidrat yang sulit dicerna, cobalah untuk menggantinya dengan karbohidrat yang lebih mudah dicerna, seperti nasi dan pisang.
  • Makan dalam porsi kecil lebih sering.
  • Minum banyak air. Tetap terhidrasi membantu menghindari sembelit yang menyebabkan penumpukkan gas.
  • Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan pencernaan dan mencegah perut kembung.
  • Mengubah postur tubuh. Duduk dalam posisi tegak membantu tubuh melepaskan gas berlebih.
  • Menggunakan bantalan pemanas. Menempatkan bantal pemanas atau botol air panas di perut membantu mengurangi rasa sakit dan kram akibat kelebihan gas.

Baca Juga: 8 Buah untuk Menenangkan Kram Perut saat Haid

Mengatasi Perut Kembung dengan Obat

Foto: Obat Pepto-Bismol (healthline.com)

Obat-obatan dapat digunakan untuk mengobati perut kembung, namun juga tergantung pada penyebabnya.

Beberapa pilihan pengobatannya, yaitu:

  • Obat-obatan yang bisa dibeli tanpa resep, seperti bismut subsalisilat (Pepto-Bismol) dan simetikon (Gas-X, Phazyme) untuk meredakan perut kembung.
  • Obat resep: Obat resep tertentu menargetkan kondisi yang mendasarinya, seperti IBS atau pertumbuhan berlebih bakteri usus kecil, yang menyebabkan gas dan akhirnya mampu meredakan perut kembung.
  • Suplemen: Jika tidak toleran laktosa, mengonsumsi laktase meredakan gas saat mengonsumsi produk susu. Suplemen lain seperti alpha-galactosidase (Beano) membantu tubuh memecah kacang-kacangan dan sayuran untuk mengurangi gas.

Sebelum menambahkan obat atau suplemen apa pun ke dalam makanan, pertimbangkan konsultasi dengan dokter untuk memastikannya aman untuk dikonsumsi.

Itulah beberapa hal yang bisa menjadi penyebab perut kembung.

Seringnya memang kondisi ini tidak berbahaya, namun tidak ada salahnya mengecek ke dokter dengan baik ketika perut kembung tidak kunjung sembuh.

  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/bloating-causes-and-prevention-tips
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/322525#quick-tips-to-get-rid-of-bloating
  • https://www.healthline.com/nutrition/11-proven-ways-to-reduce-bloating#TOC_TITLE_HDR_4
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25558030/
  • https://www.jnmjournal.org/journal/view.html?uid=327&vmd=Full
  • https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/whats-causing-that-belly-bloat
  • https://www.nhs.uk/conditions/irritable-bowel-syndrome-ibs/
  • hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/bloating-causes-and-prevention-tips
  • https://www.healthline.com/health/abdominal-bloating#_noHeaderPrefixedContent
  • https://www.webmd.com/digestive-disorders/
  • https://www.healthline.com/health/gas-flatulence
  • https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/gas-digestive-tract/symptoms-causes

Sebelumnya

Penyebab Perut Buncit dan Cara Mengatasinya, Catat Moms!
Fia Afifah R • 22 Sep 2022

Selanjutnya

Serba-serbi Fungsi Hormon Estrogen pada Wanita dan Pria
Dresyamaya Fiona • 22 Sep 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT