Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Kesehatan Anak | Mar 27, 2018

Apa Saja Efek Imunisasi Bagi Kesehatan Anak?

Bagikan


Tak terasa sudah lebih dari 200 tahun sejak sukses dilakukannya imunisasi cacar pertama yang dibuat oleh Edward Jenner. Dalam satu abad terakhir, imunisasi anak telah memberikan dampak yang sangat besar bagi kesehatan manusia di seluruh penjuru dunia, dengan meningkatkan kekebalan terhadap penyakit seperti polio, tetanus, difteri, maupun hepatitis.

Moms, imunisasi anak itu wajib dilakukan untuk melindungi buah hati dari berbagai risiko penyakit yang bisa berakibat fatal bagi kesehatannya. Supaya lebih jelas, baca terus uraian berikut, ya.

Baca juga: Pro Kontra 2 Jenis Imunisasi dan Efeknya Pada Tubuh Si Kecil

Cara Kerja Imunisasi

foto: thetruecare.com

Apa Moms sudah tahu bagaimana cara kerja imunisasi? Saat kuman penyakit memasuki tubuh, mereka akan langsung bereproduksi. Nah, sistem kekebalan tubuh balita akan mengenali semua kuman ini sebagai penyusup asing dan merespon dengan cara memproduksi protein yang disebut dengan antibodi.

Tugas pertama antibodi adalah menghancurkan semua kuman yang membuat balita sakit. Gerakan mereka memang tidak cukup cepat untuk mencegah si kecil jatuh sakit, tapi antibodi akan membantu memulihkan kesehatan balita.

Tugas kedua antibodi adalah untuk melindungi tubuh dari terjadinya infeksi di masa depan. Antibodi akan tetap ada di aliran darah untuk mempertahankan tubuh bila kuman tadi mencoba untuk menyerang lagi - meski setelah sekian tahun kemudian.

Karena sudah berpengalaman melawan kuman tersebut sebelumnya, kali ini mereka bisa menghancurkan kuman sebelum balita sakit. Moms, inilah yang disebut dengan imunitas atau kekebalan. Ini juga yang membuat orang biasanya hanya menderita campak atau cacar sekali dalam seumur hidup, meski sering terpapar kumannya.

Baca juga: 5 Penyakit Balita yang Bisa Dicegah dengan Imunisasi

Apakah Ada Bahan Berbahaya Di dalam Vaksin Imunisasi?

foto: healthygallatin.org

Tidak ada bahan berbahaya di dalam vaksin imunisasi. Beberapa vaksin memang mengandung aluminum dan formaldehida, tapi tubuh bayi dan manusia pada umumnya, sudah terbiasa dengan kedua bahan ini. Faktanya, ASI mengandung lebih banyak aluminum ketimbang vaksin lho, Moms.

Baca juga: Mengapa Anak Perlu Mendapatkan Imunisasi Ulang?

Apa Ada Efek Samping Imunisasi Untuk Kesehatan Anak?

foto: rd.com

Sama seperti semua obat, imunisasi anak juga bisa menimbulkan efek samping ringan yang sifatnya sementara. 2 atau 3 jam setelah diberi imunisasi DPT biasanya anak akan mengalami demam. Gejala ini mungkin diikuti dengan rewel, berkurang nafsu makan, mengantuk, kulit kemerahan, atau pembengkakan di titik suntik.

24 atau 48 jam setelah diberi imunisasi MMR, titik suntik mungkin akan menjadi merah, membengkak, keras, dan terasa hangat. Demam akan muncul 2 minggu setelah imunisasi dan ruam ringan akan terlihat sekitar 3 minggu setelahnya.

Tapi Moms harus segera menghubungi dokter bila demam tidak hilang setelah 48 jam, menunjukkan reaksi alergi (sulit bernapas, gatal-gatal, pucat), perubahan perilaku (kebingungan, sulit bangun tidur, atau tidak merespon ketika disentuh), serta kejang.

Imunisasi anak sudah diakui dunia sebagai intervensi medis paling hemat biaya lho, Moms. Efek imunisasi bukan hanya akan melindungi kesehatan buah hati, tapi juga membantu melindungi generasi mendatang. Jadi, apa balita Moms sudah mendapatkan semua imunisasi yang dibutuhkannya?

(WA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.