Momspiration

MOMSPIRATION
25 Desember 2020

Seperti Mimpi Buruk, Baby Raska Tak Lagi Bangun dari Tidur Siangnya Bersama Kami Hari Itu

Saya dan suami sudah menerima dan menemukan keikhlasan untuk merelakan baby Abang
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Kebahagiaan akan bertemu buah hati yang sudah berada di dalam kandungan selama sembilan bulan sebentar lagi tentu dirasakan oleh setiap orang tua, tidak terkecuali oleh pasangan Acha Marsya dan suaminya.

Anak pertama mereka lahir pada 10 Juni 2019 lalu dan diberi nama Raskara Syawalangit. Sayangnya, Si Kecil yang akrab dipanggil baby Abang ini, saat itu terlalu lama berada di jalan lahir (saat Moms Acha mengejan, Si Kecil tidak keluar-keluar karena kakinya terlilit tali pusar di kaki) dan dokter tidak cepat bertindak untuk melakukan operasi.

Baca Juga: Sedih dan Berat Rasanya, Didiagnosis Covid-19 Membuat Saya Harus Menjauhi Anak-anak

Sampai akhirnya baby Raska harus di vacuum sebanyak 2x agar bisa keluar. Begitu berhasil keluar baby Raska mengalami asfiksia berat atau kekurangan oksigen, badannya biru, tidak menangis dan harus langsung dilarikan ke NICU untuk dipasang alat ventilator dan alat indikator lainnya.

Dampak proses partus/melahirkan yg terlalu lama maka baby Raska harus dibantu selang NGT untuk alat minumnya.

Perjuangan baby Raska dan Moms Acha tidak berakhir sampai di sini. Tim Orami Parenting berhasil melakukan wawancara dengan Moms Acha untuk kisah lengkapnya. Yuk kita simak, Moms.

Semua Perasaan Campur Aduk Menjadi Satu

cerita baby Abang

Foto: Dok. Acha Marsya

Pastinya semua orang tua merasakan hal yg sama. Rasa sedih, tak tega dan kecewa tentunya. Saat itu saya dan suami pun tidak ada bayangan mengapa harus memakai NGT.

Sebagai informasi, NGT adalah Nasogastric Tube atau selang nasoganik, yaitu suatu prosedur yang dilakukan untuk menghantarkan makanan dan obat langsung ke lambung. Singkatnya, selang ini dibutuhkan untuk menyuplai makanan dan minuman ke dalam tubuh.

Pemasangan NGT merupakan satu-satunya cara Raska untuk minum susu. Mau tidak mau, suka tidak suka, harus kami lakukan demi kebaikan anak kami.

Terlepas dari sakit atau tidaknya, pasti kami sebagai orang tua ingin dan akan memberikan perhatian yang maksimal untuk merawat dan menjaga buah hati kami.

Dari awal lahir, baby Raska sudah berjuang untuk hidupnya agar bisa bertemu orang tuanya. Setelah bangun dari kritisnya dan lulus dari NICU kami tidak mau sampai baby Raska mendapat salah penanganan lagi.

Apapun kami lakukan untuk buah hati kami tercinta satu-satunya. Segalanya kami pikirkan matang matang dan lebih berhati-hati tentunya.

Baby Raska Kesakitan Setiap Dipasang Selang, Bahkan Sempat Sampai Keluar Bercak Darah

cerita baby Abang

Foto: Dok. Acha Marsya

Sebagai informasi, untuk alat bantu minum (selang NGT) ada dua tipe selang. Pertama selang NGT yg hanya bisa digunakan satu minggu dan dalam 1 minggu harus diganti, yang ke dua selang silicon yg bisa dipakai sampai 1 bulan.

Awalnya baby Raska memakai selang NGT untuk 1 minggu karena kami tidak tahu kalau ada selang silicon yang bisa digunakan untuk 1 bulan.

Setelah kami tahu ada selang silicon, sebisa mungkin baby Raska kami carikan selang silicon karena kami tidak tega melihat anak kami trauma karena kesakitan dimasukkan selang dari hidung masuk ke lambung setiap seminggu sekali.

Saat itu baby Raska hanya cocok dengan selang merk tertentu sedangkan selang yang cocok dipakai Raska gak dijual di indonesia jadi kami harus titip ke teman yang lagi ke Singapura. Karena kalau pakai selang silikon yg dijual di Jakarta, untuk pemakaian 1 bulan, baby Raska tidak cocok dengan selang tersebut dan malah batuk terus-menerus, muntah, hingga menyebabkan iritasi di lambung.

Bahkan karena batuk terus menerus tersebut, sampai membuat selang silikonnya terlepas keluar dari hidung/mulutnya dan mengeluarkan bercak darah. Tidak semua anak sama ya Moms, karena kondisi setiap anak berbeda-beda.

Hanya saja kalau di baby Raska pakai selang silikon untuk sebulan yang dijual di rumah sakit/pasaran di Jakarta tidak cocok, dan malah membuat dia semakin sakit serta tidak nyaman.

Baca Juga: Perubahan Sekecil Apapun pada Hiro, Merupakan Hal Berharga bagi Saya

Allah Maha Baik, Baby Raska Dipanggil dalam Tidur

cerita baby Abang

Foto: instagram.com/achamarsya

Baby raska sudah terlalu lama memakai selang NGT. Setelah kami cari tahu dampak memakai selang NGT terlalu lama, ternyata bisa menyebabkan efek menelannya semakin berkurang dan juga menimbulkan iritasi di dalam tubuh dan juga trauma karena benda asing tersebut masuk berkali-kali dari hidung langsung ke lambung.

Setelah konsultasi dengan semua dokter, mereka pun menyarankan untuk mengganti NGT ke PEG. Akhirnya setelah maju mundur cukup lama, mempertimbangkan banyak hal cukup panjang, kami memutuskan untuk memakai PEG saat baby Raska berumur 1 tahun.

Salah satu tujuan dan harapan utamanya agar kemampuan menelan anak kami lebih leluasa dan tumbuh kembangnya bisa lebih baik lagi.

Setelah pemasangan PEG baby Raska memang kondisinya lebih baik. Kami pun sangat terkejut kenapa ini terjadi.

Singkat cerita pada tanggal 02 Agustus 2020, kami baru selesai makan siang dan baby Raska juga baru selesai minum susu. Setelah selesai minum susu gak lama kami bertiga (saya, suami, dan Raska) tidur siang.

Saat kita bangun dari tidur siang karena sudah jamnya baby Raska minum susu lagi, saya langsung siapkan probiotik dan suami menyiapkan susu dan saat mau memberikan probiotik saya gendong dan baby Raska kondisinya sudah lemas tidak bernapas, lalu kita langsung lari ke rumah sakit.

Sesampainya di IGD dan dilakukan pertolongan oleh dokter tapi baby Raska sudah tidak ada. Sekujur tubuh saya lemas, hancur! Dunia saya gelap! Saat saya gendong kembali badan mungilnya tentu saya gak menyerah saya masih tidak percaya di mobil saya masih tiup mulutnya berkali-kali berharap anak saya akan bernafas lagi.

Tapi Allah sudah menentukan waktunya. Sepanjang jalan pulang dari rumah sakit dan sampai dirumah saya hanya peluk erat dan meminta maaf sambil bercucuran air mata. Kenapa harus anak saya? Disitu saya sempat merasa Allah gak adil.

Ya seperti bangun dari mimpi buruk! Sulit sekali menghadapi kenyataan pahit ini. Tidak ada tanda sama sekali kalau saat itu hari terakhir kami tidur siang bareng bersama anak kami.

Tapi di satu sisi Allah maha baik, kami bersyukur karena baby Raska diambil saat tidur, artinya baby Raska tidak dalam keadaan kesakitan.

Mungkin Allah gak mau kami melihat Raska menghembuskan napas terakhir kalinya. Mungkin kalau kejadiannya tidak seperti ini saya mungkin bisa gila.

Ya, memang harus saya sadari habis sudah masa kontrak baby Raska menemani dan mengisi hari hari bahagia kami selama 13 bulan di dunia. Semua terjadi sangat cepat dan tidak disangka-sangka.

Datang ke Tempat Peristirahatan Terakhir Raska Adalah Cara Kami Melepas Rindu

cerita baby Abang

Foto: Dok. Acha Marsya

Kepergian baby Raska adalah titik terendah dalam hidup saya dan suami. Amat sangat sulit sekali diterima tidak hanya kami tapi orang tua kami, kakak, adik dan juga sahabat-sahabat pun merasakan hal yang sama.

Kami hanya punya satu sama lain untuk saling menguatkan dan melanjutkan hidup. Saya tidak diberikan pilihan lain oleh Yang Maha Kuasa. Saya hanya diberikan pilihan untuk bisa kuat! Rasa sedih, kecewa, bersalah semua campur aduk. Kami berdua berusaha menjalani hari-hari yang sangat berat tanpa anak kami.

Semenjak baby Raska kembali ke Yang Maha Kuasa, setiap harinya kami datang ke tempat peristirahatan terakhirnya. Kami setiap hari datang ke makam untuk menyalurkan rasa rindu yang menggebu-gebu dan saat kembali ke rumah dan masuk kamar, saya cuma bisa menangis, rasa duka yg begitu dalam menyelimuti kami. Setiap hari hanya hampa yang kami rasakan.

Baca Juga: Berharap Conan dan Crystal Bisa Segera Terbebas dari Transfusi Darah Rutin

Banyak sekali kenangan bersama Raska. Bagaimana tidak, 24 jam saya bersama anak saya tanpa bantuan baby sitter. Orang tua dan suami yang membantu saya untuk merawat Raska dan memberikan kasih sayang kepada baby Raska.

Kami hanya bisa berdoa dan beribadah terus-menerus agar diberikan kekuatan untuk menjalani hari-hari dan menerima kenyataan ini. Seiring berjalannya waktu, akhirnya kami putuskan untuk pergi sejenak berlibur untuk menyembuhkan luka dan tidak terus diselimuti perasaan sakit, sedih dan kecewa.

Kami pun tidak mau terus menangis karena kami pun tahu kalau baby Raska sudah sehat dan bahagia kembali ke Yang Maha Kuasa.

Perjalanan healing process/penyembuhan diri memang tidak mudah, seindah apapun tempat yg kami kunjungi tapi hati kami hampa. Doa dan ibadah gak pernah putus kami hanya meminta kepada yg maha kuasa agar kami diberikan kekuatan dan keikhlasan karena kami gak mau anak kami sedih disana.

Memang rasa sedih tidak bisa di lawan hari demi hari kami nikmatin rasa hancur dan rindu kepada anak kami.

Alhamdulillah saya dan suami cukup kompak. Kami berdua memberikan ruang untuk bersedih dan berjuang bersama untuk bangkit kembali demi buah hati kami di sana. Sampai akhirnya saat ini kami dititik bisa menerima dan menemukan keikhlasan.

Kami percaya kuasa Tuhan untuk membolak balikan hati manusia, kami percayakan kalau memang ini jalan terbaik menurut Yang Maha Kuasa.

Peran keluarga dan teman terdekat juga sangat penting. Mereka selalu ada buat kami. Pelukan dan perhatian kasih sayang yang membuat kami pelan-pelan bangkit kembali.

Saya juga membuat satu wadah untuk para grieving parents. Group ini bernama “BERSAMA” yg artinya you are not alone, we have each other dan di group (WhatsApp) ini kita saling menguatkan dan menuangkan segala rasa yg ada di hati dan pikiran kita tanpa judging satu sama lain. It helps a lot.

@berbagibersamababyabang Adalah Healing Process Kami yang Sangat Menguatkan

cerita baby Abang

Foto: instagram.com/berbagibersamababyabang

Terbentuknya @berbagibersamababyabang berawal saat mempertingati 40 hari baby Raska. Saya tiba2 teringat kalau dahulu waktu masih kuliah saya pernah melakukan riset ke sebuah panti wisma Tuna Ganda (anak-anak berkebutuhan khusus).

Akhirnya saat 40 hari baby Raska, saya, suami dan orang tua saya berkunjung ke wisma Tuna Ganda untuk memberikan sedikit rezeki dan di situ saya bisa menyalurkan rasa kasih sayang ke teman-teman di Wisma Tuna Ganda.

Perlahan rasa duka dan kecewa yang begitu dalam sirna menjadi keikhlasan dan kekuatan di dalam hati. Selama menjalankan kegiatan ini saya merasakan hati saya lebih tenang, luka hati saya berkurang perlahan dan saya mendapatkan tujuan hidup saya.

Semenjak hari itu akhirnya saya dan suami memutuskan untuk terus melakukan kegiatan fundraising khusus untuk anak-anak special dan terbentuklah non-profit organization Berbagi Bersama Baby Abang.

Saya berniat setiap bulannya untuk mulai intens berbagi dengan anak-anak hebat di luar sana. Saya mulai posting di Instagram untuk mengajak teman-teman dan keluarga agar turut ikut berbagi rezeki untuk anak-anak berkebutuan khusus yang sangat membutuhkan biaya dan perhatian dari kami.

Inilah healing process saya yang amat sangat menguatkan hati saya dan membuat saya bangkit lagi. Saya memahami kondisi para orang tua dengan anak berkebutuhan khusus seperti apa. Saya tidak mau mereka berhenti berjuang hanya karena tidak bisa melanjutkan pengobatan, therapy, dan segudang kebutuhan medis lainnya.

Hati kecil saya bilang “baby Raska senang melihat teman-temannya mendapat perhatian dan bantuan, anak saya pasti senyum dan bahagia melihat orang tuanya bisa bermanfaat untuk anak-anak yang sedang berjuang”.

Baca Juga: Suami Pindah Tugas ke Jerman, Saya Harus Ekstra Hati-hati Bawa Bayi Terbang Jauh di Tengah Pandemi

Dari situ Yang Maha Kuasa semakin menguatkan hati saya dan suami. Kini rasa sedih karena rindu berubah menjadi doa dengan senyuman. Kami menjadi pribadi yg lebih bersyukur dan menerima semua ketetapan Yang Maha Kuasa.

Kegiatan fundraising ini sebenarnya tidak terlalu menyita waktu saya. Kebetulan saya ibu rumah tangga yang memiliki bisnis online makanan. Saya mengatur kegiatan galang dana ini untuk dilaksanakan tanggal 25-30 setiap bulannya.

Setelah dana terkumpul kami mulai distribusikan. Waktu yang kami butuhkan untuk distribusi kurang lebih 5-7 hari. Jadi sebenarnya tidak mengganggu.

Ikhlas dan Sabar Adalah Kunci

cerita baby Abang

Foto: Dok. Acha Marsya

Kehidupan adalah bertahan. Bertahan dari keterpurukan dan kesedihan. Untuk para orang tua, kalian tidak sendirian, jadi jangan lelah.

Jangan anggap ini sebagai beban. They deserve to be happy as a kid. Mereka tidak meminta untuk dilahirkan. Tolong teruslah berjuang untuk buah hati tercinta. Tidak ada yg kebetulan di dunia ini, semua jalan yg diberikan kepada kita sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.

Ikuti kata hati kalian. rawat dan berikan kasih sayang sepenuhnya kepada anak-anak kita. Boleh saja dokter bilang anak kita A,B,C,D tapi tolong jangan jadikan itu patokan dan malah membuat kita semakin terpuruk.

Bila ada yg beranggapan sinis, tinggalkan jangan dihiraukan. Jadikan itu sumber kekuatan agar kita lebih berusaha lagi dan lebih sungguh-sungguh lagi untuk berdoa meminta bantuan kepada Yang Maha Kuasa.

Untuk semua orang tua hebat yang kehilangan buah hati tercinta, kalian hebat bisa melalui ini semua! Hilangkan rasa bersalah yang terlalu dalam karena kalian berhak mendapatkan kebahagiaan kembali dan seperti yang kita tahu, anak kita di sana juga ingin org tua nya bangkit dari kesedihan yang mendalam. Saya tahu ini berat dan menyakitkan sekali pasti semua orang tua punya cara terbaik untuk healing/penyembuhan diri.

Waktu itu saya pun pernah bertanya-tanya "Kenapa ya Tuhan tidak menyelamatkan bayi saya, atau kenapa ya Tuhan membiarkan saya hamil jika dia tahu hal ini akan terjadi?" semua penyesalan hanya membuat semakin terpuruk. Karena kehidupan anak kita, betapapun singkatnya, memiliki tujuan dan makna.

As you heal, you will gradually learn what it is. Semua perasaan sedih itu jangan dilawan ya, nikmati setiap prosesnya dan semoga kita selalu diberikan kekuatan untuk bangkit kembali. You are not alone, we’re here for you.

Ikhlas, sabar, Insyallah semua balik menjadi berkah untuk anak dan orang tua. Nikmati semua prosesnya maka semua beban itu akan berubah menjadi sebuah berkah.

Artikel Terkait