Kesehatan Umum

1 November 2021

Mengenal Asma Alergi, dari Gejala, Penyebab hingga Pengobatannya

Jangan lengah, Moms harus kenali gejalanya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Karla Farhana

Mungkin, sebagian dari kita bertanya-tanya mengapa asma alergi dapat terjadi secara bersamaan.

Menurut American Academy of Allergy, Asthma, & Immunology, asma alergi adalah jenis asma yang paling umum.

Asma alergi adalah jenis asma yang disebabkan oleh alergen atau pemicu alergi.

Sekitar 90% anak-anak dengan asma memiliki alergi, dibandingkan dengan sekitar 50% orang dewasa dengan asma.

Gejala-gejala yang muncul bersamaan dengan asma alergi muncul setelah kita menghirup hal-hal yang disebut alergen atau pemicu alergi seperti:

  • Serbuk sari
  • Tungau debu
  • Jamur

Jika kita menderita asma (alergi atau non-alergi), biasanya menjadi lebih buruk setelah kita berolahraga di udara dingin atau setelah menghirup asap dan debu.

Untuk tahu apa saja yang menjadi pemicunya serta bagaimana cara mengatasinya, simak penjelasan di bawah ini yuk Moms!

Baca Juga: Lingkungan Kotor Turunkan Risiko Alergi dan Asma pada Bayi

Gejala Asma Alergi

Mengenal Asma Alergi Penyebab dan Pengobatannya 01

Foto: medicalnewstoday.com

Jika kita menderita asma alergi, saluran udara kita lebih sensitif terhadap alergen tertentu. Begitu alergen masuk ke tubuh kita, sistem kekebalan tubuh akan bereaksi berlebihan.

Otot-otot di sekitar saluran udara kita menegang. Saluran udara menjadi meradang dan seiring waktu dibanjiri dengan lendir yang kental.

Gejala asma alergi atau asma non-alergi umumnya sama. Dikutip dari Healthline, umumnya Moms akan mengalami:

Jika Moms mengalami demam atau alergi kulit, mungkin juga mengalami:

  • Kulit yang gatal
  • Ruam
  • Kulit terkelupas
  • Pilek
  • Mata gatal
  • Mata berair
  • Napas terasa berat

Jika Moms menelan alergen, gejala-gejala ini mungkin juga muncul:

  • Gatal-gatal
  • Wajah atau lidah bengkak
  • Mulut terasa gatal
  • Mulut, tenggorokan, atau bibir bengkak
  • Anafilaksis (reaksi alergi parah)

Gejala asma alergi dapat berkisar dari ringan sampai berat, dan mungkin datang tiba-tiba atau selama beberapa jam.

Baca Juga: Penyebab Bayi Alergi ASI dan Gejala yang Bisa Dikenali

Apa Saja Penyebabnya?

Mengenal Asma Alergi Penyebab dan Pengobatannya 02.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Alergen penyebab asma alergi cukup kecil sehingga dapat terhirup hingga paru-paru. Melansir WebMD, beberapa penyebab asma alergi adalah:

  • Serbuk sari yang tertiup angin dari pohon, rerumputan, dan ilalang
  • Spora dan fragmen jamur
  • Bulu binatang (dari rambut, kulit, atau bulu) dan air liur
  • Kotoran tungau
  • Kotoran kecoa

Melansir Jurnal Sari Pediatri, anak-anak yang tinggal di rumah banyak kecoanya 4 kali lebih mungkin mengalami asma alergi dibandingkan anak-anak yang rumahnya bersih.

Sementara itu, alergi makanan juga dapat menjadi penyebab asma meski lebih jarang.

Berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari penderita asma karena paling sering menyebabkan gejala alergi:

  • Susu sapi
  • Telur
  • Kacang-kacangan
  • Makanan laut seperti ikan, kepiting, dan kerang-kerangan
  • Gandum
  • Kedelai
  • Buah tertentu

Namun Moms harus tahu, bahan alergen bukan satu-satunya hal yang dapat memperburuk asma alergi.

Iritan juga dapat memicu serangan asma alergi, meskipun tidak menyebabkan reaksi alergi. Iritan umumnya termasuk:

  • Asap dari tembakau, perapian, lilin, dupa, atau kembang api
  • Polusi udara
  • Udara dingin
  • Berolahraga di udara dingin
  • Bau atau asap kimia yang kuat
  • Parfum, penyegar udara, atau produk beraroma lainnya
  • Kamar berdebu
  • Bau kimia yang kuat

Dokter Moms dapat menguji untuk melihat apa yang menyebabkan asma alergi.

Perawatan pengubah Leukotriene, misalnya Montelukast (Singulair) dalam perawatan ini dapat meredakan gejala alergi dan asma.

Cara Mengobati dan Mengatasinya

Mengenal Asma Alergi Penyebab dan Pengobatannya 03.jpg

Foto: thesun.co.uk

Ketahui hal-hal yang memicu gejala asma alergi dan pelajari cara membatasi paparan terhadapnya.

Konsultasikan dengan dokter untuk menemukan perawatan terbaik dan mengelola gejala kita, serta periksa ke dokter secara teratur.

Karena gejala alergi dan asma dapat berubah seiring waktu, Moms mungkin perlu menyesuaikan perawatan.

Namun, perawatan ini diharuskan dengan saran medis untuk reaksi psikologis yang tidak biasa terhadap salah satu obat.

Dikutip dari Mayo Clinic, ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi asma alergi, maupun salah satu di antara keduanya.

1. Pengubah Leukotrien

Jenis obat ini dapat meredakan gejala rinitis alergi dan asma.

Disebut pengubah leukotrien, pil harian ini membantu mengendalikan bahan kimia sistem kekebalan yang dilepaskan selama reaksi alergi.

Montelukast (Singulair) adalah pengubah leukotrien yang dapat mengobati asma alergi secara bersamaan.

2. Suntikan Alergi (Imunoterapi)

Suntikan alergi dapat membantu mengobati asma alergi secara bertahap mengurangi respon sistem kekebalan tubuh terhadap pemicu alergi tertentu.

Imunoterapi melibatkan suntikan rutin sejumlah kecil alergen yang memicu gejalanya.

Sistem kekebalan akan membangun toleransi terhadap alergen dari waktu ke waktu, hingga reaksi alergi berkurang.

Pada gilirannya, gejala asma juga berkurang. Perawatan ini umumnya membutuhkan suntikan rutin selama periode waktu tertentu.

Baca Juga: Perbedaan Intoleransi dan Alergi Alkohol dan Cara Mengobatinya

3. Terapi Anti-imunoglobulin E (IgE)

Ketika Moms memiliki alergi, sistem kekebalan secara keliru mengidentifikasi zat tertentu sebagai sesuatu yang berbahaya.

Karenanya, tubuh melepaskan antibodi, yang dikenal sebagai IgE untuk melawan alergen.

Nantinya, ketika tubuh menemukan alergen itu, antibodi IgE merasakannya dan memberi sinyal pada sistem kekebalan untuk melepaskan bahan kimia yang disebut histamin.

Obat omalizumab (Xolair) akan membantu mencegah reaksi alergi yang memicu gejala asma alergi.

Perawatan ini digunakan untuk asma alergi yang lebih parah, tetapi mungkin juga membantu rinitis alergi.

4. Pengobatan Lain

Saat mengobati asma alergi, mungkin Moms juga diberi pilihan pengobatan lainnya. Pengobatan yang bisa digunakan antara lain:

  • Obat alergi untuk hidung
  • Pencucian hidung dengan larutan garam
  • Semprotan dekongestan nasal

Semprotan steroid hidung dan antihistamin kuat dapat digunakan untuk kasus yang lebih berat, tetapi harus dengan resep dokter.

Baca Juga: Kenali Penyebab dan Ciri-ciri Anak Terkena Alergi Dingin

Itu dia Moms informasi tentang asma alergi. Semoga bermanfaat, ya!

  • https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/view/864
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/asthma/in-depth/allergies-and-asthma/art-20047458
  • https://www.healthline.com/health/asthma/allergic-asthma#symptoms
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK526018/
  • https://medlineplus.gov/genetics/condition/allergic-asthma/
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/324476
  • https://www.webmd.com/asthma/guide/allergic-asthma
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait