Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Health | Nov 23, 2018

Apakah Makanan Setengah Matang Baik untuk Tubuh?

Bagikan


Banyak orang yang beranggapan bahwa makan makanan setengah matang bisa menambah rasa nikmat karena ada sensasi fresh yang masih bisa dirasakan dari rasa aslinya.

Tapi tahukah Moms, makanan dalam keadaan setengah matang sangat rentan menimbulkan bakteri atau virus yang bisa membahayakan tubuh.

Berikut beberapa bahan makanan yang biasa disajikan setengah matang dan kemungkinan dampak negatifnya. Yuk simak Moms!

1. Daging Setengah Matang

Hindarilah mengonsumsi daging mentah atau dalam keadaan setengah matang. Daging yang tidak matang sempurna akan rentan terpapar bakteri yang bernama toxoplasma.

Apabila bakteri tersebut sudah mengkontaminasi tubuh, tubuh akan jadi lemas, pusing, dan timbul bengkak pada leher.

Daging mentah dan setengah matang juga berbahaya bagi ibu hamil. Bahkan pada kasus hamil muda, bukan tidak mungkin akan mengalami keguguran.

Bakteri toxoplasma bisa menyebabkan gangguan pada pertumbuhan janin, seperti pertumbuhan otak tidak optimal dan hambatan pertumbuhan pada organ penting lainnya.

Untuk itu, saat Moms sedang dalam masa kehamilan sangat tidak dianjurkan memakan steak dengan level kematangan yang tidak sempurna.

Pilihlah jenis kematangan well done pada steak, selain tidak kalah nikmat, janin tidak akan mengalami risiko negatif.

Baca Juga: Berapa Lama Daging dan Telur Boleh Disimpan di Kulkas?

2. Telur Setengah Matang

Makan telur setengah matang di pagi hari memang lezat ya, Moms. Tapi ternyata telur yang tidak masak sampai matang mengandung bakteri yang bernama salmonella.

Seseorang yang positif terinfeksi bakteri salmonella bisa menyebabkan keracunan juga sangat membahayakan bagi ibu hamil.

Gejala awalnya ditandai dengan mual, muntah-muntah, diare, sampai tinja yang berdarah.

Jika dibiarkan gejala tersebut maka penderita terutama ibu hamil akan mengalami dehidrasi berat karena cairan di dalam tubuh bisa menurun drastis sehingga mengganggu perkembangan janin dan bisa sampai membuat ibu hamil tidak sadarkan diri.

Baca Juga: Perhatikan Hal Ini Sebelum Memberikan Telur Sebagai MPASI Bayi

3. Susu Murni

Banyak yang mengira minum susu murni tanpa melalui proses pasteurisasi atau pemanasan akan membawa khasiat yang lebih maksimal untuk tubuh.

Ternyata anggapan tersebut tidak benar Moms. Cairan susu yang tidak dipasteurisasi akan menimbulkan bakteri yang bernama listeria.

Menurut penelitian dari CDC (Center of Disease Control), ibu hamil sangat rentan terkontaminasi bakteri listeria ini, yang bisa mengakibatkan kelahiran prematur, keguguran, atau janin lahir dengan keadaan cacat sampai meninggal.

Mengonsumsi makanan setengah matang memang berisiko, terlebih dampaknya cukup serius untuk ibu hamil.

Moms juga perlu berkonsultasi dengan dokter apabila ada gejala alergi yang timbul atau kelainan pada masa kehamilan.

(LMF)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.