Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Perilaku Balita | Apr 25, 2018

Apakah Si Kecil Termasuk Balita Sensitif? Kenali Tanda-tandanya!

Bagikan


Jika kita lihat dari definisinya, balita sensitif merupakan istilah untuk balita yang memiliki sensitivitas emosi yang lebih besar daripada balita lain. Secara garis besar, balita pada umumnya memiliki perasaan yang sensitif dan mudah merasa terluka atau tersakiti.

Hal ini bukan dikarenakan dia cengeng atau memang doyan menangis, karena memang Si Kecil belum bisa mengontrol emosi yang dirasakannya. Beberapa balita bahkan bisa tumbuh menjadi balita sensitif, di mana perilakunya akan terlihat jauh berbeda dibandingkan balita lainnya.

Untuk mengetahui apakah apakah Si Kecil merupakan balita sensitif atau bukan, Moms bisa melihat beberapa tanda berikut ini!

Punya Pendirian yang Kuat

foto: businessinsider.com

Bagi balita sensitif, punya pendirian dan prinsip yang kuat merupakan salah satu tanda yang paling gampang terlihat. Meskipun Si Kecil belum mengerti tentang konsep prinsip dan pendirian, tanda ini sudah dapat terlihat bahkan sebelum dia bisa bicara.

Matanya akan tetap tertuju pada hal yang dinginkannya, dan Moms atau orang lain akan sedikit sulit untuk merubahnya. Hal ini tentu baik bagi perkembangannya nanti, di mana Si Kecil akan tumbuh menjadi pribadi yang tegas dan punya pendirian yang kuat.

Baca juga: 3 Cara Mudah Melatih Balita Mengeluarkan Emosinya Secara Positif

Tidak Suka dengan Suasana Bising dan Berisik

foto: thespruce.com

Kebanyakan balita sensitif lebih menyukai suasana yang tenang, suka menyendiri dan lebih banyak diam ketimbang berbicara. Kebanyakan orangtua biasanya akan menganggap hal ini tidak normal, bahkan bisa panik dan menganggap Si Kecil memiliki keterlambatan berbicara.

Padahal, balita yang sensitif dan senang menyendiri adalah suatu hal yang normal, lho. Beberapa riset bahkan mengatakan bahwa mereka akan tumbuh menjadi orang jenius, karena mereka lebih mudah menyerap informasi dan mengolahnya ketimbang berbicara.

Sulit Mengungkapkan Emosinya

foto: understood.org

Bagi orangtua yang memiliki balita sensitif, menebak apa yang ada dipikiran Si Kecil merupakan sebuah tantangan besar. Mereka kadang tidak tahu apa yang dirasakannya, apa yang ia mau dan bagaimana membuatnya berbicara tentang apa yang ada di pikirannya.

Hal ini disebabkan karena mereka memiliki kesulitan dalam merangkai kata-kata saat emosi meluap dan mencoba keluar dari otaknya. Akibatnya, balita lebih memilih diam dan memendam apa yang dia rasakan daripada harus bicara dan menjelaskan pada orang lain.

Perlu Moms ketahui bahwa tidak tidak ada yang salah dengan balita yang memiliki sensitivitas emosi yang tinggi. Ia tidak perlu diberikan konseling ke psikiater atau psikolog anak, cukup berikan perhatian dan empati yang penuh dari Moms dan Dads sebagai orangtua.

Jika Moms berhasil membesarkan seorang balita sensitif, dia akan menjadi orang besar yang memiliki pendirian kuat dan peduli terhadap sesamanya. Apakah Moms memiliki balita sensitif?

(WA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.