Gratis Ongkir minimum Rp 300.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Sex & Relationship | Aug 1, 2018

Apa itu Orgasme Kering?

Bagikan



Orgasme kering adalah sebuah kondisi ketika seorang pria mencapai klimaks seksual tetapi tidak mengalami ejakulasi sehingga tidak ada cairan yang keluar dari penis.

Banyaknya hal ini membuat pria sangat khawatir, terutama ketika mereka sudah mulai berpikir bila hal ini disebabkan karena masalah prostat.

Orgasme kering hanya terjadi pada pria setengah baya dan lebih tua. Ini disebabkan oleh fenomena yang disebut ejakulasi retrograde, mari kita bahas lebih lanjut:

Mengenal Orgasme Kering

Sebagian besar laki-laki yang masih di usia muda mampu mengulang orgasme, yang mana hal ini berarti klimaks dua, tiga, empat atau bahkan lima kali dalam satu malam.

Ketika seorang pria melakukan ini, sering kali alat kelaminnya hanya kehabisan cairan mani, dan orgasme tidak menghasilkan cairan sama sekali. Ini bisa terjadi pada klimaks kedua, ketiga atau keempat.

Tetapi ketika tidak ada lagi cairan di sana, orgasme akan menjadi kering dan pria itu tidak akan mengalami ejakulasi. Beberapa pria yang bahkan kerap mengalami hal ini menganggap bahwa orgasme kering tak akan membuat wanita hamil.

Hal tersebut tentunya salah besar, karena bisa dengan mudah ada sperma di sekitar, meskipun tidak ada cairan yang terlihat. Jika pria mengalami orgasme kering, jangan khawatir karena bukan berarti menjadi tidak subur. Karena besok, testis dan kelenjar seksual lainnya akan membuat lebih banyak cairan mani.

Baca Juga : Apakah Pria Juga Memalsukan Orgasme?

Bentuk orgasme kering yang sangat berbeda terjadi pada pria paruh baya atau lebih tua yang menjalani operasi prostat, radioterapi atau perawatan lain ke area prostat. Dalam keadaan seperti ini, sering terjadi bahwa perawatan tersebut akan mengganggu saluran pria di sekitar titik di mana air mani memasuki uretra.

Ejakulasi retrograde juga terjadi ketika air mani, yang biasanya akan ejakulasi melalui uretra atau pipa saluran kemih diarahkan ke kandung kemih. Sehingga, ketika pria mendapatkan orgasme kering serta terdapat warna keruh pada air seni tak perlu khawatir.

Ketika orgasme kering disebabkan oleh ejakulasi retrograde, cukup umum bagi pria untuk mengeluh bahwa saat mencapai klimaks mereka merasa ada yang berbeda.

Hal ini dikarenakan mereka tidak mendapatkan distensi pipa saluran kemih yang tiba-tiba dan menyenangkan yang seharusnya terjadi ketika air mani tertembak ke dalamnya, selama detik terakhir atau sebelum ejakulasi.

Dalam kasus seperti itu, spermanya dapat diekstraksi dari urin dan digunakan untuk menghamili pasangannya dengan inseminasi buatan.

(MDP)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.