ADVERTISEMENT

RUPA-RUPA
15 Agustus 2022

5 Contoh Puisi Cinta Tanah Air untuk Tingkatkan Rasa Nasionalisme

Bisa bangkitkan semangat bela negara!
Artikel ditulis oleh Nydia
Disunting oleh Debora

Membaca dan meresapi puisi cinta tanah air bisa jadi salah satu cara meningkatkan rasa nasionalisme.

Melalui rangkaian kata penuh makna, banyak karya dari sastrawan dan penyair yang dibuat sebagai bentuk cinta untuk negara.

Ingin tahu apa saja contoh puisinya?

Yuk, simak ulasan berikut ini!

Baca Juga: 5 Contoh Puisi Cinta Islami yang Bisa Diungkapkan, Romantis Banget!

Contoh Puisi Cinta Tanah Air

Foto: Puisi Cinta dalam Diam (dreamsinparis.com) (dreamsinparis.com)

ADVERTISEMENT

Foto Puisi (Orami Photo Stock)

Puisi adalah salah satu jenis karya sastra yang berbentuk bait demi bait kalimat penuh makna.

Salah satu yang cukup banyak dibuat oleh sastrawan dan penyair adalah puisi cinta tanah air.

ADVERTISEMENT

Berikut ini beberapa contoh puisi cinta tanah air yang bisa menginspirasi:

1. Sebuah Jaket Berlumur Darah - Taufiq Ismail

Sebuah jaket berlumur darah

Kami semua telah menatapmu

Telah berbagi duka yang agung

ADVERTISEMENT

Dalam kepedihan bertahun‐tahun

Sebuah sungai membatasi kita

Di bawah terik matahari Jakarta

Antara kebebasan dan penindasan

Berlapis senjata dan sangkur baja

ADVERTISEMENT

Scroll untuk melanjutkan

Akan mundurkah kita sekarang

Seraya mengucapkan 'Selamat tinggal perjuangan'

Berikrar setia kepada tirani

Dan mengenakan baju kebesaran sang pelayan?

Spanduk kumal itu, ya spanduk itu

Kami semua telah menatapmu

ADVERTISEMENT

Dan di atas bangunan‐bangunan

Menunduk bendera setengah tiang

Pesan itu telah sampai kemana‐mana

Melalui kendaraan yang melintas

Abang‐abang beca, kuli‐kuli pelabuhan

teriakan‐teriakan di atas bis kota, pawai‐pawai perkasa

ADVERTISEMENT

Prosesi jenazah ke pemakaman

Mereka berkata

Semuanya berkata

LANJUTKAN PERJUANGAN!

2. Anak-Anak Indonesia - Ahmadun Yosi Herfanda

Kehilangan ladang di kampung mereka

Anak-anak Indonesia merangkak

di lorong-lorong gelap kota

ADVERTISEMENT

Berjejal mereka di gerbong-gerbong

Kereta api senja

Terimpit dalam gubuk-gubuk

tanpa jendela

Anak-anak Indonesia akan digiring

kemanakah mereka

Bagai berjuta bebek mereka bersuara menyanyi

Lagu tanpa syair dan nada

Sebelum matahari terbit anak-anak indonesia

Berderet di tepi jalan raya

Menggapai-gapaikan tangan mereka ke gedung-

Gedung berkaca yang selalu tertutup pintu-pintunya.

Dari pagi hingga sore mereka antre lowongan kerja

Tapi lantas dibuang ke daerah transmigrasi

Terusir dari tanah kelahiran (demi bendungan dan lapangan Golf katanya)

Anak-anak indonesia tercecer di pasar-pasar kota, di kaki-

Kaki hotel dan biro-biro ekspor tenaga kerja

Anak-anak indonesia, akan dibawa kemanakah

Ketika bangku-bangku sekolah bukan lagi dewa

Yang bisa menolong nasib mereka?

Baca Juga: 10+ Puisi Cinta Pendek untuk Pujaan Hati

3. Bayi Lahir Bulan Mei 1998 - Taufiq Ismail

Dengarkan itu ada bayi mengea di rumah tetangga

Suaranya keras, menangis berhiba‐hiba

Begitu lahir ditating tangan bidannya

Belum kering darah dan air ketubannya

Langsung dia memikul hutang di bahunya

Rupiah sepuluh juta.

Kalau dia jadi petani di desa

Dia akan mensubsidi harga beras orang kota

Kalau dia jadi orang kota

Dia akan mensubsidi bisnis pengusaha kaya

Kalau dia bayar pajak

Pajak itu mungkin jadi peluru runcing

Ke pangkal aortanya dibidikkan mendesing.

Cobalah nasihati bayi ini dengan penataran juga

Mulutmu belum selesai bicara

Kau pasti dikencinginya.

Baca Juga: Syair dan Puisi Jalaludin Rumi Cinta dalam Diam yang Sangat Romantis

4. Sajak Bulan Mei 1998 di Indonesia - W.S. Rendra

Aku tulis sajak ini di bulan gelap raja-raja.

Bangkai-bangkai tergeletak lengket di aspal jalan.

Amarah merajalela tanpa alamat.

Ketakutan muncul dari sampah kehidupan.

Pikiran kusut membentuk simpul-simpul sejarah.

O, jaman edan!

O, malam kelam pikiran insan!

Koyak-moyak sudah keteduhan tenda kepercayaan.

Kitab undang-undang tergeletak di selokan.

Kepastian hidup terhuyung-huyung dalam comberan.

O, tata warna fatamorgana kekuasaan!

O, sihir berkilauan dari mahkota raja-raja!

Dari sejak jaman Ibrahim dan Musa

Allah selalu mengingatkan

bahwa hukum harus lebih tinggi

dari keinginan para politisi, raja-raja, dan tentara.

O, kebingungan yang muncul dari kabut ketakutan!

O, rasa putus asa yang terbentur sangkur!

Berhentilah mencari ratu adil!

Ratu adil itu tidak ada. Ratu adil itu tipu daya!

Apa yang harus kita tegakkan bersama

adalah Hukum Adil.

Hukum Adil adalah bintang pedoman di dalam prahara.

Bau anyir darah yang kini memenuhi udara

menjadi saksi yang akan berkata:

Apabila pemerintah sudah menjarah Daulat Rakyat

apabila cukong-cukong sudah menjarah ekonomi bangsa

apabila aparat keamanan sudah menjarah keamanan

maka rakyat yang tertekan akan mencontoh penguasa

lalu menjadi penjarah di pasar dan jalan raya.

Wahai, penguasa dunia yang fana!

Wahai, jiwa yang tertenung sihir tahta!

Apakah masih buta dan tuli di dalam hati?

Apakah masih akan menipu diri sendiri?

Apabila saran akal sehat kamu remehkan

berarti pintu untuk pikiran-pikiran gelap

yang akan muncul dari sudut-sudut gelap

telah kamu bukakan!

Cadar kabut duka cita menutup wajah Ibu Pertiwi

Air mata mengalir dari sajakku ini.

Baca Juga: Yuk, Kenalan sama Perpustakaan Nasional yang Megah!

5. Tanah Airku Indonesiaku - Thohir

Aku adalah anak Indonesia

Aku bangga menjadi anak Indonesia

Aku bangga tinggal di Indonesia

Aku bangga menjadi warga Indonesia

Engkau adalah Tanah Airku

Engkau adalah pelitaku

Engkau adalah harga matiku

Sungguh indah akan ciptaanmu

Tanah yang begitu subur dan makmur

Membawaku ke dalam kejayaanmu

Tanah airku oh.. Indonesiaku

Banyak beragam suku kebudayaan

Dan banyak kekayaan hasil laut dan hutan dan tanaman

Berharap Indonesia akan maju

Bersatu padu membangun bangsa

Yang lebih maju

Dengan bersatu kita akan maju

Tanah airku oh Indonesiaku

Yang ku cintai

Baca Juga: Sederet Rekomendasi Film Tentara Indonesia, Bikin Tambah Cinta Indonesia!

Aku cinta tanah airku

Aku cinta budaya Indonesiaku

Aku takkan berpaling darimu, oh Indonesiaku

Aku cinta aneka bahasamu

Walau berbeda suku Bhinneka Tunggal Ika

Namun kita tetap jua

Tanah airku oh Indonesiaku

Itulah beberapa contoh puisi cinta tanah air yang bisa membangkitkan semangat nasionalisme.

Semoga bermanfaat!

  • https://www.sepenuhnya.com/2017/12/puisi-sebuah-jaket-berlumur-darah.html
  • https://www.sepenuhnya.com/2017/05/puisi-anak-anak-indonesia.html
  • https://www.sepenuhnya.com/2000/12/puisi-bayi-lahir-bulan-mei-1998.html
  • https://www.sepenuhnya.com/1998/01/puisi-sajak-bulan-mei-1998-di-indonesia.html
  • https://www.puisibijak.com/2020/12/sekumpulan-puisi-tentang-cinta-tanah.html

Sebelumnya

Deretan Promo 17 Agustus Orami, Diskon hingga 77% dan Gratis Ongkir, Yuk, Belanja Sekarang!
Nurul Aulia Ahmad • 12 Agt 2022

Selanjutnya

Mengenal Al Azhar Jakarta, Mulai dari Kurikulum Hingga Biaya Sekolah
Gea Yustika • 15 Agt 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT