ADVERTISEMENT

3-5 TAHUN
02 Juni 2022

Mengenal Scabies pada Anak, Infeksi Kulit Akibat Tungau yang Menimbulkan Ruam dan Gatal

Anak mengalami ruam dan benjolan yang disertai gatal? Bisa jadi terkena penyakit scabies!
Artikel ditulis oleh Nurul Aulia Ahmad
Disunting oleh Aprillia

Scabies atau kudis adalah masalah kulit umum yang bisa dialami tidak hanya orang dewasa, scabies pada anak juga sering terjadi.

Ini dapat menyebabkan rasa gatal luar biasa pada kulit yang seringkali dapat menyebabkan benjolan pada kulit, dan dapat menular.

Penyebab Scabies pada Anak

Penyakit scabies disebabkan oleh tungau kecil yang disebut Sarcoptes scabiei.

Skabies dapat menular dengan mudah dari orang ke orang, terutama di antara orang yang tinggal berdekatan.

Jika salah satu anggota keluarga menderita skabies, pemeriksaan kesehatan juga harus dilakukan dengan anggota keluarga lain atau yang melakukan kontak dekat dengan penderita skabies.

"Selain tertular dari anggota keluarga yang terinfeksi, penularan scabies pada bayi bisa terjadi dalam lingkungan tertutup seperti sekolah dan tempat penitipan anak," jelas dr. Umi Rinasari, Sp.KK, MARS, FINDSV, Dokter Spesialis Kulit & Kelamin RS Pondok Indah-Bintaro Jaya, Tangerang Selatan.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: 11 Pilihan Salep Gatal Paling Ampuh untuk Obati Gatal karena Alergi, Infeksi Jamur, dan Eksim

Gejala Scabies Pada Anak

Foto: penyakit kulit pada anak: skabies

ADVERTISEMENT

Foto: everydayhealth.com

Bagi anak yang menderita skabies, mereka akan memiliki gejala awal seperti ruam merah dan benjolan.

Bintik-bintik kecil yang timbul pada kulit akan terlihat seperti benjolan merah atau jerawat.

Dilansir dari Cleveland Clinic ruam akan menyebar secara perlahan selama beberapa minggu atau bulan.

Selain ruam, tanda dan gejala lainnya dari skabies meliputi:

  • Rasa gatal yang hebat, dana akan lebih parah di malam hari dan mengganggu waktu tidur.
  • Benjolan yang dapat mengakibatkan infeksi karena garukan.
  • Timbulnya ruam yang terlihat seperti garis keabu-abuan atau sewarna dengan kulit.

"Setelah tertular kutu Sarcoptes scabiei dari orang yang terinfeksi tungau tersebut, dapat muncul ruam kulit dan gatal yang intens.

Pada bayi, biasanya gejala baru muncul setelah 3 minggu terinfeksi akibat masa inkubasi tungau," ujar dr. Umi

Anak-anak yang mengalami skabies akan mengalami gatal-gatal di seluruh tubuh mereka dan membuat mereka menjadi lebih rewel atau lelah karena kurang tidur akibat gatal di malam hari.

Meskipun skabies dapat ditemukan di hampir semua bagian tubuh, namun skabies paling sering ditemukan di bagian-bagian tubuh seperti:

  • Ketiak
  • Sekitar pinggang
  • Bagian dalam pergelangan tangan
  • Siku bagian dalam
  • Telapak kaki
  • Sekitar payudara
  • Sekitar alat kelamin
  • Pantat
  • Lutut

Pada bayi dan anak kecil, area tubuh yang paling umum terkena skabies, meliputi:

  • Kulit kepala
  • Telapak tangan
  • Kaki

ADVERTISEMENT

Jika anak pernah menderita skabies sebelumnya, tanda dan gejala dapat terlihat dalam beberapa hari setelah terpapar tungau.

Jika sebelumnya belum pernah menderita skabies, diperlukan waktu selama enam minggu untuk tanda dan gejalanya mulai muncul.

Penyebaran skabies dapat terjadi bahkan jika penderitanya belum memiliki tanda atau gejala apa pun.

Baca Juga: 5 Penyebab Kulit Payudara Gatal dan Mengelupas

Diagnosis Scabies Pada Anak

Foto: Diagnosis Scabies Pada Anak

Foto: fondationeczema.org

Jika Moms merasa tubuh atau anak menderita skabies, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

ADVERTISEMENT

Sebagian besar kasus skabies dapat didiagnosi hanya dengan melihat kondisi kulit dari dekat.

Saat pemeriksaan untuk mendapatkan diagnosis yang akurat, dokter akan mengoleskan minyak mineral ke ruam dan menggunakan pisau bedah untuk mendapatkan sedikit sampel kulit (goresan).

Sampel ditempatkan di bawah mikroskop dan diperiksa.

Baca Juga: 6 Penyebab Gatal-Gatal saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Obat Scabies pada Anak

Foto: Cara Mengatasi Scabies Pada Anak

Foto: healthychildren.org

ADVERTISEMENT

Untuk mengatasi gatal akibat skabies, dokter biasanya akan memberikan resep obat salep topikal.

Obat salep yang paling sering digunakan untuk mengatasi skabies yaitu permethrin.

Permethrin cream dapat digunakan secara aman mulai usia bayi yang kurang dari dua bulan.

"Salep digunakan ke seluruh area tubuh termasuk ke wajah dan kulit kepala pada bayi. Salep dapat digunakan selama 8-12 jam lalu dibilas," ungkap dr. Umi.

Lebih lanjut dijelaskan, selain salep permethrin, salep sulfur 5-10 persen juga aman digunakan pada bayi dan anak.

Jika gatal berlanjut lebih dari 2-4 minggu setelah pengobatan awal atau jika ruam baru terus muncul, maka pengobatan ulang perlu dilakukan mengikuti anjuran dokter.

Baca Juga: Pilihan Salep Gatal untuk Mengatasi Gatal-gatal Akibat Alergi

ADVERTISEMENT

Mencegah Scabies pada Anak

Foto: Sering Dialami Anak, Apa Perbedaan Panu, Kurap, dan Kudis 2.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Agar anak dan keluarga terhindar dari infeksi kulit yang gatal ini, berikut bebeapa tindakan yang bisa Moms lakukan untuk mencegahnya.

  • Mencuci seprei, handuk, dan pakaian dengan air panas dan mesin cuci kering.
  • Memastikan anggota keluarga dan orang lain yang kontak dekat dengan orang yang terinfeksi skabies segera melakukan pemeriksaan.
  • Membatasi kontak dekat dengan orang lain yang menderita skabies.
  • Menjaga kebersihan tubuh.

Skabies tidak dapat hilang dengan sendirinya. Jika tidak segera mengobatinya, penderita infeksi ini akan terus menyebarkan penyakit ini ke orang lain.

Selain itu, rasa gatal yang terus-menerus akan menyebabkan garukan tiada henti yang dapat memicu terjadinya beberapa jenis infeksi bakteri lainnya pada kulit.

Komplikasi Scabies

Foto: Impetigo Penyakit Kulit (Everydayhealth.com)

Foto: Orami Photo Stocks

Melansir dari WebMD rasa gatal akibat skabies yang intens membuat penderitanya sulit untuk menahan diri agar tidak menggaruk kulit yang bermasalah.

Sering menggaruk dapat membuat luka terbuka yang rentan terhadap infeksi. Infeksi kulit bakteri, seperti impetigo, adalah komplikasi skabies yang paling umum.

Gejalanya termasuk lepuh pada kulit, dan dapat diobati dengan menggunakan antibiotik.

Baca Juga: Mengenal Perbedaan Kulit Kepala Kering dan Ketombe Plus Cara Mengatasinya

Demikian ulasan tentang scabies pada anak yang harus Moms waspadai, serta tangani dengan cepat.

Jangan sampai rasa gatal mengganggu kenyamanan Si Kecil dan menular ke anggota keluarga lainnya.

  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4567-scabies
  • https://kidshealth.org/en/parents/scabies.html
  • https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/ss/slideshow-scabies-overview
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/scabies/symptoms-causes/syc-20377378

Sebelumnya

10 Karakteristik Anak Usia Dini yang Menandakan Tumbuh Kembangnya Berjalan Secara Optimal
Novita • 26 Mei 2022

Selanjutnya

Kartu Identitas Anak (KIA): Kegunaan, Syarat Membuat dan Cara Mengurusnya
Dresyamaya Fiona • 14 Jun 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT