Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Keamanan Anak | Apr 11, 2018

Apa yang Harus Dilakukan Orangtua Ketika Anak Diculik?

Bagikan


Belakangan ini kita sering kali melihat berita tentang maraknya penculikan anak. Berdasarkan data terakhir Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), sejak 2014 sampai 2017 kasus penculikan anak dan bayi terus meningkat.

Menurut Komnas PA, tujuan di balik penculikan ini berbeda-beda. Di antaranya, diadopsi secara ilegal, balas dendam, meminta tebusan, dipekerjakan secara paksa sebagai anak jalanan atau pengemis, dan menjadi pekerja seks.

Melihat maraknya fenomena seperti ini, ada beberapa hal yang harus kita waspadai sekaligus pelajari. Salah satunya adalah belajar tentang apa yang harus dilakukan ketika anak diculik, di mana rasa panik akan menyerang yang tidak jarang malah menghambat proses penyelidikan.

Jadi, apa yang harus dilakukan orangtua ketika anak diculik?

Baca juga: Ajari Si Kecil 7 Cara Menghindari Penculikan

Tetap Tenang, Telepon Pihak Berwajib

Coba kita buat skenario yang paling buruk, Si Kecil tiba-tiba hilang dari pandangan kita, dan ada saksi yang melihat bahwa ada orang lain yang membawanya. Respon yang harus paling pertama kita lakukan bukanlah berlari ke sana kemari, melainkan hubungi dulu pihak yang berwajib.

Pihak berwajib seperti polisi sudah memiliki standar operasi tentang apa yang harus dilakukan saat ada seseorang yang diculik. Polisi punya tim di banyak tempat, dan mereka akan memanfaatkannya untuk mencari Si Kecil. Dengan begitu, setiap aktivitas pencarian akan lebih efektif dan efisien dibandingkan Moms melakukannya sendiri.

Baca juga: Melatih Kewaspadaan Anak Terhadap Orang Asing

Kesampingkan Dulu Emosi, Ceritakan dengan Sangat Detail

Menyampingkan emosi memang terdengar mudah, tapi nyatanya akan sangat sulit dilakukan jika situasi penculikan sudah terjadi. Tapi meskipun begitu, akan sangat membantu jika Moms dapat bercerita dengan detail bagaimana kejadian Si Kecil bisa hilang.

Berikan penjelasan pada polisi secara deskriptif, tunjukan di mana saja tempat yang bisa jadi petunjuk hingga kumpulkan semua fakta. Ingat, semakin detail dan jelas informasi yang Moms berikan, semakin cepat pula polisi dapat menemukan Si Kecil.

Baca juga: Usia Berapa Anak Sudah Boleh Pergi Sendiri?

Informasikan Semua Teman dan Keluarga

Hal yang juga wajib dilakukan saat anak menjadi korban penculikan adalah menginformasikan seluruh teman dan keluarga yang ada di kontak handphone. Sebarkan informasi, selipkan foto Si Kecil dan kontak yang dihubungi, dan posting di semua media sosial yang Moms punya.

Meskipun kelihatannya sepele, tapi nyatanya banyak kasus penculikan yang berhasil terpecahkan dengan cara seperti ini. Penculikan anak merupakan hal yang serius dan pasti mengundang simpati. Setiap posting yang Moms sebar pasti akan langsung dibagikan ulang, yang tentu akan mempercepat dan membantu proses pencarian.

Selain hal-hal yang sudah disebutkan di atas, perlu ditekankan bahwa akan lebih baik jika Moms tidak berteriak panik dan terus memikirkan solusinya. Jangan lupa untuk selalu mengontak terus teman dan saudara yang paling dekat dengan tempat kejadian, siapa tahu ada yang melihat pelaku yang membawa Si Kecil.

Selain informasi di atas, apakah Moms punya pendapat lain tentang apa yang harus dilakukan saat anak menjadi korban penculikan?

(WA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.