Kesehatan

6 Mei 2021

Mengenal Anestesi, Jenis dan Efek Sampingnya pada Tubuh, Wajib Tahu!

Beda jenis anestesi, beda juga efeknya pada tubuh
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Jika pernah berada di posisi untuk melakukan operasi, Moms pasti sudah tidak asing lagi dengan penggunaan anestesi.

Mengutip National Institute of General Medical Sciences, anestesi adalah perawatan medis yang mencegah pasien dari merasakan sakit selama operasi berlangsung.

Ahli anestesi biasanya memberikan obat anestesi melalui jalur intravena di lengan. Terkadang, ada pula diberi gas yang dihirup melalui masker. Kedua prosedur tersebut sama saja, tetapi prosedur kedua lebih banyak digunakan pada anak-anak.

Obat-obatan yang digunakan untuk memproduksi anestesi, sangat berpengaruh dengan tingkat bius yang diberikan. Oleh karena itu, ada yang disebut dengan anestesi umum, regional, dan lokal.

Baca Juga: Kenali Alergi Anestesi, Dapat Menyebabkan Kematian

Jenis-Jenis Anestesi yang Sering Digunakan

anestesi2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Berikut ini adalah penjelasan terkait masing-masing jenis dari anestesi yang biasa diberikan oleh dokter. Semoga dapat menambah wawasan, ya, Moms!

1. Anestesi Umum

Penggunaan anestesi umum akan membuat pasien tidak sadar dan tidak peka terhadap rasa sakit atau rangsangan lainnya. Anestesi umum akan digunakan untuk prosedur bedah yang lebih besar, atau prosedur kepala, dada, dan perut.

Dilansir melalui Medline Plus, pemberian anestesi ini dapat melalui dua cara, yaitu dihirup atau disuntikkan melalui intravena.

Walaupun dinyatakan aman, namun pemberian anestesi umum terhadap lansia, anak-anak, dan pasien yang memiliki kondisi medis buruk, perlu berhati-hati. Pasalnya, pemberian anestesi umum yang salah dapat memicu berbagai komplikasi yang dapat berujung fatal.

2. Anestesi Regional

Anestesi regional akan menghalangi rasa sakit di sebagian besar tubuh, seperti anggota tubuh dari dada ke bawah. Dalam pengaruh anestesi regional, pasien masih bisa sadar selama prosedur, atau mendapat obat penenang selain anestesi regional.

Contoh penggunaan anestesi regional adalah, termasuk epidural untuk meringankan rasa sakit saat melahirkan atau selama operasi caesar (C-section), tulang belakang untuk operasi pinggul atau lutut, atau blok lengan untuk operasi tangan.

Selain epidural, spinal dan saraf perifer adalah bentuk dari anestesi regional lainnya. Namun, dua jenis ini jarang digunakan.

3. Anestesi Lokal

Penggunaan anestesi lokal hanya akan mempengaruhi sebagian kecil tubuh. Oleh karenanya, jenis anestesi ini lebih sering digunakan dalam kedokteran gigi, karena dapat untuk membius satu gigi saja.

Selain itu, dokter mata juga menggunakannya untuk operasi mata seperti pengangkatan katarak. Atau dokter kulit untuk menghilangkan pertumbuhan kulit kecil termasuk kutil dan tahi lalat.

Baca Juga: Yuk Kenali 3 Tahapan Tumbuh Kembang Gigi Anak!

Perhatikan Hal-Hal Ini sebelum Memperoleh Anestesi

Tips Melakukan Program Hamil Jika Calon Ibu Pernah Memiliki Kebiasaan Merokok.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum memperoleh anestesi, ternyata ada beberapa hal yang peru diperhatikan, lho, Moms. Ini bertujuan untuk mengurangi resiko pada saat dan pasca menerima anestesi.

Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan tersebut? Cleveland Clinic membagikannya melalui unggahan situs resminya sebagai berikut.

  • Pastikan penyedia layanan kesehatan memiliki daftar obat dan vitamin yang sedang atau pernah anda konsumsi. Ini dikarenakan obat-obatan tertentu dapat berinteraksi dengan anestesi, hingga menyebabkan pendarahan.
  • Hindari makan dan minum delapan jam sebelum memperoleh anestesi kecuali anjuran dokter.
  • Berhenti merokok walaupun hanya satu hari sebelum prosedur anestesi. Hal ini akan meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru. Namun sangat dianjurkan untuk berhenti dua minggu sebelumnya.
  • Jangan meminum viagra atau obat lain yang bertujuan untuk mengobati disfungsi ereksi, setidaknya 24 jam sebelum prosedur.
  • Persiapkan obat tekanan darah jika memang diperlukan.

Baca Juga: 7 Makanan Ini Bisa Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Dengan Cepat

Efek Samping Penggunaan Anestesi

tanda heat stroke - pusing.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Setelah mengetahui jenis-jenis anestesi dan apa saja yang harus dilakukan sebelum memperolehnya, pasti Moms juga penasaran mengenai efek samping pasca diberikan anestesi, bukan?

Efek samping timbul karena respon tubuh setiap orang terhadap obat-obatan berbeda-beda. Hal ini dapat dipengaruhi oleh riwayat menderita alergi obat, usia, dan juga riwayat medis sebelumnya.

Oleh karena itu, Moms harus membicarakan terkait hal tersebut sebelum menerima anestesi. Karena efek sampingnya bisa jadi berujung fatal.

1. Sakit Tenggorokan, Mulut Kering, disertai Mual dan Muntah

Setelah berada dalam beberapa waktu di bawah pengaruh anesetesi, banyak pasien yang akan mengalami mulut kering dan sakit tenggorokan akibat kekurangan cairan.

Selain itu, pasien juga bisa mengalami mual, muntah, dan ngantuk yang parah.

Jika terjadi demikian, maka pasien harus segera dipastikan asupan cairannya dipenuhi. Dengan anjuran dokter, pasien juga bisa memperoleh obat anti mual dan perawatan khusus pasca anestesi.

2. Mengalami Delirium

Pada sebagian orang yang baru saja sadar setelah memperoleh anestesi umu, biasanya mereka memperoleh delirium. Delirium adalah kondisi yang membuat seseorang bingung dan mungkin tidak tahu secara jelas tentang apa yang terjadi pada mereka.

Dikutip dari Mayo Clinic, beberapa orang yang berusia di atas 60 tahun mengalami delirium selama beberapa hari setelah operasi. Hal serupa juga bisa terjadi pada anak-anak ketika mereka pertama kali bangun dari anestesi.

Baca Juga: Kenali Amnesia, Penyakit yang Menghilangkan Memori Ingatan

3. Reaksi Alergi

Dilansir melalui Hospital for Special Sugery, beberapa orang memang memiliki alergi khusus terhadap anestesi. Reaksi alergi dapat berupa ruam kulit, gatal-gatal, masalah pernapasan, dan anafilaksis hingga kondisi yang sangat langka yang disebut hipertermia maligna.

Jika Moms memang mengalami reaksi alergi di rumah sakit, hal tersebut dapat segera ditangani. Namun, cara teraman untuk menghindari efek ini adalah dengan menghindari pemaparan.

Untuk keamanan, ahli anestesi akan menyarankan prosedur pemeriksaan sebelum melakukan anestesi, agar mengetahui respon alergi dalam tubuh.

Lakukan Hal Ini Pasca Memperoleh Anestesi

anestesi1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Jika baru saja menerima anestesi lokal, biasanya pasien akan dapat segera beraktivitas normal tanpa ada pantangan, kecuali penderita alergi dan sesuai anjuran dokter.

Namun, bagi yang baru saja menerima anestesi umum dan regional, biasanya akan ada hal-hal yang perlu dihindari. Ini dikarenakan efek pasca anestesi yang ditakutkan dapat membahayakan diri pasien maupun orang sekitar.

Melansir Cleveland Clinic, berikut ini adalah hal apa saja yang harus diantisipasi pasca menerima anestesi:

  • Jangan pulang sendiri dari rumah sakit. Pastikan ada seseorang yang menemani. Efek samping dari anestesi bisa saja muncul setelah pasien dinyatakan boleh pulang.
  • Beristirahat penuh selama satu haru atau lebih sesuai kebutuhan.
  • Tidak mengemudi atau mengeoperasikan alat elektronik selama 24 jam.
  • Hindari meminum alkohol selama 24 jam.
  • Hanya minum obat atau suplemen yang diberikan dokter.
  • Pastikan konsultasi terhadap dokter terlebih dahulu apa saja yang boleh dikonsumsi pasca anestesi.

Baca Juga: Alkohol Jadikan Kulit Cepat Menua, Yuk Segera Hindari Moms!

Itu tadi Moms penjelasan seputar anestesi yang biasanya digunakan oleh dokter pada pasien sebelum melakukan tindakan operasi. Jika Moms berada dalam kondisi medis yang mengharuskan tindakan, jangan lupa untuk konsultasikan riwayat kesehatan kepada dokter atau penyedia anestesi. Hal ini dapat mengantisipasi segala efek buruk pasca anestesi nantinya.

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Moms!

  • https://www.hss.edu/anesthesiology-department_faq.asp#:~:text=Some%20people%20have%20allergies%20specifically,hospital%2C%20it%20can%20be%20treated.
  • https://www.halodoc.com/artikel/jenis-jenis-anestesi-yang-perlu-diketahui
  • https://medlineplus.gov/anesthesia.html
  • https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/15286-anesthesia
  • https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/anesthesia/about/pac-20384568
  • https://www.nigms.nih.gov/education/fact-sheets/Pages/anesthesia.aspx
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait