Balita dan Anak

9 Mei 2019

Asuransi Pendidikan untuk Anak, Penting atau Tidak?

Banyaknya ragam investasi untuk menunjang dana pendidikan anak di masa depan, apakah salah satunya termasuk asuransi pendidikan? Ini ulasannya.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Setiap orangtua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya, termasuk untuk masa depannya.

Masa depan yang terjamin salah satunya didapatkan karena pendidikan yang tepat.

Pendidikan dimulai sejak dini hingga ke jenjang-jenjang di atasnya.

Sekolah menjadi tempat anak untuk menimba ilmu pastinya mempunyai berbagai fasilitas yang terbaik.

Namun masalahnya terletak pada anggaran pendidikan yang harus dikeluarkan oleh orangtua.

Untuk itu, menyiapkan dana pendidikan sejak dini sangat diperlukan.

Mungkin saja saat ini anak Moms belum berusia 5 tahun, belum sekolah, atau bahkan belum lahir, tapi penting untuk menyiapkan dana pendidikan sejak awal.

Alasannya karena biaya-biaya pendidikan di sekolah mana pun pastinya akan mengalami kenaikan setiap tahun.

Jika tidak dipersiapkan dari sekarang, maka nanti bisa menjadi beban bagi Moms dan pasangan.

Seorang konsultan perencana keuangan, Annissa Sagita, mengungkapkan hal yang dibutuhkan dalam menyiapkan dana pendidikan anak adalah kesepakatan orangtua.

Baca Juga : Ini Dia Jurus Menghadapi Inflasi Biaya Pendidikan Anak

Maksudnya adalah adanya visi dan misi sebagai orangtua untuk memberikan yang terbaik pada anaknya.

Hal ini mencakup pilihan sekolah yang dituju, rancangan biaya sekolah secara keseluruhan, dan pilihan produk keuangan yang dipilih sebagai investasi.

“Setiap produk investasi pastinya memiliki risikonya masing-masing. Untuk itu, lakukan riset, cari informasi sebanyak-banyaknya, dan jangan sampai hanya ikut-ikutan saja tanpa memahami dengan mendalam,” ujar Annissa pada Kulwap Orami Community, Rabu (20/3) lalu.

Asuransi pendidikan sering menjadi pilihan untuk menyiapkan dana pendidikan.

Namun, Annissa Sagita, seorang konsultan yang sudah mendapatkan sertifikasi Certified Personal Money Manager (CPMM) di IARFC Indonesia ini, justru tidak menyarankan Moms memakai asuransi pendidikan. Wah, mengapa, ya? Simak di sini untuk ulasannya.

Alasan Asuransi Pendidikan Kurang Disarankan

Asuransi Pendidikan untuk Anak, Penting atau Tidak-2.jpg

Foto: indiadidac

Annissa Sagita mengungkapkan asuransi pendidikan kurang disarankan karena berhubungan dengan langkah-langkah dalam menyiapkan dana pendidikan yang memerlukan keseluruhan.

Artinya, tidak hanya menyiapkan dana ketika anak masuk SD saja tapi juga hingga ia masuk ke perguruan tinggi.

“Asuransi pendidikan kurang disarankan karena sering terjadi ketidakcocokan dana yang tersedia dengan target dana atau biaya masuk sekolah sehingga nasabah harus nombok,” ujar Annissa.

Selain itu, pada dasarnya asuransi pendidikan adalah produk asuransi jiwa yang nama tertanggung adalah tulang punggung keluarga, yaitu ayah dan/atau ibu namun banyak dijumpai nama tertanggung adalah anak sehingga logikanya terbalik.

Untuk produk keuangan yang terbaik untuk menyiapkan dana pendidikan, Annissa lebih menyarankan investasi jangka panjang dengan produk yang lebih agresif seperti reksa dana campuran, reksa dana saham, dan saham.

Ia tidak menyarankan investasi jangka pendek seperti deposito dan logam mulia yang tujuannya bukan 5 tahun ke atas.

Baca Juga : 3 Jenis Asuransi untuk Anak dan Manfaatnya, Apa Saja Ya?

Lalu, bagaimana jika Moms dan pasangan sudah telanjur untuk membuat asuransi untuk anak? Apakah tetap bisa untuk membuat investasi untuk menyiapkan dana pendidikan anak?

“Asuransi dan investasi adalah dua hal yang berbeda dan seharusnya memang tidak digabung, karena dengan produk gabungan hasilnya tidak maksimal dan nasabah bayar lebih mahal dibandingkan asuransi murni atau investasi murni,” ujar Annissa.

Jadi, lebih baik untuk memisahkan antara asuransi dan investasi yang dikhususnya sebagai persiapan dana pendidikan anak.

Dalam hal ini, penting bagi Moms dan pasangan mendiskusikan produk keuangan mana yang paling tepat bagi masa depan anak.

Pastikan juga sekolah yang dituju seirama dengan tujuan yang dicapai Moms dan pasangan sebagai orangtua, ya!

(DG/CAR)

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait