Di atas 5 tahun

7 Maret 2019

Anak Suka Menimbun Barang, Normal Atau Tidak?

Waspada kalau anak banyak mengumpulkan barang tidak bermanfaat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Siapa nih, Moms yang sering dibuat heran sekaligus kesal dengan tumpukan benda di lemari dan kamar karena anak suka menimbung barang?

Jangankan untuk dibuang atau disumbangkan, biasanya tumpukan barang dirapikan dan dipindahkan oleh Moms saja bisa membuat si kecil histeris, panik, dan marah. Alhasil, anak jadi sulit beraktivitas dengan normal karena kamarnya berantakan.

Kalau Moms pernah atau sedang menghadapi pengalaman diatas, maka besar kemungkinan si kecil memiliki kondisi gangguan menimbun atau hoarding disorder pada anak.

Hoarding Disorder Pada Anak

anak suka menimbun barang normal atau tidak 1

Foto: interest.com

Menurut DSM-5 (panduan para psikiater dan psikolog dalam memberikan diagnosa), hoarding disorder pada anak termasuk dalam kategori gangguan obsesif-kompulsif.

Secara sederhana, hoarding disorder adalah kondisi dimana seseorang menumpuk barang karena alasan emosional, dan bisa mengalami stress emosional saat harus membuang barang, bahkan walau barang tersebut sudah tidak lagi bermanfaat.

Kebiasaan anak suka menimbun barang juga seringkali berkaitan dengan reactive attachment disorder atau gangguan kelekatan, maupun developmental disability atau gangguan perkembangan.

Baca Juga: 6 Penyebab Anak Suka Marah, Salah Satunya karena Perilaku Orang Tua Juga

Tanda Hoarding Disorder Pada Anak

anak suka menimbun barang, normal atau tidak 2

Foto: makeyourdamnbed.com

Mengoleksi barang secara normal sebenarnya bermanfaat bagi perkembangan anak, seperti dalam keterampilan memilah, menguasai suatu subjek, maupun membangun identitas diri.

Anak yang mengoleksi barang karena alasan positif biasanya akan merasa bangga menunjukkan apa saja yang sudah dikumpulkannya, serta cerita dibalik koleksinya.

Sebenarnya tidak sulit kok Moms, membedakan anak yang gemar mengoleksi barang dan anak yang memiliki hoarding disorder. Nah, berikut adalah tandanya:

  • Barang yang dikumpulkan tidak memiliki manfaat atau nilai nyata, bahkan seringkali kondisinya lebih banyak yang rusak atau usang.
  • Cenderung malu memperlihatkan barang yang disimpannya.
  • Menunjukkan reaksi emosional kuat seperti marah, panik, atau mengamuk bila ada barangnya yang dipindahkan, dibereskan, atau dibuang.
  • Memiliki keterkaitan emosional yang tidak sehat terhadap barang yang ditimbun, seperti selalu mengecek keberadaannya dan merasa khawatir jika berada jauh dari barang tersebut.
  • Menimbun barang di tempat khusus, seperti dibawah tempat tidur atau pojok kamar.
  • Aktivitas harian menjadi terganggu, baik karena timbunan barang menutupi ruang atau karena anak tidak bisa berhenti memikirkannya.

Baca Juga: Kemunduran Perilaku dan Kemampuan Balita di Usia Tertentu, Normalkah?

Penyebab Hoarding Disorder Pada Anak

anak suka menimbun barang, normal atau tidak 3

Foto: realsimple.com

Menurut American Academy of Child and Adolescent Psychiatry, hoarding disorder pada anak dipengaruhi faktor genetik, kognitif, mental, dan emosional tersendiri, dan bisa dipicu oleh pengalaman traumatis.

Selain itu, sekitar 50% anak yang suka menimbun barang ternyata memiliki kerabat yang juga melakukan hal sama.

Melalui pendampingan dan terapi perilaku yang tepat, hoarding disorder pada anak bisa dicegah menjadi bertambah parah. Kuncinya adalah tidak menghakimi dan memberikan contoh perilaku yang baik.

Baca Juga: 5 Hal yang Harus Dilakukan Saat Si Kecil Dikasari Anak Lain

Nah, apa Moms punya pengalaman dengan anak atau orang dewasa yang memiliki gangguan menimbun?

(WA)

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait