Fashion & Beauty

5 Juni 2020

Apa Itu Plant Based Skincare?

Pernah menemukan istilah ini Moms?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Pernahkan Moms mendengar tentang plant based skincare? Jenis produk ini adalah produk perawatan kulit yang menggunakan bahan-bahan berupa tanaman alami di dalamnya dan tidak menggunakan

Produk perawatan kulit berbasis tanaman yang sangat lembut, semakin populer digunakan dalam berbagai produk skincare. Manfaatnya yang tidak berbahaya dan memberikan nutrisi lebih pada kulit menjadikannya primadona.

Plant based skincare berarti juga produk tersebut cruelty free yang artinya tidak membahayakan atau menggunakan hewan untuk uji coba.

Baca Juga: Bisa Redakan Nyeri, Ini Daftar Essential Oil yang Aman untuk Ibu Hamil

U.S. Food and Drug Administration mendukung pengembangan dan penggunaan alternatif untuk pengujian hewan seperti menggunakan tanaman, untuk menguji keamanan produk kosmetik.

Plant based skincare ini dapat memberikan hasil yang luar biasa, terutama berkat kandungan berbagai bahan aktif di dalam mereka yang tentu sangat bermanfaat.

Misalnya, jika Moms pernah menderita sengatan matahari yang parah, mungkin akan meringankan luka bekas sengatan matahari ini dengan gel lidah buaya yang menenangkan, atau bahkan tanaman lidah buayanya sendiri.

Mari kita lihat lebih lanjut informasi mengenai plant based skincare ini.

Apa Itu Plant Based Skincare?

plant based skincare

Foto: stacumbrella.wordpress.com

Secara umum, plant based berarti produk yang bebas dari bahan hewani seperti susu atau keju. Jadi produk plant based skincare tidak menggunakan bahan-bahan yang berasal dari hewan ketika menciptakan produk tersebut.

“Menurut definisi, plant based skincare tidak diproduksi dari hewan atau produk sampingan hewan. Ini berarti bahan-bahan tradisional seperti lilin lebah, madu, kolagen, lanolin, dan keratin tidak digunakan,” kata Dr. Hooman Khorasani, kepala divisi bedah kulit dan kosmetik di Mount Sinai Health System.

Ada banyak bahan turunan hewani yang dihindari oleh merek plant based skincare, termasuk carmine (pewarna yang berasal dari kumbang) dan sutra, dan mereka cenderung menggunakan bahan nabati atau bahan sintetis sebagai gantinya.

“Istilah 'turunan hewan' tidak selalu sebutan yang jelas. Lanolin, pelembap yang berasal dari mencuci bulu domba. Hal ini sebenarnya tidak menyakiti domba. Tetapi banyak produk plant based menghindari bahan ini,” kata Kelly Dobos, ahli kimia kosmetik.

Baca Juga: 4 Bahan Skincare Alami untuk Menghilangkan Flek Hitam

Apakah Plant Based Skincare Lebih Baik?

plant based skincare

Foto: pattyj.com

Secara teori, bahan nabati yang lebih banyak harusnya lebih baik juga untuk kulit kita, dan produk plant based skincare dapat menawarkan berbagai manfaat yang baik untuk kulit.

Plant based skincare sebenarnya mirip dengan diet vegan, dalam hal mengurangi kerusakan lingkungan dan mempromosikan kebaikan kepada hewan, tetapi mereka juga bisa sangat bermanfaat bagi kulit kita,” jelas Dr. Hooman.

Menurutnya, bahan-bahan alami seperti lidah buaya, jahe, bawang putih , mint, dan lavender telah digunakan selama berabad-abad untuk penyembuhan dan bahan kosmetik yang baik.

Baca Juga: Ketahui Tanda Kulit Dehidrasi, Beda dengan Jenis Kulit Kering

Selain itu, produk plant based skincare ini juga kaya akan vitamin yang diisi dengan sifat anti-inflamasi dan antioksidan, dan karena mereka biasanya mengandung lebih sedikit bahan, bisa lebih mudah untuk memahami dengan tepat apa yang kita oleskan di kulit.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait