Newborn

NEWBORN
15 Oktober 2020

Apakah Sunat untuk Bayi Perempuan sama Manfaatnya dengan Sunat Laki-laki?

Apa manfaat yang akan didapatkan?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Selain tindik telinga, banyak bayi perempuan juga menjalani sunat setelah lahir. Berbeda dengan khitan pada laki-laki yang umumnya dilakukan saat anak masuk usia sekolah. Sebenarnya.

MengutipOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO), sunat perempuan terdiri dari semua prosedur yang melibatkan pengangkatan sebagian atau seluruh alat kelamin wanita bagian luar, atau cedera lain pada alat kelamin wanita karena alasan non-medis.

Dalam jurnal Female “Circumcision”, praktik "sunat" pada wanita, atau operasi alat kelamin wanita tradisional, secara bersamaan kompleks dan kontroversial.

Meskipun beberapa menganggapnya sebagai pelanggaran hak asasi manusia, yang lain melihatnya sebagai bagian integral dari budaya yang tetap dan bertahan selama berabad-abad lamanya.

Baca Juga: 5 Metode Sunat Anak Laki-Laki, Mana Yang Paling Tepat Untuk Si Kecil?

Apakah sebenarnya sunat perempuan memiliki manfaat? Sebelum mencari tahu jawabannya, Moms perlu tahu macam-macam prosedur sunat yang dilakukan pada perempuan:

  1. Menusuk atau mencungkil bagian kelamin.
  2. Memotong klitoris (bagian kelamin wanita yang paling sensitif).
  3. Memperkecil liang vagina dengan cara menjahit bibir vagina.

Untuk mencari tahu lebih lanjut, simak penjelasan berikut ini yuk, Moms.

Apakah Sunat pada Perempuan Memiliki Manfaat?

sunat perempuan

Foto: Orami Photo Stock

Sunat pada perempuan umumnya dilakukan karena tradisi. Namun, menurut dr. Suzy Maria, Sp.PD dari Omni Hospitals Pulomas, dari sudut pandang kesehatan, tidak ada anjuran untuk melakukan sunat pada perempuan.

WHO telah menyatakan bahwa sunat pada perempuan tidak memberi manfaat terhadap kesehatan dan hanya membawa kerugian atau bahaya.

Tindakan sunat pada perempuan akan membuang atau merusak struktur yang normal dan sehat dari kelamin perempuan. Hal ini dapat berakibat terganggunya fungsi alami organ intim perempuan.

Sunat pada perempuan dengan metode manapun akan merusak kelamin yang sangat sensitif, terutama bagian klitoris. Akibatnya, sensitivitas seksual dapat terganggu sehingga dapat menimbulkan penurunan rangsangan dan kenikmatan seksual, nyeri saat berhubungan seks, bahkan hilangnya orgasme.

Secara umum, risiko sunat pada perempuan meningkat dengan meningkatnya keparahan (yang di sini sesuai dengan jumlah jaringan yang rusak), meskipun semua bentuk sunat dikaitkan dengan peningkatan risiko kesehatan.

Komplikasi langsung dapat meliputi:

  • sakit parah
  • perdarahan berlebihan
  • pembengkakan jaringan kelamin
  • demam
  • infeksi misalnya, tetanus
  • masalah saluran kencing
  • masalah penyembuhan luka
  • cedera pada jaringan genital di sekitarnya
  • syok
  • kematian

Baca juga: Susah Orgasme Saat Berhubungan Seks, Normalkah?

Sedangkan untuk komplikasi jangka panjangnya bisa meliputi:

  • masalah kemih (buang air kecil yang menyakitkan, infeksi saluran kemih);
  • masalah vagina (keputihan, gatal, vaginosis bakteri dan infeksi lainnya);
  • masalah menstruasi (nyeri haid, kesulitan mengeluarkan darah menstruasi, dll.);
  • jaringan parut dan keloid;
  • masalah seksual (nyeri saat berhubungan, penurunan kepuasan, dll.);
  • peningkatan risiko komplikasi persalinan (sulit melahirkan, perdarahan berlebihan, operasi caesar, perlu menyadarkan bayi, dll.) dan kematian bayi baru lahir;
  • kebutuhan untuk operasi selanjutnya: misalnya, penyegelan atau penyempitan bukaan vagina (Tipe 3) dapat mengarah pada praktik pemotongan membuka vagina yang disegel nanti untuk memungkinkan hubungan seksual dan persalinan (deinfibulasi). Kadang-kadang jaringan kelamin dijahit lagi beberapa kali, termasuk setelah melahirkan, oleh karena itu wanita tersebut menjalani prosedur membuka dan menutup berulang kali, yang selanjutnya meningkatkan risiko langsung dan jangka panjang;
  • masalah psikologis (depresi, kecemasan, gangguan stres pasca trauma, harga diri rendah, dll.).

Sunat Perempuan Menurut Islam

sunat perempuan

Foto: Orami Photo Stock

Jika dalam Islam sunat untuk laki-laki adalah wajib, dalam perspektif Islam, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait hukum sunat atau khitan bagi kaum perempuan.

Mengutip situs Dalam Islam, Ibnu Qudamah mengatakan bahwa khitan wajib bagi laki-laki namun tidak bagi perempuan.

Hal ini sebagaimana pernah disampaikan oleh Rasulullah “Sayatlah sedikit dan jangan berlebihan, karena hal itu akan mencerahkan wajah dan menyenangkan suami.”

Untuk itu, sunat bagi perempuan hanya dianjurkan sedikit saja dan tidak sampai pada pangkalnya. Hal ini berbeda pada laki-laki, karena laki-laki bertujuan untuk kesucian dan membersihkan diri, sedangkan untuk wanita, sunat adalah untuk kemuliaannya.

Untuk itu, tidak wajib bagi wanita untuk berkhitan. Akan tetapi semuanya itu menurut para ulama dikembalikan pada budaya di setiap negeri masing-masing. Apakah di negara tersebut melakukan sunat bagi kaum perempuan atau tidak. Dan untuk wanita, khitan biasanya dilakukan saat masih kecil, sama seperti laki-laki.

Jika sudah dewasa maka, wanita tidak masalah untuk tidak disunat. Berbeda dengan laki-laki yang masih wajib walaupun sudah dewasa. Khitan diantara laki-laki dan perempuan dapat menambah kebahagiaan dalam menjalankan kewajiban suami terhadap istri dalam Islam.

Baca Juga: Manfaat Sunat untuk Kesehatan dan Agama, Bisa Cegah Kanker Penis

Manfaat sunat untuk perempuan dalam Islam dikatakan untuk:

  • Mengikuti sunnah rasulullah

Khitan ini merupakan hal yang disunahkan oleh Rasulullah SAW. Seorang muslim tentu akan mengikuti apa yang telah Rasulullah contohkan sebagai bentuk seorang yang mengikuti teladannya.

  • Mengikuti hal yang fitrah

Fitrah adalah hal yang menjadi fitrah. Untuk itu, wanita yang dikhitan tentu wanita yang mengikuti hal fitrah yang diberikan Allah SWT.

  • Mandapatkan kemuliaan untuk dirinya

Seperti yang sudah disebutkan, wanita yang disunat menurut Rasulullah SAW adalah wanita yang akan mendapatkan kemuliaan. Untuk itu, kemuliaan ini hendaklah dilakukan sejak masih kecil dan belum baligh agar setelah dewasa tidak perlu dikhitan dan merasakan kesakitan.

  • Manfaat sunat untuk kesehatan

Setiap perintah yang Allah berikan kepada manusia tentu memiliki manfaat dan tujuan tersendiri. Semua yang Allah perintahkan sejatinya bukan untuk kepentingan Allah sendiri, melainkan untuk kemaslahatan dan kebaikan manusia. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Allah dalam Al-Quran.

Baca Juga: Tata Cara Membayar Zakat Fitrah Menurut Ajaran Islam

Meskipun tidak memiliki manfaat dalam kesehatan, bagaimana jika orang tua tetap ingin memberikan sunat untuk anak perempuannya? Bila orang tua tetap ingin melakukan sunat pada bayi perempuannya, pastikan hal-hal ini:

  1. Tindakan dilakukan oleh tenaga kesehatan yang terlatih
  2. Menggunakan alat yang steril
  3. Bayi tidak merasa kesakitan akibat tindakan sunat tersebut (meskipun anestesi jarang digunakan pada sunat perempuan)

Setelah tindakan sunat, orang tua juga harus memantau penyembuhan luka sunat dan mengatasi nyeri yang dirasakan bayi bila ada.

Berbeda dengan sunat perempuan, sunat pada laki-laki dilakukan dengan berbagai alasan. Misalnya, untuk terapi penyakit tertentu, pencegahan penyakit, serta alasan agama ataupun budaya.

Secara medis, sunat laki-laki dapat dilakukan kapan saja. “Namun sunat pada usia bayi dan anak-anak lebih baik karena dilakukan dengan teknik yang lebih sederhana, penyembuhan lebih cepat, dan bekas luka akan lebih baik secara kosmetik,” kata dr. Suzy.

Suzy menambahkan, waktu ideal untuk sunat adalah usia di bawah satu tahun. Sebab, bayi merasakan nyeri yang lebih ringan, tidak banyak bergerak pada proses operasi, dan tidak mengingat pengalaman operasinya.

Nah, apakah Moms akan tetap melakukan sunat pada bayi perempuan?

Untuk Moms yang punya bayi laki-laki, apakah Moms mempertimbangkan akan melakukan sunat selagi dia belum berusia satu tahun? Sampaikan pendapat Moms di kolom komentar di bawah, ya!

Baca Juga: Sunat Laser, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Presented By:

pjimage (1)

pjimage (3)

Artikel Terkait