Kehamilan

KEHAMILAN
9 Juli 2020

Aritmia Janin pada Kehamilan, Simak Penjelasannya di Sini!

Aritmia janin saat hamil merupakan kelainan detak jantung pada bayi yang perlu diwaspadai
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Dina Vionetta

Aritmia janin saat hamil adalah istilah yang merujuk pada kelainan detak jantung bayi dalam kandungan.

Kelainan detak jantung tak beraturan tidak boleh dibiarkan begitu saja, hal ini akan memberikan risiko buruk terhadap janin apabila tidak segera ditindaklanjuti.

Menurut American Pregnancy Associations, kelainan jantung pada bayi ini termasuk tachycardia atau peningkatan denyut jantung dan bradikardi atau detak jantung yang melambat.

Berikut ini penjelasan mengenai aritmia janin saat hamil yang perlu Moms ketahui.

Baca Juga: Aritmia Pada Bayi: Penyebab, Gejala dan Cara Menanganinya

Gejala dan Penyebab Aritmia Janin

Aritmia Janin pada Kehamilan.jpg

Foto: utswmed.org

Aritmia janin saat hamil memiliki banyak kemungkinan penyebab.

Oleh karena itu, dalam beberapa kasus akan sulit menentukan penyebabnya, terutama untuk kasus bayi dengan ritme jantung yang abnormal bersifat sementara.

Salah satu penyebab aritmia janin saat hamil adalah konsumsi kafein yang tinggi.

Hal tersebut dapat menyebabkan penyimpangan detak jantung.

Maka dari itu, saat hamil Moms dianjurkan untuk membatasi konsumsi kafein.

Selain itu, sebagian kasus aritmia tidak diketahui penyebabnya, namun beberapa kasus dapat terjadi akibat ketidakseimbangan elektrolit, peradangan, pengobatan atau kondisi genetik yang diturunkan.

Bahayakah Aritmia Janin?

Aritmia Janin pada Kehamilan 2.jpg

Foto: franciscanhealth.org

Aritmia janin merupakan salah satu kasus yang cukup jarang terjadi, dan dalam beberapa kasus kondisi seperti ini akan pulih dengan sendirinya.

Jika kondisi aritmia tidak seperti pada umumnya, kemungkinannya bayi akan terlahir dengan ketidakteraturan jantung yang dikelola selama hidupnya, dan yang paling fatal kematian janin dapat terjadi dalam kandungan atau saat persalinan meski kemungkinannya kecil.

Baca Juga: Fakta-Fakta Mengenai Aritmia pada Ibu Hamil, Berbahayakah?

Pengobatan Aritmia Janin

Aritmia Janin pada Kehamilan 3.jpg

Foto: hopkinsmedicine.org

Pengobatan paling pertama adalah gaya hidup yang baik untuk menjaga kesehatan diri dan janin selama masa kehamilan.

Dalam kasus yang jarang terjadi, Moms memang perlu berkonsultasi dengan seorang ahli jantung janin.

Pengobatan aritmia janin saat hamil bervariasi sesuai dengan tingkat keparahan dan jenis aritmia.

Texas Children’s Hospital mengatakan bahwa beberapa jenis aritmia janin dapat diobati dalam rahim menggunakan obat-obatan tertentu untuk ibu.

Dalam kasus lain, Moms perlu pemeriksaan rutin sebagai pemantauan kondisi jantung janin.

Moms perlu melakukan ekokardiogram secara teratur hingga sampai waktu persalinan.

Saat mendekati waktu persalinan, Moms perlu merencanakan rumah sakit dengan NICU yang canggih dan dapat menangani operasi jantung setelah lahir jika diperlukan.

Jika bayi tetap mengalami aritmia saat lahir, Moms perlu melakukan beberapa cara tergantung kondisinya.

Sebuah penelitian Nenonatal Arrhytmias: Diagnosis, Treatment, and Clinical Outcome, yang ditulis oleh Ji-Eun Ban, MD, PhD, Divisi Kardiologi, Departemen Pediatri, School of Medicine di Ewha Womans University, Seoul, Korea, menunjukkan bahwa kontraksi atrial prematur (PAC) yang paling umum pada bayi dapat dikontrol dengan menggunakan terapi obat antiaritmia.

Adapun penanganan serius akan diberikan tergantung pada usia bayi, jenis dan penyebab aritmia seperti pemberian obat, kardioversi, implan, dan operasi.

Perawatan yang disarankan untuk bayi tergantung pada jenis masalah jantung dan tingkat keparahannya.

Namun, semakin dini suatu masalah teridentifikasi, semakin baik persiapan Moms untuk mengatasinya.

Baca Juga: Jessica Iskandar Didiagnosis Gangguan Jantung Takikardia, Apa Itu?

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait