Kesehatan

22 Juni 2021

Anger Issues: Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Anger issues merupakan sifat seseorang yang mudah marah
placeholder

Foto: shutterstock.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Karla Farhana

Moms mungkin pernah mendengar anger issues, bukan? Beberapa dari Moms mungkin telah mengetahui anger issues sebagai salah satu kondisi yang berhubungan dengan emosi seseorang.

Secara umum, anger issues adalah kondisi seseorang yang marah marah dan ketika mereka marah, cenderung berlebihan.

Meski kemarahan adalah reaksi manusia yang normal dan bisa efektif serta bermanfaat dalam situasi tertentu, seperti menanggapi ancaman cedera atau menyakiti diri sendiri dan orang lain. Namun, ketidakmampuan dalam mengendalikan amarah dapat merusak dan menyebabkan masalah dalam hidup, serta berdampak negatif pada hubungan pribadi dan profesional.

Kemarahan tidak hanya memengaruhi hubungan eksternal, tetapi juga dapat berdampak negatif pada kesehatan.

Sebuah penelitian yang dikutip dari Web MD telah menunjukkan bahwa ketidakmampuan mengendalikan amarah dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular, bulimia (gangguan pola makan yang mengancam jiwa), diabetes, dan kecelakaan di jalan raya. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan perawatan psikologis dan pengobatan saat membantu orang mengatasi masalah anger issues.

Baca Juga: Mengapa Ibu Hamil Lebih Sensitif Terhadap Suami dan Mudah Marah?

Ciri-Ciri Seseorang Mengalami Anger Issues

ciri ciri orang mengalami anger issues

Foto: Orami Photo Stock

Kemarahan menyebabkan gejala fisik dan emosional. Meskipun wajar untuk mengalami gejala-gejala ini sesekali, orang dengan anger issues cenderung mengalaminya lebih sering dan pada tingkat yang lebih parah.

1. Gejala Fisik

Kemarahan memengaruhi berbagai bagian tubuh, termasuk jantung, otak, dan otot. Sebuah studi tahun 2011 yang dipublikasikan pada laman Science Direct menemukan bahwa kemarahan juga menyebabkan peningkatan kadar testosteron dan penurunan kadar kortisol.

Tanda dan gejala fisik amarah meliputi:

2. Emosional

Ada sejumlah emosi yang sejalan dengan kemarahan. Moms mungkin memperhatikan gejala emosional berikut sebelum, selama, atau setelah episode kemarahan, seperti:

  • Sifat lekas marah
  • Frustrasi
  • Kegelisahan
  • Stres
  • Tertekan
  • Merasa kewalahan
  • Merasa bersalah

Baca Juga: Mengenal Meditasi, Cara Mudah dan Cepat Menghilangkan Stres, Yuk Coba!

Penyebab Anger Issues atau Sifat Mudah Marah

Ada banyak faktor internal dan eksternal yang memicu kemarahan. Beberapa faktor internal dapat mencakup ketidakstabilan mental, seperti depresi, atau alkoholisme.

Sedangkan faktor eksternalnya dapat berupa situasi yang menyebabkan stres atau kecemasan, masalah keuangan atau profesional, atau masalah keluarga dan hubungan.

Berikut penjelasan mengenai penyebab seseorang mengalami anger issues dikutip dari Healthline.

1. Depresi

Depresi menyebabkan anger issues

Foto: Orami Photo Stock

Kemarahan bisa menjadi ketidakstabilan mental, salah satunya gejala depresi, yang ditandai dengan perasaan sedih yang terus-menerus dan kehilangan minat yang berlangsung setidaknya dua minggu.

Kemarahan mungkinbisa ditekan atau diekspresikan secara terbuka. Intensitas amarah dan cara pengungkapannya bervariasi dari orang ke orang.

Jika Moms mengalami depresi, mungkin mengalami gejala, meliputi:

  • Sifat lekas marah
  • Kehilangan energi
  • Perasaan putus asa
  • Pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri

Baca Juga: 5 Zodiak yang Paling Gampang Marah, Apakah Moms Termasuk?

2. Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD)

OCD memiliki gejala anger issues

Foto: Orami Photo Stock

Gangguan obsesif kompulsif (OCD) adalah gangguan kecemasan yang ditandai dengan pikiran obsesif dan perilaku kompulsif. Seseorang dengan OCD memiliki pikiran, dorongan, atau gambaran yang tidak diinginkan dan mengganggu yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu secara berulang.

Misalnya, mereka mungkin melakukan kebiasaan tertentu, seperti menghitung angka atau mengulangi kata atau frasa, karena keyakinan irasional bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi jika mereka tidak melakukannya.

Dalam sebuah penelitian yang berjudul Journal of Anger Attacks in Obsessive Compulsive Disorder pada tahun 2011 menemukan bahwa kemarahan adalah gejala umum OCD dan kondisi ini mempengaruhi sekitar setengah dari orang dengan OCD.

Kemarahan bisa timbul karena frustrasi karena ketidakmampuan untuk mencegah pikiran obsesif dan perilaku kompulsif, atau karena seseorang atau sesuatu mengganggu kemampuan untuk melakukan kebiasaan.

Baca Juga: Anak Galak dan Suka Marah, Apa yang Harus Moms Lakukan?

3. Penyalahgunaan Alkohol

minum alkohol bisa sebabkan anger issues

Foto: Orami Photo Stock

Penelitian menunjukkan bahwa meminum alkohol meningkatkan agresi. Alkohol merupakan faktor penyebab sekitar setengah dari semua kejahatan kekerasan yang dilakukan di Amerika Serikat.

Penyalahgunaan alkohol, atau alkoholisme, mengacu pada mengonsumsi terlalu banyak alkohol sekaligus atau minum alkohol secara teratur.

Alkohol merusak kemampuan seseorang untuk berpikir jernih dan membuat keputusan rasional. Hal ini juga memengaruhi kontrol impuls dan dapat mempersulit seseorang dalam mengontrol emosi mereka.

Baca Juga: 3 Prinsip Peaceful Parenting, Mengasuh Anak Tanpa Marah-marah

4. Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

ADHD menyebabkan anger issues

Foto: Orami Photo Stock

Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) atau gangguan hiperaktif defisit perhatian adalah gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan gejala seperti kurangnya perhatian, hiperaktif, dan atau impulsif.

Gejala ADHD biasanya dimulai pada masa kanak-kanak dan berlanjut sepanjang hidup seseorang. Beberapa orang tidak terdiagnosis sampai dewasa, yang kadang-kadang disebut sebagai ADHD dewasa.

Kemarahan dan temperamen pendek juga dapat terjadi pada orang-orang dari segala usia dengan ADHD. Gejala lainnya yang termasuk penyakit ADHD adalah kegelisahan, masalah fokus, dan keterampilan manajemen atau perencanaan waktu yang buruk.

Baca Juga: Sabar Moms, Ini 4 Cara Menghadapi Suami yang Pemarah

5. Oppositional Defiant Disorder (ODD)

ODD menyebabkan anger issues

Foto: Orami Photo Stock

Berdasarkan informasi dari Hopkins Medicine, Oppositional Defiant Disorder (ODD) adalah gangguan perilaku yang mempengaruhi 1 hingga 16 persen anak usia sekolah. Gejala umum ODD meliputi sifat mudah marah dan marah berlebihan.

Anak-anak ODD seringkali mudah terganggu oleh orang lain. Mereka mungkin menantang dan argumentatif.

Baca Juga: Memiliki Efek Jangka Panjang, Ketahui Dampak Sering Memarahi Anak

6. Gangguan Bipolar

gangguan bipolar menandakan anger issues

Foto: Orami Photo Stock

Gangguan bipolar adalah gangguan otak yang menyebabkan perubahan dramatis dalam suasana hati.

Perubahan suasana hati yang intens ini dapat berkisar dari mania hingga depresi, meskipun tidak semua orang dengan gangguan bipolar akan mengalami depresi. Banyak orang dengan gangguan bipolar mungkin mengalami periode kemarahan, lekas marah, dan amarah.

Selama episode manik, penderita bipolar dapat:

  • Mudah gelisah
  • Merasa gembira
  • Memiliki pikiran berlomba
  • Terlibat dalam perilaku impulsif atau sembrono

Sementara selama episode depresi, orang yang mengidap gangguan bipolar dapat:

  • Merasa sedih, putus asa, atau menangis
  • Kehilangan minat pada hal-hal yang pernah dinikmati
  • Memiliki pikiran untuk bunuh diri

Baca Juga: Bagaimana Kita Tahu Jika Mengidap Gangguan Bipolar?

7. Intermittent Explosive Disorder (IED)

penderita IED mudah marah

Foto: Orami Photo Stock

Seseorang dengan Intermittent Explosive Disorder (IED) atau gangguan eksplosif intermiten telah berulang kali mengalami episode perilaku agresif, impulsif, atau kekerasan. Mereka mungkin bereaksi berlebihan terhadap situasi dengan ledakan kemarahan yang tidak sesuai dengan situasi.

Episode berlangsung kurang dari 30 menit dan muncul tanpa peringatan. Orang dengan gangguan ini mungkin merasa mudah tersinggung dan marah hampir sepanjang waktu.

Beberapa perilaku umum penderita IED, meliputi:

  • Amarah
  • Argumen
  • Perkelahian
  • Kekerasan fisik
  • Melempar barang

Orang dengan IED mungkin saja akan merasa menyesal atau malu setelah suatu episode tersebut.

Baca Juga: Jangan Lakukan 4 Kesalahan Ini Saat Menghadapi Anak Marah

8. Kesedihan

kesedihan dapat menyebabkan anger issues

Foto: Orami Photo Stock

Kemarahan adalah salah satu tahapan kesedihan. Kesedihan bisa datang dari kematian orang yang dicintai, perceraian atau perpisahan, atau karena kehilangan pekerjaan. Kemarahan dapat ditujukan kepada orang yang meninggal, siapa pun yang terlibat dalam peristiwa tersebut, atau benda mati.

Gejala kesedihan, yaitu:

  • Syok
  • Mati rasa
  • Kesalahan
  • Kesendirian
  • Takut

Baca Juga: 3 Cara Mengobati Kesedihan Mendalam Setelah Suami Meninggal Dunia

Cara Mengatasi Anger Issues

cara mengatasi anger issues

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms mengalami salah satu gejala dan yakin bahwa kemarahan yang dialami sudah tidak terkendali atau jika kemarahan tersebut berdampak negatif pada kehidupan atau hubungan, maka pertimbangkan untuk mencari bantuan dari ahli kesehatan mental.

Seorang ahli kesehatan mental dapat membantu menentukan apakah Moms memiliki kondisi kesehatan mental yang mendasari yang menyebabkan anger issues dan memerlukan perawatan.

Manajemen amarah juga dapat mencakup satu atau beberapa hal berikut ini:

  • Teknik relaksasi
  • Terapi perilaku
  • Perawatan depresi, kecemasan, atau obat ADHD, jika Moms didiagnosis dengan salah satu kondisi tersebut
  • Kelas manajemen amarah, yang dapat diambil secara langsung, melalui telepon, atau online
  • Latihan manajemen kemarahan di rumah
  • Bergabung dengan kelompok pendukung yang memiliki masalah yang sama sehingga memicu motivasi berobat

Itulah beberapa informasi penting tentang anger issues. Semoga bermanfaat ya, Moms.

  • https://www.webmd.com/mental-health/signs-anger-issues
  • https://www.healthline.com/health/anger-issues#symptoms
  • https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0018506X09002785?via%3Dihub
  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/oppositional-defiant-disorder
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3530280/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait