Kesehatan

28 Mei 2021

Mengenal Analgetik atau Analgesik dan Antipiretik, Berikut Kegunaan dan Efek Sampingnya

Analgetik-antipiretik merupakan obat untuk meredakan nyeri sekaligus menurunkan suhu tubuh yang tinggi
placeholder

Foto: shutterstock.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Karla Farhana

Moms mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah analgetik atau analgesik yang terdapat dalam obat-obatan. Menurut Arthritis Foundation, analgetik adalah kelas obat yang dirancang khusus untuk meredakan nyeri.

Melansir laman Drugs, analgetik akan bekerja meredakan nyeri tanpa membuat Moms atau orang yang mengonsumsinya tertidur, jadi tak akan menyebabkan kehilangan kesadaran.

Perlu Moms ketahui juga bahwa menurut British Journal of Pain analgetik bekerja dalam berbagai cara pada jalur nyeri perifer dan sentral. Analgetik pun dianggap sebagai salah satu kelompok obat yang paling berharga dan efektif, tetapi bisa juga berbahaya bila penggunaanya tidak tepat.

Simak penjelasan mengenai analgetik selengkapnya di bawah ini, Moms.

Baca Juga: 5+ Penyebab Nyeri Dada dan Gejalanya, Ternyata Tidak Melulu karena Sakit Jantung

Jenis Analgetik

Jenis Obat Analgetik

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Everyday Health, obat ini dapat dijual sebagai obat bebas (OTC) atau obat resep.

Ada berbagai jenis analgetik, antara lain:

  • Opioid (narkotika), seperti Avinza, Kadian, atau MS Contin (morfin), Oxycontin (oxycodone), Dolophine atau Methadose (metadon), Dilaudid (hydromorphone), kodein, Demerol (meperidine), Duragesic atau Actiq (fentanyl), dan lain-lain.
  • Tylenol (asetaminofen).
  • Obat kombinasi yang mengandung Tylenol dan opioid.
  • Obat anti inflamasi non steroid (NSAID), seperti Advil (ibuprofen), Aleve (naproxen), Celebrex (celecoxib), dan lainnya
  • Aspirin (asam asetilsalisilat), yang terkadang dianggap sebagai NSAID.

Baca Juga: 7 Obat Nyeri Tulang Alami, Moms Harus Coba

Analgetik-Antipiretik

Analgetik-Antipiretik obat nyeri dan demam

Foto: Orami Photo Stock

Berdasarkan informasi dari sebuah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi 2016, salah satu penggunaan obat analgetik ialah dikombinasikan dengan antipiretik.

Analgetik-antipiretik adalah obat yang dapat mengurangi rasa nyeri sekaligus menurunkan suhu tubuh tinggi.

Ada banyak obat yang termasuk dalam golongan analgetik-antipiretik, berikut di antaranya:

  • Parasetamol (acetaminofen)

Moms dapat menggunakan golongan obat analgetik-antipiretik ini untuk meredakan nyeri ringan dengan pireksia atau demam.

Adapun dosis yang dianjurkan adalah 0,5-1 gram setiap 4-6 jam dengan penggunaan maksimum sebanyak 4 gram perhari.

Hal ini karena penggunaan parasetamol mungkin dapat menimbulkan efek samping berupa reaksi hipersensitivitas, kelainan darah, kerusakan hati, hingga kerusakan ginjal.

Baca Juga: Konsumsi Paracetamol untuk Ibu Hamil, Amankah?

  • Asetosal

Jenis analgetik-antipiretik yang bernama asetosal dapat digunakan sebagai obat pereda nyeri ringan hingga sedang sekaligus demam.

Dosis yang disarankan, yaitu 300-900 mg tiap 4-6 jam bila diperlukan, dengan penggunaan maksimal sebanyak 4 gram perhari.

Efek samping penggunaan asetosal biasanya ringan dan tidak sering, tetapi kejadiannya tinggi untuk terjadinya iritasi saluran cerna dengan pendarahan ringan yang asimptomasis, memanjangnya waktu pendarahan, bronkospasme, dan reaksi kulit pada pesien hipersensitif.

  • Antalgin (Methampyron)

Antalgin bisa digunakan sebagai obat analgetik-antipiretik untuk mengatasi nyeri ringan hingga sedang dan demam.

Dosis yang sebaiknya diperhatikan dalam mengonsumsi obat ini adalah 3-4 kali sebanyak 250-500 mg perhari.

Efek samping yang mungkin saja muncul akibat dari penggunaan antalgin, yaitu iritasi lambung dan hyperhidrosis.

  • Tramadol

Golongan obat analgetik-antipiretik ini biasanya dikonsumsi sebagai pereda nyeri kronik yang berat dan pada rasa nyeri pasca operasi.

Dosis yang biasanya digunakan dalam penggunaan tramadol adalah sebanyak 50 mg sebagai dosis tunggal dan dapat diulangi 30-60 menit dengan dosis total yang tidak melebihi 400 mg sehari.

Sementara untuk efek samping yang ditimbulkan dari tramadol, meliputi mual, muntah, lesu, letih, ngantuk, pusing, ruam kulit, takikardia (meningkatnya detak jantung), peningkatan tekanan darah, dan muka merah.

Baca Juga: Obat Demam Anak, Sebaiknya Gunakan Paracetamol atau Ibuprofen?

Keamanan Penggunaan Analgetik

Kegunaan Analgetik

Foto: Orami Photo Stock

Kebanyakan analgetik dianggap aman jika diminum dalam waktu singkat dan persis seperti yang tertera pada kemasan atau oleh dokter.

Meski demikian, analgetik narkotik dan kombinasi analgesik narkotik telah dikaitkan dengan beberapa risiko serius seperti depresi pernapasan (pernapasan lambat dan dangkal yang tidak biasa), gangguan penggunaan opioid, dan overdosis yang berpotensi fatal.

Jenis analgetik narkotik berpotensi membuat ketagihan dan hanya boleh digunakan untuk kondisi tertentu di bawah pengawasan ketat.

Sementara itu, jenis analgetik NSAID juga dikaitkan dengan beberapa efek samping yang serius, seperti peningkatan risiko serangan jantung dan stroke yang fatal.

Beberapa NSAID, seperti diklofenak dan celecoxib, lebih mungkin meningkatkan risiko ini daripada yang lain dan NSAID tidak boleh digunakan sebelum atau setelah operasi bypass jantung (coronary artery bypass graft, atau CABG).

NSAID lain, seperti ketorolac, aspirin, dan indometasin, dikaitkan dengan risiko efek samping gastrointestinal yang lebih tinggi.

Kebanyakan NSAID tidak cocok untuk anak-anak atau remaja di bawah usia 18 tahun. Ibuprofen adalah satu-satunya NSAID yang disetujui untuk anak-anak berusia tiga bulan ke atas.

Baca Juga: Gigi Berlubang pada Anak, Atasi Nyeri dengan 5 Obat Sakit Gigi Alami Ini

Manfaat Analgetik

Kegunaan Analgetik sebagai Pereda Nyeri

Foto: Orami Photo Stock

Obat-obatan analgetik tersebut biasanya digunakan untuk mengobati nyeri akibat radang sendi, pembedahan, cedera, sakit gigi, sakit kepala, kram menstruasi, nyeri otot, radang usus buntu, kanker, kerusakan saraf, osteoarthritis, artritis rheumatoid, keseleo, dan lainnya.

Namun perlu Moms ketahui bahwa penggunaan analgetik ini mungkin tidak selalu efektif dalam mengatasi masalah di atas. Penggunaannya sering kali disesuaikan dengan kondisi kesehatan penderitanya.

Baca Juga: Si Kecil Demam? Coba Berikan Buah Penurun Panas Bayi Berikut Ini, Moms

Dosis Analgetik

Dosis Obat Analgetik

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms mengonsumsi obat analgetik yang dijual bebas di apotek, sebaiknya membaca aturan pakai pada kemasan sehingga tepat guna.

Sementara apabila Moms mendapatkan obat analgetik ini berdasarkan resep dokter, patuhilah anjuran yang diberikan dokter.

Biasanya, dokter akan menyesuaikan dosis analgetik dan waktu konsumsinya dengan kondisi medis setiap pasien.

Baca Juga: Paracetamol untuk Ibu Menyusui, Ketahui Dosis dan Efek Sampingnya

Penggunaan Analgetik

Konsultasi dengan dokter untuk penggunaak obat analgetik

Foto: Orami Photo Stock

Ikutilah petunjuk yang telah diberikan. Jangan sampai Moms mengonsumsi analgetik secara sembarangan, kurang, atau bahkan melebihi dosis karena bisa menimbulkan efek samping.

Menurut Department of Health The Government of the Hong Kong Special Administrative Region, obat analgetik untuk penghilang rasa sakit tidak boleh dibagikan dengan orang lain, karena orang yang berbeda mungkin mengalami rasa sakit dengan penyebab dan tingkat keparahan yang berbeda.

Jelaskan juga kondisi kesehatan tubuh Moms sebelum menggunakan analgetik, misalnya ketika Moms sedang hamil atau masa menyusui agar benar-benar aman.

Hindari minum alkohol saat menggunakan analgetik karena dapat meningkatkan risiko dan keparahan efek samping obat.

Pertahankan juga berat badan yang sehat karena kelebihan berat badan akan memberi tekanan tambahan pada otot punggung dan persendian, yang dapat memperburuk rasa sakit.

Disarankan juga untuk tetap lakukan olahraga ringan, seperti berjalan kaki dan berenang untuk menghindari ketidakaktifan yang menyebabkan siklus nyeri meningkat dan hilangnya fungsi.

Bernapaslah perlahan saat merasakan sakit agar tubuh lebih rileks dan hal ini dapat mencegah ketegangan otot atau kecemasan yang memperburuk rasa sakit.

Baca Juga: 5 Penyebab Payudara Terasa Nyeri dan Kencang, Jangan Panik Dulu!

Efek Samping Analgetik

Efek Samping Obat Analgetik

Foto: Orami Photo Stock

Risiko mengalami efek samping tergantung pada jenis analgesik yang digunakan dan berapa lama jangka waktu konsumsinya.

Efek samping analgesik mungkin termasuk:

Cara Menyimpan Analgetik

Cara Menyimpan Obat Analgetik

Foto: Orami Photo Stock

Analgetik harus disimpan di tempat yang sejuk dan kering, Moms.

Kecuali jika ditentukan pada label, obat-obatan tidak boleh disimpan di lemari es, maka cukup diletakkan dalam suhu ruang.

Selain itu, obat-obatan harus disimpan dengan baik di tempat yang tidak terjangkau oleh anak-anak untuk mencegah tertelan secara tidak sengaja.

Itulah informasi terkait analgetik, jenis, cara penggunaan, dan efek samping yang mungkin ditimbulkan. Semoga bermanfaat ya, Moms.

  • https://www.arthritis.org/drug-guide/analgesics/analgesics
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4590162/
  • https://www.everydayhealth.com/analgesic/guide/
  • http://repository.ump.ac.id/5319/3/PUTRI%20RIZKI%20IMANIAH%20BAB%20II.pdf
  • https://www.drugs.com/drug-class/analgesics.html
  • https://www.drugoffice.gov.hk/eps/do/en/consumer/news_informations/dm_16.html
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait