Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Balita | Apr 25, 2018

Bagaimana Cara Aman Melatih Balita untuk Berlari?

Bagikan


Saat sudah memasuki usia 18 bulan, Si Kecil akan menjadi lebih berenergi dan mulai bereksplorasi dengan segala gerak tubuh seperti merangkak dan bahkan berlari perlahan.

Moms perlu tahu bahwa pada masa perkembangan anak di tahun pertama, Si Kecil sudah bisa berdiri dan berjalan, tapi membutuhkan waktu lebih untuk belajar berlari.

Jika nanti tiba waktunya ia ingin berlari, Moms dan Dads harus selalu berada di sampingnya karena tulang kaki buah hati belum kuat dan terbentuk sempurna.

Sejak pertama kali berjalan, Si Kecil membutuhkan waktu yang panjang hingga bisa berlari dengan normal karena ia sedang belajar menggunakan telapak kaki untuk menopang tubuh.

Cara Aman Melatih Anak untuk Berlari

Moms bisa memaksimalkan fase perkembangan anak ini dengan memberinya kesempatan untuk menapakkan kaki mungilnya di tempat dengan tekstur yang berbeda.

Dengan mencicipi permukaan tanah yang beragam, organ otak, otot dan saraf seluruh tubuhnya akan lebih peka, terbiasa dan lebih kuat sehingga ia juga akan lebih siap saat berlari nanti.

Perkembangan anak yang ingin berlari pada usia 18 bulan ini bisa dilihat ketika buah hati sudah mulai berdiri dan berjalan dengan lebih cepat.

Tahukah Moms bahwa berlari merupakan aktivitas yang menyita konsentrasi anak dalam menyeimbangkan tubuh sehingga pada awalnya, jarak berlari anak tidak anak panjang dan hanya lurus ke depan?

Setelah ia mampu berlari dengan satu arah, pada usianya yang ke 2 tahun, perkembangan buah hati akan sangat pesat karena otot kaki, otak dan sarafnya sudah saling tersinkronisasi.

Namun demikian, pada fase ini Moms tetap tidak bisa melepaskan pandangan dari Si Kecil karena ia akan berusaha mengeksplorasi dunia di sekitarnya dengan berlari.

Baca juga: Si Kecil Menolak Memakai Sepatu? Ini Alasannya

Perkembangan Setelah Berlari

Ketika sudah paham bagaimana caranya berlari, perkembangan anak masih akan terus berlanjut mengingat ada satu aktivitas yang lebih menarik dari berlari, yakni melompat.

Berlari mewajibkan buah hati berkonstrasi pada kecepatan dan jika dikombinasikan dengan koordinasi yang bagus, ia akan dengan mudah meloncat-loncat sambil berlari.

Meski telah mahir berlari dan bahkan melompat, Moms tidak bisa memberikan kepercayaan penuh pada anak karena bagaimana pun juga buah hati yang masih terlampau belia ini memerlukan pengawasan ketat.

Perkembangan anak yang pesat tidak menjamin Si Kecil mengerti bahaya di balik gerakan kilatnya tersebut karena kemungkinan besar batita akan sering tersandung, terbentur, terjatuh setelah berlari-lari dengan riang.

Tunggulah sampai anak berusia 5-7 tahun ketika ia sudah bisa berlari penuh semangat dengan sempurna, baru Moms bisa bernafas lega dan lebih rileks menjaga buah hati.

Jika Moms ingin mendukung perkembangan anak agar bisa berlari lincah dan aman, ajaklah Si Kecil mengunjungi tempat yang luas sehingga ia bisa menggerakkan kakinya dengan lebih bebas lagi. Senang kan melihat tumbuh kembangnya setiap hari?

(BILNA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.