Kesehatan

KESEHATAN
26 Februari 2021

Apakah yang Dimaksud dengan Pola Hidup Sehat? Ini Penjelasannya!

Ketahui hal-hal yang terbukti secara ilmiah bisa membantu memperpanjang umur berikut ini!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Adeline Wahyu

Pernahkah Moms bertanya, apakah yang dimaksud dengan pola hidup sehat?

Sebab selama pandemi virus corona, secara tidak langsung ini membuat masyarakat benar-benar harus kembali ke pola hidup sehat.

Selain itu, tidak sedikit pengidap Covid-19 yang mengalami komplikasi buruk akibat ia menjalani pola hidup yang buruk.

Kebiasaan ini pun kemudian membuat tubuh menjadi kurang prima dalam melawan virus yang menyerang tubuh.

Lantas, apakah yang dimaksud dengan pola hidup sehat ini?

Apakah benar dengan menjalani pola hidup sehat seseorang bisa terhindar dari penyakit atau bahkan bisa hidup lebih panjang?

Kenyataannya, kesehatan yang baik bukan hanya tidak ada penyakit yang diderita. Kesehatan yang baik itu mencakup keadaan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang seimbang dan lengkap.

Tak sedikit juga orang mengira bahwa kondisi kesehatan sangat ditentukan oleh genetika, sehingga panjang atau tidaknya umur seseorang juga dipengaruhi olehnya.

Namun, ternyata peran gen jauh lebih kecil daripada yang para ahli kira sebelumnya. Ternyata faktor lingkungan seperti pola makan dan gaya hidup sehat adalah kuncinya.

Jadi jika bertanya apakah yang dimaksud dengan pola hidup sehat, maka tak hanya kesehatan fisik yang dijaga, namun kesehatan mental juga perlu diperhatikan.

Baca Juga: 4 Gaya Hidup Sehat untuk Tingkatkan Imunitas Tubuh, Yuk Lakukan!

Apakah yang Dimaksud dengan Pola Hidup Sehat?

Saat ditanya, apakah yang dimaksud dengan pola hidup sehat? Maka sebagian besar ahli kesehatan akan menjawab bahwa pola hidup sehat bisa dilakukan dengan menerapkan pola makan sehat, rajin olahraga, cukup istirahat, dan mengelola stres.

Namun ternyata itu saja tampaknya tidak cukup.

Ada beberapa pola hidup sehat yang perlu Moms dan anggota keluarga lain lakukan untuk mendapatkan umur yang panjang.

1. Hindari Makan Berlebihan, Terutama Makanan yang Diproses

Hindari Makan Berlebihan, Terutama Makanan yang Diproses

Foto: Orami Photo Stock

Apakah yang dimaksud dengan pola hidup sehat? Sebagian besar orang pasti akan menjawab, menjaga pola makan dengan baik dan benar.

Makan makanan dengan baik memang benar.

Hubungan antara asupan kalori dan umur panjang saat ini menarik banyak perhatian.

Penelitian pada hewan yang dipublikasikan di U.S. National Library of Medicine menunjukkan bahwa pengurangan 10–50 persen dalam asupan kalori normal dapat meningkatkan umur maksimum.

Studi populasi manusia yang terkenal karena umur panjang juga mengamati hubungan antara asupan kalori rendah, umur yang diperpanjang, dan kemungkinan penyakit yang lebih rendah.

Terlebih lagi, pembatasan kalori dapat membantu mengurangi kelebihan berat badan dan lemak perut, yang keduanya terkait dengan masa hidup yang lebih pendek.

Meskipun demikian, pembatasan kalori jangka panjang seringkali tidak berkelanjutan dan dapat mencakup efek samping negatif, seperti peningkatan rasa lapar, suhu tubuh rendah, dan dorongan seks yang berkurang.

Sejauh ini, apakah pembatasan kalori memperlambat penuaan atau memperpanjang umur, belum sepenuhnya dipahami.

Namun, ada baiknya dengan mulai mengurangi konsumsi makanan olahan. Seiring dengan pemrosesan makanan, terjadi peningkatan natrium tambahan, lebih banyak lemak jenuh, lebih banyak gula, dan lebih sedikit serat.

Hasilnya? Lebih banyak orang yang kini mengidap penyakit kardiovaskular, hipertensi, kanker, dan diabetes.

Bantulah tubuh dan cobalah untuk makan "bersih" lebih sering, termasuk makanan tinggi serat dan bahan-bahan lain yang Moms beli dan persiapkan sendiri.

Jika Moms kekurangan waktu, masaklah dalam jumlah besar, atau nikmati salad siap pakai dan sayuran segar atau beku lainnya sambil memperhatikan kandungan natrium dan gula pada label makanan.

2. Lebih Banyak Bergerak dan Hindari Duduk Lama

Lebih Banyak Bergerak dan Hindari Duduk Lama

Foto: Orami Photo Stock

Jawaban untuk pertanyaan apakah yang dimaksud dengan pola hidup sehat selanjutnya adalah aktif bergerak.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa dengan aktif secara fisik dapat membuat Moms tetap sehat dan membuat umur jadi lebih panjang.

Latihan minimal 15 menit per hari dapat membantu Moms mencapai manfaatnya.

Selain itu, studi yang dipublikasikan di The Lancet juga mengungkapkan bahwa risiko kematian dini dapat menurun sebesar 4 persen untuk setiap tambahan aktivitas fisik harian selama 15 menit.

Moms tak perlu memaksa jika tak memiliki banyak waktu. Moms bisa mencoba jalan cepat sebagai salah satu latihan "intensitas sedang" seperti dikutip dalam penelitian tersebut.

3. Berhenti Merokok

Berhenti Merokok

Foto: Orami Photo Stock

Apakah yang dimaksud dengan pola hidup sehat? Jawabannya tidak merokok, untuk mereka yang masih merokok.

Jika Moms atau Dads seorang perokok, menghentikan kebiasaan ini bisa menjadi hal yang sangat sulit untuk dilakukan.

Namun, hal ini perlu dilakukan karena U.S. National Institute of Health mengatakan bahwa penggunaan tembakau tetap menjadi penyebab kematian yang paling bisa dicegah.

Beberapa perkiraan menunjukkan bahwa merokok dapat memotong harapan hidup hingga sepuluh tahun.

Tekanan darah dan sirkulasi akan meningkat segera setelah berhenti, dan risiko terkena kanker akan menurun setiap tahun setelahnya.

Ingatlah bahwa anggota keluarga yang lain juga akan mendapatkan keuntungan jika kebiasaan merokok dihentikan.

Bonusnya, saat berhenti merokok maka Moms atau Dads bisa terlihat lebih muda.

Baca Juga: 5 Cara Ampuh Agar Suami Mau Berhenti Merokok

4. Jaga Hubungan Pertemanan

Jaga Hubungan Pertemanan

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms bertanya apakah yang dimaksud dengan pola hidup sehat, maka ini juga berkaitan dengan kesehatan mental.

Peneliti melaporkan dalam American Journal of Epidemiology bahwa menjaga jaringan sosial yang sehat dapat membantu Moms hidup hingga 50 persen lebih lama.

Selain itu, faktanya, hanya memiliki 3 ikatan sosial juga dapat menurunkan risiko kematian dini hingga lebih dari 200 persen.

Penelitian lain juga menghubungkan jaringan pertemanan yang sehat dengan perubahan positif pada fungsi jantung, otak, hormonal, dan kekebalan, yang dapat menurunkan risiko penyakit kronis.

Lingkaran sosial yang kuat juga dapat membantu Moms bereaksi kurang negatif terhadap stres, sehingga ini bisa memberikan efek negatif pada kualitas hidup.

Selain itu, sebuah penelitian juga melaporkan bahwa memberikan dukungan kepada orang lain mungkin lebih bermanfaat daripada menerimanya.

Selain menerima perhatian dari teman dan keluarga, pastikan untuk membalas budi mereka juga ya Moms!

5. Kembangkan Pola Tidur yang Baik

Kembangkan Pola Tidur yang Baik

Foto: Orami Photo Stock

Tidur sangat penting untuk mengatur fungsi sel dan membantu tubuh kembali pulih.

Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Frontiers in Aging Neuroscience juga melaporkan bahwa umur panjang kemungkinan terkait dengan pola tidur yang teratur, seperti tidur dan bangun sekitar waktu yang sama setiap hari.

Namun, durasi tidur juga tampaknya menjadi faktor penyebabnya, karena terlalu sedikit dan terlalu banyak bisa berbahaya. Misalnya, tidur kurang dari 5–7 jam per malam dikaitkan dengan risiko kematian dini 12 persen lebih besar, sementara tidur lebih dari 8–9 jam per malam juga dapat menurunkan umur hingga 38 persen.

Terlalu sedikit tidur juga dapat meningkatkan peradangan dan meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, dan obesitas.

Ini semua terkait dengan umur yang kemudian semakin pendek.

Di sisi lain, tidur berlebihan dapat dikaitkan dengan depresi, aktivitas fisik yang rendah, dan kondisi kesehatan yang tidak terdiagnosis, yang semuanya dapat berdampak negatif pada kesehatan secara keseluruhan.

Baca Juga: 5 Pola Hidup Sehat untuk Mencegah Kanker yang Bisa Dilakukan

Kini Moms sudah paham apakah yang dimaksud dengan pola hidup sehat.

Ingat, memiliki orangtua, kakek nenek, atau anggota keluarga lainnya yang hidup hingga usia sembilan puluhan atau lebih bukan jaminan Moms akan panjang umur seperti mereka.

Studi yang dilakukan pada anak kembar di Skandinavia menunjukkan bahwa genetika mungkin hanya bertanggung jawab atas sepertiga dari potensi umur panjang.

Ini bisa menjadi kabar baik bagi Moms yang tidak memiliki keturunan dengan umur panjang. Sebab faktor lingkungan dan gaya hidup seperti diet, olahraga, paparan racun, stres, tes kesehatan rutin, dan bahkan hubungan sosial sangat berperan dalam berapa lama Moms bisa hidup.

Jangan fokus pada genetika yang tidak dapat dikendalikan dan cobalah fokus pada faktor lain yang bisa Moms kendalikan seperti beberapa poin di atas.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait