Kesehatan Umum

12 Januari 2022

Asma Bisa Sembuh dengan Terapi, Bagaimana Caranya?

Berbeda dengan sesak napas biasa
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Widya Citra Andini

Asma menjadi salah satu gangguan pernapasan yang datang tiba-tiba. Sering menjadi perdebatan, apakah asma bisa sembuh?

Nah, untuk membantu kebingungan yang dialami sejumlah orang, kita langsung tanya kepada ahlinya saja, yuk!

Adapun tema "Expert Room" kali ini tentang penjelasan terkait asma yang akan dijawab dan dijelaskan langsung oleh seorang dokter yang ahli di bidangnya.

Dokter Umum RSIA Bina Medika, dr. Aristya Dewi Pratiwi, akan menjelaskan terkait gangguan pernapasan seperti asma.

Yuk, simak bersama Moms!

Apakah Asma Bisa Sembuh?

Sakit Asma Bisa Sembuh?.jpg

Foto: brisbanebulkbillingdoctor.com.au

Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute asma tidak dapat disembuhkan secara total.

Usaha asma bisa sembuh yang dapat dilkukan adalah dengan menghindari faktor pemicunya.

Tentunya, ini juga perlu dibarengi dengan pengobatan terapi baik melalui medis dan juga menerapkan pola hidup sehat.

Terlepas itu, sejumlah orang kadang sulit membedakan antara asma dan sesak napas biasa.

"Asma dan sesak napas itu adalah dua hal berbeda yang perlu diketahui banyak orang," terang dr. Aristya Dewi Pratiwi, Dokter Umum RSIA Bina Medika Bintaro.

Karenanya, jangan sampai Moms salah mengenali kedua jenis gangguan pernapasan itu, ya.

Baca Juga: Perhatikan dengan Saksama, Ini 7+ Tanda Gangguan Kesehatan Mental pada Anak

Perbedaan Asma dan Sesak Napas Biasa

Leher Terasa Tercekik hingga Sesak Napas? Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Foto: Orami Photo Stocks

Sebelumnya diketahui bahwa asma berbeda dengan sesak napas. Untuk itu, ada beberapa hal penting untuk membedakan gejala di antara keduanya, Moms.

Biasanya, penderita asma akan muncul gejala seperti:

  • Suara mengi
  • Sesak nafas
  • Dada terasa berat
  • Batuk (dengan atau tanpa dahak)

Hal ini juga dibarengi dengan gejala yang timbul berulang atau periodik.

Menurut dokter Risty, sesak karena asma akan lebih memberat pada malam atau dini hari, terutama ketika terpapar produk alergen.

Beda halnya dengan sesak napas biasa. Ini biasanya terjadi di waktu tertentu dan akan membaik ketika dilakukan pengobatan.

Sesak napas pun bisa disebabkan dari berbagai hal dan juga indikasi penyakit kronis tertentu.

"Pada penderita penyakit asma biasanya juga memiliki riwayat penyakit atopik seperti rhintis alergi," jelas dr. Risty.

Baca Juga: 9 Posisi Tidur Bayi saat Pilek dan Batuk, Yuk Coba!

Penyebab Asma Sering Kambuh

Kenapa-Asma-Kambuh-di-Malam-Hari-.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Asma adalah proses inflamasi atau peradangan kronik yang terjadi di saluran pernapasan.

"Ketika asma kambuh, maka akan terjadi pembengkakan pada saluran pernapasan akibat terjadinya proses peradangan," jelas perempuan yang akrab disapa sebagai dr. Risty.

Ada sejumlah faktor yang memicu asma suka kambuh, antara lain:

1. Zat Alergen

Paparan berbagai iritan dan zat pemicu alergi (alergen) dapat memicu asma kambuh kembali.

Pemicu asma bisa berbeda pada setiap orang. Sejumlah produk alergen tersebut meliputi:

Untuk mendukung asma bisa sembuh, hindari produk alergen tersebut ya, Moms.

2. Infeksi Virus

Menurut dokter Risty, asma juga bisa dipicu dari infeksi virus. Biasanya, asma seperti ini menunjukkan gejala lain yang meliputi:

Diperlukan pengobatan lebih lanjut agar asma bisa sembuh kembali.

3. Paparan Asap Rokok

Sejumlah orang bisa mengalami sesak napas ketika terhirup asap rokok. Begitu juga pada penderita asma.

Akibat dari membengkaknya saluran pernapasan, ini memicu dada terasa berat dan bunyi mengi.

Hal ini dapat terjadi akibat adanya respon hipersensitivitas pada setiap orang.

Baca Juga: Apakah Bayi Demam Boleh Mandi? Simak Saran Ahli di Sini!

4. Olahraga Berat

Moms, hindari olahraga yang terlalu berat untuk mencegah asma kambuh kembali.

"Olahraga menjadi pemicu asma kambuh di waktu yang tidak tepat," terang dr. Risty.

Menurut Jaclyn Quirt pada jurnal Allergy Asthma Clinical Immunology, asma berkaitan dengan respon peradangan den sel T helper tipe-2 (T2).

Ketika respon hipersensitivitas muncul, maka T2 akan meningkat dan mengeluarkan sitokin.

Akibatnya, peradangan terjadi di saluran pernapasan.

5. Obat-obatan Tertentu

Melansir dalam Mayo Clinic, obat-obatan tertentu dapat memicu asma terjadi.

Hal ini meliputi obat-obatan beta blocker, seperti aspirin dan obat antiradang nonsteroid.

Biasanya, ini ditemukan pada ibuprofen, ataupun naproxen sodium.

Beritahu dokter apabila Moms tidak cocok dengan obat-obatan ini, ya.

Pengobatan Asma Jangka Panjang

Asma Bisa Sembuh saat Malam Hari? 8 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Foto: Orami Photo Stocks

Umumnya, asma bisa sembuh apabila diberikan sejumlah terapi dan pengobatan khusus.

Nah, berikut beberapa hal yang bisa diikuti untuk mencegah asma kambuh kembali:

1. Gunakan Inhaler Khusus

Inhaler dapat dipakai untuk mengatasi asma dalam jangka panjang. Manfaatnya yakni untuk:

"Tujuan dari pengobatan asma adalah untuk mengendalikan gejala. Hal ini agar tidak terjadi eksaserbasi (perburukan yang mendadak dan progresif)," jelas dr. Risty.

2. Obat Antiradang

Obat-obatan ini mengurangi pembengkakan dan produksi lendir di saluran napas. Sehingga, memudahkan udara untuk masuk dan keluar dari paru-paru.

Obat obatan asma yang digunakan dapat berupa:

  • Obat pengontrol (obat yang diminum tiap hari)
  • Obat pereda (obat yang digunakan sesuai kebutuhan apabila muncul gejala)

Menurut dokter Resty, ini juga untuk menimalkan frekuensi dan tingkat keparahan dari gejala asma.

Baca Juga:Bisul di Vagina: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

3. Menghindari Produk Alergen

Tujuan lain dari pengobatan asma untuk mendukung kehidupan normal yang lebih produktif.

Moms sensitif dengan produk alergen tertentu? Solusinya adalah dengan menghindari produk itu untuk selamanya.

Jangan lupa untuk menerapkan gaya hidup sehat dengan berolahraga ringan setiap hari.

Nah itu dia Moms, penjelasan terkait asma bisa sembuh dan cara untuk mengatasinya.

Jika Moms memiliki pertanyaan lain, dapat langsung berkonsultasi dengan dokter umum, ya.


Artikel ini merupakan kerjasama dengan RSIA Bina Medika

jadwal dokter-24.jpg

  • https://journal.chestnet.org/article/S0012-3692(16)32933-6/fulltext
  • https://aacijournal.biomedcentral.com/articles/10.1186/s13223-018-0279-0
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/asthma/symptoms-causes/syc-20369653
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait