Newborn

NEWBORN
9 November 2020

Payudara Nyeri saat Menyusui, Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Oleskan ASI pada puting yang kering dan pecah-pecah untuk melembapkan ya, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Payudara nyeri saat menyusui adalah hal yang kerap Moms rasakan. Menyusui adalah momen yang paling berharga dan berkesan bagi banyak ibu. Tidak peduli jika seorang wanita baru menjadi ibu atau bukan, proses menyusui adalah bentuk bonding terbaik yang dirasakan oleh Moms dan Si Kecil.

Namun, terkadang tidak selalu proses menyusui bisa berjalan dengan baik. Moms pun akan dihadapkan dengan beragam permasalahan. Mulai dari susahnya latching, ASI yang tidak keluar atau keluar terlalu sedikit, termasuk adanya rasa nyeri saat menyusui.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), menyusui seharusnya tidak sakit di minggu pertama.

Baca Juga: 4 Posisi Menyusui yang Salah Ini Membuat Payudara Kendur dan Nyeri

Konsultan laktasi Sandra Yates dari Vancouver mengatakan bahwa, masalah latching adalah penyebab paling umum dari nyeri menyusui.

“Menyusui tidak seharusnya menyakitkan. Ketika terjadi, itu biasanya merupakan sinyal bahwa ada sesuatu yang salah dan kita perlu menemukan cara untuk memperbaikinya," jelasnya dikutip Today's Parent.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memperbaiki teknik menyusui dan meredakan payudara nyeri saat menyusui. Tapi sebelumnya, kita cari tahu penyebab lainnya payudara nyeri saat menyusui yuk, Moms.

Penyebab Payudara Nyeri saat Menyusui

payudara nyeri saat menyusui

Foto: Orami Photo Stock

Terkadang pada saat menyusui, payudara dapat terasa nyeri karena adanya ‘let down reflex’ saat mengalirnya ASI keluar dari payudara. Ibu yang jarang menyusui bayinya pada saat awal dapat merasakan nyeri karena menumpuknya ASI dalam payudara.

"Payudara nyeri saat menyusui dapat juga disebabkan oleh luka pada puting atau area sekitar payudara. Apabila terdapat luka, maka dapat menyebabkan mastitis atau peradangan payudara," jelas dr. Fransiska Farah, Dokter Spesialis Anak Konselor Laktasi RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

Gejala yang dirasakan biasanya nyeri, payudara bengkak, kemerahan, dan licin, serta ASI yang tidak dapat mengalir keluar. Hal ini dapat diatasi dengan cara terapi antibotik, mengonsumsi obat radang, dan kompres air dingin pada area yang nyeri.

Apabila nyeri karena luka pada puting payudara, puting yang sakit dapat diobati dengan olesan lanolin atau dengan ASI ibu sendiri.

Menurut dr. Fransiska, payudara dengan puting yang nyeri sebaiknya diistirahatkan dahulu dan setelah itu ibu tetap memerah ASI supaya ASI tidak menumpuk dalam payudara dan mengakibatkan nyeri semakin hebat.

Pada saat hamil payudara juga dapat terasa nyeri karena pengaruh hormon saat kehamilan. Kondisi ini nantinya tidak akan memengaruhi produksi ASI.

Jika selama hamil ibu merasa nyeri pada kedua payudara, ibu dapat mengonsumsi obat pereda nyeri ketika payudara nyeri saat menyusui yang aman seperti parasetamol, memakai ukuran bra 1-2 ukuran lebih besar dari yang biasa digunakan.

Selama hamil, bentuk dan ukuran payudara akan membesar karena pengaruh hormon kehamilan. Warna areola atau daerah gelap sekitar puting akan berwarna lebih gelap dari biasanya.

"Kemudian, pada kehamilan trimester akhir terkadang dijumpai kolostrum yang keluar dari kedua puting payudara. Namun, hal ini bukan menjadi hal yang perlu dikhawatirkan," tambah dr. Fransiska.

Cara Mengatasi Payudara Nyeri saat Menyusui

1-menyusui.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Moms dapat mencoba beberapa langkah berikut untuk mengurangi payudara nyeri saat menyusui. Meskipun langkah-langkah ini tidak selalu memperbaiki masalah jika ada masalah dengan latching saat menyusu.

Namun, beberapa cara ini dapat mengurangi rasa sakit dan memungkinkan untuk bertahan sampai bisa mendapatkan bantuan yang dibutuhkan dari para ahli.

Baca Juga: 4 Penyebab Puting Lecet dan Cara Agar Tetap Bisa Menyusui Si Kecil

  • Moms dapat menggunakan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas, seperti Tylenol atau Ibuprofen.
  • Gunakan kompresi payudara untuk memungkinkan bayi mendapatkan ASI lebih cepat; mengurangi waktu untuk dia menyusu langsung di payudara.
  • Cobalah teknik pernapasan relaksasi yang mungkin telah dipelajari selama kelas persalinan sebelum melahirkan.
  • Oleskan es ke payudara untuk mematikan rasa sementara di daerah tersebut.
  • Rendam kantong teh hitam dalam air hangat dan kemudian oleskan ke puting untuk mengurangi pembengkakan dan rasa sakit.
  • Oleskan salep menyusui tanpa resep, seperti Lanolin. Jenis salep ini bagus karena Moms tidak harus menyeka puting untuk disusui, sehingga aman bahkan saat Si Kecil ingin menyusu.
  • Biarkan puting setelah menyusui. Ini mungkin terdengar aneh, tetapi membiarkan puting terbuka setelah menyusui dapat benar-benar membantu meringankan rasa sakit dari puting yang pecah atau berdarah.
  • Oleskan ASI pada payudara. ASI sebenarnya bertindak sebagai pelembap, jadi jangan usap puting susu usai menyusu sebelum kering.

Tips Menghindari Payudara Nyeri saat Menyusui

menyusui

Foto: Orami Photo Stock

Selain meredakan nyeri, Moms juga dapat melakukan tips menyusui berikut ini yang dapat mengurangi rasa payudara nyeri saat menyusui.

1. Buka Segelnya

Tips menghindari payudara nyeri saat menyusui yang pertama adalah buka segelnya. Jika Moms perlu memposisikan atau mengganti payudara, putuskan isap dengan hati-hati sebelum mencoba menarik bayi keluar.

Caranya: Selipkan jari yang bersih di antara gusi bayi, lalu tunggu sampai Moms merasakan atau mendengar bunyi 'pop!'. Setelah itu, Moms bisa mulai mengeluarkan menggeser mulut bayi ke payudara satunya atau ke posisi menyusui yang berbeda.

Baca Juga: Intip Bagaimana Posisi Menyusui yang Benar

2. Menyusu di Kedua Payudara

Tips menghindari payudara nyeri saat menyusui yang selanjutnya adalah menyusui di kedua payudara. Ketika kelenjar susu penuh dengan ASI, payudara bisa terasa keras dan lunak, kondisi ini dikenal sebagai pembengkakan.

Untuk meredakan rasa sakit, cobalah menyusui lebih sering dalam waktu sekitar satu minggu. Ini membuat tubuh harus menyesuaikan produksi ASI sehingga sesuai dengan apa yang dibutuhkan bayi.

Jangan lupa untuk mengganti payudara mana setiap kali menyusui, karena bayi mungkin tidak menyusu pada kedua payudaranya.

3. Terus Mencoba Ragam Posisi

Tips menghindari payudara nyeri saat menyusui yang selanjutnya adalah mencoba ragam posisi. Jika puting Moms terasa sakit, cobalah beralih posisi menyusui untuk dapat membantu meredakan nyeri tersebut. Misalnya, dengan metode “cradle hold,” “football hold,” dan “the cross-over hold".

Jika puting kering, Moms juga bisa menggunakan sisa ASI untuk melembapkan puting yang kering dan pecah-pecah, sehingga dapat membantu mempercepat proses penyembuhan. Cara-cara ini bisa mengurangi nyeri saat menyusui Si Kecil.

4. Hangatkan Aliran yang Tersumbat

Tips menghindari payudara nyeri saat menyusui yang selanjutnya adalah hangatkan aliran yang tersumbat. Bila Moms mengalami saluran susu yang tersumbat atau meradang, ini biasanya disebabkan oleh cadangan susu yang tidak digunakan, sehingga dapat menyebabkan bercak merah yang sakit pada payudara.

Untuk membuat ASI mengalir kembali, cobalah menyusui lebih sering pada payudara yang tersumbat.

Baca Juga: Strategi Efektif Meningkatkan Produksi ASI: Power Pumping

Jika saluran tidak dikeringkan, itu dapat menyebabkan mastitis, infeksi yang dapat menyebabkan payudara terasa membengkak dan mungkin terjadi gejala mirip flu seperti demam, nyeri, dan kelelahan.

Mandi air hangat atau mengompres hangat langsung di area payudara saat waktu menyusu dapat menurunkan rasa sakit.

Itu dia Moms, penyebab, cara mengatasi dan tips menyusui bayi agar payudara tidak merasa nyeri. Bila Moms masih merasakan payudara nyeri saat menyusui, segera konsultasikan pada dokter atau konselor laktasi ya Moms! Jangan sampai Moms jadi kesulitan memberikan ASI pada Si Kecil akibat masalah ini.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait