Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Apa Bedanya Diabetes Pregestasional dan Diabetes Gestasional pada Kehamilan?

Bagikan



Diabetes adalah suatu penyakit di mana tubuh tidak dapat menghasilkan insulin (hormon pengatur gula darah) atau insulin yang dihasilkan tidak mencukupi atau insulin tidak bekerja dengan baik. Kondisi itu akan menyebabkan gula jadi terlalu banyak dalam darah.

Kondisi ini bisa menyerang siapa saja, termasuk ibu hamil. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes RS Pondok Indah dr Wismandari Wisnu mengatakan, ada dua jenis diabetes yang menyerang ibu hamil, yakni diabetes pregestasional dan diabetes gestasional.

Apa sih bedanya diabetes pregestasional dan diabetes gestasional? Ini kata dr Wisma!

Baca Juga : Jangan Salah Kaprah! Pahami 10 Mitos dan Fakta Sebenarnya Soal Diabetes

Apa Itu Diabetes Pregestasional?

Diabetes gestasional adalah penyakit diabetes yang dialami oleh ibu hamil yang memang sudah mengidap diabetes sebelumnya, baik tipe 1 maupun tipe 2. “Sederhananya, diabetes pregestasional ini diabetes dulu lalu hamil,” kata dr Wisma.

Diabetes pregestasional ini punya dampak yang cukup besar pada ibu dan bayi yang dikandungnya.

Ibu yang menderita diabetes pregestasional berisiko untuk mengalami komplikasi, seperti preeklamsia, hipertensi kronik, ketoasidosis diabetik, hidramion, persalinan prematur, dan persalinan secara Caesar.

Penderita diabetes pregestasional juga berisiko mengalami hipoglikemia, koma diabetikum, dan menurunkan penyakitnya kepada anak yang dikandung.

Janin yang dikandung pun bisa saja mengalami abnormalitas kongenital, keguguran, ketoasidosis diabetik, makrosomia, hingga pematangan organ yang tertunda.

Kelainan kongenital pada janin umumnya terjadi pada jantung, gastro intestinal, sistem skeletal, ginjal, dan beberapa organ lainnya.

Karena sudah merupakan penyakit bawaan sebelum hamil, diabetes pregestasional ini jadi lebih berisiko untuk ibu hamil. Untuk mengurangi risiko selama kehamilan, penderita diabetes yang hendak hamil harus melakukan pemeriksaan rutin.

Baca Juga : Jenis Kelamin Bayi Ternyata Berpengaruh pada Gestasional Diabetes Ibu

Apa Itu Diabetes Gestasional?

Berbeda dengan diabetes pregestasional, diabetes gestasional ini terjadi sebagai dampak dari kehamilan.

Menurut dr Wisma, saat hamil, tubuh mengalami perubahan hormon yang berdampak pada menurunnya sensitivitas insulin. Kondisi ini membuat gula darah tidak bisa diatur dengan baik.

“Diabetes gestasional ini terjadinya hamil dulu lalu muncul diabetes gestasional,” ungkap dia.

Diabetes gestasional akan terjadi selama kehamilan. Kondisi ini akan kembali normal setelah ibu melahirkan. Kendati begitu, diabetes gestasional juga punya risiko untuk ibu hamil.

Dr Wisma menjelaskan, ibu hamil dengan diabetes gestasional bisa mengalami preeklamsia/eklamsia, komplikasi proses persalinan, dan risiko terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Diabetes gestasional juga berpengaruh pada janin yang dikandung. Bayi yang dilahirkan dari ibu penderita diabetes gestasional bisa berukuran lebih besar dari bayi pada umumnya. Kondisi ini terjadi karena tingginya gula darah yang kemudian disimpan sebagai lemak oleh tubuh bayi.

“Bayinya juga berisiko mengalami distosia bahu, kelahiran mati, kelainan kongenital, lahir prematur, pertumbuhan janin terhambat, hiperbilirubinemia, dan hipokalsemia,” kata dr Wisma.

Itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang diabetes yang terjadi saat hamil. Semoga bermanfaat ya Moms!

(AND)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.