ADVERTISEMENT

OBAT-OBATAN
14 April 2022

Voltadex: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping Penggunaan Obat

Membantu meringankan rasa sakit akibat reumatik
Artikel ditulis oleh Nevy
Disunting oleh Karinta

Voltadex adalah obat dengan kandungan natrium diklofenak yang memiliki efek analgetik, anti inflamasi, dan antipiretik.

Obat ini dapat membantu meringankan rasa sakit akibat reuatik, pengapuran sendi, nyeri, peradangan, pembengkakan, kekakuan, dan nyeri sendi.

Sebelum mengonsumsinya, Moms perlu membaca penjelasan lebih lanjut di bawah ini!

Baca juga: Neozep Forte untuk Obat Flu, Ini Fungsi, Dosis, dan Efek Samping

Kegunaan Voltadex

Foto: sendi tangan

Foto: Orami Photo Stock

ADVERTISEMENT

Obat ini umumnya digunakan untuk membantu mengatasi nyeri dalam intensitas ringan hingga sedang.

Beberapa penyakit yang dapat diatasi menggunakan Voltadex, meliputi:

  • Pengapuran sendi tulang atau osteoarthritis
  • Radang sendi akibat asam urat
  • Rheumatoid arthritis
  • Sakit kepala
  • Sakit gigi
  • Nyeri saat menstruasi

Di dalam obat ini mengandung diklofenak, yang merupakan bahan aktif golongan anti peradangan non steroid (nonsteroidal anti-inflammatory drug atau NSAID).

ADVERTISEMENT

Bahan aktif tersebut digunakan untuk meredakan rasa sakit dan peradangan.

Cara kerja Voltadex yakni dengan menghambat zat dalam tubuh yang menyebabkan rasa sakit dan memicu pembengkakan.

Dosis Penggunaan Obat

Dosis penggunaan harus disesuaikan dengan anjuran dokter dan label pada kemasan obat.

Dosis juga ditentukan berdasarkan usia, berat badan, dan kondisi keparahan penyakit pada penderita.

Berikut ini dosis umum penggunaan Voltadex:

  • Untuk orang dewasa: sebanyak 25-50 miligram dengan frekuensi minum 3 kali sehari. Dalam jangka panjang, sebanyak 75-100 miligram sehari. Dosis tidak boleh melebihi 150 miligram per hari.
  • Anak-anak di bawah 14 tahun: tidak disarankan mengonsumsi lebih dari 75-100 miligram per hari. Dosis tepat harus ditentukan langsung oleh dokter.

Obat tersedia dalam dua dosis, yaitu 25 miligram dan 50 miligram per tablet.

Disarankan untuk selalu mengikuti petunjuk pemakaian yang sudah direkomendasikan oleh dokter.

Jangan lupa untuk membaca label pada kemasan obat sebelum menggunakannya.

Jangan gunakan obat melebihi dosis yang disarankan.

Moms tidak disarankan untuk mengubah, mengurangi, menambah, atau menghentikan dosis tanpa rekomendasi dari dokter.

ADVERTISEMENT

Scroll untuk melanjutkan

Baca juga: Mengenal Micardis (Obat Darah Tinggi): Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya

Apakah Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui?

Ibu hamil dan menyusui tidak disarankan untuk menggunakan Voltadex.

Pasalnya, dikhawatirkan obat dapat menimbulkan cacat pada janin maupun memengaruhi kesehatan janin secara keseluruhan.

Terkait dengan pemilihan obat pada ibu hamil, manfaat yang diperoleh harus lebih besar ketimbang risiko yang bisa saja dialami.

Oleh karena itu, penggunaan obat harus sesuai dengan anjuran dan resep dari dokter.

Cara Tepat Menyimpan Obat

ADVERTISEMENT

Voltadex sebaiknya disimpan dalam suhu ruangan dan dijauhi dari paparan sinar matahari langsung.

Sama halnya dengan penggunaan obat lainnya, Voltadex juga harus disimpan dengan cara yang benar.

Begini cara menyimpan Voltadex:

  • Obat seharusnya disimpan di dalam suhu ruangan. Jangan menyimpan pada kulkas atau tempat yang terkena paparan sinar matahari langsung.
  • Obat tidak boleh disimpan dalam tempat yang lembap, seperti di kamar mandi.
  • Obat tidak boleh disimpan dalam freezer atau dibekukan.
  • Obat tidak boleh disimpan di tempat yang terjangkau oleh anak-anak maupun hewan peliharaan.
  • Obat dengan kandungan natrium diklofenak mungkin saja tersedia dari merek dagang lain yang memiliki tata cara penyimpanan berbeda dengan Voltadex.
  • Obat harus dibuang jika sudah habis masa berlakukan. Namun, pelajari lebih lanjut bagaimana tips aman membuang produk obat karena bisa saja mencemari lingkungan.
  • Obat tidak bisa dibuang bersamaan dengan sampah rumah tangga karena berisiko mencemari lingkungan.
  • Obat tidak bisa dibuang pada toilet atau saluran pembuangan air.

Berkaitan dengan tata cara pembuangan obat yang aman, Moms bisa tanyakan pada apoteker secara langsung saat membeli obat.

Pencegahan dan Peringatan Sebelum Menggunakan Obat

Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat, Moms perlu memperhatikan beberapa hal.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum penggunaan.

ADVERTISEMENT

1. Obat-Obatan

Beri tahu dokter jika sedang mengonsumsi obat kimia atau herbal lainnya. Pasalnya, penggunaan voltadex tidak bisa dibarengi dengan penggunaan beberapa jenis obat.

2. Penyakit Tertentu

Beri tahu dokter mengenai penyakit atau kondisi kesehatan lain yang tengah dialami. Obat bisa saja memicu munculnya efek samping setelah penggunaan.

Obat ini tidak direkomendasikan bagi penderita gangguan ginjal, hati, dan tukak lambung atau usus.

Voltadex juga tidak direkomendasikan pada penderita penyakit jantung iskemik, penyakit arteri perifer, dan gagal jantung kongestif.

3. Alergi

Beri tahu dokter jika memiliki riwayat alergi terhadap kandungan dalam obat atau menderita alergi.

4. Lansia

Penggunaan pada lansia dapat memicu munculnya efek samping setelah pemakaian.

Baca juga: Mengenal Obat Thyrozol untuk Atasi Hipertiroid, Cek Fungsi, Dosis, dan Efek Sampingnya di Sini

ADVERTISEMENT

Efek Samping Penggunaan Obat

Foto: kepala-pusing-badan-lemas.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Seperti penggunaan obat-obatan lainnya, penggunaan Voltadex bisa saja menyebabkan efek samping setelah penggunaan.

Kebanyakan dari efek samping jarang terjadi dan tidak memerlukan penangananan khusus.

Efek samping yang umum terjadi, meliputi:

  • Sakit perut atau kram perut
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Mengantuk
  • Mual dan muntah

Sejumlah efek samping tersebut tidak perlu dikhawatirkan berlebih karena dapat hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.

Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, penggunaan obat dapat memicu efek samping parah berupa reaksi alergi.

Hentikan penggunaan dan segera periksakan diri ke dokter jika terjadi gejala reaksi alergi atau anafilaktik.

Berikut ini beberapa gejala yang perlu mendapat penanganan segera:

  • Ruam kulit
  • Pembengkakan pada wajah, bibir, tenggorokan, atau lidah
  • Gatal-gatal
  • Kesulitan bernapas

Bila Moms memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, segera periksakan diri ke dokter di rumah sakit terdekat, ya!

  • https://www.mims.com/indonesia/drug/info/voltadex%20emulgel
  • https://www.drugs.com/international/voltadex.html
  • https://www.mims.co.uk/drugs/musculoskeletal-disorders/musculoskeletal-paininflammation/diclofenac-sodium

Sebelumnya

Betason N (Salep Antibiotik): Kandungan, Dosis, dan Efek Samping
Waritsa Asri • 14 Apr 2022

Selanjutnya

Ketahui Tentang Primperan, Obat Lambung untuk Atasi Kembung, Mual dan Muntah
Haidir • 14 Apr 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT