Keluarga

KELUARGA
28 Juli 2020

7 Aturan Kurban Idul Adha dalam Islam, Yuk Pelajari!

Hewan kurban pun ada kriteriannya, jadi tidak bisa sembarangan ya Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Zarah Amala
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Moms sudah tahu apa saja yang menjadi aturan berkurban Idul Adha? Sebelum membahasnya, yuk pahami dahulu apa hakikat berkurban bagi umat Muslim.

Kewajiban untuk berkurban ini bermula dari kisah Nabi Ibrahim yang mendapat peintah dari Allah untuk menyembelih putra kesayangnnya, Ismail, sebagai bukti ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah SWT.

Hari raya kurban atau dikenal dengan Hari Raya Idul Adha jatuh pada hari tasyrik, yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Idul Adha juga merupakan puncaknya ibadah Haji, bagi yang sudah mampu menjalankannya.

Sedangkan mengenai hukum melaksanakan kurban sendiri, beberapa ulama mengatakan sunnah muakad (sunnah yang dianjurkan) bagi orang yang mampu. Namun, kesunahan berqurban juga dijelaskan pada Quran surah Al-Kautsar ayat 2, yang berbunyi:

"Maka dirikanlah shalat karena Allah dan berqurbanlah." (QS. Al-Kautsar:2).

Jadi, apabila seorang musli, sudah mampu untuk berqurban, dianjurkan untuk melakukannya.

Baca Juga: Ibu Menyusui Ingin Puasa Idul Adha? Pertimbangkan 5 Hal Ini

Aturan Kurban Idul Adha

aturan berkurban idul adha

Foto: Shutterstock

Perlu diketahui, istilah udlhiyyah dalah nama untuk hewan kurban yang disembelih pada hari raya qurban (10 Dzulhijjah) dan hari-hari tasyriq.

Tujuannya adalah untuk taqarrub atau mendekatkan diri pada Allah dan menjadi bentuk rasa syukur terhadap segala nikmat yang diberikan Allah SWT. Sedangkan istilah tadlhiyyah berarti berkurban atau melakukan kurban.

Dalam berkurban, terdapat beberapa aturan yang harus diikuti agar kurban yang kita lakukan sah. Berikut ini adalah beberapa aturan berkurban yang perlu kita pahami seperti dikutip dari Dalam Islam.

1. Orang yang Melaksanakan Kurban

Seseorang selain beragama Islam tidak disyari'atkan untuk berkurban. Selain itu, yang melakukan kurban haruslah seseorang yang sudah baligh dan mampu secara materi.

Maksudnya memiliki materi senilai harga hewan kurban di luar nafkah untuk dirinya dan orang yang wajib diberikan nafkah olehnya.

2. Pelaksanaan Kurban

aturan berkurban idul adha

Foto: Shutterstock

Waktu pelaksanaan kurban harus dilakukan sesuai dengan ketentuannya, yaitu hewan kurban harus disembelih setelah shalat Idul Adha hingga terakhir hari Tasyrik.

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW menyebutkan alasan mengapa hewan kurban tidak boleh disembelih sebelum shalat Idul Adha dan setelah hari Tasyrik.

“Sesungguhnya pekerjaan pertama yang harus kita awali pada hari ini adalah shalat, kemudian kita pulang lalu menyembelih qurban. Barang siapa yang berbuat demikian, maka ia telah melaksanakan contoh kami dengan tepat dan barang siapa yang menyembelih kurban sebelum shalat, maka ia hanya memberikan daging biasa kepada keluarga; sedikitpun tidak bersangkut paut dengan ibadah penyembelihan kurban.” (HR. Muslim).

3. Kriteria Hewan Kurban

Seperti dalam Quran surah Al Hajj, hewan yang dikurbankan ialah hewan ternah seperti unta, kambing, sapi, domba dan sejenisnya. Di Indonesia, umumnya hewan yang dikurbankan adalah kambing, domba, dan sapi.

“Dan bagi setiap umat Kami berikan tuntunan berqurban agar kalian mengingat nama Allah atas rezki yang dilimpahkan kepada kalian berupa hewan-hewan ternak (bahiimatul an’aam).” (QS. Al Hajj: 34).

Baca Juga: Memperkenalkan Tradisi Idul Adha pada Anak

4. Jumlah Orang dalam Berkurban

Islam telah menentukan beberapa aturan jumlah hewan yang dikurbankan sebagaimana dikatakan oleh Rasulullah SAW. Yaitu, untuk hewan kurban kambing, hanya diperbolehkan satu orang saja, untuk sapi diperbolehkan tujuh orang, dan untuk kurban unta diperbolehkan sepuluh orang. Ini juga disebut dengan kurban kolektif.

“Kami menyembelih hewan pada saat Hudaibiyah bersama Rasulullah SAW. Satu ekor badanah (unta) untuk tujuh orang dan satu ekor sapi untuk tujuh orang”. (HR. Muslim, Abu Daud dan Tirmizy)

5. Kondisi Hewan Kurban

aturan berkurban idul adha

Foto: Shutterstock

Hewan kurban yang disembelih ialah hewan yang cukup umur dan tidak cacat secara fisik. Seperti yang diriwayatkan oleh Rasulullah SAW.

“Janganlah kalian menyembelih (qurban) kecuali musinnah. Kecuali apabila itu menyulitkan bagi kalian maka kalian boleh menyembelih domba jadza’ah.” (Muttafaq ‘alaih)

“Ada empat cacat… dan beliau berisyarat dengan tangannya.” (HR. Ahmad 4/300 & Abu Daud 2802, dinyatakan Hasan-Shahih oleh Turmudzi).

Berikut yang membuat hewan tidak sah digunakan berqurban, yaitu:

  • Hewan yang pincang salah satu kakinya, meskipun pincang ketika akan disembelih, saat dirubuhkan.
  • Hewan yang sakit.
  • Hewan yang buta salah satu matanya.
  • Hewan yang sangat kurus hingga hilang akalnya.
  • Hewan yang teputus sebagian atau seluruh telinganya.
  • Hewan yang terputus sebagian atau seluruh ekornya.

6. Mengucapkan Niat dalam Hati

Niat merupakan salah satu hal yang wajib dilakukan seseorang sebelum menjalankan ibadah kurban. Sama seperti ibadah lainnya, niat merupakan syarat sah berqurban seperti yang dikatakan An-Nawawi:

“Niat adalah syarat sah berqurban.” (Al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 8/380).

Beberapa ulama mengatakan kalau niat ini tidak perlu diucapkan, karena niat berasal dari hati seseorang. Untuk niat berkurban sendiri selama kita sudah memiliki keinginan utuk menyembelih hewan ternak sebagai kurban, maka sudah dianggap berniat untuk melakukan kurban.

7. Ketentuan Seseorang yang Menyembelih Hewan Kurban

Seseorang yang menyembelih hewan kurban haruslah seseorang yang beragama Islam dan mengerti mengenai aturan-aturan berkurban. Orang yang menyembelih hewan kurban haruslah seseorang yang sehat secara fisik dan mental.

Beberapa proses penyembelihan hewan kurban yaitu sebagai berikut:

  • Membaca basmallah
  • Melantunkan shalawat kepada nabi
  • Menghadapkan ke arah kiblat (bagi hewan yang disembelih dan orang yang menyembelih)
  • Membaca takbir 3 kali bersama-sama
  • Berdoa agar kurban diterima oleh Allah, dan orang yang menyembelih mengucapkan: "Allahumma hadza minka wa laka annii." (ya Allah, ini nikmat dari-Mu, kurban untu-Mu, dariku). Kalimat ini bukan niat tapi hanya i’lan (mengabarkan). Dia ucapkan itu, sebagai bentuk mengabarkan apa yang ada dalam hatinya.
  • Menyembelih dengan pisau yang tajam.
  • Menyembelih hewan tepat di kerongkongan/leher.
  • Menunggu hewan kurban tersebut sampai mati sempurna.
  • Terputus urat leher, yaitu Hulqum (jalan napas) Mari'i (jalan makanan, dan Wadajain (dua urat nadi dan syaraf).

Baca Juga: 4 Trik Mengajarkan Anak Salat Idul Adha

Itulah beberapa aturan kurban Idul Adha yang perlu Moms ketahui. Yuk ajari juga tentang hal ini kepada Si Kecil. Wallahu 'alam bishawab.

Artikel Terkait