Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Tanya Pakar | May 16, 2018

Anak Tidak Suka Main Kotor, Bagaimana Mengatasinya?

Bagikan


Tanya:

Anak saya, perempuan 16 bulan, sering menolak jika bermain kotor atau messy play.

Saya berikan pasir kinetik, tapi ia hanya mengacak-ngacak lalu pergi. Malah ia pergi mengambil buku ceritanya atau spidol dan corat-coret.

Memang saya baru mengenalkan anak saya messy play saat umur 14 bulan, sampai sekarang ia selalu tidak tertarik bermain pasir kinetik, hanya mengacak-ngacak saja. Lebih tertarik buku dan corat-coret.

Pertanyaan saya, apakah memang ada tipe anak yang tidak menyukai messy play? Jika iya, apakah akan memengaruhi tingkat kecerdasan anak dibandingkan yang senang main kotor atau messy play? (Vania Laksana Putri)

Jawab:

Sebenarnya messy play itu tidak hanya menggunakan pasir kinetik saja, masih banyak material lain yang bisa digunakan seperti beras, play dough (supaya aman play dough bisa dibuat sendiri dari campuran tepung, air dan beri sedikit pewarna makanan), batu-batuan, kacang-kacangan, es batu, tepung terigu dan masih banyak lagi.

Ketika Moms memperkenalkan anak messy play ada kemungkinan anak tidak tertarik atau bahkan enggan menyentuhnya karena merasa jijik.

Jangan putus asa dulu karena anak butuh waktu untuk kenal dengan permainan barunya. Moms bisa katakan pada anak bahwa tidak perlu khawatir tangannya kotor nanti bisa cuci tangan setelah selesai bermain.

Sebaiknya Moms juga ikut terlibat aktif dalam aktivitas bermain. Moms bisa memberikan contoh ke anak bahwa banyak sekali yang bisa kita buat dari pasir ini seperti membuat istana, kue ulang tahun, bola, dan lainnya.

Dengan begitu anak akan tertarik untuk mencobanya dan melakukan eksplorasi dengan mainan barunya.

Ketika anak melakukan aktivitas messy play seluruh panca indera pun ikut terstimulasi, anak bisa meraba, mendengar, mencium, melihat dan merasakan, sehingga bisa meningkatkan kecerdasan dan daya kreativitas anak.

Cari Mainan yang Sesuai Usianya

Menurut saya, Si Kecil bukan tidak tertarik melakukan aktivitas main kotor atau messy play, hanya saja dia belum benar-benar mengerti untuk melakukannya.

Ketika melakukan aktivitas messy play fokus utamanya bukanlah untuk menghasilkan sesuatu namun proses bermainnya sekaligus belajar.

Saran saya, cari mainan yang sesuai dengan usianya, jadi mengajarkan messy play juga perlu memperhatikan tahapan usianya.

Karena messy play baru benar-benar bisa dipahami oleh anak ketika anak memasuki usia sekitar 3 tahun.

Saat itu anak tidak hanya sekadar bermain tetapi juga sudah mempunyai tujuan dan bisa belajar banyak hal.

Untuk anak usia 16 bulan belum tepat jika diberikan pasir kinetik karena pada usia ini sebagian anak masih suka memasukkan benda ke dalam mulutnya, dikhawatirkan nanti anak akan memakan pasir kinetik.

Jadi penting sekali untuk mencari jenis mainan sesuai dengan tahapan usia Si Kecil. Jika tetap ingin memperkenalkan anak dengan pasir, Moms bisa membuatnya sendiri.

Bisa menggunakan susu bubuk cokelat atau biskuit yang ditumbuk agak kasar. Ini akan lebih aman digunakan untuk aktivitas messy play anak usia 16 bulan.

Dijawab oleh Nidya Dwika Puteri, M. Psi

Sumber: Ask The Expert - Forum Orami

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.