Kesehatan

12 Juli 2021

Angin Duduk: Gejala, Penyebab, Jenis, dan Cara Mengobati

Bukan nyeri dada biasa, pahami gejala angin duduk yang perlu diwaspadai
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms, seberapa jauh mengenal kondisi angin duduk alias angina pectoris?

Banyak orang yang menyamakan kondisi angin duduk dengan masuk angin biasa. Meski gejalanya terlihat mirip, nyatanya dua kondisi ini sangat berbeda.

Angin duduk adalah kondisi yang cukup berbahaya, bahkan bisa mengakibatkan kematian apabila tidak segera ditangani dengan baik.

Melansir penjelasan dari American Heart Association, angin duduk atau angina pektoris adalah istilah medis untuk nyeri dada atau ketidaknyamanan akibat penyakit jantung koroner.

Kondisi ini terjadi ketika otot jantung tidak mendapatkan darah sebanyak yang dibutuhkan. Ini biasanya terjadi karena satu atau lebih arteri jantung menyempit atau tersumbat, disebut juga iskemia.

Lantas, apa yang menjadi penyebab dan apa saja gejalanya? Sebelum mengetahui cara mengobati angin duduk, ada baiknya kita berkenalan dengan yang namanya angin duduk. Simak penjelasannya di sini, yuk.

Baca Juga: Berbeda dengan Masuk Angin, Kenali Gejala dan Penyebab Angin Duduk

Pengertian Angin Duduk

Apa yang Dimaksud dengan Angin Duduk?

Foto: Orami Photo Stock

Angin duduk atau disebut angina adalah tanda bahwa seseorang berisiko mengalami serangan jantung hingga henti jantung mendadak atau sudden cardiac arrest.

Angin duduk terjadi ketika kurangnya asupan oksigen ke otot-otot jantung. Biasanya diakibatkan pengerasan atau penyempitan pada pembuluh darah koroner.

Kondisi ini bisa menyebabkan aliran darah yang membawa pasokan oksigen terhambat.

Angina pektoris nyatanya dapat terjadi karena berbagai kebiasaan seseorang yang menahun. Angin duduk bukan penyakit, tapi gejala adanya penyakit yang menyerang jantung.

Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami angin duduk. Nah, Moms harus memahami gejala yang dapat terjadi agar bisa mencari penanganan yang tepat.

Sebab, angin duduk bukan kondisi yang dapat dianggap sepele. Penyakit yang kerap datang secara tiba-tiba ini bisa menimbulkan komplikasi yang membahayakan bahkan sampai merenggut nyawa.

Itulah sebabnya, angin duduk dijuluki sebagai ‘silent killer’.

Baca Juga: Sakit Flu Bisa Memicu Penyakit Jantung, Kok Bisa?

Kenali Gejala Angin Duduk

Kenali Gejala Angin Duduk

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms pernah merasa tidak enak badan, disertai rasa nyeri di bagian tengah dada dan tidak kunjung menghilang, maka harus waspada.

Terlebih lagi, apabila rasa nyeri tersebut menjalar ke area leher, rahang bawah, bahu, lengan, dan punggung.

Gejala lainnya yang mungkin dapat muncul saat seseorang mengalami angin duduk, yaitu:

  • Napas terasa berat dan pendek-pendek
  • Tubuh terasa lemah
  • Tubuh terasa lelah dan penat
  • Mual dan pusing
  • Keringat dingin

Bisa dipahami bahwa gejala angin duduk mirip dengan orang yang terkena penyakit jantung koroner.

Hal ini biasanya terjadi saat seseorang memiliki masalah kolesterol tinggi dalam darah atau ada pembentukan plak jantung.

Faktanya, siapa saja bisa terkena angin duduk. Apalagi jika memang memiliki riwayat kesehatan yang telah disebutkan sebelumnya, harus lebih waspada dan berhati-hati dalam menjaga kesehatan jantung.

Baca Juga: Waspada 5 Penyakit yang Ditandai dengan Keringat Dingin, Bahaya Moms!

Faktor Risiko Seseorang Mengalami Angin Duduk

Faktor Usia dan Jenis Kelamin.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Angin duduk memang bisa terjadi pada siapa saja. Namun, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami angin duduk, yaitu:

1. Memiliki Kolesterol yang Tinggi

Pentingnya menjaga kadar kolesterol dalam darah agar tetap normal, untuk mencegah terjadinya berbagai penyakit kronis, termasuk angin duduk.

Ya, apabila Moms memiliki kolesterol tinggi, maka secara tidak langsung juga akan meningkatkan risiko mengalami angina.

Kolesterol yang tinggi berkontribusi pada pembentukan plak di dalam arteri.

2. Tekanan Darah Tinggi

Selalu cek tekanan darah agar tetap berada dalam batasan normal. Ketika seseorang mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi, maka terjadi ketika kekuatan darah yang mengalir melalui arteri terlalu tinggi.

Kondisi ini membuat jantung lebih sulit untuk memompa darah ke tubuh.

Ketika jantung perlu bekerja lebih keras dan membutuhkan lebih banyak oksigen, yang akhirnya meningkatkan risiko angina.

3. Faktor Usia dan Jenis Kelamin

Faktor yang meningkatkan risiko angin duduk bisa berasal dari usia dan jenis kelamin.

Meskipun penyakit ini kemungkinan dapat menyerang di usia muda, umumnya lansia punya potensi lebih besar terserang penyakit ini.

“Menurut data, laki-laki dengan usia di atas 60 tahun dan wanita yang sudah memasuki masa menopause lebih sering terserang angina pektoris,” ujar Peter Stone, profesor kedokteran di Harvard Medical School dan direktur kelompok penelitian profil vaskular di Brigham and Women's Hospital.

Baca Juga: 5 Makanan yang Baik untuk Asupan Nutrisi Lansia

4. Memiliki Kebiasaan Merokok

Kebiasaan merokok memang tidak akan mendatangkan keuntungan untuk kesehatan tubuh.

Selain memperburuk kesehatan organ dalam tubuh, ternyata kebiasaan ini dapat membuat seseorang berpotensi besar terserang penyakit angin duduk.

Gejala yang ditimbulkan adalah nyeri di bagian dada, sesak napas, hingga badan terasa lemas.

5. Mengidap Diabetes

Pengidap diabetes juga rentan terkena angin duduk. Tekanan kadar gula dalam darah yang cukup tinggi akan menghambat masuknya aliran darah menuju jantung. Kondisi ini menyebabkan potensi untuk terserang angin duduk juga lebih besar.

Selain faktor-faktor di atas, seseorang yang pernah memiliki riwayat penyakit jantung, kelebihan berat badan, jarang berolahraga, dan memiliki pola makan yang tidak sehat juga berpotensi untuk mengalami angin duduk.

Jenis Angin Duduk

Jenis Angin Duduk

Foto: Orami Photo Stock

Angin duduk terdiri dari 3 (tiga) jenis. Jenis angin duduk ini berkaitan dengan cara mengobati angin duduk yang tepat.

Oleh karena itu, sebelum Moms mencari tahu obat angin duduk, ketahui terlebih dahulu jenis-jenis penyakit angin duduk berikut ini:

1. Angin Duduk Stabil

Angin duduk stabil diakibatkan penyempitan pembuluh darah koroner pasca melakukan aktivitas berat seperti berolahraga. Namun, gejala angin duduk stabil ini biasanya dapat menghilang setelah Moms beristirahat.

2. Angin Duduk Tidak Stabil

Kondisi ini merupakan perkembangan dari angin duduk stabil dan dipicu oleh adanya penimbunan lemak atau pembekuan darah yang menghambat aliran darah menuju jantung.

Angin duduk tidak stabil berpotensi mengakibatkan serangan jantung apabila pengidapnya tidak segera mendapat pertolongan yang tepat.

3. Angin Duduk Prinzmetal

Pada angin duduk prinzmetal atau angin duduk varian, terjadi penyempitan pembuluh darah arteri akibat pembuluh darah yang kaku (spasme). Dampaknya, aliran darah yang membawa oksigen ke jantung menjadi terhambat.

Angin duduk prinzmetal dapat terjadi kapan saja. Jenis angin duduk ini bersifat sementara dan dapat dihilangkan dengan mengonsumsi obat angin duduk.

Pengobatan saat Mengalami Mengalami Angin Duduk

Pengobatan saat Mengalami Mengalami Angin Duduk.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Setelah Moms mengetahui penyebab, gejala, dan jenis-jenis angin duduk, lalu bagaimana dengan pengobatannya?

Nah, berikut ini adalah beberapa obat masuk angin duduk yang bisa Moms konsumsi apabila mengalami keadaan ini.

1. Nitrat

Nitrat adalah salah satu obat masuk angin duduk yang direkomendasikan. Obat ini berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah yang mengalami penyempitan.

Tak hanya mengatasi, nitrat juga bisa mencegah terjadinya angin duduk. Oleh karena itu, bagi orang yang memiliki riwayat angin duduk disarankan untuk mengonsumsi obat angin duduk ini sebelum melakukan aktivitas yang dapat memicu angin duduk.

"Pandangan pribadi saya adalah bahwa obat-obatan ini kurang dimanfaatkan secara serius. Nitrat memiliki manfaat baik untuk penyakit jantung kronis yang stabil dan gagal jantung," ungkap Dr. James Januzzi, profesor kedokteran di Harvard Medical School dan direktur unit perawatan jantung intensif di Rumah Sakit Umum Massachusetts.

2. Obat Pencegah Pembekuan Darah

Salah satu penyebab angin duduk adalah terjadinya pembekuan darah. Jika kondisi ini yang menyebabkan angin duduk, maka mengonsumsi obat pencegah darah membeku adalah cara mengobati angin duduk yang tepat.

Obat-obatan dari golongan ticagrelor dan clopidogrel yang berperan untuk memisahkan keping darah sehingga tidak mengalami penggumpalan atau pembekuan bisa jadi pilihan.

3. Ivabradine

Ivabradine adalah obat angin duduk yang berfungsi sebagai penangkal efek hormon adrenalin sehingga tekanan darah di area jantung menurun yang otomatis diikuti pula oleh penurunan irama jantung.

4. Penghambat Beta

Obat penghambat beta (beta-blocker) berfungsi yang sama dengan ivabradine, yaitu untuk menangkal efek hormon adrenalin yang menjadi pemicu meningkatnya tekanan darah hingga menyebabkan beban kerja jantung bertambah.

5. Penghambat Saluran Kalsium

Penghambat saluran kalsium adalah jenis obat yang juga umum dijadikan cara mengobati angin duduk manakala gejala angin duduk menyerang.

Obat angin duduk ini bertugas untuk melancarkan aliran darah di area jantung. Selain itu, obat penghambat saluran kalsium efektif melemaskan otot dinding pembuluh darah.

6. Nitrogliserin

Nitrogliserin adalah vasodilator yang berfungsi untuk membuka pembuluh darah yang menyempit dan meningkatkan aliran darah menuju jantung.

Nitrogliserin efektif untuk meredakan gejala angin duduk seperti nyeri dada akibat tidak lancarnya pasokan darah untuk jantung.

Baca Juga: Angin Duduk pada Wanita, Bahaya Besar yang Kerap Disepelekan

Nah, itulah penjelasan tentang angin duduk, penyebab, dan cara penanganan yang bisa dilakukan. Ingat, memerhatikan kesehatan tubuh secara keseluruhan sangat penting. Apabila menemukan kejanggalan, segera periksakan ke dokter.

  • https://www.healthgrades.com/right-care/heart-health/10-risk-factors-for-angina
  • https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/angina-chest-pain/angina-pectoris-stable-angina
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait