Pernikahan & Seks

PERNIKAHAN & SEKS
8 Maret 2021

5 Bahaya Anal Seks Ini Wajib Moms Tahu

Cari tahu lebih dalam tentang bahaya anal seks
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Intan Aprilia

Apa itu anal seks? Aktivitas yang masih dianggap tabu ini awalnya hanya dilakukan oleh penyuka sesama jenis saja.

Hal ini dikarenakan kegiatan seksual ini dilakukan melalui dubur atau anus karena minimnya tempat untuk melakukan penetrasi seksual.

Namun, lama-kelamaan aktivitas ini semakin banyak diminati pula oleh pasangan heteroseksual.

Anal seks yang dilakukan melalui anus ini dianggap sebagai variasi dalam hubungan seksual, karena bisa menimbulkan sensasi yang berbeda.

Tahukah Moms, bahwa kegiatan anal seks ini ternyata tidak dianjurkan oleh para dokter? Berikut bahaya anal seks yang wajib Moms tahu:

Baca juga: 5 Fakta Tentang Anal Seks yang Harus Moms Ketahui Sebelum Melakukannya

1. Anal Seks Menularkan Virus HIV

Anal seks

Foto: Orami Photo Stock

Karena aktivitasnya dilakukan melalui anus, anal seks berisiko menularkan virus HIV 100 kali lebih banyak dibanding aktivitas seks normal.

Perlu Moms ketahui kalau anus tidak digunakan untuk melakukan hubungan seksual tapi untuk sistem ekskresi sehingga anal seks dianggap sangat berbahaya menularkan bakteri dan kuman ke Moms maupun suami.

  • Penularan HIV pada seks anal pun bisa terjadi ketika tidak menggunakan kondom.
  • Anal seks adalah jenis seks yang paling berisiko untuk menularkan dan tertular penyakit HIV.
  • Ketika menjadi pasangan reseptif atau pasangan yang berada di posisi bawah lebih berisiko tertular HIV jika dibandingkan dengan menjadi pasangan yang insertif atau berada di posisi atas.
  • Risiko pasangan reseptif lebih tinggi tertular HIV jika dibandingkan dengan pasangan insertif adalah karena lapisan rektum yang tipis dan memungkinkan virus untuk masuk ke dalam tubuh selama melakukan anal seks
  • Pasangan insertif pun tetap berpotensi tertula HIV. Hal tersebut dikarenakan HIV isa masuk melalui lubah di ujung penis atau yang biasanya disebut uretea, kulup jika penis tak disunat atau luka kecil seperi cakaran serta luka terbuka di mana pun pada bagian penis.

Center of Disease Control and Prevantion (CDC) mencatat bahwa hubungan seks anal yang dilakukan oleh jenis kelamin apa pun adalah tindakan seksual yang memiliki risiko tinggi terhadap penularan HIV. Kemunfkinan tertular HUV dari kegiatan tersebut adalah;

  1. Hubungan seks anal reseptif: 1,38 %.
  2. Hubungan seks anal insertif: 0,11 %.

Jadi, meski keduanya memiliki kemungkinan tertular HIV melalui seks anak, pasangan reseptif akan memiliki peluang yang lebih tinggi.

Pasangan insertif pun tetap berpotensi tertular HIV. Hal tersebut dikarenakan HIV isa masuk melalui lubah di ujung penis atau yang biasanya disebut uretea, kulup jika penis tak disunat atau luka kecil seperi cakaran serta luka terbuka di mana pun pada bagian penis.

Baca Juga: 5 Makanan Peningkat Gairah Seksual yang Wajib Dicoba

Cara Pencegahan Penularan HIV

Anal seks

Foto: Orami Photo Stock

Penularan virus HIV sebenarnya bisa dicegah ketika pasangan menggunakan kondom saat berhubungan seksual.

Dengan pemakaian kondom, bukan hanya HIV, namun kemungkinan tertular penyakit seksual lainnya pun akan jauh lebih rendah.

Selain memakai kondom, berikut hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan HIV;

  • Melakukan hubungan seksual yang aman

Dalam hal ini, perlunya melakukan hubungan intim yang aman sangat tinggi. Maksudnya adalah untuk tidak melakukan hubungan seksual dengan bergonta-ganti pasangan dan tetap menggunakan kondom.

  • Bicara jujur pada pasangan

Ketika mengetahui bahwa diri sendiri atau pasangan mengidap HIV, sebaiknya membicarakan hal ini secara terbuka.

Semakin cepat dideteksi, maka penanganan yang dapat dilakukan untuk menekan perkembagan virus serta penularannya pun bisa dengan segera diantisipasi.

2. Perdarahan pada Wanita

Anal seks

Foto: Orami Photo Stock

Menurut pakar seks, anal seks juga tidak dianjurkan karena ini akan menyebabkan perdarahan yang hebat pada wanita meski sensasi yang didapatkannya sungguh luar biasa.

Perdarahan yang terjadi pun tidak bisa dihentikan sehingga dalam jangka waktu lama akan berakhir dengan bahaya kematian.

Melansir laman Planned Parenthood, tidak seperti seks dengan vagina, anus biasanya tidak memproduksi lubrikan yang cukup untuk melakukan penetrasi yang nyaman. Jadi, akan sangat wajar jika terjadi lecet atau luka yang menimbulkan perdarahan.

Jika ingin melakukan hubungan seks dari anal yang aman, selain memakai kondom, Moms juga perlu banyak sekali lubrikan.

Pemakaian kondom pun sebaiknya diganti ketika ingin melakukan anal seks usai melakukan seks dari vagina ataupun sebalknya.

Hal tersebut dikarenakan dubur menghasilkan banyak bakteri dan tentunya Moms tak ingin bakteri tersebut pindah ke vagina ataupun sebaliknya, bukan?

Jangan terburu-buru dalam melakukan seks dari anal dan jujurlah pada pasangan bila terasa menyakitkan. Ketika merasakan sakit, sebaiknya jangan dipaksakan ya, Moms!

Ketika merasakan ketidaknyamanan dan rasa sakit saat berhubungan seksual, sebaiknya Moms menghentikan hal tersebut.

Perlu diketahui, tidak semua orang bisa menikmati anal seks. Jika Moms adalah salah satunya, hal tersebut sangat normal.

Baca Juga: Hati-Hati! Ini 7 Tanda Seseorang Kecanduan Seks

3. Luka pada Sistem Ekskresi

Anal seks

Foto: Orami Photo Stock

Seperti yang tadi sudah disebutkan, lubang anus tidak memiliki pelumas seperti yang diproduksi vagina. Hal ini pada akhirnya bisa menyebabkan nyeri yang luar biasa saat terjadi penetrasi di lubang dubur.

Penetrasi yang terjadi juga tidak menutup kemungkinan akan menyebabkan luka yang mengakibatkan Moms tidak bisa melakukan aktivitas seks lagi dalam waktu dekat.

4. Berpotensi Kanker

Anal seks

Foto: Orami Photo Stock

Kebiasaan melakukan anal seks juga bisa saja berakhir dengan kanker anus yang tidak hanya Moms, tapi juga suami bisa berpotensi mengidap penyakit yang sama.

Risiko kanker anus sendiri akan meningkat pada orang yang berada di bawah 30 tahun yang sering melakukan aktivitas yang masih dianggap tabu tersebut.

Baca Juga: 5 Masalah Seks yang Sering Dialami Wanita

5. Susah Menahan Buang Air Besar

Anal seks

Foto: Orami Photo Stock

Aktivitas seks yang berpusat di anus menyebabkan anus makin lama akan semakin melonggar.

Tentu saja hal ini akan berpengaruh besar ke sistem ekskresi dimana lama kelamaan Moms tidak mampu lagi menahan buang air besar, buang air kecil ataupun buang angin.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Northwestern University menemukan bahwa perempuan yang pernah melakukan hubungan seks anal atau yang melakukan jenis hubungan seks tersebut secara regular biasanya memiliki perubahan jadwal buang air besar.

Ya, seperti yang sudah disebutkan di atas, orang yang melakukan hubungan anal seks akan merasa kesulitan untuk menahan buang air besar.

American Journal of Gastroenterologi melakukan penelitian pada 4,170 orang dewasa di tahun 2016. Dalam studi tersebut, mereka menemukan 37,3 % perempuan dan 4,5 % laki-laki yang pernah melakukan anal seks

Angka ketidakmampuan menahan buang air besar pun lebih banyak dirasakan oleh laki-laki ketimbang perempuan.

Penelitian ini pun menemukan bahwa ketidakmampuan menahan buang air besar lebih tinggi dirasakan oleh mereka yang pernah melakukan seks lewat anal tersebut.

Anal seks bisa menjadi sebuah variasi seks yang aman dan menyenangkan untuk sebagian orang. Namun, tentu saja Moms dan Dads perlu melakukan persiapan ketika ingin melakukannya.

Persiapan yang diperlukan seperti lubrikan dengan material air dan kondom untuk meminimalisir risiko yang akan terjadi.

Melakukan komunikasi dengan pasangan mengenai ketidaknyamanan yang diakibatkan oleh seks lewat anal pun bisa mengurangi risiko anus terluka.

Melihat begitu banyak risiko dan bahaya anal seks, sepertinya Moms harus berpikir ulang bila ingin melakukan variasi hubungan seks dengan cara ini.

Baca Juga: 7 Posisi Seks Unik untuk Mencapai Multiorgasme

Jika memang Moms dan Dads ingin melakukan ataupun penasaran dengan hubungan anal seks, sebaiknya dilakukan dengan aman dan tidak dijadikan aktivitas yang rutin dilakukan karena bisa membahayakan.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait