Trimester 3

27 Juli 2021

Anensefali, Kondisi Saat Bayi Lahir Tanpa Tempurung Kepala yang Utuh

Anensefali tidak dapat disembuhkan, tapi bisa dicegah dan dikurangi risikonya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Widya Citra Andini

Moms, apakah masih asing dengan istilah anensefali? Dikutip dari laman MedlinePlus, anensefali terjadi ketika seorang bayi lahir dengan kehilangan sebagian besar otak yang disebut otak besar dan otak kecil.

Area otak ini diperlukan untuk berpikir, mendengar, melihat, merasakan emosi, dan mengoordinasikan gerakan. Selain itu, tulang tengkorak juga dapat hilang atau tidak terbentuk dengan sempurna.

Anensefali adalah cacat tabung saraf yang paling parah dan paling umum dapat terdeteksi secara prenatal atau saat janin masih berada di dalam kandungan. Pada beberapa kasus, anensefali juga dapat didiagnosis setelah bayi lahir.

Baca Juga: Bagaimana Mengetahui Spina Bifida pada Bayi?

Kondisi ini dapat berakibat fatal. Sebagian besar bayi dengan anensefali meninggal sebelum lahir, atau kehamilan berakhir dengan keguguran. Selain itu, bayi yang lahir dengan anensefali meninggal dalam beberapa jam, hari, atau minggu.

Ada baiknya, Moms memahami penyebab, diagnosis dini, serta tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya anensefali. Berikut ini ulasannya.

Penyebab Terjadinya Anensefali

Anensefali adalah cacat lahir yang terjadi ketika tengkorak, kulit kepala, dan otak tidak berkembang dengan baik di dalam rahim, bahkanbagian otak dan tengkorak bayi hilang.

Jaringan otak yang terbentuk biasanya terbuka karena tidak cukup kulit dan tulang untuk menutupinya.

Bayi yang lahir dengan anensefali hidup hanya beberapa jam atau hari setelah lahir. Lantas, sebenarnya apa yang menjadi penyebab kondisi ini?

Hal yang perlu Moms pahami, faktor keturunan atau riwayat keluarga tidak berpengaruh pada anensefali.

Namun, jika Moms pernah memiliki anak dengan cacat tabung saraf sebelumnya, maka berisiko tinggi untuk memiliki bayi dengan anensefali.

Dilansir dari Cleveland Clinic, ada beberapa faktor yang juga dapat menjadi penyebab anensefali, yaitu:

1. Kekurangan Asam Folat

Kekurangan Asam Folat.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir dari Reviews in Obstetrics & Gynecology, asam folat adalah bentuk sintetis vitamin B9 yang merupakan nutrisi penting dalam proses replikasi DNA.

Moms mungkin sudah sering mendengar pentingnya menjaga asupan asam folat sebelum dan selama masa kehamilan. Manfaat asam folat yang paling utama, yaitu untuk mencegah terjadinya cacat tabung saraf.

Selain itu, asam folat juga mendukung proses pembentukan jaringan dan organ tubuh janin, serta mengurangi risiko bayi terlahir dengan berat badan rendah atau cacat.

Faktanya, wanita yang tidak mendapatkan cukup asam folat saat hamil memang memiliki risiko lebih tinggi memiliki bayi dengan anensefali.

Untuk itu, ada baiknya Moms mengonsumsi vitamin prenatal dengan 400 mikrogram asam folat sebelum dan selama kehamilan.

Selain itu, ketahui beberapa sumber makanan yang kaya asam folat, seperti kacang-kacangan, asparagus, telur, sayuran berdaun hijau, hati sapi, alpukat, buah bit, buah jeruk, dan brokoli.

Baca Juga: Pentingnya Asam Folat untuk Ibu Hamil

2. Diabetes pada Ibu Hamil

Diabetes pada Ibu Hamil.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Faktor penyebab anensefali berikutnya, yaitu diabetes pada ibu hamil. Diabetes yang tidak terkontrol bisa meningkatkan risiko bayi lahir dengan anensefali.

Hal ini menyebabkan kadar glukosa darah menjadi terlalu tinggi dan membahayakan perkembangan bayi di dalam kandungan.

Cara mencegah terjadinya diabetes saat hamil bisa dengan asupan gizi yang seimbang dan hidup aktif. Moms harus mampu mengimbangi asupan makanan dengan gaya hidup aktif secara fisik.

Kombinasi keduanya menjadi pendekatan yang ideal untuk menjaga atau mengurangi kelebihan lemak tubuh dan kadar gula darah.

Selain itu, tentunya selalu lakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter kandungan, ya, Moms.

3. Obesitas

Obesitas.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Sebuah studi menunjukkan, wanita yang memiliki berat badan berlebih sebelum hamil memiliki peluang lebih tinggi untuk memiliki bayi dengan anensefali atau cacat lahir lainnya.

Maka dari itu, ada baiknya Moms mencapai berat badan yang ideal saat memulai program hamil.

Sebab, ada dampak negatif yang mungkin terjadi ketika mengalami obesitas saat hamil. Tidak hanya membahayakan janin, kondisi ini juga dapat berpengaruh pada kesehatan Moms sendiri.

Obesitas pada ibu hamil dapat menyebabkan terjadinya sleep apnea, berisiko alami pembekuan darah, hingga tekanan darah tinggi yang dapat mengakibatkan preeklamsia.

Baca Juga: 4 Dampak Obesitas pada Ibu Hamil Bagi Perkembangan Janin

Preeklamsia adalah suatu kondisi dalam kehamilan yang berhubungan dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan protein dalam urine. Kondisi ini juga dapat berakibat fatal.

Cara mencegah terjadinya obesitas saat hamil tentunya dengan menerapkan pola makan yang sehat bernutrisi, rutin berolahraga dan melakukan aktivitas fisik, serta memiliki kualitas tidur yang baik setiap harinya.

Jika diperlukan, Moms dapat berkonsultasi dengan dokter gizi untuk menentukan pola diet yang paling tepat.

4. Penggunaan Obat-obatan Tertentu

Penggunaan Obat-obatan Tertentu.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Penggunaan obat-obatan tertentu pada ibu hamil ternyata juga dapat menyebabkan terjadinya anensefali.

Di antaranya seperti obat anti kejang seperti fenitoin, carbamazepine, dan asam valproat bisa menyebab cacat tabung saraf.

Selain itu, mengonsumsi opioid selama dua bulan pertama kehamilan dapat menyebabkan cacat tabung saraf. Opioid termasuk heroin (obat terlarang) dan resep obat penghilang rasa sakit seperti hidrokodon juga dapat berpengaruh.

Cara mencegahnya dengan tidak mengonsumsi obat-obatan tanpa pengawasan dokter selama menjalani program hamil dan saat masa kehamilan.

Itulah beberapa faktor penyebab dan pencegahan anensefali yang bisa dilakukan. Lantas, adakah pengobatan anensefali?

Baca Juga: Apa Obat Antibiotik yang Aman untuk Ibu Hamil?

Cara Diagnosis Anensefali

Cara Diagnosis Anensefali

Foto: Orami Photo Stock

Sayangnya, anensefali tidak bisa diobati. Sebagian besar kehamilan dengan anensefali berakhir dengan keguguran atau lahir mati (stillbirth).

Perlu dipahami, anensefali lebih sering menyerang bayi perempuan daripada laki-laki.

Dilansir dari laman Centers for Disease Control and Prevention, ada beberapa cara yang bisa dilakukan sebagai cara diagnosis anensefali, yaitu:

1. Tes Skrining Darah dan USG

Selama kehamilan, ada tes skrining (tes prenatal) untuk memeriksa cacat lahir dan kondisi lainnya. Anensefali akan menghasilkan hasil abnormal pada tes skrining darah atau serum atau mungkin terlihat selama USG.

Tes ultrasound juga dapat menjadi pemeriksaan untuk diagnosis anensefali. Tes ini menggunakan gelombang suara, yang menghasilkan gambar bayi di dalam kandungan.

Dokter akan menggunakan ultrasound (sonogram) untuk melihat tengkorak, otak, dan tulang belakang bayi.

2. Pemeriksaan MRI

Pemeriksaan MRI juga dapat menjadi cara untuk diagnosis anensefali. Cara yang dilakukan untuk melihat otak dan tulang belakang secara lebih rinci, dapat melakukan tes pencitraan MRI.

MRI menggunakan magnet bertenaga tinggi untuk menghasilkan gambar jaringan dan tulang. Lebih lanjutnya, Moms dapat berdiskusi dulu dengan dokter kandungan.

Baca Juga: 8 Vitamin Pra Kehamilan Terbaik Rekomendasi Dokter

3. Amniosentesis

Pemeriksaan ini dilakukan dengan memasukkan jarum tipis ke dalam kantung ketuban dan mengeluarkan beberapa cairan.

Setelah itu, akan diperiksa cairan amniosentesis untuk kadar AFP yang tinggi dan enzim yang disebut asetilkolinesterase. Salah satu dari zat ini dapat berarti bayi memiliki cacat tabung saraf.

Itulah beberapa pemeriksaan untuk diagnosis anensefali. Jika masih memiliki pertanyaan seputar anensefali atau cacat tabung saraf lainnya, ada baiknya Moms berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Memiliki persiapan yang matang saat menjalani program hamil akan mendatangkan manfaat untuk kehamilan yang sehat ke depannya, ya, Moms.

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/8862982/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3218540/
  • https://medlineplus.gov/genetics/condition/anencephaly/
  • https://www.cdc.gov/ncbddd/birthdefects/anencephaly.html
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait