Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Tanya Pakar | Apr 26, 2018

Anak Percaya Diri Saat di Rumah Tapi Pemalu di Luar, Kenapa Bisa Terjadi?

Bagikan


Tanya:

Bagaimana cara mengtasi anak yang jago kandang? Jadi anakku balita, perempuan usia 4 tahun.

Di rumah pintar sekali menunjukkan keahliannya pada keluarga, terus kadang galak juga suka ngomel. Tapi giliran di luar rumah jadi pemalu, kalau ada teman yang aktif baru dia ikutan. (Elfina Lestari, Jakarta)

Jawab:

Sebelumnya perlu dipahami terlebih dahulu bahwa karakter anak dipengaruhi oleh pola pengasuhan dan temperamen. Temperamen merupakan sifat yang sudah ada sejak lahir alias bawaan lahir dan ini dipengaruhi oleh gen (keturunan) keluarga.

Tentunya tiap anak memiliki temperamen yang berbeda-beda. Ada yang mudah (easy), lambat (slow to warm up) dan sulit (difficult). Anak yang memiliki temperamen yang mudah cenderung lebih cepat dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. Sedangkan anak yang memiliki temperamen lambat dan sulit cenderung lebih membutuhkan waktu atau lama dalam beradaptasi dan lebih emosional.

Di samping itu, pola pengasuhan orangtua memiliki pengaruh yang sangat besar dalam pembentukan karakter anak. Kalau dari cerita Moms diatas sepertinya Si Kecil termasuk anak yang memiliki temperamen lambat (slow to warm up). Ia membutuhkan waktu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.

Jangan terlalu dipaksa ya Moms untuk anak langsung bisa terbiasa dengan lingkungan barunya, berikan ia waktu untuk mengamati terlebih dahulu hingga ia merasa nyaman.

Sebenarnya ini sudah cukup bagus lho ketika anak bisa aktif saat ada temannya yang proaktif terlebih dahulu, Moms hanya perlu menerapkan pola asuh yang tepat, konsisten, dan memberikan tanggung jawab kepada anak agar anak bisa mengeksplorasi kemampuan dirinya sehingga menumbuhkan rasa percaya diri anak.

Moms bisa mulai memberikan tanggung jawab dari hal sederhana, seperti ia harus membereskan mainannya sendiri jika sudah selesai bermain. Apabila anak mampu membereskan mainannya, maka Moms jangan lupa memberikan pujian atas perilaku positifnya. Hal ini penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak, membentuk konsep diri yang positif dan membuat anak merasa berharga.

Anak yang memiliki konsep diri positif dan percaya diri yang tinggi akan lebih mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.

Dijawab oleh Nidya Dwika Puteri, M. Psi

Sumber: Forum Orami - Ask The Expert

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.