Trimester 1

24 September 2021

Pentingnya Antenatal Care dan Tips Aman Pemeriksaan Kehamilan saat Pandemi, Catat!

Jangan lupa gunakan masker dan menjaga jarak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Widya Citra Andini

Pernahkah Moms mendengar istilah antenatal care? Ibu hamil pasti tahu betapa pentingnya antenatal care atau pemeriksaan kehamilan.

Antenatal care adalah pemeriksaan kehamilan yang dilakukan oleh dokter atau bidan untuk optimalkan kesehatan mental dan fisik dari ibu hamil juga janin di dalam kandungannya.

Bukan hanya itu, antenatal care juga penting untuk mengetahui gizi dan asupan nutrisi untuk ibu hamil agar janin di dalam kandungan Moms bisa tumbuh optimal hingga hari kelahirannya nanti.

Sayangnya di masa new normal ini, yang mana kita juga masih berada dalam masa pandemi, pemeriksaan antenatal care rutin untuk para ibu hamil sedikit terhambat dikarenakan ketakutan akan terinfeksi virus corona (COVID-19).

Padahal, pemeriksaan antenatal care yang terhambat bisa membawa dampak negatif pada kesehatan ibu hamil, seperti berisiko lebih tinggi mengalami kematian janin, stillbirth, dan komplikasi kehamilan lainnya.

"Ibu hamil yang sehat adalah ibu dan janinnya yang sejahtera secara jasmani, rohani, dan spiritual, sehingga dibutuhkan antenatal care," jelas dr. Yasin Yanuar Mohammad, dokter kandungan, pada webinar yang berjudul Antenatal Care pada Masa New Normal, Apa yang Harus Diperhatikan? yang digelar oleh Rumah Sakit Pondok Indah, Rabu, 7 Oktober 2020.

Baca Juga: Ini Rekomendasi Pemeriksaan Kehamilan Tiap Trimesternya, Bumil Wajib Tahu!

Pentingnya Antenatal Care untuk Ibu Hamil

antenatal care

Foto: Orami Photo Stock

Dikutip dari lama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, antenatal care merupakan pemeriksaan kehamilan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental pada ibu hamil secara optimal.

Dengan begitu, ibu mampu menghadapi masa persalinan, nifas, menghadapi persiapan pemberian ASI secara eksklusif, serta kembalinya kesehatan alat reproduksi dengan wajar.

Pemeriksaan antenatal care dilakukan minimal 4 kali selama masa kehamilan, yaitu 1 kali pemeriksaan pada trimester pertama, 1 kali pemeriksaan pada trimester kedua, dan 2 kali pemeriksaan pada trimester ketiga.

Dikutip dari laman Womenshealth.gov, antenatal care bisa membantu Moms dan bayi dalam kandungan tetap sehat.

Bayi dari ibu yang tidak mendapatkan antenatal care 3 kali lebih mungkin memiliki berat badan lahir rendah dan 5 kali lebih mungkin meninggal dibandingkan dengan bayi yang lahir dari ibu yang mendapatkan perawatan.

Dengan antenatal care, dokter dapat melihat masalah kesehatan sejak dini jika mereka rutin menemui ibu. Ini memungkinkan dokter untuk merawatnya lebih awal.

Perawatan dini dapat menyembuhkan banyak masalah dan mencegah orang lain.

Dokter juga dapat berbicara dengan wanita hamil tentang hal-hal yang dapat mereka lakukan untuk memberikan awal hidup yang sehat bagi bayi yang belum lahir.

Tujuan Antenatal Care untuk Ibu Hamil

antenatal care

Foto: Orami Photo Stock

Antenatal care tentu tidak hadir tanpa tujuan. Karena sifatnya merupakan perawatan kesehatan ibu hamil oleh tenaga kesehatan, antenatal care tentu sangat berkaitan dengan kondisi kesehatan Moms dan janin dalam kandungan.

Berikut ini beberapa tujuan pemeriksaan antenatal care untuk ibu hamil.

  • Memantau kemajuan proses kehamilan demi memastikan kesehatan pada ibu serta tumbuh kembang janin yang ada di dalamnya.
  • Mengetahui adanya komplikasi kehamilan yang mungkin saja terjadi saat kehamilan sejak dini, termasuk adanya riwayat penyakit dan tindak pembedahan.
  • Meningkatkan serta mempertahankan kesehatan ibu dan bayi.
  • Mempersiapkan proses persalinan sehingga dapat melahirkan bayi dengan selamat serta meminimalkan trauma yang dimungkinkan terjadi pada masa persalinan.
  • Menurunkan jumlah kematian dan angka kesakitan pada ibu.
  • Mempersiapkan peran sang ibu dan keluarga untuk menerima kelahiran anak agar mengalami tumbuh kembang dengan normal.
  • Mempersiapkan ibu untuk melewati masa nifas dengan baik serta dapat memberikan ASI eksklusif pada bayinya.

Pemeriksaan antenatal care selama kehamilan dapat dilakukan di puskesmas, klinik, atau rumah sakit.

Pemeriksaan pada ibu hamil dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan, antara lain bidan, perawat, dokter umum, maupun dokter spesialis obstetri dan ginekologi (dokter kandungan).

Baca Juga: Tanda Kehamilan Bisa Dideteksi Lewat Payudara?

Manfaat Pemeriksaan Antenatal Care saat Pandemi untuk Ibu Hamil

pemeriksaan kehamilan

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun Moms tentu sudah memahami manfaat pemeriksaan antenatal care selama kehamilan, mungkin masih ada ketakutan dalam diri Moms karena kondisi pandemi.

Moms yang sedang hamil pasti bertanya-tanya apakah pemeriksaan antenatal care saat pandemi tetap perlu dilakukan?

Bagaimana tips aman melakukan pemeriksaan antenatal care saat pandemi? Simak ulasannya di bawah ini.

Mengutip Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO), antenatal care memiliki beberapa fokus yang bertujuan untuk memberikan manfaat untuk ibu hamil sebagai berikut.

1. Mencegah Adanya Komplikasi Kehamilan

Pemeriksaan antenatal care rutin diperlukan untuk skrining kondisi dan penyakit seperti anemia,infeksi menular seksual (terutama sifilis), infeksi HIV, kesehatan/masalah mental, dan/atau gejala stres atau kekerasan dalam rumah tangga.

Selain itu juga bisa sebagai tindakan pencegahan dengan melakukan imunisasi toksoid tetanus, obat cacing, zat besi dan asam folat, pengobatan pencegahan intermiten malaria di Kehamilan (IPTp), kelambu berinsektisida (ITN).

2. Memberikan Dukungan untuk Ibu Hamil

Antenatal care tidak hanya berguna untuk pemeriksaan fisik ibu hamil saja, tetapi bisa juga untuk memberikan dukungan secara mental.

Nasihat serta dukungan yang diberikan dokter atau tenaga kesehatan membantu ibu siap menghadapi kelahiran.

Baca Juga: Seberapa Penting Periksa Gula Darah Saat Hamil?

3. Membantu Ibu Hamil Membangun Kebiasaan yang Sehat

Ini termasuk mempromosikan perilaku sehat di rumah, termasuk gaya hidup sehat dan pola makan, keamanan dan cedera pencegahan, dan dukungan serta perawatan di rumah.

Selain itu juga sarana memberikan saran dan dukungan kepatuhan untuk pencegahan intervensi seperti suplementasi zat besi, penggunaan kondom, dan penggunaan ITN.

4. Membantu Mempersiapkan Kehamilan

Bantu wanita hamil dan pasangannya untuk bersiap secara emosional dan fisik untuk kelahiran dan perawatan bayi mereka kelak.

Terutama mempersiapkan periode awal dan ASI eksklusif serta mempertimbangkan peran pendamping yang suportif saat lahir.

Tips Aman Pemeriksaan Antenatal Care saat Pandemi COVID-19

tips kontrol kehamilan saat pandemi COVID-19-1

Foto: Orami Photo Stock

Ketika melakukan kontrol saat kehamilan, Moms mungkin perlu memerhatikan beberapa hal penting untuk tetap bisa menjaga diri dari infeksi COVID-19 yang sedang terjadi.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Pondok Indah - Pondok Indah, dr. Muhammad Fadli, Sp.OG, memberikan beberapa tips bagi Moms yang hendak melakukan pemeriksaan antenatal care saat pandemi virus corona.

Baca Juga: 9 Istilah Selama Pandemi COVID-19, Moms Sudah Tahu Semuanya?

1. Membuat Janji dengan Dokter Terlebih Dahulu

Tips aman pemeriksaan antenatal care saat pandemi yang pertama adalah membuat janji terlebih dahulu.

Pastikan Moms membuat janji dengan dokter kandungan terlebih dahulu sebagai tips kontrol kehamilan saat pandemi COVID-19.

Hal ini karena beberapa rumah sakit hanya mengizinkan pasien masuk dengan appointment.

Selain itu, disarankan agar Moms datang ke rumah sakit lebih awal, sehingga bisa mempersiapkan diri bila mungkin ada keperluan administrasi yang harus dilakukan.

"Sebaiknya datang 15 menit lebih awal, sehingga pemeriksaan dapat dilakukan dengan tepat waktu, dan Anda tidak perlu terlalu lama menunggu dan berada di rumah sakit," jelas dr. Muhammad.

2. Melakukan Konsultasi secara Virtual

Tips aman pemeriksaan antenatal care saat pandemi yang selanjutnya adalah lakukan konsultasi secara virtual.

Ibu hamil juga bisa melakukan pemeriksaan antenatal care melalui video call dengan dokter kandungan.

Namun, hal ini kembali lagi tergantung dari faktor risiko ibu hamil itu sendiri.

“Ibu hamil risiko rendah minimal konsultasi antenatal langsung secara fisik dilakukan 6 kali,” jelas dr. Yasin.

Namun menurutnya, ibu hamil dengan faktor risiko tinggi harus sering melakukan pemeriksaan fisik langsung.

3. Selalu Menggunakan Masker

Tips aman pemeriksaan antenatal care saat pandemi yang selanjutnya adalah selalu gunakan masker.

Untuk menghindari risiko tertularnya COVID-19 dari orang lain, selalu liindungi diri dengan menggunakan masker sebagai tips ketika kontrol kehamilan saat pandemi COVID-19 di rumah sakit.

Mengutip jurnal The Lancet Respiratory Medicine, disarankan bagi individu yang rentan terinfeksi untuk menghindari area yang ramai, dan menggunakan masker ketika pergi ke area dengan risiko tinggi infeksi.

Jangan lupa untuk selalu mengganti masker dengan yang baru setelah 4 jam pemakaian.

Baca Juga: Dari Persatuan Dokter Emergensi Indonesia, Ini Panduan Mencuci Tangan untuk Hindari Virus COVID-19

4. Jaga Jarak dan Rajin Cuci Tangan

Tips aman pemeriksaan antenatal care saat pandemi yang selanjutnya adalah jaga jarak dan rutin cuci tangan.

Selain memakai masker, disarankan untuk melakukan jaga jarak atau physical distancing dengan orang lain, dengan jarak minimal satu meter menurut anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Karena Moms mengunjungi rumah sakit di mana terdapat banyak sumber penyakit, jangan lupa untuk sering mencuci tangan, terutama setelah selesai melakukan konsultasi ke dokter dan keluar dari rumah sakit.

Itu dia Moms, tips mudah dalam melakukan pemeriksaan antenatal care saat pandemi COVID-19.

Tetap jaga kesehatan dan penuhi nutrisi dengan baik agar Moms dan janin sehat hingga proses melahirkan nanti.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait