Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Sex & Relationship | Apr 17, 2018

Apakah Boleh Menggunakan Alat Bantu Seks Saat Hamil?

Bagikan


Apakah Boleh Menggunakan Alat Bantu Seks Saat Hamil?

Tentu merupakan hal yang wajar dan masuk akal bila selama kehamilan Moms ingin melakukan hubungan seksual. Namun, ada kalanya hal tersebut tak bisa dilakukan karena sejumlah alasan.

Misalnya, karena suami istri tinggal berjauhan (long distance marriage), hasrat seks salah satu pasangan yang menurun hingga alasan medis.

Namun, ibu hamil pun memiliki hasrat seks juga, lo.

Dalam kondisi demikian bisa saja masturbasi menjadi solusi. Misalnya, menggunakan alat bantu seks berupa vibrator. Tapi, amankah?

Hormon Menyehatkan Kehamilan

Seorang dokter di Women's Health di Garden State Urology, mengatakan bahwa secara umum, aktivitas seksual seperti foreplay, dan orgasme semuanya sangat sehat dan didorong selama kehamilan. Karena terjadinya proses keluar masuk alat bantu seks tidak memukul leher rahim dan tidak berbeda dengan penis yang melakukan hal yang sama.

Baca Juga: 3 Langkah untuk Mendapatkan Seks yang Berkualitas

Selain itu, menggunakan vibrator untuk mencapai orgasme juga dapat membantu hubungan Moms. dokter tersebut menjelaskan bahwa oksitosin atau hormon cinta dilepaskan saat orgasme dan dapat memicu pikiran emosional, ikatan, dan naluri keibuan.

Hal ini penting untuk menjaga hubungan yang sehat selama kehamilan dan setelah melahirkan.

1. Tidak Mengakibatkan Persalinan Dini

Selain aman secara umum, penelitian juga menjelaskan bahwa orgasme normal akan menghasilkan kontraksi rahim. Moms mungkin khawatir akan hal ini namun ini umumnya kontraksi ini bersifat jinak sehingga tidak  akan mengakibatkan persalinan dini.

Namun, tetap harus menjadi perhatian bila kontraksi ini terjadi dalam waktu berjam-jam setelah masturbasi dilakukan, segeralah berkonsultasi pada dokter.

Baca Juga : 6 'Selingan' Saat Berhubungan Intim yang Bisa Bikin Cepat Hamil

2. Berisiko Bagi Wanita dengan Kelainan Plasenta

Pada bebera wanita terdapat kondisi yang disebut dengan plasenta previa, dimana plasenta terlepas dari dinding rahim dan menutupi serviks. Dalam kasus ini, bukanlah vibrator yang menjadi masalah,melakukan adapapun yan masuk ke dalam vagina Moms, baik vibrator, penis maupun jari.

Dengan hal seperti ini Moms sebaiknya berhati-hati, karena ketika menyentuh dinding rahim makan mungkin terjadi keguguran.

3. Perhatikan Kebersihan Vibrator

Meski terbilang aman, Moms harus tetap memperhatikan kebersihan vibrator yang digunakan. Pastikan bahwa tak ada bakteri yang menempel, karena kemungkinan untuk terjadi infeksi yang serius semakin besar bila terpapar bakteri.

Infeksi vagina pada Moms yang sedang hamil dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri yang tinggi dan dapat menyebabkan persalinan prematur.Untuk mencegahnya, pastikan untuk mencuci alat bantu seks tersebut dengan baik dan buanglah air kecil setelah menggunakan vibrator, seperti yang seharusnya Moms lakukan setelah berhubungan seksual.

Baca Juga: Tips Agar Pasangan Liar di Tempat Tidur

4. Pendarahan Kecil

Merupakan hal yang normal bila sedikit terjadi perdarahan setelah melakukan hubungan intim atau menggunakan alat bantu seks saat hamil. Hal tersebut disebabkan karena adanya peningkatan suplai darah ke serviks saat hamil.

Kombinasi antara peningkatan darah dengan fakta bahwa serviks juga menjadi lebih sensitif saat hamil, dan kemungkinan pendarahan saat hamil dari kontak dengan leher rahim meningkat.

Biasanya akan dimulai seperti bercak kecil berwarna merah muda atau merah terang yang berlanjut ke cairan coklat tua dan berhenti dalam dua hari. Namun, jika sudah lebih dari dua hari hal ini terjadi, maka Moms harus menemui dokter.

(MDP)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.