Pernikahan & Seks

PERNIKAHAN & SEKS
16 Maret 2021

Apa Itu Penetrasi? Yuk Cari Tahu Lebih Lanjut, Moms!

Hal seputar seks dan penetrasi yang perlu Moms ketahui
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Anggia Hapsari
Disunting oleh Adeline Wahyu

Saat dilakukan pertama kali, aktivitas bercinta bisa jadi merupakan suatu hal yang sangat mendebarkan. Inilah momen yang dinanti saat Moms dan Dads menikah untuk mewujudkan hasrat sekaligus rasa sayang satu sama lain.

Sebelum proses berhubungan dimulai, dan terjebak pada suasana “panas”, biasanya Moms dan Dads akan saling melakukan petting. Kemudian Dads pun mulai melakukan penetrasi.

Petting adalah tindakan stimulasi seksual terhadap pasangan saat proses bercinta dengan melakukan berbagai perilaku seksual.

Sebut saja mulai dari berciuman hingga menyentuh area tubuh tertentu untuk membuat rangsangan seksual. Itulah sebabnya, petting seringkali digolongkan sebagai tahap “pemanasan” atau foreplay.

Baca Juga: Begini Cara Agar Seks Spontan Lebih Menggairahkan

Nah, menurut jurnal Actual and desired duration of foreplay and intercourse: Discordance and misperceptions within heterosexual couples saat melakukan foreplay inilah Moms dan Dads sebaiknya tidak melakukannya dengan terburu-buru.

Wanita biasanya memerlukan waktu kurang lebih 15 menit sebelum ia mencapai orgasme. Hal ini tentu berbeda dengan pria yang bisa mencapai orgasme hanya 4-7 menit saja.

Namun, tak ada salahnya, Moms meminta Dads untuk lebih lama melakukan foreplay.

Lakukan dan nikmati dengan perbincangan romantis sambil menyentuh tubuh masing-masing. Dijamin, foreplay akan menjadi sangat menyenangkan!

Menurut Zoya Amirin,M.Psi.,FIAS selaku pakar seksologi, foreplay akan sangat membantu mempercepat lubrikasi vagina. Hal ini sangat penting ketika Anda melakukan tahap intercourse atau intraplay di mana pria melakukan penetrasi ke dalam vagina.

Ketika perempuan merasa relaks dan terjadi lubrikasi penuh pada vagina, kemungkinan rasa sakit saat penis masuk ke dalam vagina akan menjadi lebih minim sehingga Anda tidak merasakan kesakitan,” ujar Zoya.

Lalu, apa yang dimaksud dengan penetrasi? Menurut dr Nugroho Setiawan, Sp.And, selaku Spesialis Andrologi, penetrasi adalah proses ketika seorang pria memasukkan penis ke dalam vagina.

Pria disarankan untuk melakukan penetrasi ke dalam vagina ketika penis sudah mencapai titik puncak atau tingkat paling maksimal. Lebih lanjut pengertian penetrasi sendiri dijelaskan oleh dr Nugroho lebih detail dalam tingkatan atau level berbeda.

Baca Juga: Sstt... Ini Tips Bercinta Berdasarkan Zodiak!

Tahapan Penetrasi agar Sukses Berhubungan

tahapan penetrasi

Foto: Orami Photo Stock

Proses terjadinya penetrasi setidaknya berada dalam empat level, Moms.

Pada fase pertama, penis tentu sangat lemas. Namun ketika terjadi rangsangan seksual, penis akan mulai membesar, sedikit keras seperti sosis, lalu membentang panjang dan memiliki tingkat kekerasan.

“Pada tahap terakhir inilah menjadi waktu terbaik pria melakukan penetrasi ke vagina,” ujar dr. Nugroho.

Apa yang terjadi jika penis melakukan penetrasi namun sedang tidak berada dalam level keempat atau kondisi akhir (keras seperti kaki meja)?

Jika penis tidak masuk dalam fase keempat namun tetap melakukan penetrasi, pria bisa jadi akan mengalami ejakulasi dini.

Ukuran penis akan mengecil sebelum Moms mendapatkan orgasme. Gairah seks Moms pun menjadi sirna.

Hal ini tentu ingin dihindari agar Moms dan Dads tidak trauma dan enggan bercinta karena takut hal tersebut berulang.

Selain itu, cairan semen (bukan sperma) akan terus berada di dalam vagina selama beberapa jam setelah bercinta. Akibatnya, Moms akan merasa tidak nyaman saat beraktivitas.

Cara Mudah Mencapai Orgasme

mencapai orgasme

Foto: Orami Photo Stock

Tujuan akhir bercinta adalah mencapai orgasme secara bersamaan. Ini yang paling dinanti. Ya, kan, Moms? Menurut US National Library of Medicine National Institute of Healt, orgasme adalah puncak stimulasi ketika pria dan wanita mencapai kepuasan klimaks aktivitas seksual.

Nah, agar sukses bercinta, cara penetrasi sendiri pun tidak sembarangan. Ada hal lain yang harus Moms pahami seputar vagina.

Dads dapat melakukan penetrasi jika sudah mendapatkan tanda atau respon seksual yang positif dari wanita.

Baca Juga: Berhubungan Seks di Awal Haid, Bisakah Hamil?

Zoya pun mengatakan bahwa, wanita yang sudah terangsang saat bercinta akan mengalami beberapa fase ini. Pertama, vagina akan mengalami lubrikasi. Ketika lubrikasi terjadi, vagina pun akan melunak. Ukuran vagina yang awalnya hanya 4 cm, melebar hingga kedalaman 12 cm.

Pada tahap akhir, vagina akan “menggelembung” seperti botol atau balon kecil. Pada kondisi ini vagina akan lebih basah dan siap menerima fase penetrasi.

Menurut jurnal yang diterbitkan oleh National Library of Medicine, seorang wanita akan merasa lebih nyaman dan mudah meraih orgasme ketika vagina dalam keadaan basah.

Hal yang sama juga diinginkan pria agar lebih mudah melakukan penetrasi. Semakin basah vagina, akan semakin baik.

Namun, bagaimana jika Moms belum juga terangsang dan vagina tidak basah?

Tidak perlu berpura-pura orgasme dan malu meminta pasangan untuk membantu! Mintalah pasangan untuk menstimulasi berbagai titik yang Moms sukai.

Moms dan Dads juga bisa menggunakan alat bantu seperti lubrikan yang banyak dijual di pasaran.

Ingat, untuk mencapai kepuasan bercinta, banyak faktor yang ikut terlibat. Moms dan Dads harus saling bekerjasama dan mengupayakan kenyamanan masing-masing pasangan sebelum proses intercourse dimulai.

Mencapai Orgasme Bersama

mencapai orgasme bersama

Foto: Orami Photo Stock

Ceritanya, Moms dan Dads sudah mendapatkan tingkat lubrikasi dan ketegangan yang maksimal. Inilah saat yang tepat bagi Dads melakukan intercourse dan penetrasi mendalam.

Meski demikian, apakah Moms akan serta merta sukses meraih orgasme? Tunggu dulu! Penetrasi tidak semata-mata dilakukan dengan hanya melakukan gerakan maju mundur, memutar, dan sebagainya.

Baca Juga: 4 Film yang Bisa Dijadikan ‘Pemanasan’ Sebelum Bercinta dengan Pasangan

Bagi wanita, meski lubrikasi sudah optimal, pasangan tetap harus melakukan penetrasi secara perlahan. Hal ini diperlukan untuk membuat sang wanita menjadi lebih nyaman sekaligus menghindari luka akibat gesekan terlalu kencang di area vagina.

Mintalah Dads untuk mengendalikan diri dan melakukan penetrasi secara lembut. Sambil melakukan intercouse, lakukan stimulasi beberapa titik-titik erotis favorit masing-masing pasangan.

Tujuannya agar Moms dan Dads bisa meraih orgasme secara bersamaan, atau setidaknya Moms dulu yang mengalami orgasme baru pasangan.

“Jika pria sudah mengalami ejakulasi dan memasuki tahap recovery, maka ia akan membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit sebelum memulai kembali sesi bercinta,” jelas dr Nugroho lagi.

Wanita yang mengalami orgasme biasanya ditandai dengan debaran jantung lebih cepat, napas berat, dan tubuh mengejan selama beberapa detik. Tidak hanya itu, Anda pun akan mengeluarkan erangan penuh kenikmatan yang jauh dari kesan pura-pura.

Selain itu, ketika Moms mengalami orgasme, Moms akan mengeluarkan cairan dari vagina. Payudara Moms juga akan terasa sedikit mengeras. Sedangkan pada pria, penetrasi sukses akan ditandai dengan ejakulasi atau keluarnya cairan sperma dari penis.

Gaya Bercinta untuk Mencapai Penetrasi

posisi seks misionaris

Foto: Orami Photo Stock

Tak bisa dipungkiri, hubungan seks suami istri akan terasa lebih hangat dengan bumbu bercinta yang dahsyat. Agar gairah dan sesi bercinta Moms dan Dads selalu berada di puncak, cobalah bereksperimen dan mencoba berbagai gaya bercinta.

Beberapa gaya bercinta ini bisa dipraktikkan.

Baca juga: 9 Posisi Seks untuk Orgasme Maksimal, Perlu Dicoba!

1. Missionary

Gaya bercinta misionaris adalah posisi paling umum saat bercinta. Moms berada di bawah tubuh pasangan untuk saling menatap penuh cinta.

Posisi ini tentu akan mempermudah Moms dan Dads untuk saling melihat reaksi dan ekspresi pasangan.

Yang menarik, posisi ini juga bisa membantu pria melakukan penetrasi lebih dalam dan mengontrol gerakan.

Ingin lebih merasakan rangsangan lebih dalam? Tekuk kedua kaki Moms dan letakkan bantal di bawah bokong.

Peletakkan bantal di bawah bokong akan membantu vagina lebih terangkat, sehingga penis bisa lebih dalam melakukan penetrasi.

2. Woman on Top

Posisi bercinta ini memang membuat Moms menjadi “pemain utama” sesi bercinta. Bagaimana tidak? Moms perlu melebarkan kedua pangkal paha saat intercourse dan mengatur gerakan naik turun, maju mundur, serta kecepatan irama penetrasi.

Sementara itu, Dads bisa lebih leluasa memerhatikan ekspresi Moms saat mengambil kendali di atasnya. Pada saat ini, Dads bisa sesekali melakukan stimulasi di beberapa area tubuh yang lain.

3. Doggy Style

Gaya bercinta ini bisa jadi merupakan salah satu gaya yang paling disukai pria. Hal ini karena doggy style membuat pria lebih mudah dan lebih dalam melakukan penetrasi ke vagina. Tak hanya menguntungkan pria dalam hal penetrasi. Posisi bercinta ini juga memberinya keleluasaan untuk mengatur posisi sambil memandang pemandangan baru baginya: bokong, punggung, dan leher.

4. V Position

Bisa jadi gaya bercinta ini membuat Moms mengernyit, karena belum terlalu akrab di telinga.

Sebenarnya, gaya ini kurang lebih sama seperti missionary. Bedanya, Moms perlu menekuk kedua kaki dan meletakkannya pada pundak Dads.

Jika terasa sulit, letakkan bantal di bawah bokong. Posisi ini juga sangat menguntungkan karena penis bisa lebih mudah melakukan penetrasi dan mengendalikan permainan. Jangan lupa untuk tetap melakukan kontak mata penuh cinta, ya Moms!

Itu dia Moms beberapa hal yang harus diketahui mengenai penetrasi. Sudah siap mencobanya dengan Dads malam ini?

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait