Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Health | Oct 16, 2018

Apa Sih Penyebab 'Ketindihan' Saat Tidur?

Bagikan


Terkadang saat sedang tidur seseorang atau bahkan Moms kerap merasa seperti ada sesuatu yang menimpa tubuh, sehingga membuat tubuh terasa berat dan tak dapat bergerak.

Masalah tidur seperti ini sering dianggap sebagai sebuah hal yang mengandung mistis. Banyak yang mengatakan bahwa hal seperti ini adalah sebuah peristiwa di mana Moms sedang ditindih oleh makhluk halus, padahal sebenarnya ada penjelasan medis untuk hal ini. Yuk simak penjelasan medis tentang peristiwa ketindihan saat tidur!

Sleep Paralysis, Bukan Ketindihan

Merasa ketindihan saat tidur dikenal pula dengan istilah sleep paralysis atau kelumpuhan tidur. Sleep paralysis adalah adalah perasaan sadar tetapi tidak bisa bergerak.

Saat mengalami ini ini, Moms mungkin tidak dapat bergerak atau berbicara selama beberapa detik hingga beberapa menit. Bahkan beberapa orang mungkin juga merasakan tekanan atau rasa tercekik.

Kelumpuhan tidur dapat menyertai gangguan tidur lainnya seperti narkolepsi. Narkolepsi adalah kebutuhan tidur yang sangat besar akibat masalah dengan kemampuan otak untuk mengatur tidur.

Baca Juga: Kenali 6 Penyebab Gangguan Tidur Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Penyebab Sleep Paralysis

Empat dari sepuluh orang sangat mungkin mengalami kelumpuhan tidur. Kondisi umum ini sering kali terjadi pada masa remaja. Tetapi pria dan perempuan dari segala usia dapat mengalaminya. Faktor yang mungkin menyebabkan kelumpuhan tidur meliputi:

- Kurang tidur

- Jadwal tidur yang berubah

- Kondisi mental seperti stres atau gangguan bipolar

- Tidur telentang

- Masalah tidur lainnya seperti narkolepsi atau kram kaki di malam hari

- Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti untuk ADHD

- Penyalahgunaan zat

Baca Juga: Susah Tidur? Kenali Penyebab Insomnia dan Cara Mengatasinya!

Bagaimana Mengatasi Sleep Paralysis?

Sebenarnya hal ini terbilang hal yang umum atau wajar saja, tapi bila terjadi beberapa hal berikut, sebaiknya periksa diri ke dokter:

- Moms merasa cemas tentang gejala-gejalanya

- Gejalanya membuat Moms sangat lelah di siang hari

- Gejalanya membuat Moms terjaga di malam hari

Kebanyakan orang tidak perlu perawatan untuk kelumpuhan tidur ini. Mengobati kondisi yang mendasari seperti narkolepsi dapat membantu jika Moms cemas atau tidak dapat tidur nyenyak. Pengobatan untuk kelumpuhan tidur ini biasanya hanya meliputi:

- Memperbaiki kebiasaan tidur, seperti memastikan Moms mendapatkan enam hingga delapan jam tidur setiap malam

- Menggunakan obat anti depresan jika diresepkan untuk membantu mengatur siklus tidur

- Mengobati masalah kesehatan mental yang dapat menyebabkan kelumpuhan tidur

- Mengobati gangguan tidur lainnya, seperti narkolepsi atau kram kaki

Tidak perlu takut dengan sleep paralysis, cegah dengan memastikan Moms mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas. 

Lakukan apa yang Moms bisa untuk menghilangkan stres, terutama sebelum tidur. Moms juga bisa mencoba posisi tidur baru jika biasanya tidur telentang.

(MDP)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.