Kesehatan

KESEHATAN
10 Maret 2021

Antibiotik untuk Radang Tenggorokan dan Batuk, Cari Tahu Di Sini!

Tidak semua kasus radang tenggorokan memerlukan antibiotik
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Amelia Puteri

Saat ini, banyak orang mengandalkan antibiotik untuk mengobati berbagai penyakit, salah satunya radang tenggorokan. Moms mungkin juga sedang mencari antibiotik untuk radang tenggorokan dan batuk.

Penyakit ini memang dialami oleh banyak orang dan mungkin Moms pernah mengalaminya. Padahal, tidak semua kasus radang tenggorokan memerlukan antibiotik.

Alih-alih sembuh, penggunaan antibiotik yang sembarangan bisa menyebabkan resistensi bakteri terhadap antibiotik.

Sebab, penggunaan antibiotik untuk radang tenggorokan dan batuk memang memerlukan resep dan diagnosis tertentu dari dokter.

Oleh karena itu, kali ini kami akan membahas seluk beluk mengenai antibiotik untuk radang tenggorokan dan batuk. Simak dengan saksama, ya, Moms!

Baca Juga: Mengatasi Radang Tenggorokan Saat Hamil

Pengertian Radang Tenggorokan

Antibiotik Untuk Radang Tenggorokan dan Batuk

Foto: Orami Photo Stocks

Sebelum mengetahui apa saja antibiotik untuk radang tenggorokan dan batuk, Moms perlu tahu pengertian dari kondisi radang tenggorokan.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Public Library of Science, radang tenggorokan adalah rasa sakit, kering, atau gatal di tenggorokan. Nyeri di tenggorokan adalah salah satu gejala yang paling umum.

Kebanyakan radang tenggorokan disebabkan oleh infeksi, atau faktor lingkungan, seperti udara kering. Meskipun radang tenggorokan bisa terasa tidak nyaman, biasanya akan hilang dengan sendirinya.

Radang tenggorokan dibagi menjadi beberapa jenis. Pembagian jenis ini berdasarkan area tenggorokan yang terkena radang. Berikut beberapa jenisnya.

1. Faringitis

Peradangan pada faring, yang berada di bagian belakang tenggorokan. Ini paling sering disebut hanya sebagai "sakit tenggorokan".

Faringitis juga dapat menyebabkan rasa gatal di tenggorokan dan kesulitan menelan.

2. Tonsillitis

Peradangan amandel, dua bantalan jaringan berbentuk oval di bagian belakang tenggorokan dan satu amandel di setiap sisi.

Tanda dan gejala tonsilitis adalah amandel yang membengkak, sakit tenggorokan, kesulitan menelan, dan kelenjar getah bening yang lunak di sisi leher.

3. Laringitis

Peradangan pada kotak suara (laring) akibat penggunaan berlebihan, iritasi, atau infeksi. Di dalam laring adalah pita suara atau dua lipatan selaput lendir yang menutupi otot dan tulang rawan.

Biasanya, pita suara membuka dan menutup dengan mulus, membentuk suara melalui gerakan dan getarannya

Baca Juga: 4 Cara Mengatasi Radang Tenggorokan pada Balita

Gejala Radang Tenggorokan

Antibiotik Untuk Radang Tenggorokan dan Batuk

Foto: Orami Photo Stocks

Gejala radang tenggorokan bisa berbeda-beda tergantung penyebabnya. Radang tenggorokan bisa terasa gatal, seperti terbakar, lecet, kering, perih, dan menyakitkan.

Ketika mengalami radang tenggorokan, Moms akan merasa kesakitan ketika menelan atau berbicara. Tenggorokan atau amandel Moms juga akan terlihat merah.

Selain itu, terkadang bercak putih berupa nanah akan terbentuk di amandel. Bercak putih ini lebih sering terjadi pada radang tenggorokan daripada radang tenggorokan yang disebabkan oleh virus.

Seiring dengan radang tenggorokan, Moms bisa mengalami gejala seperti hidung tersumbat, pilek, bersin, batuk, demam, panas dingin, kelenjar bengkak di leher, suara parau, pegal-pegal, sakit kepala, kesulitan menelan, dan kehilangan nafsu makan

Baca Juga: Apa Tindakan Pertama Saat Anak Radang Tenggorokan?

Penyebab Radang Tenggorokan

Penyebab radang tenggorokan berkisar dari infeksi hingga cedera.

Untuk mengetahui lebih lanjut terkait penyebab radang tenggorokan dan mengetahui apakah kondisinya bisa digunakan antibiotik untuk radang tenggorokan dan batuk, berikut delapan penyebab radang tenggorokan yang paling umum.

1. Pilek, Flu, dan Infeksi Virus Lainnya

Antibiotik Untuk Radang Tenggorokan dan Batuk

Foto: Orami Photo Stocks

Berdasarkan jurnal Canadian Family Physician, virus menyebabkan sekitar 90 persen radang tenggorokan.

Beberapa virus yang menyebabkan radang tenggorokan di antaranya flu, mononucleosis atau penyakit yang ditularkan melalui air liur, campak, cacar air, dan gondongan atau infeksi pembengkakan pada kelenjar ludah di leher.

2. Radang Tenggorokan dan Infeksi Bakteri Lainnya

Infeksi bakteri juga bisa menyebabkan radang tenggorokan, yang paling umum adalah radang tenggorokan, infeksi tenggorokan, dan amandel yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus grup A.

Dalam sebuah penelitian pada jurnal American Academy of Pediatrics, radang tenggorokan menyebabkan hampir 40 persen kasus radang tenggorokan pada anak-anak.

Selain itu, tonsilitis dan infeksi menular seksual, seperti gonore dan klamidia, juga dapat menyebabkan radang tenggorokan.

Baca Juga: Apa Obat Antibiotik yang Aman untuk Ibu Hamil?

3. Alergi

Antibiotik Untuk Radang Tenggorokan dan Batuk

Foto: Orami Photo Stocks

Ketika sistem kekebalan bereaksi terhadap pemicu alergi, seperti serbuk sari, rumput, dan bulu hewan peliharaan, sistem tersebut akan melepaskan bahan kimia yang menyebabkan gejala seperti hidung tersumbat, mata berair, bersin, dan iritasi tenggorokan.

Lendir berlebih di hidung bisa menetes ke bagian belakang tenggorokan. Ini disebut tetesan post nasal dan dapat mengiritasi tenggorokan.

4. Udara Kering

Udara kering dapat menyedot kelembapan dari mulut dan tenggorokan, serta membuatnya terasa kering dan gatal. Udara kemungkinan besar kering pada bulan-bulan musim dingin di negara empat musim.

Hal ini disebabkan oleh penghangat ruangan atau heater yang bekerja terus-menerus tanpa henti.

Baca Juga: 15 Makanan Penyebab Radang Tenggorokan, Hindari Ya Moms!

5. Asap, Bahan Kimia, dan Iritan Lainnya

Antibiotik Untuk Radang Tenggorokan dan Batuk

Foto: Orami Photo Stocks

Banyak bahan kimia dan zat lain di lingkungan yang mengiritasi tenggorokan, yakni rokok dan asap tembakau lainnya, polusi udara, produk pembersih, dan bahan kimia lainnya.

Dalam laporan yang dipublikasikan pada jurnal Nature Public Health Emergency Collection, setelah peristiwa 11 September, lebih dari 62 persen petugas pemadam kebakaran yang menangani peristiwa mematika tersebut mengeluhkan sering radang tenggorokan.

Dari jumlah tersebut, sebagian hanya 3,2 persen pernah mengalami radang tenggorokan sebelum bencana World Trade Center. Sisanya mengalami radang tenggorokan karena peristiwa tersebut.

6. Cedera

Cedera apa pun, seperti terbentur atau teriris di leher, bisa menyebabkan sakit di tenggorokan. Makanan yang tersangkut di tenggorokan juga bisa membuatnya iritasi.

Penggunaan berulang kali membebani pita suara dan otot di tenggorokan.

Moms bisa mengalami radang tenggorokan setelah berteriak, berbicara dengan keras, atau bernyanyi dalam jangka waktu yang lama.

Radang tenggorokan adalah keluhan umum di kalangan instruktur dan guru fitnes, yang sering harus berteriak.

Baca Juga: 15 Makanan Penyebab Radang Tenggorokan, Hindari Ya Moms!

7. Penyakit Gastroesophageal Reflux (GERD)

Antibiotik Untuk Radang Tenggorokan dan Batuk

Foto: Orami Photo Stocks

Penyakit gastroesophageal reflux (GERD) adalah suatu kondisi ketika asam dari lambung kembali ke kerongkongan, saluran yang membawa makanan dari mulut ke perut.

Asam membakar kerongkongan dan tenggorokan, menyebabkan gejala seperti mulas dan refluks asam, yakni regurgitasi asam ke tenggorokan.

8. Tumor Tenggorokan

Tumor tenggorokan, kotak suara, atau lidah adalah penyebab radang tenggorokan yang kurang umum. Ketika radang tenggorokan adalah tanda kanker, itu tidak akan hilang setelah beberapa hari.

Pengobatan Rumahan untuk Radang Tenggorokan

Antibiotik Untuk Radang Tenggorokan dan Batuk

Foto: Orami Photo Stocks

Tidak semua kasus memerlukan antibiotik untuk radang tenggorokan dan batuk. Dalam beberapa kasus yang ringan, Moms dapat mengobatinya di rumah.

Moms perlu istirahat yang cukup agar sistem kekebalan dapat melawan infeksi. Selain itu, untuk meredakan radang tenggorokan, Moms dapat melakukan beberapa langkah sederhana berikut.

  • Berkumurlah dengan campuran air hangat dan 1/2 hingga 1 sendok teh garam.
  • Minumlah minuman hangat yang terasa menenangkan tenggorokan, seperti teh panas dengan madu, kaldu sup, atau air hangat dengan lemon. Dilansir dari publikasi British Medical Journal, teh herbal sangat menenangkan untuk radang tenggorokan.
  • Dinginkan tenggorokan Moms dengan makan makanan dingin seperti es loli atau es krim.
  • Isaplah permen.
  • Nyalakan pelembab kabut dingin untuk menambah kelembaban pada udara.
  • Istirahatkan suara sampai tenggorokan terasa lebih baik.

Baca Juga: 7 Teh Terbaik untuk Mengatasi Radang Tenggorokan

Dikutip dari British Medical Journal, radang tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi virus biasanya sembuh dengan sendirinya dalam dua hingga tujuh hari.

Namun beberapa penyebab radang tenggorokan perlu diobati dan membutuhkan antibiotik untuk radang tenggorokan dan batuk. Hubungi dokter jika Moms memiliki gejala yang berpotensi lebih serius seperti berikut ini.

  • Radang tenggorokan yang parah
  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan bernapas atau nyeri saat bernapas
  • Kesulitan membuka mulut
  • Sendi yang sakit
  • Demam tinggi lebih dari 38 derajat Celcius
  • Leher yang nyeri atau kaku
  • Sakit telinga
  • Darah dalam air liur atau dahak
  • Radang tenggorokan yang berlangsung selama lebih dari seminggu

Baca Juga: 6 Fakta Seputar Antibiotik, Sudah Tahu?

Antibiotik untuk Radang Tenggorokan dan Batuk

Antibiotik Untuk Radang Tenggorokan dan Batuk

Foto: Orami Photo Stocks

Selain menggunakan cara-cara rumahan, dalam kasus tertentu Moms bisa mengonsumsi antibiotik untuk radang tenggorokan dan batuk.

Menurut jurnal yang dipublikasikan di Cochrane Library, antibiotik mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri, seperti radang tenggorokan. Antibiotik tidak akan mengobati infeksi virus.

Moms perlu mengobati dengan antibiotik untuk radang tenggorokan dan batuk agar mencegah komplikasi yang lebih serius, seperti pneumonia, bronkitis, dan demam rematik.

Antibiotik dapat mengurangi radang tenggorokan dan menurunkan risiko demam rematik.

Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), dokter biasanya meresepkan antibiotik untuk radang tenggorokan dan batuk.

Biasanya, antibiotik yang diberikan berlangsung sekitar 10 hari. Penting untuk meminum semua obat di dalam botol, bahkan jika Moms sudah mulai merasa lebih baik.

Menghentikan antibiotik untuk radang tenggorokan dan batuk terlalu dini dapat membuat beberapa bakteri tetap hidup, yang dapat membuat Moms sakit lagi.

Baca Juga: 5 Buah untuk Bantu Redakan Radang Tenggorokan yang Bisa Dicoba

Obat golongan ini mampu membunuh bakteri Streptococcus grup A penyebab radang tenggorokan.

Penting dicatat, antibiotik untuk radang tenggorokan dan batuk ini hanya akan bekerja pada bakteri. Mereka tidak berpengaruh pada radang tenggorokan yang disebabkan oleh virus. Inilah beberapa fungsi antibiotik dalam penyembuhan.

  • Meringankan radang tenggorokan dan gejala lain yang disebabkan oleh radang
  • Mempercepat penyembuhan
  • Mengurangi kemungkinan penyebarannya ke orang lain
  • Membantu mencegah komplikasi seperti infeksi sinus dan amandel, dan hal-hal yang lebih serius seperti demam rematik

Dokter paling sering meresepkan penisilin atau amoksisilin (Amoxil) untuk mengobati radang tenggorokan. Jenis antibiotik ini banyak dipilih dokter karena lebih aman, murah, dan bekerja dengan baik pada bakteri strep.

Namun, jika Moms alergi terhadap penisilin, mungkin dapat menggunakan salah satu dari antibiotik untuk radang tenggorokan dan batuk lainnya. Berikut beberapa antibiotik yang disarankan.

  • Azitromisin (Zithromax, Zmax, Z-Pak)
  • Cephalosporin, termasuk cefixime (Suprax), cefuroxime (Ceftin), dan cephalexin (Keflex)
  • Klaritromisin (Biaxin)
  • Klindamisin (Cleocin)

Meski demikian, penggunaan antibiotik untuk radang tenggorokan dan batuk harus menggunakan resep dokter.

Jika dokter mengatakan bahwa Moms tidak memerlukan antibiotik untuk radang tenggorokan dan batuk, maka jangan meminta mengonsumsi antibiotik.

Ini karena penggunaan antibiotik untuk radang tenggorokan dan batuk yang sembarangan akan menyebabkan resistensi terhadap antibiotik.

Baca Juga: Ketahui Perbedaan Radang Tenggorokan dan Infeksi Tenggorokan

Dilansir dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), resistensi antibiotik dapat mengancam kemampuan kita untuk mengobati penyakit menular.

Selain itu, daftar infeksi yang terus bertambah seperti pneumonia, tuberkulosis, keracunan darah, kencing nanah, dan penyakit bawaan makanan, menjadi semakin sulit, dan terkadang tidak mungkin, untuk diobati karena antibiotik menjadi kurang efektif.

Itulah serba-serbi mengenai penggunaan antibiotik untuk radang tenggorokan dan batuk. Setelah mengetahui penjalasan di atas, diharapkan Moms tidak sembarang menggunakan resep antibiotik untuk kesehatan yang lebih baik.

Pastikan mengonsumsi antibiotik untuk radang tenggorokan dan batuk berdasarkan resep dokter ya, Moms.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait