Kesehatan Umum

2 November 2021

Mengenal Anatomi Kulit Manusia dan Fungsinya

Setiap lapisan kulit memiliki fungsi yang berbeda-beda, lho
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Widya Citra Andini

Memahami anatomi kulit ternyata sangat penting, sebab kulit merupakan organ tubuh terbesar karena menutupi seluruh bagian tubuh.

Dilansir dari European Journal of Dermatology, kulit adalah organ yang sangat besar, terhitung 15% dari total berat badan orang dewasa.

Kulit adalah bagian dari sistem integumen, yang juga mencakup kuku, rambut, dan kelenjar eksokrin.

Kulit memiliki banyak fungsi, yang mana akan melindungi tubuh dari panas, cahaya, cedera, dan infeksi.

Kulit juga memiliki banyak fungsi lainnya, seperti mengatur suhu tubuh, menyimpan air dan lemak, mencegah kehilangan air, mencegah masuknya bakteri, bertindak sebagai penghalang antara organisme dan lingkungannya.

Pada intinya, kulit terdiri dari 3 lapisan yang memiliki fungsi-fungsinya tertentu, yaitu epidermis, dermis, dan hipodermis (subkutan).

Penjelasan mengenai 3 lapisan yang menjadi anatomi kulit ini akan diulas dalam pembahasan berikut ini, ya, Moms.

Baca Juga: 8 Manfaat Vitamin C untuk Kesehatan Tubuh dan Kulit

Mengenal Lapisan Kulit

Anatomi kulit terdiri dari fungsi-fungsinya tersendiri, yaitu:

1. Epidermis

Epidermis.jpg

Foto: freepik.com

Epidermis adalah lapisan terluar dari kulit atau lapisan kulit yang terlihat dari luar. Epidermis juga merupakan lapisan tertipis dari tiga lapisan kulit.

Ini adalah lapisan kulit avaskular, sehingga tidak mengandung pembuluh darah.

Lapisan ini terdiri dari sel-sel keratin dan epitel, ditumpuk dalam lembaran-lembaran yang rapat.

Ketebalan dari lapisan epidermis ini tergantung di mana ia berada di tubuh. Misalnya, lapisan paling tipis di kelopak mata.

Sementara itu, lapisan paling tebal terletak di telapak tangan dan telapak kaki.

Dilansir dari jurnal yang diterbitkan dalam National Center for Biotechnology Information, anatomi kulit dari epidermis juga dibedakan menjadi lima bagian, yaitu:

Stratum Basale

Lapisan ini juga sebagai lapisan sel basal, memiliki sel-sel basal berbentuk kolom yang membelah dan mendorong sel-sel yang lebih tua ke permukaan kulit.

Ketika sel-sel bergerak ke atas melalui kulit, mereka menjadi rata dan akhirnya mati dan luruh.

Stratum Spinosum

Lapisan dikenal sebagai lapisan sel skuamosa, adalah lapisan epidermis yang paling tebal.

Lapisan ini mengandung keratinosit yang baru terbentuk, yang memperkuat protein. Lapisan ini juga membantu mencegah terjadinya infeksi.

Stratum Granulosum

Lapisan ini mengandung lebih banyak keratinosit yang bergerak ke permukaan.

Stratum Lucidum

Lapisan ini hanya ada di telapak tangan dan telapak kaki.

Stratum Korneum

Ini adalah lapisan terluar atau paling atas dari epidermis. Itu terbuat dari keratinosit datar yang mati yang ditumpahkan kira-kira setiap dua minggu.

Baca Juga: Catat! Urutan Body Care untuk Kulit Tubuh yang Lebih Sehat dan Cerah

Epidermis mengandung tiga sel khusus, yaitu:

  • Melanosit yang menghasilkan pigmen (melanin).
  • Sel Langerhans yang bertindak sebagai garis pertahanan pertama dalam sistem kekebalan kulit.
  • Sel Merkel yang memiliki fungsi yang belum sepenuhnya dipahami.

2. Dermis

Dermis

Foto: Orami Photo Stock

Anatomi kulit berikutnya, yaitu lapisan dermis. Dermis adalah lapisan tengah dari tiga lapisan kulit. Lapisan ini terletak di antara epidermis dan jaringan subkutan.

Dermis berisi jaringan ikat, kapiler darah, kelenjar minyak dan keringat, ujung saraf, dan folikel rambut.

Dermis adalah lapisan tengah kulit. Dermis adalah lapisan yang memberikan struktur dan elastisitas pada kulit.

Dermis memiliki dua lapisan bagian, yaitu lapisan papiler dan lapisan retikuler.

  1. Lapisan papiler adalah lapisan yang paling dekat dengan epidermis. Di dalam lapisan papiler terdapat banyak pembuluh darah kecil, fagosit (sel pelindung yang mencerna patogen), serabut saraf, dan reseptor taktil yang disebut sel darah.
  2. Lapisan retikuler lebih tebal dari dua lapisan dermal, terdiri dari serat kolagen dan elastin. Lapisan ini memberikan kekuatan dermis dan memungkinkannya meregang.

Ketebalan dermis bervariasi tergantung pada lokasinya di tubuh. Di kelopak mata, tebalnya 0,6 milimeter.

Di bagian belakang, telapak tangan, dan telapak kaki setebal 3 milimeter.

Dermis dibagi menjadi tiga jenis jaringan berbeda yang ada di seluruh, yaitu:

  • Kolagen
  • Jaringan elastis
  • Serat retikuler

Baca Juga: 7 Makanan yang Mengandung Kolagen, Baik untuk Kulit!

Dermis mengandung beberapa sel dan struktur khusus, termasuk:

  • Folikel rambut: lubang atau pori-pori kecil yang terdapat di kulit, serta menjadi tempat bertumbuhnya rambut.
  • Kelenjar sebaceous: berfungsi untuk mengeluarkan zat minyak yang disebut sebum. Kelenjar sebaceous bersama dengan kelenjar keringat berperan dalam mengatur suhu tubuh agar tetap stabil. Konsentrasi tertinggi kelenjar sebaceous terletak pada wajah, kulit kepala, dan punggung atas.
  • Kelenjar apokrin dan endokrin: kelenjar-kelenjar yang memproduksi keringat.
  • Pembuluh darah dan ujung saraf.
  • Sel-sel Meissner dan sel-sel pipih yang mentransmisikan sensasi sentuhan dan tekanan.
  • Otot arrector pili: Otot kecil yang melekat pada pangkal rambut. Saat berkontraksi, itu membuat bulu kuduk merinding dan membuat bulu kuduk berdiri.
  • Kelenjar seruminosa: Kelenjar ini hanya ditemukan di dermis di dalam saluran telinga, membuat kotoran telinga.
  • Pembuluh limfa
  • Pembuluh darah
  • Reseptor sensorik

3. Hipodermis (Subkutan)

Hipodermis (Subkutan)

Foto: Orami Photo Stock

Anatomi kulit berikutnya, yaitu lapisan hipodermis atau yang disebut dengan jaringan subkutan. Jaringan subkutan adalah lapisan terdalam dan terdalam dari tiga lapisan kulit.

Sebagian besar hipodermis terdiri dari lemak, jaringan ikat, dan pembuluh darah dan saraf yang lebih besar

Ketebalan lapisan ini bervariasi tergantung di mana letaknya pada tubuh.

Misalnya, lapisan paling tebal di bokong, telapak kaki, dan telapak tangan.

Jaringan subkutan adalah komponen penting dari pengaturan suhu tubuh. Jaringan ini juga berfungsi sebagai bantalan.

Jadi, apabila Moms pernah terjatuh atau menabrak sesuatu dengan tubuh, jaringan ini akan melindungi bagian dalam tubuh Moms dan membuat cedera tidak terlalu sakit.

Baca Juga: 8 Rekomendasi Shampo untuk Kulit Kepala Gatal

Variasi Anatomi Kulit Manusia

Variasi Anatomi Kulit Manusia.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Setelah mengetahui lapisan kulit manusia, ada baiknya memahami seputar variasi anatomi kulit manusia.

Maksudnya adalah ketebalan kulit bervariasi menurut usianya masing-masing.

Kulit menjadi lebih tebal secara progresif sampai sekitar usia 40 tahun.

Namun, setelahnya kulit dapat perlahan menipis. Perubahan ini sebagian besar terjadi pada bagian dermis.

Banyak yang mengatakan bahwa pria, secara biologis, memiliki kulit yang lebih tebal secara keseluruhan daripada wanita.

Namun, sejauh ini beberapa penelitian tidak menemukan perbedaan yang signifikan antara ketebalan kulit pria dan wanita.

Pigmentasi kulit juga bervariasi dari individu ke individu. Pigmentasi kulit terutama disebabkan oleh melanin.

Sementara kebanyakan orang memiliki jumlah melanosit yang hampir sama, jumlah melanin yang dihasilkan oleh melanosit juga bervariasi.

Semakin banyak melanin yang dimiliki kulit, maka akan semakin gelap warna kulitnya.

Karoten dan hemoglobin juga berperan dalam pigmentasi kulit, tetapi pada tingkat yang lebih rendah.

Melihat beragam variasi anatomi kulit ini, maka ada baiknya untuk menjaga kesehatan kulit mulai dari sekarang.

Hal ini untuk melindungi kulit dan merawatnya seiring dengan pertambahan usia, ya, Moms.

Itulah penjelasan tentang anatomi kulit, serta bagian-bagian yang penting untuk diperhatikan. Semoga menjadi informasi yang berguna, ya!

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12095893/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470464/
  • https://www.verywellhealth.com/skin-anatomy-1068880
  • https://www.verywellhealth.com/skin-anatomy-4774706
  • https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=anatomy-of-the-skin-85-P01336
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait